Total : 96BAB 1: Tiba-Tiba Putus
Roseletta Lee, wanita yang berkebangsaan Ukraina yang mengikuti program pertukaran pelajar internasi
readmore BAB 2: Saksi Putus Kekasih di Tengah Jalan
"Kapan kau akan masuk kerja? Kau sudah melebihi masa batas wajar izin sakit." Lynn mengalihkan topik
readmore BAB 3: Kenapa Donat Bolong?
Steve meraih kacamata di laci yang selalu dipakainya saat bekerja. Netranya mulai fokus menatap di l
readmore BAB 4: Cara Untuk Move On
"Itu karena donatnya gagal move on, hatinya sudah lebur jadi abu. Makanya bolong," jelas Lynn dalam
readmore BAB 5: Membeli Hadiah Untuk Jessica
"Tragedi putus!!!" Lynn lantas berujar 'oh' mengingat Jessica adalah tokoh utama dalam cerita Steve
readmore BAB 6: Bibir dan Petir
"Karena aku sudah memakai lipstik, maka kamu harus ...." Lynn berjinjit di hadapan Steve, melupakan
readmore BAB 7: Trauma Lynn
Steve menyaksikan punggung Jessica yang berlalu dan mulai menerka-nerka yang mana mobil Jessica. Stev
readmore BAB 8: Pemandangan yang Tak Boleh Dilewatkan
Tangan kanan Steve terangkat menarik Lynn dalam pelukannya dan Lynn mulai terisak, bahu Lynn bergeta
readmore BAB 9: Ajakan Kencan
Jessica menatap sekeliling rumah Steve, tak ada kemewahan. Hanya ada beberapa pigura lukisan terpaja
readmore BAB 10: Klub Malam
"Kupikir, kita akan menuju ke sebuah restoran," ujar Steve lalu melirik Jessica yang mengoleskan lip
readmore BAB 11: Dasar Tidak Peka
"Semalam aku mabuk dan aku tak ingat apapun setelahnya, terus kau datang. Kau menguntitku?" Steve me
readmore BAB 12: Mendiamkan Jessica
"Steve!" Lynn yang bediri di depan pintu rumah Steve, melihat Steve yang berjalan menunduk lesu. "Ka
readmore BAB 13: Mawar Dari Siapa Ini?
"Kau mengagetkanku!" Lynn memegang dadanya. Dia memang berdiri membelakangi pintu masuk, tanpa tahu
readmore BAB 14: Steve Akan ke Bali
"Rahasia," jawab Lynn dengan senyum yang terpaksa. Steve menaikkan satu alisnya lalu tertawa kecil me
readmore BAB 15: Boleh Aku Bermalam di Rumahmu?
"Mau bermain game?" tawar Steve. Lynn mengangguk lalu keduanya berlari menuju ruang keluarga. Keduany
readmore BAB 16: Jessica dan Godaannya
Jessica memang sedikit kesal karena Lynn menerobos masuk kamar Steve tanpa mengetuknya, merusak suas
readmore BAB 17: Gagal Membujuk Steve
"Pria siapa yang akan selalu mendapatkan beratus kesempatan setelah apa yang dilakukannya?" sindir S
readmore BAB 18: Sisi Lain Jessica
"Mau mampir dulu?" tawar Fianne. "Tak usah!" tolak Steve lalu memutar balik mobilnya. Steve terbangun
readmore BAB 19: Lagi, Kembali Jatuh Dalam Sentuhannya
"Tak ada oleh-oleh?" sambut Steve yang langsung menuju ruangan Lynn tahu bahwa wanita itu sudah kemb
readmore BAB 20: Undangan Pesta Perusahaan
Leiss mengedikkan bahu membalas tatapan bertanya Lynn. Lynn yang baru saja tiba di kantor di hadiahi
readmore BAB 21: Lynn Mabuk
"Bermain truth or drink?" tawar Leiss. Serempak meja tersebut berteriak setuju. Lynn hanya terkekeh
readmore BAB 22: Hari Pertama Kerja Steve di Bali
Lynn terbangun dari tidurnya merasakan kepalanya yang berdentum sebelah. Ditenggaknya habis air puti
readmore BAB 23: Siluet
Hari pertama kerja Steve berlalu menyenangkan sekaligus melelahkan tubuhnya. Steve melangkah menelus
readmore BAB 24: Ditinggal Tidur
"Tak terjadi apapun selama kepergianmu," lanjut Lynn. "Benarkah?" "Berhenti menggodaku, Steve!" Steve
readmore BAB 25: Siluet II
"Buang jauh-jauh pikiranmu itu, Steve!" balas Lynn memutar bola matanya ke atas. "Aku harus bersiap-s
readmore BAB 26: Pesta Ultah Adik Jeff
"Kebetulan sekali, aku memang mencarimu sedari tadi!" Lalu, Jeff merogoh saku bajunya menyodorkan un
readmore BAB 27: Jeff dan Pernyataannya
"Aku juga ingin mengatakan sesuatu. Ya, sesuatu yang sedikit mengangguku akhir-akhir ini." Lynn tak
readmore Aku Bermimpi?
Steve berdiri di sebuah lorong dengan semak belukar yang tinggi, dindingnya berlumut. Ia melangkah m
readmore Pulang
"Pak Endrik mengatakan sesuatu?" tanya Emily. "Tidak ada. Hanya salam perpisahan," jawab Steve. Arya
readmore Berenang
"Ayo berangkat!" ujar Steve. Lynn mengangguk sambil lalu membawa piring kosong keduanya. Lynn cukup
readmore Rencana Tertunda
"Maafkan aku," ulang Lynn menyodorkan ponsel miliknya. Lagi-lagi pria itu hanya mengangguk, dan berl
readmore Nyeri Pembawa Keberuntungan
Steve yang selesai makan duluan, tersenyam-senyum menatap Jessica yang lahap makannya. Jika saja sem
readmore Benih Api Lynn Vs Jessica
"Bersenang-senang di Bali, huh?!" Fianne bersedekap tangan di dada, menatap Steve yang baru saja dat
readmore Lisptik Keluar Jalur Gegara Kau
Jessica mengalihkan pandangannya, "Tapi aku masih ingin melihatmu, Steve," ujarnya dengan tampang me
readmore Kesempatan Dalam Kesempitan
"Tidak sama sekali. Kenapa kau mengira seperti itu?" Ia kembali menatap lurus jalan raya. "Kau mendia
readmore Kenangan Itu ... Luka
Jessica mengelus perut, ditatapnya piring-piring kosong dihadapannya. Jessica tersenyum kecil yang m
readmore Kiriman Dari Jeremy
[Kapan kau pulang? Jeremy menitipkan sesuatu padamu] Steve mengernyit membaca pesan dari Lynn. Ia mel
readmore Jessica Datang
Steve menoleh, Lynn meletakkan semangkuk mi dihadapan Steve. Lynn menyeruput mi-nya. Netranya tak sen
readmore Jangan Kuncir Rambutmu
Hari itu, Steve tak terlalu sibuk di kantor. Jadilah ia bermain ponsel mengisi waktu luangnya. Dibuk
readmore Lynn Pingsan
"Sampai jumpa besok," lambai Lynn lalu berlalu masuk ke rumahnya. Lynn menghempaskan tubuhnya di kasu
readmore Mainkan Gitar Untukku
"Meja lipat disana," tunjuk Lynn pada lemari sudut kamarnya. Steve mengatur meja lipat tersebut di at
readmore Kedai Bunga
"Ya, benar. Aku berencana menemui Jessica. Aku hanya sedikit penasaran kenapa dia tak menghubungiku
readmore Marah (Lagi)
Setibanya di rumah Jessica, rupanya wanita itu sudah bediri tegang—kembali diliput amarah—kedua tang
readmore Danau
Langkah Jessica terhenti, ia berbalik. Lantas maju satu meter. "Apa yang harus aku katakan jika segal
readmore Babang Steve
Kedua mata Lynn terpejam, Steve melirik wajah teduh Lynn. Barangkali wanita itu tengah menyerukan de
readmore Hujan
"Ya deh, iya. Gak manggil Steve gitu lagi. Baliking dong keripiknya." Steve tersenyum tipis, keripik
readmore Aku Mencintaimu, Steve
"Hai," sapa Steve. "Ya ... tidak masalah ... tentu." Sambungan telepon berakhir. Steve menghela napas
readmore Bagai Orang Asing
Steve melangkahkan kakinya. Ia telah membuat keputusannya, entah dia akan menyesalinya atau ... justr
readmore Empat Mata Dengan Jessica
Steve mengeluarkan mobilnya dari bagasi. Ia meluncur dengan kelajuan di atas rata-rata. Namun, sesamp
readmore Pertemuan Pertama Dengan Lynn
Steve meninggalkan rumah Jessica dengan perasaan lega menyergap. Kini, dia tak perlu mengkhawatirkan
readmore Aku Akan Mencoba ... Mencintaimu
Steve memperbaiki posisi duduknya. "Sejak kapan?" Lynn menunduk, ia menautkan jari-jemarinya. Ia mengg
readmore Kau Membuatku berkeringat
"Apa kini semuanya berakhir?" "Tidak, semuanya baru saja dimulai," jawab Steve. Steve membaringkan tub
readmore Berdua Di Tengah Malam
Steve mengangguk, "Hanya beberapa kaleng soda," ujarnya. "Pas sek–" "Dan piza," tambah Steve. Dia meny
readmore Kalung Untukmu
Keduanya kini berada di taman. "Kau dari dulu tak pernah berubah," ujar Lynn. "Banyak yang berubah. Na
readmore Pesta Topeng
"Ingat, jangan coba-coba menjauh dariku. Kau tahu, beberapa pria belang mencoba menerkammu," bisik S
readmore Si X?
Steve datang di rumah Lynn begitu awal. Katanya ingin sarapan lama-lama berdua. Kalimat sederhana it
readmore Rel Kereta Api
Lynn membereskan mejanya cepat menyadari Steve sudah bersandar menunggunya di ambang pintu ruanganny
readmore Pengganti Tujuh Menit
Steve menoleh cepat, tapi tak ada siapapun disana, kecuali dahan pohon yang bergerak-gerak. Awalnya
readmore Kau Masih Mencintaiku 'kan?
Lynn membaringkan tubuhnya, mengenyahkan pria asing tadi, menggantinya dengan wajah Steve. Senyumnya
readmore Membekuk Si Penguntit
"Kau masih mencintaiku, kan?" Steve berbalik, tersenyum menatap wajah sendu Lynn. "Aku mencintaimu!" u
readmore Aku Ingin Kau Jujur
"Bagaimana dengan kita saat ini?" Steve meneguk ludahnya susah payah, "Apa maksudmu, Lynn?" Dia menga
readmore Sejak Kapan Masalah Punya Kaki Tangan?
"Aku ingin kau berkata jujur padaku." Steve memperbaiki posisi duduknya menghadap Lynn. Menopang sisi
readmore Kenapa Kamu Harus Kembali?
"Terasa lebih baik, makasih." Lynn menghempas punggungnya di sandaran kursi mobil. Matanya yang terp
readmore Seberang Jalan
Sepulangnya dari kantor, Steve tak langsung pulang. Entah mengapa dia merindukan kedai roti di seber
readmore Jangan Sebut Namanya
Lynn memandang Steve, sesekali tersenyum kecil hingga Steve mengakhiri petikannya, keduanya kembali
readmore Kau Ingin Mati, Huh?!
Steve menghela napas, dia kini merasa marah dan kasihan sekaligus. Dia jelas melihat tubuh Rose yang
readmore Mencari Rumah Rose
"Apa kau terluka?" Suara Rose melunak. Maniknya bergerak-gerak memeriksa tubuh Steve. Walau tubuhnya
readmore Kau Terlalu Cantik
"Terima kasih atas pertolonganmu, dan maafkan aku. Kau mendapat luka itu gara-gara aku." "Tak apa-apa
readmore Makan Malam
Rose menyesap minumannya. Dia sudah menunggu hampir tiga pukul menit lamanya. Namun, Steve belum kun
readmore Membuat Kue
Di pagi hari itu, Lynn langsung menuju supermarket, barangkali hari ini dia akan membuat kue, itupun
readmore Bersepeda
Di pagi hari itu, Lynn langsung menuju supermarket, barangkali hari ini dia akan membuat kue, itupun
readmore Dengarkan Penjelasanku
Rose mengayuh sepedanya cepat. Steve mengernyit di tempat, lalu mengedikkan bahu tak peduli. Dia ber
readmore Penjelasan
"Aku memang tak pernah memutuskan hubungan denganmu, Steve!" "Kau meninggalkanku tiba-tiba, itu sudah
readmore Pamit
Rose muncul dengan kotak perhiasan berbungkus beledu marun. Rose menyodorkan kotak tersebut pada Ste
readmore Aku Mencintainya
Di sisi lain, Steve terbayang akan Lynn, benih-benih cinta sudah tumbuh dalam dadanya. Namun kembali
readmore Pengakuan
"Aku mencintainya," gumam Steve. Lynn menoleh menatap Steve, menatapnya tak mengerti. "Apa yang baru
readmore Datang ke Rumah Lynn
"Kau mengkhianatiku, Steve!" Lynn berbalik meninggalkan Steve, dia sudah tak tahan menyaksikan kedua
readmore Kau Baik-Baik Saja
"Lynn?" Wanita yang dipanggil itu tak menoleh sedikitpun. Steve mendekat dan menarik lepas headphone
readmore Lynn Menjadi Obat Nyamuk
Satu minggu kemudian. Di hari minggu yang sedikit mendung itu. Namun, ramalan cuaca mengatakan tak ak
readmore Perbincangan Dengan Lynn
Dalam perjalanan pulang, Steve menangkap sekilas seorang wanita dalam balutan hoodie, meskipun dia m
readmore Jebakan
Rapat akan segera dimulai, pimpinan perusahaan beserta jajarannya memasuki aula rapat diikuti bebera
readmore Lynn Menyiksa Rose
Penutup mulut Rose terlepas. Napas Rose terengah-engah, dia melihat tatapan benci yang besar di mani
readmore Menunggu Rose Siuman
Steve memotong ucapan Lynn. Firasatnya mulai buruk. Namun, dia berusaha menyangkal jika pelakunya bu
readmore Aku Menyesal
Sudah dua hari berlalu, Rose masih belum siuman. Luka-luka di wajah wanita itu mulai mengering. Bibi
readmore Kau Siapa?
"Kau benar, aku menikam sahabatku sendiri." Entah bagaimana kalimat itu lolos dari bibirnya. Keduanya
readmore Rose Mengalami Amnesia
"Kau ... kau siapa?" Tubuh Steve seketika merosot, genggamannya lepas. Leo pun sama tercengangnya, se
readmore Membuat Donat
Rose berdiri di depan jendela, menatap kosong hamparan rumput yang terpangkas rapi di halaman belaka
readmore Rose Mengamuk
Malam itu, Rose termenung dalam kamarnya, jendela sengaja dia buka, rembulan bersinar masuk dalam ka
readmore Terpaksa Menabraknya
Steve kian mendekap tubuh bergetar Rose, mengecup pucuk kepalanya setidaknya menenangkan wanita itu.
readmore Rose Mendapatkan Ingatannya Kembali
Kepalanya terasa disengat dan diikuti pukulan-pukulan yang mendentum. Sakitnya menyerangnya, hingga
readmore Lynn Menemui Rose
"Apa kabar, Rose?" Rose melirik ke arah Steve sebelum dia menjawab, "Lebih buruk!" Dia merasa lebih bu
readmore Jeff
Lynn terduduk termangu, memandang kosong air mancur di halaman belakang rumahnya. Airnya berkilau se
readmore Rose Menemui Lynn
[Aku di perjalanan menuju rumahmu sekarang.] Lynn membaca pesan masuk dari Rose. Senyumnya terukir, s
readmore Rose Membujuk Steve
Sore itu, Rose memutuskan tak langsung pulang ke rumah. Mobilnya berbelok memasuki kawasan kompleks
readmore Steve Menemui Lynn
[Tepati ucapanmu semalam] Steve membaca pesan masuk. Dia tersenyum tipis. Dia pun menggeletakkan kemb
readmore The End
"Aku menolak." Rahang Steve terbuka. Apa yang baru saja dia dengar? Sebuah penolakan? Hell no. "Kamu .
readmore
Tetap semangat Thor. ceritanya bagus dan menarik. Ditunggu kelanjutannya Thor. 😍😍😍
03/03/2022
3cerita sangat baik
07/08
0bagus
21/07
0ceritanya bagus banget , saya sukaa
18/07
0Sangat bagus
16/07
0novel terbaik yang pernah saya bacaa
15/07
0gilaaa kerenn banget alur ceritanyaaaaaaa
08/05/2025
0keren sekali
22/04/2025
0sangat bagus
15/04/2025
0mantap
21/03/2025
0