Jangan pernah menilai seseorang hanya dari satu sisi. Karena kamu tidak pernah tau sisi yang lainya.
Yang kamu anggap rendah, belum tentu memang rendah. Bisa saja ia tinggi namun dia pandai merendah.
JSYF FJUFWJ KSOHDBFW DAN DI GAMBAR DI DI ADA JUGA ADA JUGA DI ADA DI ADA DI DI GAMBAR DI DI DI GAMBAR DAN ADA ADA DI ADA ADA JUGA DAN ADA ADA DI DI DI ADA JUGA DI ADA JUGA DAN ADA JUGA DI DI GAMBAR DAN ADA DI DI ADA DI GAMBAR DI GAMBAR DI GAMBAR DI GAMBAR ADA JUGA ADA ADA DI GAMBAR DI ADA JUGA ADA DI ADA JUGA DAN ADA DI DI DI GAMBAR ADA DI GAMBAR DI ADA DI DI DI GAMBAR DAN ADA ADA DI GAMBAR DI DI GAMBAR DAN ADA DI ADA JUGA ADA JUGA DAN ADA JUGA DAN DAN ADA JUGA DAN DI DI ADA JUGA DAN DI ADA DI D
22/03
0
AndikaAndika
bagus bisa top up ff
07/03
0
azzamiftahnur
baru membaca ceritanya lumayan bagus
25/12
0
syalomedward
menarik
21/11
0
Nyoman Ari Adnyana
Bagus untuk dibaca dimana saja
19/10
0
Nurul Huda
weh kok???
28/09
0
Ayu Dewi
Ceritanya bagus
27/09
0
Kanojo wa tabi tabiElaina
udah bagus tinggal di lanjut
22/09
0
IBRAHIMMUHAMMAD FANDI
good
28/08
0
Wong Psy Huang
baru baca ni
21/08
0
Total: 30
1
Gelak tawa memenuhi ruangan. Riuhnya menambah ramai suasana. Tetapi tidak dengan ku dan ayah. Ayah h
2
Rumah yang menurutku sederhana namun layak. Aku kira rumah orang desa berdinding anyaman bambu beral
3
' Ini orang memang kelewat santai. Dikira hidup cuma perlu makan apa,' batinku kesal. " Oh iya. Dibaw
4
" Jangan dik. Mereka itu orang- orang ku," kata Bang Yitno dengan mantap. Aku tercengang menatap Bang
5
Aku harus bertanya pada siapa tentang pria aneh yang kini bergelar suamiku ini ? Bahkan aku juga tid
6
Saat Bang Yitno mengurusi hasil panenya, diam-diam aku ke rumah Bu Sumi. Bertanya pada warga dimana
7
" Jangan, dik," cegah Bang Yitno tegas. " Jangan kenapa lagi bang ? Aku tidak suka dengan cara pandan
8
Ayah mulai membuka kado dari Bang Yitno. Dalamnya ada sebuah kado. Kotak kecil yang terdapat tulisan
9
Sepanjang perjalanan pulang, Bang Yitno hanya terdiam. Aku menjadi takut mengajaknya berbicara. Mung
10
Aku hanya diam mematung kala lelaki dan wanita itu serta suamiku mendekat. Wajahnya juga semakin jel
11
Kami mengendarai mobil masing-masing menuju rumahku. Aku yang pertama kali duduk di sebelah kemudi y
12
Aku, ayah dan Bang Yitno menatap heran pada Mas Damar. Kami tau bagaimana perlakuanya bagaimana hin
13
" Bang, abang," panggilku panik. Tetapi kepanikanku justru memancing Bang Damar serta Bang Surya yang
14
" Kenapa mbak ? Ayah juga ayah kandung mbak Dinda, Mbak Oliv dan Mbak Mayang. Dulu kalian melarang k
15
" Buat apa mbak mbak ?" " Sertifikat ini aku pinjam dulu. Untuk biaya kampanye Mas Damar. Nanti kalau
16
" Memangnya ada apa Bu ?". Perasaan ku semakin tidak menentu. Aku benar-benar khawatir. Bu Wati dan B
17
" Siapa bilang aku merawat ayah ? Aku hanya numpang tinggal disini sampai aku mendapat hunian baru.
18
Aku bergegas menghampiri ayah. Mencarikan obat nya. Tidak ku pedulikan dua orang yang sedari tadi be
19
Aku temui anak buah renternir tadi di markasnya. Aku hembuskan nafas pelan. Aku harus bisa. Aku suda
20
" Kita tidak sama. Kamu bukan anak kandung ayah dan mama," ucap Mbak Dinda yang bagiku perkataanya b
21
" Jauh Nduk," kata Budhe Ira dengan pelan. " Karena bukan berasal dari kota ini ya budhe ?" tanyaku m
22
" Kebetulan saya melihat tawaran penjualan rumah ini dari internet. Dan saya berniat untuk membeliny
23
Aku kaget bukan main. Tetapi juga ada rasa haru berharap ibu ku sudah sembuh. " Apa kemungkinan sudah
24
" Tolong katakan siapa laki-laki itu, sus ?" pintaku setengah memaksa. " Adi Sanjaya," Nama yang cukup
25
" Tuan Adi Sanjaya adalah ayah kandung Mbak Sela," Aku terkesiap kaget. Ternyata ayah yang tidak meng
26
" Aku wanita yang haidnya tidak teratur bang," ucapku lirih. Karena yang aku tau wanita dengan siklu
27
Setelah seleaai menutup telefon, Bang Yitno melihat ke arahku. Raut muka ku tidak berubah, masih mas
28
" Bundamu kok aneh ?" Aku terkesiap dengan ucapan Budhe Yuli yang terkesan ceplas ceplos. Memang bund
29
Aku segera berlari ke kamar bunda. Disusul oleh Bang Yitno. Tampak Bunda berteriak menunjuk arah tel
30
" Ini istri kamu ? Kenapa buru-buru menikah ?" tanya dr. Kiza. Geram juga dengan pertanyaanya. Sepert
JSYF FJUFWJ KSOHDBFW DAN DI GAMBAR DI DI ADA JUGA ADA JUGA DI ADA DI ADA DI DI GAMBAR DI DI DI GAMBAR DAN ADA ADA DI ADA ADA JUGA DAN ADA ADA DI DI DI ADA JUGA DI ADA JUGA DAN ADA JUGA DI DI GAMBAR DAN ADA DI DI ADA DI GAMBAR DI GAMBAR DI GAMBAR DI GAMBAR ADA JUGA ADA ADA DI GAMBAR DI ADA JUGA ADA DI ADA JUGA DAN ADA DI DI DI GAMBAR ADA DI GAMBAR DI ADA DI DI DI GAMBAR DAN ADA ADA DI GAMBAR DI DI GAMBAR DAN ADA DI ADA JUGA ADA JUGA DAN ADA JUGA DAN DAN ADA JUGA DAN DI DI ADA JUGA DAN DI ADA DI D
22/03
0bagus bisa top up ff
07/03
0baru membaca ceritanya lumayan bagus
25/12
0menarik
21/11
0Bagus untuk dibaca dimana saja
19/10
0weh kok???
28/09
0Ceritanya bagus
27/09
0udah bagus tinggal di lanjut
22/09
0good
28/08
0baru baca ni
21/08
0