Total : 26Capítulo 1 Sisa Kehidupan Yang Hilang
Siang itu ditengah hutan, Kusno sedang memasang peluru ke dalam senapan ARISAKA-nya dengan cekatan,
readmore Capítulo 2 Wajah-wajah Kuno
Senja mulai turun perlahan, menyelimuti langit dengan semburat jingga yang muram. Debu masih beterba
readmore Capítulo 3 Janji Sahabat
Malam mulai menyelimuti kota ketika Tyo memutuskan menghentikan pencariannya. Setelah berjam-jam ber
readmore Capítulo 4 Doa Dalam Kerinduan
Malam makin larut saat Kusno dan rombongan akhirnya tiba disebuah wilayah dekat hutan. Rasa lelah da
readmore Capítulo 5 Kilas Balik
Tyo menatap kosong pada layar komputernya. Diruang kantor yang masih sepi itu, ia duduk sendirian di
readmore Capítulo 6 Harga Diri
Matahari pagi baru saja naik menebarkan sinarnya ke seluruh pelosok desa Bandulan. Sinarnya yang cer
readmore Capítulo 7 Adab Yang Baik
Rumah orang Belanda itu sangat besar dan mewah bagaikan sebuah istana yang bergaya ala Eropa yang el
readmore Capítulo 8 Harga Diri 2
Rumah orangtua Kusno terletak agak jauh ke dalam, hingga ia dan kedua orangtuanya harus melewati hut
readmore Capítulo 9 Lepas Dari Cengkeraman Harimau
Hari itu adalah hari senin tanggal 2 maret 1942. Pagi itu dirumah Meneer Hendrick, tampak seperti ti
readmore Capítulo 10 Datangnya Sang Dewa Perang Asia
Bendera Hinomaru berkibar mengelepak diangkasa satu tiang penuh saat terdengar satu suara teriakan l
readmore Capítulo 11 Janji Manis Sang Saudara Tua
Hari demi hari berganti, minggu demi minggu pun berlalu, yang semuanya benar-benar membawa perubahan
readmore Capítulo 12 Jatuh Ke Dalam Mulut Buaya
Bulan demi bulan berlalu, apa yang selama ini pernah dikhawatirkan oleh Kusno ternyata terbukti. Per
readmore Capítulo 13 Bapak Pergi Untuk Tak Kembali
“O... Jadi kamu sekarang belajar bahasa Jepang?” tanya Bapaknya. “Iya, pak. Tapi mas Gento bilang bes
readmore Capítulo 14 Harapan Kusno
Kusno duduk bersandar lesu di bale bambu di depan rumahnya. Matanya yang masih berkaca-kaca menerawa
readmore Capítulo 15 Saudara Angkat
Saat sore hari di sebuah gudang di belakang markas militer Jepang, Kusno bertemu Gento yang baru sel
readmore Capítulo 16 Mengalah Tak Berarti Kalah
Malam itu angin bertiup pelan menembus celah-celah dinding kayu rumah kecil Kusno. Atap rumbia yang
readmore Capítulo 17 Pelajaran Pertama
Fajar baru saja menyingsing di ufuk timur. Langit masih berwarna kebiruan ketika embun membasahi ded
readmore Capítulo 18 Ganbate!
Sore itu matahari mulai condong ke barat. Cahaya keemasannya menerobos sela-sela pepohonan besar yan
readmore Capítulo 19 Saat-saat Perubahan
Hari-hari di desa berubah semakin mencekam. Semakin banyak kabar beredar dari berbagai penjuru Jawa
readmore Capítulo 20 Mengenal Fajri
Musim hujan berganti musim kemarau, daun kering jatuh dan tunas muda tumbuh kembali di pucuk-pucuk p
readmore Capítulo 21 Berita Duka
Hari beranjak sore selepas kesibukan latihan, sebuah berita yang menghancurkan dunia Kusno datang ta
readmore Capítulo 22 Runtuhnya Kekuatan Sang Dewa Perang
Pertengahan tahun 1945, Angin siang itu membawa bau debu, rumput kering, dan bau besi panas yang kha
readmore Capítulo 23 Sebuah Harapan
Pagi itu, 6 Agustus 1945, udara terasa lebih pengap daripada biasanya. Matahari baru saja meninggi k
readmore Capítulo 24 Hikmah
Kekalahan Jepang membawa perubahan yang begitu cepat di berbagai tempat. Dalam hitungan hari, suasan
readmore Capítulo 25 Lahirnya Sebuah Bangsa
Tanggal 17 Agustus 1945 menjadi hari yang tidak akan pernah dilupakan Kusno seumur hidupnya. Sejak pa
readmore Capítulo 26 Mempertahankan Kemerdekaan
Hari-hari setelah Proklamasi dipenuhi kesibukan yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Di berbagai
readmore
baju koko ganteng banget sama kiai said
13h
0terimakasih
4d
0terima kasih
4d
0alur cerita lumayan bikin penasaran.
7d
0