Total : 51Capítulo 1 MALAM DI TEPI JURANG
Malam itu, hujan turun begitu deras di ibu kota, seolah ikut menangisi nasib Alena yang berada di uj
readmore Capítulo 2 KAMAR BER NOMOR 27
Sentuhan bibir Arzan terasa seperti sengatan listrik yang melumpuhkan seluruh saraf di tubuh Alena.
readmore Capítulo 3 TUAN POSESIF
Bel pulang sekolah berbunyi nyaring, membebaskan ratusan siswa SMA Harapan Bangsa dari penatnya pela
readmore Capítulo 4 SOROT MATA DAN BISIK-BISIK
Mobil limosin mewah Arzan berhenti tepat di lobi sebuah restoran fine dining yang telah dipesan seca
readmore Capítulo 5 TATAPAN YANG BERBEDA
Sinar matahari pagi yang menembus celah gorden otomatis penthouse terasa lebih menyengat bagi Alena.
readmore Capítulo 6 RETAKNYA SEBUAH KEPERCAYAAN
Pagi itu, atmosfer di dalam kelas dua belas bahasa terasa mencekam bagi Alena. Sejak ia melangkah ma
readmore Capítulo 7 CELAH DI BALIK PAGAR
Hari-hari berikutnya di SMA Harapan Bangsa terasa seperti berjalan di atas pecahan kaca bagi Alena.
readmore Capítulo 8 BENANG YANG MULAI TERURAI
Kevin memacu sepeda motornya menembus badai hujan sore itu, mengabaikan dingin yang menusuk hingga k
readmore Capítulo 9 MENENTANG SANG PEMILIK SANGKAR
Gedung Dirgantara Tower berdiri menjulang angker menembus awan mendung Jakarta. Sebagai pusat dari s
readmore Capítulo 10 BAYANGAN YANG PECAH
Langkah kaki yang berat itu semakin mendekat. Jantung Alena berdegup kencang hingga menimbulkan rasa
readmore Capítulo 11 RERUNTUAN YANG DILINDUNGI
Arzan tidak memedulikan tatapan orang-orang di trotoar. Dengan satu gerakan dominan, ia merengkuh tu
readmore Capítulo 12 BARIKADE DAN JERUJI BAJA
Brak! Pintu kaca tebal ruang kerja Arzan dihantam dengan keras. Sosok sang milyarder melangkah masuk
readmore Capítulo 13 DARAH DI ATAS MARMER
BZZZZT—BOOM! Pintu lift privat di ujung koridor hancur akibat ledakan kecil berpemicu termit. Serpiha
readmore Capítulo 14 PULAU TAK BERPENGHUNI
Mesin kapal cepat (speedboat) bermesin ganda itu meraung di tengah kegelapan Laut Jawa. Angin malam
readmore Capítulo 15 PELARIAN DAN PENGASINGAN GLOBAL
Angin laut malam itu terasa seperti pisau yang menyayat kulit. Di atas helipad Pulau Nirwana, detik-
readmore Capítulo 16 KERETA MALAM MENUJU KEGELAPAN
Udara di dalam kabin kayu di lereng pegunungan Alpen malam itu mendadak terasa lebih mencekam daripa
readmore Capítulo 17 IDENTITAS BARU
Kereta cepat itu terus melaju membelah malam, menembus perbatasan Swiss menuju wilayah selatan Jerma
readmore Capítulo 18 LANGKAH DI BALIK KABUT FRANKFURT
Tiga bulan berlalu di kota Frankfurt seperti aliran air Sungai Main yang dingin dan tenang di bawah
readmore Capítulo 19 PERTEMUAN DI BALIK KABUT STASIUN
Gerimis tipis mengguyur kota Frankfurt, melarutkan pendar lampu-lampu jalanan ke dalam kabut musim g
readmore Capítulo 20 PELURU PERINGATAN DI PERON SEMBILAN
Ketegangan di peron sembilan Stasiun Frankfurt Hauptbahnhof malam itu terasa begitu padat, hingga su
readmore Capítulo 21 JEJAK DIGITAL SANG GLOCK 19
Dua belas jam setelah dua dentuman keras memecah keheningan peron sembilan Frankfurt Hauptbahnhof, s
readmore Capítulo 22 DUA PELATUK SATU DETAK JANTUNG
Bzzzt... Cklek. Suara mekanisme hidrolik pintu utama yang terbuka paksa bergema di koridor apartemen
readmore Capítulo 23 JALUR MERAH RAMSTEIN
Sreeet... Blam! Mercedes-Benz hitam itu melesat membelah kegelapan jalan tol Autobahn A63 dengan kece
readmore Capítulo 24 RIMBA BETON MANHATTAN
Satu bulan setelah pelarian berdarah dari Pangkalan Udara Ramstein, New York menyambut mereka dengan
readmore Capítulo 25 UMPAN MERAH DI LONG ISLAND
Malam itu, sebuah mansion megah bergaya kolonial di pesisir emas Long Island dipenuhi oleh kilatan l
readmore Capítulo 26 AMUKAN DI MANSION PESISIR
DOR! Suara tembakan dari Beretta hitam Arzan menggema pekat di dalam ruang penyimpanan dokumen yang s
readmore Capítulo 27 DUEL DI RUANG BAWAH TANAH
Suara desis halus mulai terdengar dari lubang ventilasi di sudut atas ruang penyimpanan anggur. Adri
readmore Capítulo 28 MAHKOTA DI ATAS PUING
Sreeet... Pintu lift pribadi di lantai 72 kondominium Central Park South terbuka pelan. Udara di dala
readmore Capítulo 29 KEMBALINYA SANG NAGA
Wuuushhh. Roda-roda jet pribadi Gulfstream G650ER menghantam landasan pacu Bandara Internasional Hali
readmore Capítulo 30 KILAT LIQUID DI SCBD
Distrik Bisnis Sudirman (SCBD) pada Jumat malam adalah sebuah labirin lampu neon, dentum musik bas,
readmore Capítulo 31 SANDERA DI BALIK BAYANGAN
Pukul 03.30 dini hari. Griya tawang di kawasan Menteng itu diselimuti keheningan yang dingin. Arzan
readmore Capítulo 32 KUNCI DI BALIK SELIMUT PUNCAK
Malam itu, kawasan Megamendung, Puncak, ditelan oleh kabut tebal yang dingin. Resor pribadi milik Ar
readmore Capítulo 33 BADAI DI ATAS MEGAMENDUNG
Hawa dingin di ruang bawah tanah terasa makin menusuk, tetapi keringat dingin di pelipis Alena mengu
readmore Capítulo 34 SINGGASANA SANG RATU
Satu minggu setelah badai berdarah di Megamendung mereda, Jakarta menyaksikan sebuah perhelatan yang
readmore Capítulo 35 LOGISTIK BERDARAH
Satu bulan setelah malam pernikahan yang megah di Kuningan, Alena Dirgantara tidak lagi menghabiskan
readmore Capítulo 36 JALUR HITAM PANTURA
Malam berhujan di bawah kolong Jembatan Metropolitan, Jakarta Barat. Gemuruh truk-truk kontainer yan
readmore Capítulo 37 DARAH DI ATAS MARMER MENTENG
Pukul 23.30 malam. Kawasan Menteng dipeluk oleh kesunyian yang mencekam saat hujan rintik-rintik mul
readmore Capítulo 38 PENERBANGAN HITAM KE CHANGI
Pukul 02.45 dini hari. Hanggar privat di sudut bandara Halim Perdanakusuma diselimuti kabut tipis da
readmore Capítulo 39 BADAI DI RAFFLES PLACE
Pukul 09.00 pagi, distrik bisnis Raffles Place, Singapura. Di antara kepungan gedung pencakar langit
readmore Capítulo 40 PEMBANTAIAN DI KEPPEL HARBOUR
Pukul 23.30 malam, pelabuhan kontainer privat Keppel Harbour, Singapura. Angin laut Selat Malaka ber
readmore Capítulo 41 RESEPSI DI PULAU TERLARANG
Pukul 21.00 malam. Setelah pembersihan berdarah di Keppel Harbour, helikopter Sikorsky S-76 milik Di
readmore Capítulo 42 PASIR PANTAI NIRWANA
Pukul 06.00 pagi. Kabut tebal menyelimuti bibir pantai barat Pulau Nirwana, menciptakan tirai putih
readmore Capítulo 43 BAYANGAN DI TELUK MONTE CARLO
Tiga tahun telah berlalu sejak kehancuran Pulau Nirwana. Di pesisir Monte Carlo, Monaco, sebuah su
readmore Capítulo 44 LANGKAH AWAL PEMBURU YANG BUTA
Melihat aura kegelapan dan kekuasaan mutlak yang kembali memancar dari tubuh Arzan, darah di dalam n
readmore Capítulo 45 GEMA DI MENARA MEGA BUANA
Pukul 02.00 dini hari. Langit Jakarta diguyur hujan abu-abu yang lebat, menenggelamkan gemerlap lamp
readmore Capítulo 46 PEMBUNUHAN DI LANGIT HALIM
Pukul 04.30 pagi. Badai yang melanda Jakarta seakan ikut membakar emosi para penguasa korporat yang
readmore Capítulo 47 PALU ALGOJO DI RUANG SIDANG
Pukul 09.00 pagi. Langit Jakarta yang kelabu seakan tidak pernah memberikan celah bagi berkas sinar
readmore Capítulo 48 BARIKADE BESI DI SELAT MERAK
Pukul 22.00 malam. Gelombang Selat Sunda menghantam dinding beton Pelabuhan Privat Merak dengan dent
readmore Capítulo 49 PUNCAK PEMBALASAN
Pukul 23.45 malam. Distrik bisnis Sudirman Central Business District (SCBD) Jakarta tampak seperti d
readmore Capítulo 50 PENOBATAN DI PUNCAK MENARA DIRGANTARA
Pukul 19.30 malam. Hujan yang mengguyur Jakarta sejak sore kini menyisakan aroma tanah yang basah da
readmore Capítulo 51 KONSPIRASI SAKURA DI SHINJUKU
Pukul 21.00 malam. Hujan salju pertama di musim dingin turun perlahan di atas distrik Shinjuku, Toky
readmore
lanjut
10d
0saya suka
10d
0