Total : 118Capítulo 1 Zahra dan Zia
Zahra dan Zia adalah anak kembar dari pasangan mama Nia dan juga papa Danu pemilik perusahaan Santos
readmore Capítulo 2 Gangguan Untuk Zahra
"Baiklah nanti aku jemput jam 7." kata Sesil. "Oke aku tunggu dirumah." kata Zia. "Ya sudah nanti, kal
readmore Capítulo 3 Rencana Zia
Setelah mandi dan memakai baju dia keluar saat membuka pintu kamar Zahra berpapasan dengan Zia yang
readmore Capítulo 4 Gagal membujuk Zahra
"Terserah kalian lah tapi ingat harus bisa jaga diri sendiri aku benar-benar gak bisa ikut." kata Za
readmore Capítulo 5 Rencana Sesil menjebak Niko
"Sudahlah gak usah sok kenal kamu Gib." kata Zidan. Ketiga pria itu sedang berdebat tentang Zia. Lain
readmore Capítulo 6 Menjalankan rencana sesil
"Apa yang membuatmu takut sama dia?" kata Niko tetap bersandiwara. "Dia seperti singa yang mau menerk
readmore Capítulo 7 Sidang Zahra
Tak ada yang berbicara saat mereka dalam perjalanan pulang kerumah Zia. Untuk mengantar Zia dulu bar
readmore Capítulo 8 Zahra lulus sidang
"Hem hem ada orang ni disini gak hanya kalian berdua." kata Radit yang menyadarkan Rama dan Zia. "Kam
readmore Capítulo 9 Kebenaran
"Jangan bilang kak Bian juga tau kalau aku merintis usaha sendiri?" kata Zahra. "Apa sih yang gak dia
readmore Capítulo 10 Rumah baru
Sehabis Zahra menutup telpon dari Bima bertepatan dengan Zia yang masuk ke kamar itu. "Ra kita akan t
readmore Capítulo 11 Kakak adik berkumpul
"Kamu sering bertemu dengan mereka Ra?" tanya mama Nia. "Kalau kak Bian sama Cindy sering kan mereka
readmore Capítulo 12 Sarapan bersama keluarga mama Nia
"Baiklah Niko akan cari tau sendiri." kata Niko yang tak ingin terjadi seauatu dengan Habriel. Keesok
readmore Capítulo 13 Berangkat kerja
"Aku jadi karyawan biasa aja dulu kak terserah dibagian mana aja aku mau." kata Zia membuat Bian sal
readmore Capítulo 14 Mama Sandra masuk Rumah Sakit
Niko meyetir mobil sedangkan papa Bayu memangku mama Sandra dibelakang. papa Bayu terlihat panik kar
readmore Capítulo 15 Pertama kerja
Zia berserta yang lain langsung saja pergi ke resturant yang ada didekat kantor mereka. Saat berjala
readmore Capítulo 16 Kebahagiaan dan kesedihan
Tanpa terasa hari ini adalah hari wisuda Zahra tapi bertepatan dengan sidang pertama perceraian anta
readmore Capítulo 17 Keputusan sidang cerai papa mama
Om Bara datang dengan membawa Zidan dengan kedua orangtuanya dan adiknya. Sampai didepan mereka om B
readmore Capítulo 18 Rencana mama Sandra
Niko yang mendengar perkataan dari mama Sandra langsung saja mengerutkan alisnya. Niko penasaran ren
readmore Capítulo 19 Jebakan untuk Zahra
"Kamu terlalu sibuk dengan pensil dan kertas makannya gak tau siapa saja model kita. Coba kamu tanya
readmore Capítulo 20 Membuka identitas Zidan
Setelah pernikahan itu terjadi mama Nia mengajak semua ke rumahnya. Untuk mengambil barang milik Zah
readmore Capítulo 21 Ancaman untuk Zahra
Saat mereka sedang asik membicarakan tentang lamaran Cindy dengan Zidan. Bara baru sadar bahwa ada 1
readmore Capítulo 22 Diam-diam menyelidiki
Pagi-pagi sekali ada paket yang ditujukan untuk Zahra bi Sri yang menerima. "Siapa bi?" tanya mama Sa
readmore Capítulo 23 Menemukan bukti
Niko sedang menyelidiki tentang siapa yang melakukan ancaman ke Zahra beda halnya dengan Zia yang be
readmore Capítulo 24 Zia bertemu Rama
Sepeninggalan Ricky, Niko menghera nafas sambil memyandarkan punggungnya dikursi kebesarannya. Niko
readmore Capítulo 25 Zia datang ke rumah Zahra
Rama dan zia saling menceritakan kegiatan mereka masing-masing. Rama yang sibuk membantu Zahra. Zia
readmore Capítulo 26 Zia dekat lagi dengan Rama
"Wa mama berharap kamu bisa maafin kami." kata mama Sandra saat mereka semua duduk diruang tengah se
readmore Capítulo 27 Membongkar siapa yang mengelapkan uang
Setelah menunggu Niko lama Zahra tertidur sendiri. Niko yang masuk kamar melihat Zahra tertidur ters
readmore Capítulo 28 Pengakuan Zia ke Karyawan
Setelah penangkapam para korupsi itu. Bian mengadakan pertemuan untuk meluruskan masalah dan juga un
readmore Capítulo 29 Via datang ke kantor
Setelah memutuskan siapa yang akan menjadi model untuk produk baru perusahaan. Niko langsung saja me
readmore Capítulo 30 Kesibukan Zahra dan Zia
Diparkiran Dewa bertemu dengan Zia. Mereka masuk kedalam perusahaan bersama-sama. Saat mereka masuk
readmore Capítulo 31 Mengerjakan Skripsi dengan Rama
Niko masuk ke dalam kamar mandi dan langsung menyalakan shower untuk menghilangkan pikiran mesumnya.
readmore Capítulo 32 Zahra bertemu dengan Rio
Mereka berdua berdiskusi sampai jam 1. Rama ingat kalau harus berangkat ke proyek pagi-pagi sekali k
readmore Capítulo 33 Kedekatan Zahra dan Rio
Benar saja saat mereka baru datang terlihat kalau banyak orang yang ada diperusahan mereka. Mereka l
readmore Capítulo 34 Kecemburun Niko
Pagi-paginya Zahra bangun langsung terkejut karena dia memeluk Niko lagi. Saat dia mau bangun dan me
readmore Capítulo 35 Kesalah pahaman Niko
"Kenapa melihatku seperti itu, kayak mau memakanku hidup-hidup." kata Niko yang membuat Rio tersenyu
readmore Capítulo 36 Kepergian Zahra
Mereka bertiga sampai disolo sudah larut malam. Akan tetapi nenek Hasan masih belum tidur. Dia menun
readmore Capítulo 37 Sidang skripsi Zia
Bima kembali ke jakarta setelah keadaan Zahra membaik. Sedangakan Niko sampai sekarang belum sadarka
readmore Capítulo 38 Niko memyadari perasaannya
Saat Niko sibuk mencari dimana Zahra berada Ricky memberitau dimana Ali papanya Via berada. [Hallo ad
readmore Capítulo 39 Niko pergi ke Solo
Pulang dari kantor Niko pulang kerumah untuk mandi dan berganti pakaian setelah itu dia pergi lagi u
readmore Capítulo 40 Farel bertemu dengan Zahra
Farel mengikuti Zahra secara diam-diam dari jarak yang aman agar tak dicurigai oleh Zahra. Farel ter
readmore Capítulo 41 Penyesalan Farel
Farel yang mendengar perkataan pria tua itu langsung memutuskan untuk pergi darisana. Dia tak mau me
readmore Capítulo 42 Pengakuan Rama ke Zia
“Semoga saja Zahra cepat kembali.” Kata nenek Husnah. “Iya nek, ayo lanjut makan lagi.” Kata Zia meng
readmore Capítulo 43 Bersatu kembali
"Zi mama mau bicara sama kamu?” kata mama Nia “Iya ma, mama mau bicara soal Rama?” kata Zia. “Bukan ka
readmore Capítulo 44 Niko yang posesif
“Kenapa memang?” kata Niko. “Karena sekarang Zahra sedang hamil sementara kamu pasti sibuk dengan pek
readmore Capítulo 45 Kembali ke Jakrta
Selama 2 minggu mereka tinggal diSolo yang akhirnya mereka berdua kembali ke jakarta karena pekerjaa
readmore Capítulo 46 Zahra kerumah mama Nia
Pagi sekali Zahra bangun duluan dia langsung bangun cuci muka dan turun ke bawah untuk membuatkan ma
readmore Capítulo 47 Dirumah mama Sandra
Mama Nia setelah menelpon besannya kembali berkumpul dengan yang lain. Zia yang melihat mamanya khaw
readmore Capítulo 48 Zahra ingin makan masakan Niko
Zahra sampai dikamar langsung menyuruh Niko untuk mandi terlebih dahulu. Sehabis mengambilkan pakaia
readmore Capítulo 49 Persiapan lamaran Zia
“Kak aku berangkat duluan.” Kata Siska. “Tumben tan, biasanya juga berangkat siang?” Kata Niko. “Ada y
readmore Capítulo 50 Zahra dan mama Sandra kecelakaan
Zia mengobati tangan mamanya dan menyuruh orang untuk membersihkan pecahan kaca. Pada saat itu Zidan
readmore Capítulo 51 Acara Lamaran Zia gagal
Zia yang ada didalam ruang rawat Zahra keluar saat mendapat telpon dari Rama.Diluar ada semua keluar
readmore Capítulo 52 Zahra merengek ingin pulang
Niko masih tidak tega meninggalkan Zahra sendirian. Niko tau kalau Zahra ditinggal sendiri pasti dia
readmore Capítulo 53 Rencana pembalasan
Zahra menyusul Niko ke balkon karena dia merasa bersalah. Seharusnya dia turutin apa kata suaminya.
readmore Capítulo 54 Awal pembalasan
Zahra memutuskan untuk ikut pulang kerumah mertuanya. Dia tau kalau mamanya sedang ingin bersama den
readmore Capítulo 55 Zia menunjukan sifat aslinya
“Mas bukannya aku gak percaya kamu. Tapi mereka itu bukan Danu yang bodoh itu mas.” Kata Riana. “Eh e
readmore Capítulo 56 Zahra pergi berbelanja
Zahra yang ditinggal Niko bekerja langsung masuk kamar kembali. Dikamar dia teringat dengan anaknya
readmore Capítulo 57 Teror untuk Riana
Keesokan harinya Zahra melihat wajah Niko yang kurang tidur. Sebenarnya Zahra sendiri juga kurang ti
readmore Capítulo 58 Papa Danu tau Adi buukan anaknya
Riana pergi menemui Seno ke kantornya. Seno yang tau kalau Riana ada didalam ruangannya langsung saj
readmore Capítulo 59 Zidan menelpon Niko
Zidan yang tau langsung menelpon Niko ingin tau lebih banyak lagi apa yang telah Niko lakukan. Darim
readmore Capítulo 60 Zia datang ke kantor papa Danu
“Zi gak usah takut sama dia katakan saja.” Kata Adi. “Dia mantan pacar Niko, suami Zahra.” Kata Zia. “
readmore Capítulo 61 Resepsi kedua pasangan
Danu merencanakan untuk mengagalkan respsi pernikahan Niko dan Zahra. Dia ingin menghancurkan nama b
readmore Capítulo 62 Setelah Resepsi
Saat kedua pasangan itu sudah masuk ke kamar mereka msing-masing. Beda lagi dengan para orangtua yan
readmore Capítulo 63 Menggoda Zia
Niko bangun lebih awal dari Zahra pagi ini. Dia memperhatikan istrinya tidur. Dia mencium kening Zah
readmore Capítulo 64 Papa Danu minta maaf ke Zahra
Sudah 3 hari kdua pasangan itu tinggal dihotel. Sekarang sudah waktunya mereka kembali k rumah merek
readmore Capítulo 65 Dirumah om Fadil
“Maaf ya lama banget ya nunggunya?" kata mama Mia. “Gak kok mbak.” Kata mama Nia. “Aku dengar dari ata
readmore Capítulo 66 Kiriman foto Zahra
Niko yang mendapat kiriman foto dari Zahra langsung tersenyum-senyum sendiri. Karyawan Niko yang mel
readmore Capítulo 67 Zia belajar memasak
Zia dan Rama selesai makan, mereka berdua mecuci bekas tempat makan mereka. “Aku betah dirumah kalau
readmore Capítulo 68 Mengerjai Farel
Niko yang meninggalkan Zahra yang masih marah menjadi tidak tenang. Dewa yang melihat kalau adiknya
readmore Capítulo 69 Keinginan Zahra
Benar saja pagi harinya Zahra sudah mencari Farel dan juga Niko. Padahal mereka berdua baru saja pul
readmore Capítulo 70 Berlibur dengan kakak
Habis outbond mereka pergi ke wahana yang Zahra ingin mainkan. Saat ingin bermain Tornado barulah Ni
readmore Capítulo 71 Liburan Zia dan Rama
Beda dengan liburan Zia dan juga Rama, mereka lebih memilih datang kerumah mama Nia. Zia memilih ber
readmore Capítulo 72 Zia mengajak mama Nia jalan ke mall
Zia dengan mama Nia berkelling mall sambil bergandengan tangan sedangkan Rama seperti pengawal merek
readmore Capítulo 73 Mama Nia bertanya pada Rama
“Gimana rasanya?”tanya Zia pada semua. “Enak sayang, persis sama masakan mama kamu. Nanti kalau kerum
readmore Capítulo 74 Zahra periksa kedokter kandungan
Zahra langsung membawa air jahe dan juga obat yang diberikan bi Minah keatas. Saat dia sampai dikama
readmore Capítulo 75 Zahra ke kantor Zidan
Saat diapotik Zidan tak sengaja menabrak seorang perawat yang sedang terburu-buru. Untung saja Zidan
readmore Capítulo 76 Zahra menginap dirumah Zidan
Niko langsung menyuruh Farel untuk berputar balik ke rumah orangtua Zidan. Zahra yang mendengar perk
readmore Capítulo 77 Rama mencari Zia
Rama memutuskan untuk mencari Zia ke kantor Zia. Dia berharap Zia ada disana tapi saat dia sampai ka
readmore Capítulo 78 Rama membujuk Zia
Rama berjalan mendekati mereka berdua,saat sampai didekat mereka barulah dia memanggil nama istrinya
readmore Capítulo 79 Rama kerumah papa Danu
Zia membuka pintu kamarnya untuk mengambil teh anget yang bibi bawakan untuk Rama. “Makasih ya bi.”ka
readmore Capítulo 80 Jebakan Tio untuk Dini
[Kamu gak usah macam-macam.] [Aku cuma satu macam, kamu layani aku malam ini.] [Kamu gak bisa paksa ak
readmore Capítulo 81 Makan malam bersama Rama setelah bertengkar
Mereka berdua tertidur setelah selesai melakukan kegiatan olahraga. Zia terbangun saat perutnya tera
readmore Capítulo 82 Rama sakit lagi
Zia yang bingung saat melihat suaminya mengigil karena suhu badannya panas banget langsung bangun un
readmore Capítulo 83 Mendekor rooftop dicafe Zidan
Manager itu datang ketempat mereka lagi karena Zidan ingin berbicara dengan orang yang memesan rooft
readmore Capítulo 84 Kejutan untuk Niko berhasil
Gabriel yang mendengar kalau Niko sedang sakit langsung menerobos masuk. Dia melihat Niko yang sedan
readmore Capítulo 85 Niko tahu Zahra hamil
Selesai makan disuapi oleh Zahra, dia langsung berkumpul dengan semua keluarganya untuk mengucapkan
readmore Capítulo 86 Niko lemas dikantor
Saat Zahra mau berangkat ke kantor Niko bertepatan dengan mama Sandra datang. Mama Sandra kaget kare
readmore Capítulo 87 Pagi-pagi Rama dapat vitamin
Pagi harinya Zia yang terbangun duluan melihat suaminya yang masih tertidur pulas sambil menghadapny
readmore Capítulo 88 Rama menijau proyek
Ali langsung masuk kedalam ruangannya untuk memberitau Rama jika tadi Dini datang lagi kesini. “Maaf
readmore Capítulo 89 Dewa dan Zahra curiga jika Zia hamil
Resepsionis itu bersyukur karena dia tak sampai dipecat oleh bosnya itu. Dia juga akan merubah sikap
readmore Capítulo 90 Zia terpaksa mengikuti saran kedua kakaknya
“Aku salut sama kamu yang melewati semua cobaan ini hanya berdua dengan adikmu saja. Kalau aku jadi
readmore Capítulo 91 Zia Hamil
“Iya kalian semua benar, aku tau larangan mas Niko itu baik. Dia gak mau jika kami akan kehilangan a
readmore Capítulo 92 Dirumah Zia
“Mas gak papakan kita nunggu Rama pulang dulu?”tanya Zahra. “Iya gak papa tapi kalian berdua pindah d
readmore Capítulo 93 Menceritakan tentang Dini
Sampai dikamar Zia langsung saja menyuruh Rama mandi. Tapi sebelum Rama masuk kedalam kamar mandi Zi
readmore Capítulo 94 Keinginan kedua bumil
Pagi harinya kedua pasangan itu sibuk dengan kegiatan masing-masing. Hanya Zahra saja yang terlalu s
readmore Capítulo 95 Terjadi masalah diperusahaan Rama
Zia bangun saat waktu sudah menunjukan pukul 10. Dengan malas dia bangun dari ranjang untuk mandi ka
readmore Capítulo 96 Masalah diperusahaan Rama selesai
Radit mulai mengutak atik untuk menunangkan idenya. Dia memang tak sepintar Zahra dalam mendesain se
readmore Capítulo 97 Periksa kandungan Zahra
“Tapi ma biar saja tante yang memutuskannya sendiri. Sebab ini menyangkut kehidupan tante Siska kita
readmore Capítulo 98 Zia dan Rama liburan ke Jogja
Zia sampai dimall langsung mencari mamanya yang tadi bilang berada difoodcourt. Ternyata saat sampai
readmore Capítulo 99 Oleh-oleh dari jogja
Sampai dikamarnya Zia langsung saja masuk ke dalam kamar mandi. Dia mau mengucapkan terimakasih kepa
readmore Capítulo 100 Makan malam dirumah Zahra
“Ya ampun Zi gitu aja udah ngambek."kata Zahra. "Kamu yang bikin aku ngambek padahal aku sudah senang
readmore Capítulo 101 Mengantar mama Sandra ke lembang
Mereka berdua langsung masuk keruangan Rama. Ternyata didalam sudah ada Bima dan juga Ali. Mereka be
readmore Capítulo 102 Pulang dari Lembang
Sampai diLembang mereka langsung menuju ke makam kakek neneknya mama Sandra. Setelah itu barulah mer
readmore Capítulo 103 Dini dijual oleh Tio
Sampai didalam kamar Tio langsung saja merebahkan badan Dini diranjang lalu dia berlalu pergi. Saat
readmore Capítulo 104 Zia ditinggal Rama kerja keluar kota
“Kamu kenapa sayang?”kata mama Nia yang melihat kalau Zia menangis. “Aku sudah rindu sama mas Rama ma
readmore Capítulo 105 Isi hati Zia
Saat mereka berdua sedang berbicara mengenai keinginan Zia terdengar pintu rumah itu diketuk. Mama N
readmore Capítulo 106 Zahra diizinkan untuk bekerja oleh Niko
Zahra sampai dirumah ternyata Niko sudah pulang. Dia khawatir saat mendengar dari papa Danu jika ist
readmore Capítulo 107 Zahra pertama kali masuk kerja lagi
Keesokan harinya Zahra benar-benar akan pergi bekerja. Sebenarnya Niko masih khawatir dengan keadaan
readmore Capítulo 108 Acara tujuh bulanan Zahra
Sesil memilih untuk keluar dari ruangan Zahra. Dia berjanji tak akan membuat Zahra bersedih lagi den
readmore Capítulo 109 Zahra libur kerja
Keesokan paginya Zahra benar-benar tak masuk kerja. Dia benar-benar saat ingin bangun, biasanya dia
readmore Capítulo 110 Mama NIa menelpon Zahra
Mama Nia yang gak sabar langsung saja mengambil ponselnya untuk menelpon putrinya. Tak butuh waktu l
readmore Capítulo 111 Zahra masuk Rumah Sakit
Rama setelah dari hotel tadi tidak langsung pulang. Dia pergi ke rumah neneknya untuk menenangkan di
readmore Capítulo 112 Zahra melahirkan bayi perempuan
Zia yang sok langsung saja menampar Rama membuat semua orang yang ada disana terkejut. Setelah menam
readmore Capítulo 113 Zia pulang dari Rumah Sakit
[Hallo Ram ada apa malam-malam telpon aku?] [Kamu lagi sibuk gak sekarang?] [Gak aku baru saja selesai
readmore Capítulo 114 Zia minta tolong Dewa
Zia langsung saja berpikir untuk meminta bantuan Dewa karena hanya dia yang bisa diajak bicara sekar
readmore Capítulo 115 Zia menjenguk Zahra ke Rumah Sakit
Siang harinya disaat kedua mama sedang asik berebut mengedong Dara. Papa Danu dan Zia datang, Zia la
readmore Capítulo 116 Menemukan bukti kebohongan Dini
Sampai diruangannya Rama langsung mencari hasil pemeriksaan kehamilan milik Dini yang dia lemparkan
readmore Capítulo 117 Menjebak Dini
Zia setelah berpamitan dengan Sesil bukannya pulang ke rumah papa Danu tapi dia pergi ke rumah Zahra
readmore Capítulo 118 Akhir yang membahagiakan
Setelah Dini pergi dari resto itu Rama langsung mengajak Zia untuk berbicara berdua. Mereka berbicar
readmore
Bagus bangetttttt ka
05/06/2025
0lovee kak
28/05/2025
0mantap banget
03/05/2025
0ap harus hukum kaka zara?
23/03/2025
0bagus banget novel nya
20/03/2025
0kualitas bagus
20/03/2025
0menarikkk bangettttttt
19/03/2025
0mantap
18/03/2025
0baguuus
18/03/2025
0the movie is very exciting
05/03/2025
0