Visão geral
|Catálogo
- Tag(s):
- Drama
- Tokoh Wanita
- Pornografi
- Lemah menjadi kuat
Jalan hidup boleh berliku dan wanita boleh saja lemah. Namun Jane adalah simbol dari kekuatan, satu masa dalam hidupnya telah menempanya menjadi seorang wanita sesungguhnya.
Última Atualização
Escolha do Editor
Recomendação
Comentário do Livro (74)
- Total: 78
Capítulo 1 Prolog
Siang begitu terik dan jam kerja Jane nyaris usai saat ponselnya berdering. Meski enggan keluar dariCapítulo 2 Jane Sudah Besar, Ma
Jane masih menatapi tumpukan baju di atas kasur. Jane tidak habis pikir kenapa mama masih saja melakCapítulo 3 Apa Yang Terjadi?
Tubuh Jane masih menggigil saat satu tangan perempuan itu terulur meraihnya. Jane tak sanggup berontCapítulo 4 Menjadi Salah Satu Di Antara Mereka
Jane menarik dan memeluk erat kedua kakinya seraya meletakkan dagu di atasnya. Semua perubahan terasCapítulo 5 Berbaur
“Yeah! Selesai!” Mirna menjatuhkan diri di kasur Jane yang baru mereka rapikan berdua. Selagi mCapítulo 6 Seperti Deretan Bintang di Langit
Jane duduk termenung menatap deretan bintang yang tampak jelas malam ini. Cuaca cerah rupanya, batinCapítulo 7 Namaku, Andra
Jane merasa tubuhnya tak bertenaga dan siap luruh kapanpun. Lututnya sudah bergetar hebat. Ini kaliCapítulo 8 Mimpi Buruk
“Jangan! Jangan sebut aku gelandangan! Setidaknya aku masih punya rumah, juga masa depan. Aku yCapítulo 9 Seperti Warna Gambarnya
Di bawah rindang pohon akasia satu-satunya yang ada di halaman belakang panti, Jane menikmati sCapítulo 10 Lagi-lagi Terlambat
Kini Jane bukan lagi Jane yang cengeng dan penakut. Juga bukan lagi anak yang mudah ditindas. MeskiCapítulo 11 Merasa Bersalah
Jane termangu, hatinya sibuk menimbang. Sadar seharusnya melangkah pulang, namun dia merasa bersalahCapítulo 12 Tak Bisa Melihatnya Kecewa
Jane merasa hidupnya kembali lengkap. Tentu tidak ada yang bisa dan berhak menggantikan kedudukan maCapítulo 13 Menghindar
Jane sedikit jengah oleh ulah beberapa pedagang yang menjajakan barang dagangannya dengan memakCapítulo 14 Tetap Bersamaku
Luki mundur beberapa langkah dan bersikap hormat, membuat Jane sedikit heran dan kaget. Tapi muCapítulo 15 Apa Yang Terjadi, Luk?
Luki menatap raut Jane yang masih begitu nyenyak. Kasihan, batinnya. Dia pasti sangat lelah danCapítulo 16 Cita-cita
“Apa yang terjadi, Luk?” Jane masih menggumamkan hal sama saat kembali memandangi wajah dan tubCapítulo 17 Lebih Dari Serpihan
Ada perasaan ingin sekaligus rasa bersalah yang teramat besar saat Luki menatap wajah polos Jane. ItCapítulo 18 Resah
Menapaki kembali jalan-jalan yang selama hampir 4 tahun ini Jane lewati setelah lebih dari satu mingCapítulo 19 Wajah Lelah Jane
Jane menyerah dalam tatapan tegas lelaki ini. Luki akan menolak apapun alibinya. Namun dia juga tahuCapítulo 20 Luki
Langit jingga sore itu. Luki menikmati. Ditemani sruputan kopi pertamanya dan bungkusan rokok keduanCapítulo 21 Pasrah?
Luki duduk diam mempertimbangkan berbagai kemungkinan. Sadar, jika sudah demikian Jane tidak akan biCapítulo 22 Lelah
“Argh!” bahunya teramat nyeri saat Luki mencoba bangun. Bahkan sekujur tubuhnya terasa kaku, sulit dCapítulo 23 Berarti Sesuatu
Luki kaget. Sama sekali tak mendengar langkah kaki Jane. Kegiatannya terhenti saat Jane meraba punggCapítulo 24 Anak Kunci
Sekali lagi, dalam jarak sedekat ini. Merasakan hembusan napasnya, bersitatap dengan matanya, jelasCapítulo 25 Saksi Cinta
Kusuk menatap wajah damai Jane, Luki merasa desiran aneh di dadanya kian nyata. Mungkinkah kini adaCapítulo 26 Tega
Gerah. Jane mengikat tinggi rambutnya, lalu turun dari mobil, dan menikmati sejuk hembusan angin malCapítulo 27 Terjebak
Jane menyerah dalam tatapan tajam pria menyebalkan di hadapannya ini. Akhirnya kembali duduk meski tCapítulo 28 Pemandangan Mengerikan
“Bagaimana bisa?” gumam Jane berulang kali.
“Jane! Tolong berhenti! Aku makin pusing lihat kamu mondaCapítulo 29 Jalan Keluar
Luki masih menatap tak percaya. Apalagi gerakan tangan Tiger selanjutnya menepuk pelan pundak Jane yCapítulo 30 Nyaris Terbunuh
Jane mengambil udara sebanyak dia bisa.
“Kau mau membunuh kami ha?” sarkas Luki yang ternyata merasakCapítulo 31 Menyusun Rencana
Angin semilir yang berhembus menyentak Jane dari mimpi. Pelan matanya terbuka, lantas melihat sekeliCapítulo 32 Titik Terang
Mereka berdua berjalan beriringan menyusuri jalan setapak menuju gedung atau gudang tua yang dimaksuCapítulo 33 Cerita Di Balik Temuan
Luki masih memberi kode Jane untuk tetap diam dan menunggu. Sampai dia yakin mereka, orang-orang yanCapítulo 34 Fase Berbeda
Jane masih setia menatap ilalang di padang. Barangkali pemandangan biasa bagi sementara orang, namunCapítulo 35 Memberi Kehidupan
Tiger terus menunggui. Seharusnya Jane sudah sadar mengingat peluru hanya menyerempet lewat, bukan bCapítulo 36 Rama
Akhirnya, Rama bisa bernafas lega hanya dengan melihat nama kostnya saja. Setelah empat hari berat hCapítulo 37 Rencana Besar Dimulai
Sammy memberi perhatian penuh, ketika Lila mulai membuka mulut. Bahkan dalam hatinya sudah mengiyakaCapítulo 38 Kepada Siapa Cintaku Berlabuh
Sahabat-sahabat Lila berkumpul di kamar kosnya tanpa komando. Maya dengan daster dan setoples cemilaCapítulo 39 Kenal Dia?
Dentang jam dua belas kali sudah lama berlalu. Suasana makin sunyi. Sudah tidak terdengar lagi tawaCapítulo 40 Batal Datang
Rama melirik arloji sekali lagi, tak mempercayai terik yang menyengat tengkuknya dan membuat peluh mCapítulo 41 Heboh
Anton gelisah dalam penantian. Berkali-kali dilirik arlojinya yang sudah barang tentu tidak menunjukCapítulo 42 Kelimpungan
Siang sedikit berangin, membuat udara saat ini terasa begitu sejuk. Mestinya di cuaca seperti sekaraCapítulo 43 Tidak Sendiri
Rama akhirnya menemukan kamar mayat rumah sakit daerah, tempat Arka dibaringkan setelah dua kali berCapítulo 44 Benar Jane
Rama berlarian sepanjang koridor rumah sakit. Sementara kedua temannya menyusul di belakangnya. SesuCapítulo 45 Jane POV
Duk!
“Ah!” Aku benar-benar kaget. Beruntung air bag berfungsi baik, kalau tidak entahlah. BarangkaliCapítulo 46 Salah Paham
Rama hanya ingin berbaring malas seharian ini. Dia baru bisa pulang semalam, usai memakamkan Arka diCapítulo 47 Sebimbang Ini
Teman-teman Lila sedang berbincang ringan, tidak ada keinginan untuk merusuh seperti biasa. Tenaga mCapítulo 48 Gadisnya
Rama bangun dengan rasa lelah yang masih melekat di badan, membuatnya malas beranjak meski mata sudaCapítulo 49 Usaha Pertama
Rama tersenyum mengamati pantulan dirinya di cermin. Kembali mengelus rambutnya yang sudah rapi danCapítulo 50 Kencan Sepihak
Jane tersenyum membalas lambaian Rama. Dan Rama, dadanya berdesir hanya sekedar melihat senyumnya puCapítulo 51 Janji Kedua
Angin sore yang berhembus pelan memainkan rambut panjang gadis yang kini tengah duduk di depannya. RCapítulo 52 Lautan Kenangan
Tiger hanya bisa mengamati suasana hati yang bertolak belakang dari pemandangan di depannya. Satu prCapítulo 53 Cewek Gila
Hujan deras yang mengguyur kota sejak sejam yang lalu tak menyurutkan dua pria yang datang dari arahCapítulo 54 Resah Yang Salah
Rama duduk menopang dagu. Tak lama beralih meluruskan kaki dan berdiri. Namun sejenak kemudian merebCapítulo 55 Beda Kesenangan
Berbeda dengan Jane yang tengah menikmati hari tenangnya, Lila justru mengumpulkan sahabat-sahabatnyCapítulo 56 Polos dan Lugu
Tiger masih duduk santai kala Jane kembali keluar kamar, dan melangkah menuju dapur dengan satu tangCapítulo 57 Kesempatan
Jane turun dengan enggan. Sementara Rama sontak menoleh ketika didengar dan dilihatnya mobil mendekaCapítulo 58 Tidak Baik-baik Saja
“Berpeganglah!” ucap Rama di antara deru suara motornya.
Sementara Jane yang merasakan hembusan dingiCapítulo 59 Aku Baik Saja
Lila tak bergeming. Tatapnya masih lekat pada keduanya. Cara Rama menatap gadis itu, tawa mereka, keCapítulo 60 Aku Baik Saja (2)
Pertarungan kecil itu kini menarik perhatian hampir semua pengunjung. Dan kebanyakan dari mereka menCapítulo 61 Sandiwara Sempurna
Jane terkikik pelan melihat tingkah Max yang berputar-putar sambil menggonggonginya. Itu sangat mengCapítulo 62 Kalah
Rama mengecek sekali lagi tumpukan berkasnya. Dia mendesah. Ini hari terakhir pemberkasan untuk pembCapítulo 63 Tidak Lain Kali
Sepanjang perjalanan pulang Jane diam, tak menyadari pula ketika Tiger beberapa kali melirik mengamaCapítulo 64 Siapa Kamu?
Lila sudah serak karena terlalu banyak berteriak. Dan, masih akan berteriak ketika mengingat kejadiaCapítulo 65 Diminta Bungkam
"Hei! Ini tempatku kalau kalian lupa!" tukas Lila menghentikan percakapan keduanya. Bagaimana merekaCapítulo 66 Teman Setia
"Baiklah, tidak perlu dijawab," putus Jane.
Tiger hanya bisa melirik sambil menghela napas. SemestinyCapítulo 67 Ucapan Selamat
Jane keluar dari ruang sidang nyaris tanpa masalah. Terhitung sejak pertama pengajuan proposal skripCapítulo 68 Ucapan Selamat (2)
"Sepertinya...dia hamil?"
Dina bergumam heran. Kedua alisnya menyatu, membuat tampangnya benar-benarCapítulo 69 Meniti Masa Depan
Sebulan berlalu setelah Jane memutuskan untuk tidak mencampuri urusan mereka, Rama dan Lila. Meski kCapítulo 70 Rama
Dia masih berdiri di depan jendela kamarnya, menatap jauh ke depan. Meski tak lagi sering mengamuk dCapítulo 71 Bukan Keluargaku
Lila menanti dengan cemas. Sudah tak terhitung berapa kali dirinya mondar mandir di ruang kos Rama.Capítulo 72 Cukup Tahu
Sementara Rama sibuk menghindari Lila dan Lila sibuk mengikat Rama untuk mempertegas hubungan merekaCapítulo 73 Berani
Di sepanjang koridor panjang yang lengang, ketukan sepatu yang beradu dengan ubin menjadi satu-satunCapítulo 74 Max Menjadi Korban
"Maaf," ucap Jane lirih, benar-benar menyesali kekonyolannya.
Tiger melirik sekilas, lantas menggelenCapítulo 75 Langkah Beracun
"Aku harus pulang," gumam Dina, melirik canggung Jane.
"Kenapa?" tanya Jane. Meski cukup pelan menyelCapítulo 76 Orang yang Sama
Tak disangka semua berjalan dengan lancar. Dina baru saja keluar dari ruang sidang skripsinya. Dia mCapítulo 77 Dugaan (1)
Tiger mengamati Jane dari atas ke bawah, mengulanginya dari bawah ke atas, bahkan mengitarinya yangCapítulo 78 Tekad Yang Sama
Kali ini Bos tidak melempar foto target seperti biasanya. Setelah membentangkan sebuah peta, dia men










kerja bagus
06/03
0bagus
28/02
0ini bagus ceritanya
04/11
0keren
23/08
0keren
09/06
0bagus bngett sumpah
22/05/2025
0Bagusss
26/04/2025
0kereeen
25/04/2025
0bagus
16/04/2025
0Bagus banget kakk
20/03/2025
0