Total : 74Bab 1 - Pengganti
"Menikahlah dengan Arkan, Nak," ucap seorang wanita tua dengan wajah sendunya. Dia memandang Sashi,
readmore Bab 2 - Kecanggungan
Malam itu, terasa sangat canggung untuk Sashi. Berdua di kamar yang seharusnya bersama dengan Andrew
readmore Bab 3 - Hari Pertama
Malam yang harusnya menjadi malam untuk pengantin baru, sama sekali tidak terjadi untuk Sashi dan Ar
readmore Bab 4 - Tinggal Satu Atap
Saat makan, Sashi sama sekali tidak sanggup untuk melihat Arkan. Kepalanya tertunduk. Dia malu seten
readmore Bab 5 - Masih Cinta
“Kamu menyukainya?” tanya Arkan, berbisik pelan di telinga Sashi. Arkan membawa barang-barang Sashi d
readmore Bab 6 - Perasaan Aneh
Sashi terbangun dalam dekapan hangat Arkan. Tangannya menggeliat, berusaha membebaskan diri. Hingga
readmore Bab 7 - Berusaha Memahami
"Ada apa Ma, Pa? Kenapa kalian menyuruh Arkan pulang?" Arkan menatap kedua orang tuanya dengan penas
readmore Bab 8 - Honeymoon
"Kak Arkan, apa Kak Arkan yakin kita akan pergi? Aku tidak mau. Aku harus mulai bekerja lagi," ucap
readmore Bab 9 - Ciuman Pertama
Sashi terdiam di depan jendela dengan sorot kosong. Bulan madu ini, sama sekali tidak berarti apa pu
readmore Bab 10 - Mulai Berubah
Sashi diam-diam melirik ke arah Arkan. Dia menatap wajah suaminya yang pagi ini tampak begitu cerah.
readmore Bab 11 - Hal Baru
Sashi tak bisa menyembunyikan tawanya saat Arkan mengajaknya bermain jet ski. Dia bahkan terus berte
readmore Bab 12 - Suami-istri Sungguhan
"Halo, siapa ini?" tanya Sashi ketika dia mengangkat ponsel miliknya. Kini, Sashi sudah mengganti pa
readmore Bab 13 - Kembalinya Mantan
Sinar matahari, menembus jendela kamar. Membangunkan Arkan yang kini tengah asyik tertidur. Matanya
readmore Bab 14 - Sebatas Ipar
Tubuh Sashi mematung di tempat. Dia menatap laki-laki yang kini menjadi adik iparnya, tengah terbari
readmore Bab 15 - Prasangka atau Fakta
Arkan menatap Sashi yang terduduk di kursi, dengan sorot penuh rasa bersalah. Kemudian beralih menat
readmore Bab 16 - Aku Tidak Hamil
"Apa yang sedang kaupikirkan? Kenapa melamun?" tanya salah seorang rekan kerja Sashi. Saat ini, kedu
readmore Bab 17 - Aku Tidak Cemburu
"Kak, jelaskan apa yang terjadi! Kenapa Mama bisa menyebutku hamil?" desak Sashi, begitu para orang
readmore Bab 18 - Hubungan Buruk
"Ini apa!" Sashi memberikan selembar surat yang menyatakan, jika dia sudah berhenti bekerja, di meja
readmore Bab 19 - Tak Terduga
"Kenapa Kakak membawaku ke sini?" "Kenapa? Kamu tidak suka?" tanya Arkan dengan kening berkerut. Dia
readmore Bab 20 - Berbeda
"K-kak Arkan, Kak." Suara itu, membuat Arkan langsung menghampiri Sashi, yang kini tengah terbaring d
readmore Bab 21 - Arkan yang Lain
Sashi melirik ke arah Arkan diam-diam. Memerhatikan, ketika laki-laki itu sibuk bekerja dengan tumpu
readmore Bab 22 - Sedikit Saja
Pertemuan keluarga dilaksanakan. Kedua orang tua Sashi dan Arkan, menyiapkan syukuran atas kehamilan
readmore Bab 23 - Belum Saatnya
"Pagi Sayang," sapa Arkan begitu Sashi terbangun dari tidurnya. Dia kini tampak sudah sangat rapi de
readmore Bab 24 - Pilihan
"Sashi, kamu datang untuk mengunjungiku?" Wajah Andrew langsung berbinar saat melihat Sashi yang ber
readmore Bab 25 - Pergi
Hari ini, adalah hari di mana Andrew keluar dari rumah sakit dan tinggal di rumah tepat di seberang
readmore Bab 26 - Kosong
Arkan pergi, dan Sashi hanya sendiri di rumah. Dia memilih untuk tetap diam di rumah daripada pulang
readmore Bab 27 - Alasan
Sashi membanting tubuhnya di sofa, begitu dia sampai. Setelah acara jalan-jalan yang kacau karena di
readmore Bab 28 - Rindu?
Sashi berbaring di atas ranjang dengan selimut yang membungkus tubuhnya. Namun dia sama sekali tidak
readmore Bab 29 - Hal Tersembunyi
Tidak ada kegiatan yang bisa Sashi lakukan, selagi Arkan tidak ada. Dia hanya terdiam di ranjang dan
readmore Bab 30 - Sepenggal Kisah
Selembar foto usang, kini berada dalam genggaman Sashi. Dia menilik lebih dekat foto yang diambilnya
readmore Bab 31 - Wanita di Masa Lalu
"Arkan, dia sudah bangun." Hanya satu kalimat, yang bisa membuat tubuh Arkan menegang seketika. Wajah
readmore Bab 32 - Berpaling
Sashi gelisah. Dia tidak bisa tenang sama sekali setelah Andrew mengatakan tentang wanita itu. Meski
readmore Bab 33 - Tertangkap Basah
Dunianya terasa runtuh. Sashi tidak tahu apa yang harus dilakukannya saat mendengar perkataan wanita
readmore Bab 34 - Aku Melepasmu
"Kak Arkan." Mata Sashi terkejut bukan main saat mendapati Arkan ada di sana. Laki-laki itu berdiri m
readmore Bab 35 - Jadikan Aku Milikmu
"A-apa? Apa katamu?" Arkan spontan menjauhkan Sashi dari tubuhnya. Dia menatap wanita itu dengan tata
readmore Bab 36 - Menggoda
Arkan terdiam beberapa saat, dia tidak menolak kalau dia juga menantikan saat-saat seperti ini. Ket
readmore Bab 37 - Beruntung
"Kak Arkan, tolong ceritakan siapa wanita itu," pinta Sashi pada Arkan dengan penuh permohonan. Tubu
readmore Bab 38 - Kesal
"Bagaimana keadaanmu?" Arkan menatap Andrew yang tengah tertidur di atas ranjang sambil sesekali meri
readmore Bab 39 - Bukan Pembunuh
"Permisi, Tuan. Tuan Andrew meminta untuk bertemu," ucap salah seorang pelayan pada Arkan yang saat
readmore Bab 40 - Penyebab Sebenarnya
"Kau tidak tahu apa yang kaukatakan, Sashi! Dialah yang harusnya kau maki!" sentak Andrew dengan per
readmore Bab 41 - Flashback
"Aku mencintai, Kak Arkan. Tolong, biarkan aku tidur bersama Kakak, malam ini." Seorang gadis SMA men
readmore Bab 42 - Itu Hanya Masa Lalu
"Kak Arkan ...." Suara Sashi terdengar bergetar. Dia tidak tahu harus memberikan reaksi seperti apa s
readmore Bab 43 - Terlalu Takut
Malam ini, cahaya rembulan tampak bersinar lebih terang dari biasanya. Membuat malam tidak begitu ge
readmore Bab 44 - Ingin Bicara
"Arkan, Papa sudah tahu apa yang terjadi. Tapi, kenapa kamu menyembunyikan semua ini? Kenapa kamu ti
readmore Bab 45 - Mengetahui
Keadaan hening. Entah apa yang terjadi saat ini. Situasinya benar-benar tak terduga, Sashi sampai ti
readmore Bab 46 - Bujuk Rayu
Siapa yang bisa tenang, saat tahu kalau wanita yang pernah mencintai suamimu akan datang? Itulah kali
readmore Bab 47 - Mencintai Suamimu
Tidak ada pilihan lain bagi Sashi untuk ikut serta dalam perjalanan menuju bandara. Dia, Arkan dan A
readmore Bab 48 - Kebahagiaan?
Ucapan Kiana tadi siang, sangat membekas dalam ingatan Sashi. Dia tidak bisa fokus sama sekali. Seha
readmore Bab 49 - Rahasia
Malam itu, Sashi terbangun dan beranjak dari ranjang untuk kemudian berjalan ke arah dapur. Rasa hau
readmore Bab 50 - Makan Siang
Hari ini, adalah hari di mana Sashi memutuskan untuk bertemu dengan temannya, Kinar. Satu-satunya te
readmore Bab 51 - Tidak Akan Meninggalkanmu
Kini Sashi tengah menemani Arkan makan siang di ruangannya. Mereka tidak pergi ke restoran karena pe
readmore Bab 52 - Curiga
"Kenapa melamun? Ada hal yang mengganggumu?" tanya Arkan, ketika Sashi hanya terdiam menatap ke luar
readmore Bab 53 - Demi Kebaikanmu
Halaman di luar rumah tampak basah. Hujan mengguyur dan membuat udara terasa lebih dingin dari biasa
readmore Bab 54 - Arkan Sakit
Arkan demam. Laki-laki itu tertidur sambil terus mengeluh pusing dan jatuh pingsan saat tengah berde
readmore Bab 55 - Keinginan
Arkan tidak tahu apa yang terjadi pada Andrew, tapi dia sedikit keheranan saat laki-laki itu memutus
readmore Bab 56 - Sensitif
"Mana sateku? Kamu membelinya, 'kan?" tanya Arkan begitu Sashi datang dan berjalan menghampirinya. R
readmore Bab 57 - Meragukan
Sashi menggigit kuku tangannya dengan gemas. Berusaha berjalan tanpa menghiraukan tatapan orang-oran
readmore Bab 58 - Apa Pun Untukmu
"Maaf, sepertinya kedatanganku mengganggu kalian," ucap orang yang tidak lain adalah Kiana. Duduk di
readmore Bab 59 - Jangan Berkelahi
Seperti biasa, hari ini Sashi memiliki rutinitas tetap, yaitu mengantar makan siang untuk Arkan. Lak
readmore Bab 60 - Benar-benar Berubah
"KAK ARKAN APA-APAAN SIH! AKU TIDAK SUKA KAK ARKAN BERKELAHI. BAGAIMANA KALAU KAKAK KENAPA-KENAPA!"
readmore Bab 61 - Bertemu Kinan
Sepasang kekasih tampak saling bergumul panas di atas ranjang. Keduanya mencari kenikmatan. Mendesah
readmore Bab 62 - Masuk Perangkap
Rasa hangat dari sebuah pelukan, membuat Sashi ingin menyusupkan dirinya lebih dalam. Tersenyum deng
readmore Bab 63 - Bersikap Aneh
"Aku masih tidak mengerti, kenapa kamu pergi? Katakan sesuatu kalau kamu marah denganku," ucap Arkan
readmore Bab 64 - Obsesi
Arkan berinisiatif memberikan kejutan untuk Sashi malam ini. Dia rasa, sudah lama mereka tak menghab
readmore Bab 65 - Meninggalkan Rumah
'Kak Arkan, bisa pulang sekarang? Ada hal penting yang ingin aku katakan.' Sebaris kalimat itulah pes
readmore Bab 66 - Pantas Diadili
Sashi melenguh, saat merasakan kepalanya berdenyut sakit. Meringis hingga kemudian terbangun dan men
readmore Bab 67 - Lily Putih
Tidak ada hal yang bisa memenangkan perasaan Arkan, duduk di meja dan menikmati segelas wine di mala
readmore Bab 68 - Masih Percaya
Sashi terdiam menatap perutnya yang tampak sedikit membesar. Dia baru menyadari itu sekarang. Pantas
readmore Bab 69 - Kesempatan Kedua
"Kia, lebih baik kita akhiri semua ini. Aku rasa, kita sudah berbuat terlalu jauh. Kita harus minta
readmore Bab 70 - Belum Boleh Mati
"Kiana," lirih Arkan dengan napasnya yang sedikit memburu. Matanya menyorot tajam Kiana yang semakin
readmore Bab 71 - Hukum Aku
"Bagaimana keadaan Kiana dan Andrew, Arkan? Dan kenapa kamu tidak menceritakan semuanya pada kami da
readmore Bab 72 - Selesai
"Sashi, apa ini tidak salah? Kau menghukumku dengan pakaian ini? Ini harusnya untukmu." Arkan menatap
readmore Bab 73 - Aku Sempurna Karenamu (End)
"Aku mencintaimu, Kiana," ucap Arkan pada Kiana sambil mencium wanita itu dengan lembut, seolah menc
readmore Bab 74 - Extra Part
Delapan bulan kemudian .... "Engghh, sakithhh ... Kak Arka--n tolonghh," rintih Sashi sembari menceng
readmore
baguss
25d
0sangat baik untuk dibaca
11/01
0seru banget
25/12
0ceritanya bagus dan sangat menyentuh
16/12
0cerita bagus
15/12
0🥰🥰
04/10
0baik
29/09
0Bagus ceritanya seru banget
13/08
0menarik dengan aplikasi ini.
10/08
0bagus
04/08
0