Suasana meledak, semua orang maju. Aku segera bergerak cepat ke arah Salma yang langsung melayangkan kakinya ke selangkangan dua pria yang mengapitnya. Aku meraih tangan Salma. Sesuai arahku Ferdi dan tiga temannya mengikutiku.
"Fer, bawa!" Aku melepas lengan Salma. Ferdi bergegas menariknya menjauhiku. "Keluar!" tegasku sambil menunjuk arah belakang yang memang kosong.
"Nggak, Arka!" teriak Salma, terus menjulurkan tangan. Aku tersenyum. Salma perlahan hilang. Syukurlah mereka berhasil kabur.
Hampir lima belas menit, aku masih bertahan. Banyak dari mereka yang langsung tumbang setelah kuhajar. Tapi beberapa serangan berhasil membuat sekujur badanku babak belur. Kini penglihatanku sudah mulai runyam.
Aku segera meraih balok kayu yang tergeletak tak jauh, lalu menodongkannya ke segala arah. Tanpa terduga, ada yang menyerangku dari belakang, kepalaku terasa dihantam keras dengan benda tumpul. Kakiku tak kuat lagi menopang, tak lama tubuhku telah terjengkang. Pandanganku menggelap.
kok gk lanjut 🥺
21/02/2025
0nama gw bang 🗿
09/12/2024
0sangat menarik
13/09/2024
0😉mantapp ini. lohh
26/02/2023
0oke
27/07/2022
0nice 👍
16/07/2022
0bagus sekali
09/07/2022
0kak ini asli kah novelah aku ingin menjadi kaya kak boleh ka aku menjadi orang yang paling sukess
15/05/2022
0CRITA YG BGS
14/05/2022
0ok bagus
05/05/2022
0