"aww" .. "Cantik kenapa?" Tanya bini terkejut ketika melihat ujung jari rayna terluka. "Aduhh, sshh ini bi ketusuk duri ikan deh kayaknya." ucap rayna sambil menahan perih "Aduh maaf ya cantik, sini dicuci dulu terus bibi obatin." Ucap bi inah khawatir "Ahh perih bi, pelan pelan." Gerutu rayna menahan perih di jarinya. "iya iya maafin bibi ya, sini bibi kasih obat merah dulu, tahan sedikit ya cantik." Ungkap bibinya khawatir "Iya bi, bukan salah bibi kok lagian. Akunya yang kurang hati - hati." Ucap rayna menenangkan bi inah "Lho ray, kenapa tanganya?." Tanya papanya yang ternyata sudah pulang ketika bi inah mengobati rayna. "Ah ga papa kok pa cuman kena duri ikan hehe." Ucap rayna "Astaga hati - hati dong sayang makannya." Ungkap papanya sambil melihat jari telunjuk rayna yang di hansaplast "Abisnya masakan bibi enak banget pa, jadinya rayna ga hati - hati deh, iya kan bi?." Ucap rayna sambil melirik bi inah sementara bi inah hanya tersenyum, karna takut tuannya akan memarahinya karna tidak bisa menjaga rayna. "maafkan saya pak." Ucap bi inah menundukan kepala "Iya iya tidak apa - apa memang ray yang kurang hati - hati bi. Terus kamu ray mau lanjutin makannya atau gimana? kalau udah biar di beresin sama bibi." "Udah kenyang pa, bi tolong ya cuciin piringnya rayna. Makasi bi." "Siap, kalo gt bibi ke belakang dulu pak, cantik permisi." ucap bi inah lalu bergegas membersihkan sisa makan malam. Bukan aneh jika rayna mengatakan maaf, tolong dan terima kasih bahkan kepada artnya. Ini memang didikan ke dua orang tuanya agar sebagai manusia harus bisa memanusiakan manusia. "Yaudah kalau gitu, papa mandi dulu ya? kamu mau di kamar atau di sini dulu?." Tanya papanya "Emm ke kamar aja deh, mau baca novel yang baru aku beli kemarin." "Yaudah yuk ke atas bareng papa." Setelah memasuki kamarnya rayna tidak mengambil novelnya. Ia menuju ke balkon kamarnya menikmati hembusan angin sembari memandangi langit yang cukup cerah malam ini, Bahkan ada beberapa bintang yang tampak. Melihat bintang - bintang itu, entah kenapa rayna kembali teringat dengan sosok wanita yang paling dicintainya. Setiap memikirkan mamanya rayna merasakan mamanya hadir menemuinya. Itulah sebabnya dia selalu menangis ketika mengingat mamanya. "Ma, mama ada di mana? di situ? atau yang sebelah sana?." ucapnya sambil menunjuk ke arah bintang - bintang "Oh aku tau, mama pasti di sana. Karna bintang yang itu paling terang,dan paling cantik. Persis kayak mama." Sambungnya lagi Entah pertanda apa, bintang paling terang itu tiba - tiba redup dan tak nampak lagi. Raut kecewa jelas terpampang di wajah gadis itu. Papanya yang hendak menuju ruang kerjanya, melihat pintu kamar rayna sedikit terbuka lalu memutuskan masuk. Dilihatnya pintu balkon yang terbuka menampakan seorang gadis yang cantik dengan posisi memunggunginya. "Ray." "Eh, papa. bikin aku kaget aja, ada apa pa?." "Katanya baca novel? gajadi." "Iya tadi mau baca novel, cuman langitnya malam ini bagus, cerah banyak bintang jarang banget kan kayak gini." jelas rayna "Tapi kok kamu cemberut, kenapa sayang? jarinya masih sakit?." tanya papanya "Enggak kok pa, tadi ada bintang yang cerahhh banget, terus aku bilang mama pasti ada di bintang itu karna bintangnya paling terang dan catik dari yang lain. Tapi tiba tiba redup, dan sekarang udah ga keliatan lagi." Terang rayna "Itu hal biasa sayang, kan masih banyak bintang yang lain." "Iya pa, tapi gimana kalau ini pertanda mama ga mau ketemu rayna?." Tanyanya dengan sedih "Hei, kamu gaboleh ngomong seperti itu ya. Mama tuh sayang banget loh sama kamu sayang, ga mungkin mama ga mau ketemu kamu." Ujar papanya sembari memeluk rayna. "Udah besok kan mau ketemu mama, sekarang istirahat ya. Sholat dulu sana terus tidur biar besok nggak kesiangan." Perintah papanya "Okey pa, papa juga jangan begadang ya, good nite." "Good nite sayang." Papanya segera keluar kamar rayna. Setelah kepergian papanya, kembali lagi rayna menatap lagit, menarik nafas panjang dan menutuskan kembali kemar dan menutup pintu balkonya karna udara semakin dingin. Setelah itu ia menuju toilet untuk wudhu lalu sholat. Setelah sholat rayna bersiap menuju ranjangnya untuk tidur tapi sebelum itu ia mengambil foto mamanya dan menciumnya. "Datang ke mimpi rayna malam ini ya ma, rayna kangen banget sama mama." ... "Rayna" "Ray" "Bangun sebentar nak." "mama?." "Iya, ini mama." "Kamu tidak pernah membuat mama sedih nak, justru mama bangga dengan prestasi kamu di sekolah pertahankan ya." "Sebentar ma, kok ma mama ada disini?." "Mama hanya berkunjung sebentar, mama pamit ya. Yang nurut sama papa sayang jadi anak yang cantik dan baik." "Ma, tunggu aku mau peluk mama." "Sampai jumpa lagi sayang." "Ma, mama, ma." ...... "MAMA." Teriak rayna terbangun dari tidurnya. Segera menelusuri sudut kamarnya mencari sosok perempuan yang paling dirindukannya. "Mimpi? tapi mengapa begitu nyata." gerutunya kecewa. "Ma, ray mohon apa mama bisa datang lagi sekali saja ray sangat ingin peluk mama, ray kangen sama mama, ray butuh mama, ray ga sekuat itu ma." Isak tangis rayna kembali Sementara papanya masih bekerja di ruang kerja nya, samar - samar menderngar bising dari kamar putri semata wayangnya ia bergegas mencari tahu asal kebisingan itu dan tak lain adalah tangisan putrinya sendiri. Ia pun segera membawa sang putri dalam dekapannya "Ray? rayna kenapa sayang? kok nangis, kamu mimpi buruk ya?." tanya papanya pelan "Mama pa." jawab rayna masih dalam tangisnya "Kenapa sayang? ada apa? jangan bikin papa khawatir." "Tadi mama kesini, tapi pas aku bangun mama malah ga ada, apa mama ga sayang aku pa?." ujar rayna disusul tangisan yang makin menjadi. "Sayang, sayang, lihat papa. Hei tenang, tenang dulu okey?." papanya berusaha menenangkan rayna. "Udah tenang? nih minum dulu." Sambungnya sambil menyodorkan segelas air putih pada rayna yang selalu disediakan di kamar rayna ketika malam hari. Rayna pun meneguk setengah dari gelas itu. "Dengerin papa, papa pernah kalo kamu mau di temenin mama, kamu gaboleh cengeng. Karna mama orang yang kuat jadi kamu juga harus kuat ya?." Ucap papanya mencoba menenangkan Rayna hanya mengangguk sambil mengusap air mata yang masih berjatuhan. "Sekarang tidur lagi ya?." sambungnya "Papa temenin aku ya, boleh?." Pinta rayna "Iya papa temenin kamu ya, udah ayok besok gaboleh kesiangan." terang papanya Rayna kembali tidur dalam pelukan papanya, sesak dan pilu menyelimuti keduanya. Papanya pun sebenernya tak kuat tapi harus terlihat kuat di depan putri kecilnya ini. Bagaimana pun kini hanya tinggal mereka berdua yang bisa menguatkan satu sama lain. .... Hari minggu yang cerah, membuat semua orang sumringah menyambut akhir pekan ini. Begitupun Rayna bahkan ia sudah siap di depan cermin mengoreksi penampilan sebelum bertemu cinta ke duanya ( banyak yang bilang kalau cinta pertama anak perempuan itu ayah ). "Ma, aku udah gasabar banget kangen - kangenan sama mama. Tungguin aku sama papa ya." Ujarnya sambil membawa foto mamanya. Hanya foto itulah yang dapat mengurangi rasa rindunya, setidaknya lewat foto itu lah ia wajah orang yang paling ia rindukan dalam hidupnya. tok.. tok.. tok "Ray, sudah siap sayang?." Rayna segera membuka pintu kamarnya "Sudah kok pa." Jawabnya dengan senyum yang tulus "Cantik sekali anak papa ini, yaudah kita sarapan dulu ya?." "Okey, lets go." Mereka turun ke bawah dengan bergandeng tangan benar - benar menunjukan bahwa mereka saling menguatkan satu sama lain. "Selamat pagi Bi Inah." Sapa rayna pada bu inah yang tengah mengelap meja "Eh selamat pagi cantik, selamat pagi pak." Balas bi inah dengan senyumnya "Silahkan sudah siap semua pak,sarapannya." Sambung bi inah "Baik, terima kasih ya bi, ayok sayang sarapan dulu." Ajak papanya Rayna hanya mengangguk lalu segera duduk di posisinya. Mereka makan dengan lahap seperti biasa sambil sesekali bergurau. "Pa, aku udah selesai, papa udah?." Tanya rayna setelah menghabiskan sarapannya. "Udah kok yuk berangkat." "Bi, aku berangkat dulu yaa dadah." Pamit rayna pada bi inah seraya melambaikan tangan "Iya cantik, hati - hati di jalan ya pak." Ucap bi inah pada rayna dan papanya. .... TBC
Terima kasih
Dukunglah penulis untuk menghadirkan kisah-kisah yang luar biasa untuk Anda
bagus banget
19/03/2025
0ok best
20/08/2022
0mau uang dana
16/08/2022
0Lihat Semua