Di tengah pesta yang sedang berlangsung di kediaman keluarga Nightray, tiba-tiba saja suara ledakan terdengar dan membuat mereka semua yang ada di sana pergi dengan panik. Ledakan tersebut terdengar sangat nyaring menggetarkan telinga. Di tengah puncak pesta yang terjadi pada malam itu membuat mereka semua ketakutan. Ledakan yang mengahancurkan gedung utama dan membuat banyak sekali korban berjatuhan. Wanita yang sebelumnya berlari keluar gedung, ternyata dalam keadaan selamat walau dirinya tertimpa reruntuhan bangunan. Beberapa orang mengalami luka yang sangat fatal hingga membuat mereka tergelak di sana dengan keadaan yang sangat mengkhawatirkan. Tidak sedikit juga mayat korban berserakan di mana-mana dan hal itu menjadikan teror bagi mereka yang masih hidup. Gedung utama hancur akibat ledakan. Tidak hanya itu saja, bagunan tersebut ambruk seketika dan membuat beberapa orang yang tinggal di dekat gedung tersebut merasa ketakutan sebelum akhirnya mereka semua memanggil polisi. Di saat yang bersamaan, Rozal yang ada di sana untungnya tidak terkena reruntuhan dan dirinya hanya terbaring karena begitu ledakan itu terjadi dirinya terhempas. Luka yang di terimanya tidak cukup parah walau dirinya berakhir di rumah sakit. Rozal yang masih dalam keadaan tidak sadar di bawa oleh tim medis ke ruang perawatan dan di sana mulai dilaksanakan perawatan. Berbeda dengan Robert yang berada di ruang operasi karena kakinya cidera akibat ledakan tersebut. Ketika tim medis sampai di lokasi, mereka semua melihat banyak sekali mayat yang berserakan. Bukan hanya orang-orang yang hadir dalam pesta tersebut saja yang meninggal. Namun, beberapa penghuni gedung yang lain juga mengalami nasib yang sama. Mereka yang masih bisa di selamatkan nyawanya di larikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan lebih lanjut. Polisi kemudian menyelidiki kasus tersebut dan mereka juga memeriksa area sekitar. Sayangnya, tidak di temukan kebocoran gas di gedung tersebut dan justru mereka menemukan kejanggalan lain dari kejadian tersebut. Tengah malam yang menandakan waktu untuk semua orang beristirahat. Kali ini terjadi kecelakaan di kawasan keluarga Nightray. Beberapa polisi yang menyelidiki asal muasal ledakan tersebut, mereka semua tidak kunjung mendapatkan sebuah petunjuk. Di sisi lain, kawasan tersebut merupakan sebuah wilayah pemukiman orang-orang. Mereka yang melaporkan akan kejadian tersebut seketika langsung di wawancarai oleh reporter yang memenuhi tempat tersebut. Di antara semua korban ternyata mereka bukanlah sembarangan orang. Melainkan orang-orang yang berpengaruh di bidang tertentu. Pihak kepolisian yang menangani kasus ini kemudian mereka melakukan pelacakan bom yang kemungkinan ada di lokasi. Lagi-lagi mereka tidak menemukan apa-apa. beberapa orang mulai frustrasi dan mereka langsung melakukan tindakan terhadap para korban. “Mustahil tidak ada pemicu sama sekali,” ucap seorang polisi yang berada di lokasi. “Ini terlihat aneh.” “Oh iya, kapten. Apa semua ini ada pelaku di baliknya?” tanya salah satu anggota kepolisian. “Kita harus mencaritahu akan hal itu.” “Baik.” Mereka terus melakukan pencarian. Di tengah-tengah pencarian, seorang pria yang di temukan sekarat tertimpa reruntuhan bangunan kemudian di tarik oleh polisi yang kebetulan ada di sana. Pria itu penuh dengan luka dan tidak lama kemudian menghembuskan nafas terakhitnya. Ketika hendak menghembuskan nafasnya, rupanya pria tersebut sempat mengatakan sesuatu namun tidak begitu jelas. Polisi yang menemukannya kemudian membawanya ke tempat jenazah yang lain. “Apa yang di katakannya?” ucap salah seorang polisi “Entahlah. Itu tidak terdengar jelas.” “Ah, sial.” Di tempat yang berbeda tepatnya di rumah sakit. Semua dokter tengah di sibukan dengan pekerjaannya malam ini. Semua mayat di bawa ke sana untuk di lakukan kremasi. Beberapa korban yang masih bisa di selamatkan langsung mendapatkan perawatan dengan cepat. Di sebuah ruangan yang tidak lain adalah ruang rawat Robert. Di sana, Robert mulai sadar. Begitu membuka matanya, rupanya dirinya mulai kebingungan dengan apa yang telah terjadi. Wajahnya yang pucat kemudian memegang kepalanya. Tidak lama kemudian, dirinya terbangun dan duduk di tempat tidurnya sambil mencoba mencerna situasi. “Ah sial. Kepalaku sakit,” gumam Robert Ketika dirinya mulai melihat sekeliling dan terlihat olehnya sebuah infusan di tangannya. Robert kemudian melihat ke arah lain dengan pandangan yang masih bingung. “Ini? Rumah sakit? Apa yang terjadi? Tunggu dulu, Rozal, aghhhh,” ucap Robert yang kemudian tertahan karena tubuhnya masih terasa sakit begitu dirinya hendak pergi dari tempat tidurnya. “Jika kau jadi kau, aku tidak akan banyak bergerak dulu,” ucap seseorang yang baru saja datang dari balik pintu. Orang itu ternyata adalah dokter. “Kau?” “Istirahatlah. Tubuhmu masih belum pulih. Kau akan menyesal jika keras kepala.” “Hah, aku sudah tahu. Oh iya dokter, di mana Rozal?” “Siapa?” “Rozaline Nightray. Dimana perempuan itu?” “Oh, tenanglah. Perempuan itu juga di rawat di sini.” “Sungguh?” “Iya. Tentu saja. Karena itu, lebih baik kau istirahat saja. Nanti juga kau akan bertemu dengannya.” “Baiklah. Oh iya, di mana yang lain?” “Sayangnya mereka belum sadar. Tidak sepertimu yang lukanya tidak begitu fatal. Jangan khawatir soal itu. semuanya akan baik-baik saja,” ucap dokter tersebut dengan ramah kepada Robert. “Syukurlah.” “Oh iya, apa ada yang sakit selain tubuhmu?” “Apa?” Robert yang sedang menjalani pemerikasaan lebih lanjut oleh dokter. Dirinya yang hanya bisa berada di tempat tidur rumah sakit membuatnya merasa tertekan. Di saat itu, ketika pesta berlangsung semua orang yang berbahagia kemudian berubah menjadi gelap. Robert yang masih terbayang-bayang akan hal itu membuatnya merasa semakin putus asa. Kejadian yang tidak di duga terjadi begitu saja di tengah-tengah kehangatan pesta. Tidak hanya itu saja, Robert juga sangat mengkhawatirkan Rozal. Di waktu yang bersamaan, beberapa pihak mulai bergerak. Mereka mengepung area penyelidikan. Polisi yang berada di sana kemudian merasa bingung dengan kedatangan orang-orang yang tidak di kenal itu. mereka semua terlihat seperti tentara dan membawa persenjataan lengkap. Polisi yang ada di sana seketika menghentikan penyelidikan dan kemudian mereka saling berhadapan. Salah satu orang di antara kumpulan orang asing tersebut kemudian menghampiri salah satu kapten yang sedang berada di sana. Mereka kemudian mengatakan sesuatu. “Apa-apaan ini? Siapa kalian?” ucap kapten polisi dengann tatapan serius. “Kami datang untuk membereskan kekacauan ini.” “Apa kau bilang? Siapa yang mengirim kalian?” “Itu tidak penting. Karena itu kalian tolong menyingkir.” “Hey, tunggu dulu. Ini kasus kami yang akan menangani.” Tiba-tiba saja salah satu di antara mereka mulai menodongkan senjata ke kepala kapten polisi tersebut sehingga membuatnya angkat tangan. Anggota yang lain yang melihatnya mereka langsung mengikuti perintah kaptennya dan mundur. Orang-orang yang sudah mengepung area itu kemudian mulai memasuki wilayah. “Siapa mereka?” ucap salah satu anggota kepolisian “Sebaiknya kita mundur.” “Baik.” Tragedi malam itu membuat seluruh kota di hebohkan akan kejadian tersebut. Bahkan seluruh negeri juga mengetahuinya. Semua orang tengah di teror dalam ketakutan. Mereka yang melihat berita terseeut kemudian saling berkomentar dan terus memenuhi internet. Pihak kepolisian juga merasa kesal karena tugas mereka di ambil alih oleh sekelompok orang itu. Di kantor polisi, tiba-tiba atasan mereka menyuruh agar semua bawahannya tidak mencampuri urusan penyelidik. Sekelompok orang yang mengambil alih tugas mereka ternyata adalah bagian dari pasukan khusus yang di tugaskan secara rahasia. Beberapa polisi yang tidak menyetujui akan hal itu membuat atasan mereka memarahinya dengan mengatakan kata-kata yang tidak enak untuk di dengar. Tidak lama kemudian, mereka mulai mengikuti apa yang di katakan oleh atasan mereka. Kali ini di rumah sakit, Robert yang sudah bangun kemudian duduk dan dirinya memandangi kota dari arah jendela. Ketika dirinya sedang memandangi kota, tiba-tiba seorang dokter yang kemarin datang menghampirinya untuk melakukan pemeriksaan kepada dirinya. “Selamat pagi Robert, bagaimana keadaanmu? Apa masih ada yang sakit?” tanya dokter kepada dirinya. “Iya. Tubuhku masih terasa sakit.” “Baiklah. Akan ku periksa ya.” “Dokter.” “Iya?” “Apa aku bisa sembuh secepatnya?” “Tentu saja. Jika kau menjalani perawatan lebih baik dan mendengarkan apa yang di katakan oleh tim medis.” “Apa kaki ku baik-baik saja? Rasanya tidak bisa ku gerakan.” “Jangan khawatir itu hanya masih belum pulih sepenuhnya.” “Begitu rupanya.” “Benar, karenanya kau harus berdiam dan beristirahat sampai pulih sepenuhnya.” “Bagaimana dengan Rozal? Apa masih belum sadar?” Dokter kemudian menggelengkan kepalanya. Robert yang melihat reaksinya itu kemudian termenung dengan suram. “Meski masih belum sadar. Anak perempuan itu masih hidup,” ucap dokter yang mencoba untuk menenangkan Robert. “Baguslah. Ini masih ada harapan.” “Tentu saja. Mana mungkin anak itu selemah yang di kira.” “Eh?” “Meski belum sadar, nyatanya luka yang di terimanya perlahan mulai membaik. padahal baru sebentar menjalani perawatan. Bukankah itu menakjubkan?” ucap dokter sambil tersenyum. Setelah melakukan pemeriksaan kepada Robert, dokter kemudian pergi dari ruangan tersebut dan kemudian berjalan menuju ke ruangan lainnya dengan senyuman aneh di wajahnya. Tidak lama kemudian, di ruang operasi mereka tengah di sibukan dengan operasi salah satu pasien korban kecelakaan itu dan ternyata nyawanya tidak dapat di selamatkan. Seorang pria dengan luka yang sangat parah di tubuhnya akibat tertimpa reruntuhan membuatnya harus menjalani operasi. Namun, sangat di sayangkan. Nyawanya harus melayang seketika di meja operasi. Para dokter yang melihat hal itu kemudian mereka langsung memindahkan jasadnya ke ruangan mayat. Hari yang sangat sibuk bagi mereka. Di tempat yang lain tepatnya di sebuah ruangan yang tidak lain adalah ruangan di mana Rozaline berada. Di sana, dirinya sedang terbaring dan detak jantungnya masih bersdenyut. Di bawah keheningan, dirinya beristirahat untuk sementara. Kali ini beberapa orang yang di wawancarai itu mereka mulai mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal. Orang-orang yang mulai merasa resah akan kejadian itu mereka mulai mewaspadai sesuatu. Di samping itu, mereka yang terus melakukan pembersihan di tempat rupanya mendapatkan perintah dari seseorang yang berada di balik mereka. Orang-orang itu dengan patuh menjalankan tugas yang diberikan.
Terima kasih
Dukunglah penulis untuk menghadirkan kisah-kisah yang luar biasa untuk Anda
sangat bagus
28/10
0cerita ya bagus
29/08
0cerita yg sangat menyenangkan
17/09/2024
0Lihat Semua