" Guys, pulang yuk, hari udah mulai gelap nih!" Ajak Adreas sembari melihat ke arah langit yg mulai gelap. " Yahh, masih seru juga" Olive memanyunkan bibirnya. Mereka semua pun naik ke darat. Memakai kembali pakaian mereka, lalu pulang. Bella masih memeluk kotak musik yg tadi ia temukan. Bibirnya tersenyum karna ia sangat menyukai benda itu. Dalam perjalanan pulang, mereka bertemu dengan seorang pria. Badannya tinggi atletis, danWarna kulitnya eksotis. Ia tak sengaja berpapasan dengan mereka. " Maaf, apa kalian orang sini?" tanya pria itu pada keenam sekawan itu. " Ehh, bukan. Kita kesini cuma liburan" timpal Joe. " Oh ya kenalin, nama gue Ghani. Gue kesini lagi nyari adik gue" sambung pria tadi memperkenalkan diri. " Ohh, nama gue Adreas, dan ini temen- temen gue. Oh ya, hari udah mulai gelap, loe nginep dimana?" " Gue biasanya buat tenda, tapi cuaca kayknya udah mau ujan, gue belum nemu tempat" " Gimana kalo loe ikut kita aja ke Villa. Tenang disana aman kok" tawar Adreas ramah. " Boleh, kalo kalian gak keberatan" Ghani akhirnya ikut pulang bersama mereka. Sikapnya yg welcome membuat ia mudah berbaur dengan yg lainnya.
Malam harinya, mereka membuat acara bakar- bakar di taman depan Villa. Taman disana cukup luas. Udara dingin setelah hujan sangat menyejukan. Mereka memasang lampu kelap- kelip di sana. Mereka asik bersenda gurau di atas rumput taman yg hijau. Malam itu di hiasi canda tawa yg hangat. " Dre, aku ke kamar mandi dulu ya" ujar Bella di iringi senyum. Tanpa menunggu jawaban dari Adreas, ia pun masuk ke dalam Villa. Ia menuju ke kamar mandi belakang. Setelah selesai buang air, Bella mematut dirinya di kaca. Menyalakan keran air, lalu mencuci tangannya. Namun, indra pendengarannya menangkap suara tangis seorang perempuan. Samar- samar, namun sangat memilukan. Bella mengikuti sumber suara itu hingga ke belakang Villa. Hening, hanya suara tangis samar dan suara langkah kaki Bella yg terdengar. Bella berjalan menyusuri lorong sunyi. Bella berhenti di depan sebuah pintu. Sebuah pintu kamar yg terbengkalai. Suara tangisan itu berasal dari sana. Bella memegang handle pintu, tiba- tiba tangisan itu berhenti. Bella mencoba membuka pintu itu, namun terkunci. " Hallo, ada orang di dalam?" Tanya Bella. Ia takut jika ada seseorang yg tak sengaja terkuci di sana. Namun tak ada jawaban. Bella terus memperhatikan pintu itu. Tiba- tiba, sebuah tangan memegang pundak nya, Bella terperanjat. " Ahhh, Adreas.. Kamu ngagetin aku tau" Bella memegang dadanya. Jantungnya berpacu seakan hendak terlepas dari tempatnya. " Heheh maaf, kamu ngapain diasini?" Tanya Adreas bingung. " Ohh itu, tadi aku denger suara perempuan nangis dari dalam kamar ini, tapi pintunya kekunci" Jawan Bella dengan wajah yg masih sangat penasaran. Adreas terdiam, ia mengerti apa yg di maksud ibunya sekarang. Apa mungkin ini ada kaitannya dengan kejadian 10 tahun lalu, waktu usianya masih menginjak usia 10 tahun. Waktu itu Adreas tak tau apa yg terjadi, hanya saja waktu itu dia sempat koma, dan saat ia bangun ia di bawa pulang ke rumahnya yg di Jakarta. Adreas terus bertanya kenapa mereka pindah, tapi orang tuanya tak menjawab apapun. " Yaudah, perasaan kamu aja kali, yuk ke depan. Daging nya udah mateng" Adreas menarik lembut tangan Bella. Namun Bella masih terus memperhatikan pintu itu. Rasa penasaran nya terlalu besar. Dan akhirnya Bella ikut walau ia masih sangat penasaran. Ia berniat untuk mengecek nya lagi nanti. " Bel, dari mana?" Tanya Joe seraya memasukan potongan sosis ke dalam mulutnya. " Ehhh, gue abis dari belakang tadi" " Ohh.. Kirain kemana" Bella ikut bergabung dengan teman- teman nya yg lain. Namun ada yg aneh dengan tatapan Ghani pada Bella. Bella tak menyadari itu, namun sikap nya berubah hangat saat ada yg bertanya padanya. Jam menunjukan pukul 10 malam. Para perempuan sudah tidur di kamar mereka. Sedangkan untuk anak laki- laki masih mengobrol di ruang tamu sambil ngopi. Di kamar perempuan, terdapat 3 katil single. Mereka bertiga masing- masing tidur di kasur mereka. Lampu di matikan. Semuanya tidur kecuali Bella. Ia masih kefikiran soal tadi. Ia yakin jika ada yg menangis tadi. Dan itu bukan halusinasinya. Bella bangkit dari tidurnya, duduk di tepi ranjang. Ia melihat ke arah kedua temannya, mereka sudah tidur. Bella meraih kotak musik yg tadi ia temukan. Membuka kotak itu perlahan. Begitu kotak di buka, alunan musik klasik memenuhi isi ruangan. Musiknya merdu, membuat siapa saja yg me dengarnya menjadi rilex. Saat sedang asik memperhatikan kotak musik, tiba- tiba pintu terbuka dengan sendirinya. Semilir angin masuk lewat jendela yg juga terbuka dengan sendirinya. Bella menoleh. Melihat semua kejadian aneh yg terjadi. Ia berjalan ke arah jendela. Tangannya terulur untuk menutup jendela. Namun netranya menangkap sosok gadis kecil yg tengah berdiri menatap nya di bawah pohon besar. Bella balik menata anak itu. Namun gadis itu malah melengos pergi. Bella segera menutup jendela, dan bergegas keluar. " Bel mau kemana?" Tanya Adreas heran melihat kekasinya tergesa- gesa menuju pintu keluar. " Aku tadi liat anak perempuan di luar, kasian takutnya dia nyasar"
Terima kasih
Dukunglah penulis untuk menghadirkan kisah-kisah yang luar biasa untuk Anda
Biaya 18 berlian
Keseimbangan: 0 Berlian ∣ 0 Poin
Komentar Buku (300)
DITAPUSPAADYTIA
cerita holor nya aku sih suka kalau yang ini merinding dan bikin lari maraton pas baca ini cerita yang paling menyeramkan dari cerita holor yang lain punya oh yah bikin lgi dong cerita nya yang holor holor kan seru tuh sama cerita yg lain juga yang happy ending.cocok untuk di jadikan film
cerita holor nya aku sih suka kalau yang ini merinding dan bikin lari maraton pas baca ini cerita yang paling menyeramkan dari cerita holor yang lain punya oh yah bikin lgi dong cerita nya yang holor holor kan seru tuh sama cerita yg lain juga yang happy ending.cocok untuk di jadikan film
11/08/2022
0sangat berguna
19/05/2022
0I love novelah app this app so nice
28/04/2022
0Lihat Semua