logo text
Tambahkan
logo
logo-text

Unduh buku ini di dalam aplikasi

Bab 2 Perjalanan menuju Villa

" Iya iya ma, kita gak bakalan bikin yg aneh- aneh kok" Timpal Adreas masih dengan raut bahagia.
" Hmm, awas ya kalo ada yg berani berbuat macem- macem, kalian akan tau akibatnya" Tegas ibunya mewanti- wanti.
" Serem amat, iya mama ku sayang"
" Hmmm, kenapa sih harus Villa itu, kan banyak Villa papa yg lain, yg lebih bagus" Saran ibunya.
" Gak ma, Adreas mau Villa itu titik." Ibunya geleng- geleng melihat anaknya yg keras kepala.
" Dasar keras kepala, persis seperti papamu" papar ibunya kesal.
" Wah wahh, kenapa jadi bawa- bawa papa sih" celetuk Papanya yg sudah berada di ambang pintu. Semuanya menoleh.
" Ini nih pah, anakmu" Adu Shila mamanya Adreas. Papanya tersenyum sambil geleng- geleng kepala.
" Adreas, papa pegang janji kamu. Jika terjadi sesuatu, kalian sendiri yg akan menerima konsekuensinya" tukas papanya mengingatkan lagi.
" Iya pah iya"
" Yasudah, ma ayo! Acara favorit kita sebentar lagi mulai" Ajak Fery papanya Adreas. Mereka memang keluarga harmonis. Hal kecil seprti itu pun sangat penting bagi mereka.
Shila mengelus pundak putranya, batinnya masih tak enak. Berat baginya melepas putra semata wayangnya ke tempat itu.
" Hay bro, besok kita otw. Siapin semua keperluan buat disana nanti. Gue jemput kalian jam 8 pagi" Tutur Adreas melalui sambungan telpon.
ΠΠΠ
Keesokaan harinya pun datang. Adreas mulai bersiap untuk keberangkatan liburan bersama teman- temannya.
" Maa, baju Adreas yg putih dimana?" Teriak Adreas dari kamarnya. Ibunya datang dengan senyum di bibirnya.
" Kebiasaan, kan kamu yg naro di sini semalam" Timpal Mamanya seraya sengambil baju yg berasa di atas sofa bertumpuk dengan jaket dan bajunya yg lain. Salah satu kebiasaan Adreas, pelupanya yg membuat mamanya geleng- geleng.
" Heheh maafin mah, Adreas lupa" Adreas menggaruk tengkuknya yg tak gatal.
" Adreas, mama masih ragu kamu pergi kesana. Hmmm, kamu janji kamu ingat pesan mama. Disana tidak aman untuk kalian sayang" ujar Shila mengingatkan lagi.
" Adreas tau ma, Adreas janji" Adreas memgang kedua tangan mamanya. Menatap wajah khawatir ibunya.
" Kamu masih ingat kan kejadian 10 tahun lalu? mama takut kehilangan kamu nak"
" Mama jangan khawatir, Adreas bisa jaga diri kok" Adreas mencoba meyakinkan mamanya. Mamanya masih ragu.
Adreas melirik arloji di tangannya. Waktu menunjukan pukul 8 lewat. Adreas menyambar ransel di atas sofa, lalu berpamitan pada ibunya.
" Adreas pergi dulu ya ma. Mama gausah khawatir, Adreas akan pulang" Adreas mengecup kening ibunya, lalu pergi.
" Adreas, inget pesan mamamu!" Ujar Papanya yg berpapasan dengannya di ruang tamu. Adreas tersenyum.
" Iya papaku sayang" Adreas menyalami papanya, lalu pergi. Ia memasukan ransel besarnya ke dalam bagasi mobil.

" Bro, gue udah dijalan, 5 menit lagi sampe" Ujarnya melalui sambung telpon. Adreas menyalakan mesin, lalu melakukannya dengan kecepatan yg lumayan tinggi.
Ayah dan ibunya geleng- geleng melihat cara Adreas mengrmudikan mobilnya. Mereka mengintip dari balik jendela. Ya, rumah Adreas di dominasikan dengan banyak jendela, bahkan pintu nya pun berbahan dasar kaca.
Adreas memacu mobilnya, sesekali melirik keramaian kota yg sering ia lihat di setiap harinya.
( Sayang, aku jemput kamu sekarang) ketik Adreas melalui aplikasi hijaunya. Rumah mereka terbilang berdekatan.
Mobil Adreas berhenti di depan rumah Bella, nampak Bella dan ibunya sudah berada di depan rumah. Bella berpamitan pada ibunya, memeluk, lalu mencium kening juga pipinya. Adreas juga ikut berpamitan, menyalami orang yg mungkin nanti akan menjadi mertuanya.
" Kita pamit tante" Ujar Adreas seraya tersenyum ramah.
" Iya, hati- hati ya! jangan ngebut- ngebut! Bella, inget pesan mama! Adreas, kamu jagain anak tante ya!" Timpal mamanya Bella.
" Siap tante" Adreas tersenyum manis, lalu setelah kemudian mereka memasuki mobil.
Setelah semuanya berkumpul, mereka pergi dengan mengendarai 2 mobil jeep. Karna medan yg akan di tempuh cukup jauh dan ekstrem. Di perjalanan, mereka berhenti di pom bensin. Sementara mobil di isi bahan bakar, para perempuan pergi ke mini market yg telah tersedia di sana.
Mereka membeli bahan makanan untuk persediaan nanti di Villa. Masing- masing membeli apa yg belum di beli sebelumnya. Setelah selesai, semua kembali ke mobil masing- masing.
" Udah? gak ada yg ketinggalan?" Tanya Adreas memastikan. Bella melihat ke kursi belakang, memastikan jika Joe dan Olive sudah berada di sana.
" Udah, ayo" Adreas pun menyalakan mesin mobil. Melajukan kendaraan roda empat itu memecah keramaian kota.
Setelah beberapa jam, mobil memasuki area hutan pinus. Terlihat dari sisi kanan dan kiri yg di penuhi dengan pepohonan yg hijau. Suasana sepi, dingin, dan menyejukan.
Jalanan yg sepi membuat perjalanan mereka lancar tanpa hambatan.
" Dre, masih jauh gak sih? gue udah kebelet nih" rengek Olive dengan wajah tak karuan karna sedari tadi menahan pipis.
" Bentar lagi sampe. Tuh udah keliatan Villa nya"
" Cepetan!!"
Mobil Jeep Wrangler berwarna hijau army itu pun terparkir di depan sebuah Villa besar. Villa yg pada pintu masuknya tertera nama villa itu, " Villa Bougenville". Suasana Villa yg sunyi dan sepi membuat tempat itu terlihat angker, namun indah.
" Dre, loe serius?"

Komentar Buku (300)

  • avatar
    DITAPUSPAADYTIA

    cerita holor nya aku sih suka kalau yang ini merinding dan bikin lari maraton pas baca ini cerita yang paling menyeramkan dari cerita holor yang lain punya oh yah bikin lgi dong cerita nya yang holor holor kan seru tuh sama cerita yg lain juga yang happy ending.cocok untuk di jadikan film

    11/08/2022

      0
  • avatar
    Muhammad Malin Yusup

    sangat berguna

    19/05/2022

      0
  • avatar
    BellaNabitabo

    I love novelah app this app so nice

    28/04/2022

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru