logo text
Tambahkan
logo
logo-text

Unduh buku ini di dalam aplikasi

Chapter Enam (FEBBY-CASPER)

Suasana perpustakaan seperti biasa sangat tenang dan damai.Itulah mengapa aku senang bekerja di tempat ini karena aku tidak menyukai keramaian.Setiap berada di keramaian keringat dingin mengucur di badan,tidak hanya itu saja ,badanku langsung gemetaran dan kepala pusing,makanya kalau berada di keramaian aku tidak bisa sendiri harus ada yang menemani.
Pernah aku pingsan dua kali ketika berada di mal,saat itu kakakku sedang berada di kamar mandi.Dari situ baik keluarga maupun sahabat-sahabat tidak memperbolehkan aku pergi sendiri ke tempat-tempat keramaian.
"Feb,bosan ih. Berapa lama lagi loe boleh pulang?",tanya Adisty sahabatku yang sedang menungguku untuk pulang bareng,karena kami janjian mau makan dan nonton bareng.
"Bentar lagi.Paling lima belas lagi gua pulang"
"Akhirnya...Ya udah gua bakal ngeline Nadya sama Riffa buat siap-siap otw sekarang"
"Tumben Riffa bisa,emang dia lagi di Indonesia? Dia nggak sibuk?"
"Dia udah balik kok,tapi minggu depan bakal tugas ke Bali,sekalian katanya dia mau kasih oleh-oleh"
"Asyiiik. Enak ya jadi Riffa jalan-jalan mulu kerjaannya,loe juga enak Dis,kerjanya jalan-jalan terus.Gua kapan bisa jadi seperti kalian.Untuk pergi ke mal aja,gua nggak bisa sendiri",ujarku dengan nada sedih
"Jangan gitu ah Feb. Suatu saat loe pasti bisa pergi kemana-mana sendiri.Asalkan ada kemauan loe pasti bisa.Jangan menyerah",ujar Adisty memberi semangat
"Siap Dis"
"Nah gitu dong"
Akhirnya jam sudah menunjukkan pukul 5 sore,berarti waktunya aku pulang dan tampak Adisty begitu semangat untuk pulang.Tidak perlu menunggu waktu lama,taksi online pesananku pun datang dan kamipun menuju kafe tempat yang sudah dijanjikan.Sesampainya kami disana ternyata Riffa dan Nadya sudah berada disana,maklum kami tadi terjebak macet.
"Hai..Hai..Kalian telat",ujar Riffa
"Sorry..sorry..macet gila di jalan",sahut Adisty
"Kalian sudah pesan? Btw Fa,hari ini loe tampak anggun sekali",sahutku kaget.Tidak seperti biasa Riffa tampak anggun sekali
"Belum. Wuakakakak,kalian harus dengar cerita Riffa.Pokoknya seru habis.Cerita fa",sahut Nadya ketawa lepas membuat aku dan Adisty tambah penasaran
"Kenapa?Kenapa?Cerita..cerita..",sahut Adisty
"Sebelum gua cerita.Ini oleh-oleh buat kalian.Sumpah ya gua kesal dan bête banget hari ini,terutama sama bos gua yang namanya ibu Natasha"
"Kenapa lagi tuh bu Natasha?Loe dan dia kayaknya musuh bebuyutan banget",ujarku
"Gimana nggak musuh Feb,loe tau khan gua nggak suka ke kantor pake rok dan blouse,tetapi karena hari ini gua harus ketemu vendor dan gua lupa,tuh bu Natasha ngajak gua pergi untuk beli baju cewek kayak gini",ujar Riffa sewot
"Thanx oleh-olehnya. Lho? Harusnya loe senang dong,khan dibeliin",ujar Adisty
"Iya sama-sama.Apaan dibeliin!Ini semua pake uang gua dan harganya mahal banget.Habis deh uang di ATM gua"
"Hahahahahaha",ujar aku dan Adisty kompak ketawa
"Emang dia ngajak loe kemana?Sampai semahal itu baju yang loe beli",tanya Adisty penasaran
"Dia ngajak gua ke butik langganannya dan hari ini gua dipaksa belanja sama dia sampai Rp 1 juta lebih"
"Busyeeeett. Mahal bangetlah",sahut Adisty
"Tunggu Fa,bukannya loe punya ATM yang dikasih sama Juno?Kenapa nggak pake itu saja buat bayar belanjaan loe",sahutku
"Gila kali. Gengsilah gua,khan kalian juga tau,gua tuh nggak suka sama Juno",ujar Riffa
"Aneh gua sama loe Fa,kurang apa Juno itu,udah cakep,kaya lagi",sahut Nadya
"Kalau loe mau,ambil aja Nad"
"Sorry ya,gua udah punya Leo"
"Awet aja loe sama dia",ujar Riffa menggoda Nadya
"Tentu aja dong"
"Udahlah,yuk pesan.Gua lapar.Belum lagi katanya kita mau nonton",ujarku
"Owkay.Yuk mari kita pesan",ujar Riffa
Akhirnya obrolan kami berhenti sementara karena sibuk memilih menu makanan dan kemudian lanjut menunggu pesanan dan seperti biasa Riffa sibuk menggoda Nadya karena sudah punya pacar yang merupakan dosen di kampusnya.
"Fa,gimana kabar Fajar?",tanya Adisty
"Loe masih naksir dia Dis?",tanya Riffa kaget
"Bolehlah naksir,khan gua belum punya pacar,kalian semua sudah punya pacar,tinggal gua aja yang belum"
"Gua belum punya pacar Dis",ujarku
"Ohya gua lupa Feb. Tapi khan loe udah Casper yang selalu memberi perhatian",ujar Adisty menggodaku
"Apaan sih"
"Jangan sama Fajar,dia tuh playboy,kalau mau ada pegawai baru di kantor gua,namanya Dong Min,kalau mau nanti gua kenalin",ujar Riffa
"Dong Min yang kata loe bakal ke Bali bareng khan?"
"Ya gitulah. Coba gua ke Balinya sama Bryan,pasti gua happy dah"
"Dasar loe Fa,udah tunangan juga. Tuh makanan kita udah datang. Mending kita sekarang makan",ujarku
Selesai makan,kami langsung bergegas ke mal karena habis ini kami lanjut mau nonton,mumpung besok kami semua libur.Sesampainya di bioskop,kami memilih untuk menonton film horror,biar seru.
Hari Senin ini tidak biasanya aku malas untuk kerja.Tadi pagi saja aku hampir telat masuk kerja,kalau mama tidak membangunkanku. Setelah membereskan buku-buku yang sudah dipinjam untuk ditaruh kembali ke raknya,aku kembali ke tempatku
"Pagi Febby",ujar seseorang yang sangat aku kenal menyapaku. Dia adalah Casper alias Kim Du Ho cowok yang sering datang ke perpustakaan ini.Seorang cowok keturunan Korea,Indonesia dan Inggris.Orangnya sih cakep dan ramah hanya saja cara berpakaiannya yang bad boy banget,tidak hanya itu saja di sekujur tubuhnya bertato
"Pagi",jawabku ketus
"Pagi-pagi jangan galak-galak Feb,nanti cantiknya ilang loh",godanya padaku
"Bisa aja.Tumben baru datang lagi,kemarin-kemarin kemana?"
"Kangen ya sama gua?",godanya sambil mengedipkan matanya
"Nggak kok!Cuma nanya aja"
"Ahhh..kangen juga nggak apa-apa kok,gua malah senang banget"
"Tau ah,mau pinjam buku apa?",tanyaku mengalihkan pembicaraan agar dia tidak menggodaku terus
"Sebenarnya sih nggak mau pinjam buku,cuma mau ketemu loe Feb,habis gua kangen"
"Ya udah,kalau nggak mau pinjam buku,silahkan keluar!",ujarku galak
"Weizz,tenang..tenang..ya udah gua mau pinjam buku soal fotografi"
"Buku soal fotografi ada di lorong nomor tiga",jawabku masih galak
"Owkay,gua mau baca-baca dulu ya,nanti kita ngobrol lagi ya cantik"
Kemudian dia pergi meninggalkanku.Sebenarnya aku tidak benci-benci banget malah terpesona sama dia.Walaupun dia kelihatan bad boy dan penuh tato,tetapi orangnya sangat baik,ramah dan sopan.Dia pernah bercerita padaku kalau ayahnya meninggalkan dia dan ibunya saat dia masih bayi untuk kembali ke Korea dan tidak pernah kembali lagi hingga kini.
Dia sempat hampir terjerumus ke dunia hitam,tetapi untung saja tidak jadi,karena dia masih ingat sama ibunya,dia tidak mau menyakiti hati ibunya.Sekarang dia membuka usaha wedding organizer bareng teman-temannya untuk membiayai hidupnya dan ibunya.Sungguh sosok cowok yang sangat bertanggung jawab.
Jam makan siang akhirnya datang juga,aku memutuskan makan di restoran dekat perpustakaan saja.Biasanya aku selalu membawa bekal sendiri dan makan di perpustakaan ini,tetapi hari ini aku lupa membawanya.Ketika sedang beres-beres sebentar sebelum perpustakaan aku tutup sebentar,Casper menghampiriku.
"Yuk makan",ajaknya
"Iya",jawabku
"Kita mau makan dimana?"
"Gua sih mau makan di dekat-dekat sini aja"
"Ya udah gua ikut aja"
Akhirnya kami menuju ke restoran dekat perpustakaan.Jaraknya hanya lima meter dari perpustakaan.Sesampainya disana ternyata restoran sudah penuh dengan orang dan langsung saja badanku gemetaran,keringat dingin mengucur ditubuhku. Melihat keadaanku Casper langsung menggandeng tanganku keluar dari restoran tersebut dan kami pindah ke restoran lain.Sedikitpun Casper tidak berniat melepas tanganku dan dia baru melepas tanganku ketika kami berdua sudah duduk di meja.
"Mau pesan apa?",tanyanya
"Hah?",ujarku. Jujur aku kaget diperlakukan seperti itu hari ini.Dan herannya aku tidak marah malah menurut saja dan Casper juga tidak bertanya apa-apa tentang kondisiku
"Mau pesan apa?",tanyanya lagi
"Gua pesan nasi soto sama es jeruk",ujarku
"Owkay"
"Loe sendiri pesan apa?"
"Gua pesen nasi goreng special sama jus melon"
"Makasih ya tadi"
"Iya,sudah sewajarnya kok. Loe sekarang udah baikan khan Feb?",tanyanya
"Iya,udah."
"Syukurlah.Ya udah,sekarang kita fokus makan aja biar loe ada tenaga",sahutnya sambil tersenyum
"Iya"
Akhirnya pesanan kamipun datang dan kami pun makan bareng. Melihat perlakuan dia padaku tadi,entah mengapa ada rasa suka dihatiku,walaupun sebelumnya memang sudah ada rasa terpesona aku padanya.Bahkan saat makanpun dia sangat sopan memperlakukanku,bahkan makanan pun dia bayar.Selesai makan,kami tidak langsung kembali ke perpustakaan,tetapi mampir dulu ke toko roti,dia membelikanku beberapa buah roti untuk cemilanku di perpustakaan.
Kemudian dia mengantarku kembali ke perpustakaan dan pergi,karena dia ada rapat di kantornya.Entah mengapa saat dia pergi meninggalkanku hati ini rasanya hampa.Aku semakin yakin dibalik gayanya yang bad boy,dia merupakan sosok cowok yang aku cari selama ini.
"Ah,apakah aku jatuh cinta padanya",ujarku dalam hati
"Hoi feb,ngelamun aja daritadi",tegur Liana teman shiftku
"Nggak kok",ujarku bohong
"Kalau nggak ngelamun,tuh laporan udah loe kerjain,bukan dipandang aja"
"Ehhh..iya...",ujarku malu
"Mikirin apa sih?"
"Nggak penting kok",jawabku bohong.Kemudian aku sibuk melanjutkan membuat laporan dan Liana tidak bertanya lagi.
Berhubung hari ini aku shift pagi,berarti seperti hari Jumat aku pulang jam 5 sore dan betapa terkejutnya aku kalau Casper sudah menungguku di depan pintu luar perpustakaan.
"Ayo,gua anter pulang",ujarnya
"Iya",jawabku.Dan entah mengapa aku tidak menolaknya,malah hatiku sangat senang kalau dia menjemputku pulang
"Untung aja gua nggak telat jemput loe pulang,soalnya tadi jalanan macet banget",ujarnya di dalam mobil sambil menyetir.Aku tidak menyangka kalau ternyata Casper punya mobil apalagi mobilnya sebagus ini.Memang sih perusahaan wedding organizer itu punya dia,tetapi aku tidak menyangka kalau dia sekaya ini.Aku pernah melihat di majalah kalau harga mobilnya seharga rumah di perumahan elit di kotaku ini.
"Emang rapatnya udah beres? Nggak ada kerjaan lain?",tanyaku
"Rapat mah udah beres dari tadi,kerjaan mah tenang,sudah gua beresin juga"
"Syukurlah"
"Feb,kita makan dulu ya,gua lapar banget.Mau khan?"
"Iya,boleh"
Kemudian kami mampir ke restoran.Setelah memarkirkan mobilnya,kami masuk ke dalam restoran
"Mau makan apa?",tanyanya padaku.Pada saat melihat menunya aku terkejut dengan harga yang tertera di dalam menunya,karena restoran yang kami kunjungi tidak seperti restoran mewah
"Gua ngikut aja"
"Ya udah,gua yang pesenin aja ya"
Sambil menunggu pesanan,kami tidak bicara satu sama lain.Banyak pertanyaan yang berkecamuk di otakku yang ingin kutanyakan sama dia,tetapi entah mengapa mulut ini terkunci.
"Makanan disini enak loh Feb"
"Ohya?Tapi mahal ya",ujarku polos
"Hahahahaha,memang sih.Asal jangan sering-sering aja kita kesini,nanti yang ada bangkrut lagi"
"Hehehe,iya"
"Loe cantik kalau ketawa Feb"
"Mulai lagi deh gombalnya"
"Siapa yang gombal,beneran kok.Seandainya gua bisa jadi pengisi hati loe Feb"
"Bisa kok",jawabku
"Hah?Bisa apa?",tanyanya hampir tidak percaya dengan yang aku ucapkan
"Iya,bisa",sahutku lagi
"Bisa apa Febby?Jangan bikin gua penasaran"
"Loe bisa jadi pengisi hati gua",jawabku lirih
"Gua nggak salah dengar khan Feb?",tanyanya kaget mendengar perkataanku
"Iya bener,tapi loe nggak mainin gua khan?"
"Dari awal gua nggak pernah mainin loe,karena gua sayang dan cinta sama loe"
"Loe bakal nerima gua,nerima semua kekurangan gua?"
"Gua terima,yang ada malah gua yang banyak kekurangan"
"Gua juga terima segala kekurangan loe kok",jawabku sambil tersenyum
"Feb,gua bakal pergi dulu selama dua bulan,apa loe siap gua tinggal?",tanyanya yang membuatku kaget.Kami baru saja jadian,tetapi dia sudah mau pergi
"Mau kemana?Kok mendadak?",tanyaku sedih
"Jangan sedih gitu,nggak lama kok"
"Dua bulan itu lama Casper,apalagi kita baru jadian"
"Iya gua tau,tetapi gua harus nemenin nyokap dulu ke Korea",ujarnya sambil memegang tanganku
"Korea?"
"Iya,tadi nyokap nelpon,katanya bokap gua di Korea baru meninggal"
"Bokap loe udah ketemu?",tanyaku kaget
"Iya,tapi sekalinya ketemu,bokap udah meninggal.Jadi gua sama nyokap mau ngurus pemakamannya"
"Kapan loe berangkat?"
"Nanti malam,jam 11 malam gua berangkat.Mau khan loe nunggu gua?"
"Iya,gua bakal nunggu loe",ujarku sedih.Jujur aku masih tidak rela dia bakal pergi selama dua bulan ke Korea,kalau bukan karena ayahnya meninggal,gua tidak akan ijinkan dia pergi
"Makasih ya sayang",sahutnya sambil mencium tanganku hangat
"Iya,tapi loe hati-hati ya disana",ujarku dan tampak kusadari air mata menetes di pipiku
"Sayang,jangan nangis",ujarnya kaget sambil menghampiriku dan mengusap air mataku
"Gua nggak nangis kok"
"Maafin gua ya sayang,kita baru jadian tapi gua udah nyakitin perasaan loe"
"Loe nggak nyakitin gua kok"
"Gua sayang sama loe,sayang banget.Tapi gua nggak bisa membiarkan nyokap pergi sendiri",ujarnya sambil memelukku
"Iya gua tau"
"Ya udah jangan nangis lagi,nanti kita sering video callan",sahutnya
"Iya",jawabku
"Makanannya udah datang,sekarang kita makan dulu ya"
Kemudian kami lanjut makan.Hari ini menjadi hari special bagiku.Dimana hari ini aku resmi jadian dengan Casper dan juga hari dimana aku harus rela melepaskan kepergian dia sementara waktu,tetapi aku akan selalu menunggunya,seperti dia yang selama ini sabar menungguku.

Komentar Buku (25)

  • avatar
    Titin Sutinah

    bagus,menarik

    09/06/2025

      0
  • avatar
    Hengki Kurni

    cerita bagus

    01/05/2025

      0
  • avatar
    Sulistiyani28. Ni Luh Putu

    bagusss bangett ga ngebosenin

    30/04/2025

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru