logo text
Tambahkan
logo
logo-text

Unduh buku ini di dalam aplikasi

Bab 3 THE HAUNT SEASON 2 PART 3

Clark melihat banyak sekali mayat zombie di lantai dan yang juga ada yang tersangkut di baling-baling kipas.
Ruangan itu terlihat sangat berantakan dan banyak bercak darah di lantai.
Sesekali clark mengambil peluru dari senjata para polisi yang mungkin masih bisa digunakan.
Clark akan gunakan peluru saat dirinya bertempur melawan zombie suatu waktu nanti.
Saat clark berjelajah.
Dia melihat ada sebuah dinding yang sudah jebol dan berlubang.
Clark mengintip dan terlihat bahwa dinding itu terhubung dengan sebuah kantin.
Clark pun masuk ke kantin.
Saat di dalam kantin.
Clark melihat beberapa hal seperti ada kulkas yang masih menyala dengan beberapa makanan dan minuman yang masih segar serta belum kadaluarsa kemudian beberapa meja yang masih rapih.
Clark melihat ada sebuah ranjang yang biasa digunakan untuk belanja.
Clark mengambilnya.
Clark mencoba mengambil beberapa makanan dan minuman dari kulkas dan memasukkanya ke ranjang.
Clark merasa lega dengan apa yang ia lakukan.
Clark pergi meninggalkan kantin itu dan beranjak kembali ke nadine,josh dan professor hasan sembari membawa ranjang yang sudah diisi dengan makanan dan minuman.
Beberapa lama kemudian.
Clark pun kembali.
Clark:’’aku kembali’’
Nadine:’’ahh..kau sudah kembali’’
Professor hasan:’’woow..tampakknya kau membawa banyak makanan’’
Clark:’’iya..aku harap ini cukup’’
Mereka semua menikmati makanan itu.
Sementara itu.
Di White peace.
Becca sedang berdebat dengan kakaknya.
Rebecca:’’kakak tidak ingin ikut mencari samantha..karena kakak ingin kita pergi dari sini tanpa ada bebdan satupun’’
Becca:’’kenapa?’’
Rebcca:’’kakak merasa..setelah kita naik kapal ini..itu artinya kita pergi ke tempat yang aman..kakak yakin kau pasti sudah bosan disini..kita hanya berdua..tidak ada keluarga..kita sudah sering kehilangan orang..jika kita tidak naik kapal ini..dengan cara apalagi kita beranjak dari sini?kakak mohon..’’
Becca:’’ta..tapi’’
Rebcca:’’kau ini mau memilih mereka..atau ikut dengan kakak?’’
Mereka pun berdebat.
Di sisi lain.
Ada dom dan leona sedang bicara dengan nikolas.
Dom:’’siapa namamu dan dimana rumahmu?’’
Nikolas:’’namaku nikolas dan rumahku jauh..di sebrang danau’’
Dom:’’kenapa kau kemari..bukankah..kau punya rumah’’
Nikolas:’’iya..tapi aku sudah tidak punya keluarga’’
Leona:’’aku ingin tahu tentang kamu’’
Nikolas:’’di rumahku dulu ada keluargaku dan pada saat itu persediaan makanan untuk keluarga kami semakin menipis...lalu aku pergi sendirian untuk mencari bantuan hingga akhirnya aku menemukan sebuah tempat dan orang itu memberiku beberapa keperluan seperti makanan..pakaian dan yang lainnya’’
Dom:’’lalu?’’
Nikolas:’’saat aku kembali...rumah dan keluargaku sudah diserang para zombie dan keluargaku mati tanpa sisa..hanya aku sendirian dan aku menguburkan mereka..hingga suatu saat..aku ingin melakukan balas budi..tapi saat aku kembali ke tempat itu..tidak ada siapa siapa..hanya ada satu orang saja..dia terlihat ingin bunuh diri..dia sudah terluka..aku bantu dia..aku gendong dia ke rumahku dan aku anggap sebagai balas budi’’
Dom:’’siapa orang itu?’’
Nikolas:’’dia sekarang....ada di rumahku..ada 2 orang..1 orang laki-laki dan 1 orang wanita...adik wanita itu mati beberapa minggu yang lalu..itu yang ia ceritakan’’
Dom:’’baiklah..terima kasih atas ceritamu..tapi..kenapa kau tidak mengajak mereka?’’
Nikolas:’’akhir akhir ini sejak penyerangan itu..sesekali ada zombie yang lalulalang di area rumahku..aku merasa sudah tidak aman dan nyaman..maka dari itu aku ke sini saja’’
Dom:’’mengapa wajahmu pucat?ada apa?’’
Nikolas:’’aku tidak apa apa..sungguh(batuk)’’
Dom:’’baiklah..istirahatlah yang nyenyak’’
Nikolas:’’terima kasih’’
Beberapa lama kemudian.
Dom dan leona sudah mendapat informasi tentang siapa nikolas.
Leona:’’apa yang ingin kau lakukan setelah mendapat informasi itu?’’
Dom:’’entahlah..aku ingin berfokus kepada kapalku..mungkin 1 bulan dari sekarang...kapal itu akan selesai..mungkin’’
Di hari yang sama pada waktu malam.
Nikolas terbatuk-batuk di dalam tendanya.
Bahkan dia muntah darah saat batuk.
Tapi dia tidak ingin ada orang yang tau.
Nikolas mengambil sebuah kantong plastik lalu membungkus hasil muntahannya lalu membuangnya keluar.
Di sisi lain ada leona yang merasa aneh karena melihat ada beberapa kelelawar sedang tidur di atap kapal.
Leona:’’ada apa yaa malam ini??aneh sekali’’
Namun leona tidak begitu memperhatikan kenapa ada kelelawar di sana.
Leona menaggapi itu bukan hal serius dan itu biasa.
Sepanjang malam nikolas batuk batuk tanpa henti.
Hingga akhirnya esok harinya di waktu pagi.
Dom terkejut karena nikolas tidak ada di tendanya.
Dom:’’kemana dia?’’
Leona:’’nikolas menghilang??bukankah dia seharusnya ada disini?’’
Dom:’’jika dia pergi..kenapa barangnya masih ada disini?’’
Leona:’’apakah dia pergi ke sungai untuk mandi?’’
Dom:’’dia tidak disitu..jika ada orang yang mandi di sungai..mereka pasti kembali di waktu hampir bersamaan’’
Leona:’’lalu?’’
Dom:’’kita tunggu hingga siang..’’
Leona:’’baiklah’’
Dom tidak menaruh curiga apapun terhadap apa yang terjadi pada nikolas.
Di tempat lain.
Ada samantha yang masih sibuk melatih kemampuannya menembak menggunakan ketapel dan batu sebagai peluru.
Sedangkan ramzi sedang sibuk membuat pisau dari pecahan kaca dan kayu sebagai gagangnya.
Smantha:’’(membidik)fokus...ayo fokus..(menembak)yiiaaahh..kena’’
Ramzi:’’(mengasah pisau buatannya)’’
Samantha:’’kak...apa aku sudah boleh istirahat?’’
Ramzi:’’ikan bakarnya belum matang..mungkin sebentar lagi dan kakak lagi membuat pisau dari pecahan kaca..kakak temukan bahanya dari tempat sampah’’
Samantha:’’aku sudah lapar’’
Ramzi:’’(tertawa)sabar yaa..nanti kakak panjat untuk ambil kelapa..untuk kita minum’’
Samantha:’’iya kak’’
Beberapa lama kemudian.
Ikan yang dipanggang akhirnya matang dan siap dimakan.
Samantha merasa senang saat ramzi menyajikan ikan yang sudah dipanggang.
Ramzi:’’(menyajikan ikan panggang)wahhh..kayaknya enak nih’’
Samantha:’’kak..tolong buka kelapanya..untuk kita minum’’
Ramzi:’’baiklah..(membuka kelapa)ini’’
Samantha:’’(meminum air kelapa)hhmmm(tersenyum)enak kak’’
Ramzi:’’ya sudah..kita makan yukk’’
Ramzi dan samantha menikmati ikan panggang yang sudah matang dan enak.
Ramzi membelah kelapa untuk dijadikan air minumnya.
Beberapa lama kemudian.
Ramzi menujukkan pisau buatannya.
Ujungnya terbuat dari pecahan kaca yang diasah tajam dan gagangnya terbuat dari kayu diasah dengan halus.
Ramzi memberikan dan menujukkan caranya menggunakan pisau itu untuk melawan zombie suatu hari nanti.
Di hari yang sama.
Jill sedang meminta tolong kepada raka untuk memotong rambutnya.
Jill ingin memotong rambutnya hingga pendek sepundak.
Jill:’hey..bisakah kau menolongku?’’
Raka:’’bisa..minta tolong apa?’’
Jill:’’aku ingin memotong rambutku hingga pendek..bisakah kau memotong rambutku?’’
Raka:’’boleh’’
Jill memberi sebuah gunting dan duduk di sebuah kursi.
Raka mulai memotong serta merapihkan rambut jill sambil berbicara tentang beberapa hal.
Jill:’’kau tahu..aku masih tidak menyangkan bahwa kita sudah sering kehilangan orang yang dekat dengan kita..bahkan..kita sudah sering beranjak ke tempat-tempat dan bertemu orang baru..tapi sulit untuk percaya pada orang yang kita temui..bahkan aku atau kamu pasti sering mendapatkan kabar kematian dari orang yang pernah menolong kita’’
Raka:’’iya..kau benar..itu berat rasanya..teman atau bahkan orang yang sudah kita kenal..kita pasti sedih saat mereka sudah hilang dari kita’’
Jill:’’aku tidak tahu kemana aku harus pergi jika aku tidak bertemu denganmu saat itu..aku sudah kehilangan adikku dan barang-barang bawaanku..aku terpisah dari semua orang dan sekarang aku sendirian..aku berterima kasih padamu’’
Raka:’’tidak perlu sungkan..setidaknya kita berdua masih hidup dan aman...’’
Jill:’’kau benar..tapi aku merasa bersalah karena terpisah dengan banyak orang’’
Raka:’’untuk apa kau merasa bersalah..tidak ada yang salah’’
Jill:’’jika saja persediaan kita habis..apa kamu punya rencana?’’
Raka:’’rencana apa maksudmu?’’
Jill:’’beranjak dari sini mungkin?’’
Raka:’’ke mana?’’
Jill:’’aku tidak tahu’’
Raka:’’mungkin aku ingin disini lebih lama’’
Jill:’’tapi..ini kan rumah orang lain’’
Raka:’’lantas..apa yang bisa kita lakukan selain diam disini?’’
Jill:’’aku tidak tahu..tidak ada salahnya kita jadikan ini rumah bagi kita’’
Raka:’’sungguh..tapi ini kan bukan rumah kita’’
Jill:’’lalu..kapan nikolas akan pulang ke sini?’’
Raka:’’a..aa..aku tidak tahu’’
Jill:’’jika tidak disini..kemana kita harus pergi untuk istirahat dan tempat tinggal?’’
Raka:’’baiklah jika itu mau kamu’’
Jill:’’mungkin..rambutku sudah cukup’’
Raka:’’aku sudah selesai dengan rambutmu’’
Jill:’’wahh..terima kasih’’
Raka:’’apakah kau akan pergi ke danau untuk mandi..kau butuh mandi untuk membersihkan badanmu’’
Jill:’’iya..tapi..jarak danau cukup jauh..mungkin kita bisa pergi ke sana bersama dan mungkin kita bisa mendapatkan sesuatu saat berjalan nanti’’
Raka:’’baiklah..ayo’’
Raka dan jill memutuskan untuk pergi ke danau bersama.
Beberapa lama kemudian.
Raka sibuk memancing ikan di danau sembari menunggu jill yang sedang mandi.
Raka:’’di sini sepi..apa kau yakin akan aman?’’
Jill:’’(melihat sekitar)selama ini..semuanya aman..kenapa?’’
Raka:’’tidak ada seorang pun ada di danau ini selain kita berdua’’
Jill:’’bukankah ini lebih baik?’’
Raka:’’iya..kau benar..tapi sekarang kau tampak tomboy..karena sekarang rambutmu pendek’’
Jill:’’(tersenyum)terima kasih atas bantuanmu’’
Raka:’’aku tidak apa-apa’’
Jill pun mengakhiri kegiatan mandinya lalu duduk di pinggir danau bersama raka yang masih memancing.
Jill:’’sudah berapa ekor ikan yang kita dapatkan?’’
Raka:’’tidak terlalu banyak’’
Jill:’’apakah itu cukup?’’
Raka:’’semoga iya’’
Jill:’’ini masih pagi..mungkin kita bisa disini lebih lama lagi’’
Raka:’’lagipula..ikannya masih sedikit’’
Raka dan jill memutuskan untuk berada di danau lebih lama lagi.
Sementara di kantor polisi.
Ada josh dan clark yang sibuk mendorong mobil yang sudah hangus terbakar.
Sedangkan professor sedang duduk karena kakinya masih sakit.
Dan nadine sibuk di dalam ruangan loker(cctv)untuk mencoba membuka loker-loker yang terkunci.
Nadine mencoba membuka loker yang terkunci menggunakan pita rambut milikknya.
Professor hasan:’’apa kau menemukan sesuatu?’’
Nadine:’’(membuka loker)hanya beberapa dokumen penting..seperti laporan orang hilang dan beberapa hal lain’’
Professor hasan:’’apa adalagi?’’
Nadine:’’ada..disini ada beberapa catatan jurnal dan dokumen tentang wabah..tapi sudah kusam..jadi aku sulit membaca apa yang ada di dokumen itu’’
Professor hasan:’’coba kau buka loker lain’’
Nadine:’’baik..(membuka loker)hmm..foto..(melihat foto)hmm seperti sebuah bangunan’’
Professor hasan:’’izinkan aku melihatnya’’
Professor hasan melihat foto itu.
Professor hasan:’’(melihat foto)ini seperti bangunan..tapi sayangnya..foto ini buram..euuhh aku tidak bisa melihatnya dengan jelas’’
Nadine:’’sepertinya itu foto bangunan yang masih utuh’’
Nadine pun melanjutkan pencariannya di laci loker.
Sementara itu.
Ada josh dan clark yang baru saja selesai mendorong mobil itu.
Akhirnya mereka sampai di lobi.
Josh melihat ada pintu lobi yang tertutup.
Josh dan clark menghampiri pintu itu.
Tapi tuwas untuk membuka pintu lobi terlihat rusak.
Josh:’’siaall..tuwas untuk membuka pintu lobinya rusak..apa yang harus kita lakukan?’’
Clark:’’adakah jalan lain?’’
Josh:’’aku tidak yakin..’’
Clark:’’ayo kita sedikit berjalan di sekitar sini..mungkin kita bisa menemukan sesuatu untuk membuka pintu atau jalan lain’’
Josh:’’bagaimana dengan nadine dan professor?’’
Clark:’’semoga saja kita tidak membutuhkan waktu lama..ayo’’
Josh:’’baiklah’
Josh dan clark memutuskan untuk berjelajah.
Beberapa lama kemudian mereka berdua tiba di sebuah aula.
Aula itu tampak luas sekali.
Clark:’’kita menyebar’’
Josh:’’ok’’
Mereka berdua berpencar.
Tidak lama kemudian clark melihat ada sebuah lukisan.
Lukisan itu bergambar seorang pria sedang menggengam sesuatu.
Clark berpikir apakah mungkin ini adaalah bagian yang cocok untuk berlian merah yang ia temukan.
Clark:’’hmmm..(memasang batu berlian pada lukisan)haahh?!’’
Setelah lukisan itu dipasangan berliar merah.
Lukisan itu terbuka 90 derajat menjadi sebuat pintu.
Clark mencoba masuk ke dalam ruangan rahasia itu.
Sedangkan josh baru saja selesai membuka pintu sebuah ruangan yang tidak terkunci.
Ternyata itu adalah pintu penghubung antara aula menuju ruang tahanan.
Josh:’’ini adalah ruang tahanan(sel)?’’
Josh berjalan berjelajah di ruang sel.
Josh melihat banyak sekali para tahanan yang sudah menjadi tengkorak dan sebagiannya lagi sudah menjadi zombie.
Mereka tidak bisa keluar karena pintu sel yang terkunci.
Josh berharap bisa menemukan sesuatu di sepanjang jalan.
Di salah satu ruang tahanan.
Josh melihat ada sebuah kunci mengantung di dinding lalu josh mengambilnya.
Josh pun bertanya-tanya tentang kunci apa ini.
Josh mengambil dan membawa kunci itu.
Josh melihat ada beberapa pot tanaman herbal yang masih kokoh berdiri.
Josh mencabut tanaman itu dari pot itu.
Josh ingin menjadikan tanaman herbal sebagai obat sekaligus penawar racun.
Setelah josh mengambil tanaman itu josh langsung pergi menjauh meninggalkan ruangan itu.
Beberapa lama kemudian josh memutuskan untuk menunggu clark yang berada di dalam ruangan berbeda.
Sementara clark masih sibuk di dalam ruangan tersembunyi.
Di dalam ruangan itu clark ternyata menemukan sebuah perpustakaan yang berisi buku tentang dunia biologi dan farmasi.
Clark tidak begitu paham tentang dunia biologi ataupun farmasi.
Tapi setidaknya clark membaca dan menerima beberapa hal tentang dunia biologi dan farmasi.
Clark juga menemukan beberapa catatan jurnal dari banyak wartawan yang pernah meliput tentang wabah yang sedang terjadi.
Setelah membaca buku-buku itu.
Clark kembali ke aula dan bertemu dengan josh.
Josh:’’apa kamu menemukan sesuatu?’
Clark:’’tidak..hanya menemukan sebuah perpustakaan di kantor..tidak biasanya tapi unik..bagaimana denganmu?’’
Josh:’’hanya menemukan beberapa tanaman penawar racun dan sebuah kunci..entah kunci apa ini’’
Clark:’’mungkin..itu adalah kunci darurat..kita pakai itu untuk membuka pintu lobi’’
Josh:’’kau benar..ayo kita jemput nadine dan professor’’
Clark:’’ayo’’
Beberapa lama kemudian.
Josh dan clark menemui kembali nadine dan professor.
Josh:’’apa kalian sudah selesai?’’
Nadine:’’iyaa..kita menemukan beberapa jurnal dan beberapa barang penting..bagaimana dengan kalian?’’
Clark:’’kita menemukan kunci darurat’’
Professor hasan:’’itu artinya kita bisa kembali?’’
Clark:’’ayo’’
Saat mereka berjalan menuju lobi.
Pintu utama kantor polisi itu mulai hancur serta ambruk karena banyaknya zombie yang menerobos masuk ke dalam.
Mereka semua berjalan cepat dan yang berlari ke segala arah termasuk ke arah mereka.
Professor hasan:’’haahh..mereka datang mengincar kita..ayo pergi dari sini’’
Clark:’’ayo’’
Mereka pun berjalan menuju lobi.
Tapi beberapa lama saat mereka masih melangkah.
Professor terjatuh dan para zombie pun berjalan mendekat kepada mereka.
Nadine:’’josh!!..tolong’’
Nadine meminta tolong sambil melempar sebuah senjata(Shotgun)ke arah josh.
Josh:’’baiklah..kau tarik professor..aku akan menembaki mereka’’
Nadine:’’baik..aku paham’’
Nadine menarik professor keluar dari lobi sementara josh menembaki zombie yang sudah semakin dekat.
Josh:’’(menembak)(mengisi peluru)(menembak)(mengisi peluru)(menambak)’’
Josh melakukan itu berulang kali sembari berjalan mundur hingga peluru habis.
Saat itu juga professor hasan memberikan sebuah koper kepada nadine.
Professor hasan:’’(memberikan koper)kalian lebih baik pergi saja dari sini..pergi..aku sudah pasrah’’
Nadine:’’ayo professor’’
Professor hasan:’’di dalam koper ini ada banyak hal penting di sana..ambil dan pergilah’’
Josh:’’aku sudah habis peluru..ayo kita pergi’’
Clark:’’nadine!!...ayo pergi’’
Nadine:’’professor?!’’
Professor hasan:’’(mengangguk)’’
Clark memberikan sebuah granat kepada professor hasan untuk digunakan.
Beberapa lama kemudian.
Clark,nadine dan josh lolos dari kejaran para zombie dan suara ledakan muncul dari granat yang digunakan oleh professor hasan untuk membunuh dirinya sendiri bersama para zombie.
Sementara itu.
Ada isabelle yang berusaha keluar dari kurungan menggunakan pita rambut dan peniti.
Ia gunakan itu sebagai kunci untuk membuka kurungan itu.
Isabelle:’’(Ich muss aus diesem Käfig raus)aku harus bisa keluar dari sini’’
Beberapa lama kemudian akhirnya isabelle keluar dari kurungan itu.
Isabelle berjalan berjelajah di rumahnya yang merupakan laboratorium pusat kota itu.
Isabelle masuk ke dalam sebuah ruangan milik ayahnya.
Itu ruangan penelitian yang digunakan ayahnya.
Isabelle merasa tidak nyaman dengan beberapa ciptaan ayahnya itu.
Isabelle melihat banyak mayat orang yang di masukkan ke dalam tabung berisi sebuah cairan yang terus aktif di dalamnya.
Isabelle merasa ingin menghancurkan semua proyek milik ayahnya itu.
Isabelle mencara sebuah palu di sekitar.
Tidak lama kemudian isabelle mengangkat palu itu lalu menghancurkan tabung itu satu demi satu.
Dengan penuh amarah isabelle memecahkan semua tabung itu tanpa sisa.
Isabelle keluar dari ruangan setelah selesai dengan urusanya.
Lalu dia berjalan ke ruangan lain.
Isabelle dengan pintarnya mengambil sebuah chip.
Itu adalah chip yang biasa digunakan ayahnya untuk mengaktifkan semua sistem tabung yang ada di ruangan proyek.
Isabelle membawanya lalu berlari.
Tidak lama kemudian.
Luna datang muncul di hadapan isabelle.
Luna adalah anak angkat ciptaan professor dominic yang merupakan salah satu proyeknya.
Luna:’’ (wohin willst du gehen?)kau mau pergi ke mana?’’
Isabelle:’’(wohin willst du gehen?)itu bukan urusanmu..( du bist nicht mein bruder)kau bukan kakaku’’
Luna:’’(gib zurück was du genommen hast)kembalikan apa yang sudah kau ambil..( Ich werde dich zerstören!)aku akan menghancurkanmu’’
Isabelle berlari menjauh dari luna yang merupakan kembarannya yang diciptakan oleh ayahnya.
Luna adalah anak angkat ciptaan professor dominic yang spesial.
Dia diciptakan dengan genetik mutasi dan manusia.
Itu membuat luna memiliki kemampuan seperti bukan manusia biasa.
Jari telunjuk pada tangan luna bisa berubah menjadi bius jika ditembakan ke arah tujuan.
Luna menembakkan sebuah senjata bius ke arah isabelle.
Luna:’’(menembak)’’
Isabelle dengan cerdik mampu menghindar dari tembakan itu dan lanjut berlari.
Isabelle mengehentikan langkahnya dan melempar barang ke arah luna yang masih mengejarnya.
Isabelle:’’(melempar barang)’’
Meskipun isabelle sudah melempar barang.
Itu tidak membuat luna tumbang.
Isabelle terus melempar barang untuk melawan luna.
Luna lebih mudah melawannya karena dia bisa terbang melayang.
Luna melawan isabelle dengan melayang mendekatinya dan mencekik leher isabelle.
Luna:’’(Du hast kein Recht, dich in alle Pläne des Vaters einzumischen)kau tidak berhak menganggu rencana ayah’’
Isabelle:’’(Du hast keine Rechte und du bist nicht meine ältere Schwester) kau tidak punya hak apapun dan kau bukan kakak perempuanku’’
Ada sebuah meja berada di belakang isabelle.
Isabelle mengambil pisau itu dan menusuk mata luna.
Isabelle:’’(menusuk)..( du bist nicht meine schwester.. du musst sterben!)kau bukan kakak perempuanku..kau harus musnah’’
Luna:’’aargghh..’’
Isabelle kembali berhasil menghindar dari luna dan berlari menjauh dari luna.
Isabelle lalu menutup pintu lalu menjauh lagi dari kejaran luna.
Tidak membutuhkan waktu lama untuk luna mengejar isabelle.
Luna kembali terbang melayang ke hadapan isabelle.
Tapi isabelle pergi menuju sebuah ruang kimia milik ayahnya.
Dan luna kembali sibuk mengejar isabelle.
Tidak lama kemudian saat mereka berdua berada di ruang kimia.
Isabelle mencampurkan soda api+asam florida lalu melemparkannya ke luna seperti melempar bom.
Dan itu membuat luna merasa terbakar setelahnya.
Luna pun tumbang.
Tidak hanya itu.
Isabelle mengambil sebuah besi panjang yang berada dekat pintu.
Isabelle menusukkan besi panjang itu tepat pada badan luna.
Isabelle:’’(menusuk)..( Sie haben kein Recht zu leben und müssen ausgerottet werden!)kau tidak berhak hidup dan kau harus dimusnahkan!’’
Itu membuat isabelle mampu pergi sembari membawa chip yang mengaktifkan semua mutan ciptaan ayahnya itu.
Beberapa lama kemudian isabelle berhasil keluar dari rumahnya yang merupakan laboratorium di pusat kota.
Di dalam rumah.
Professor sedang berjalan sembari dikawali oleh Asura ciptaannya.
Tidak lama kemudian professor dominic terkejut melihat keadaan rumahnya sudah berantakan.
Ia langsung menuju ruang proyeknya dan terkejut karena ruangannya sudah hancur dan tabung-tabung sudah pecah.
Professor mulai emosi setelah yakin bahwa ini ulahnya isabelle.
Professor ingin isabelle segera ditemukan.
Sementara itu.
Di suatu malam.
Ada leona yang sedang mempersiapkan sesuatu.
Ia berniat untuk berjalan sendirian.
Dengan berbekal sebuah senter dan pisau berukuran panjang ia pergi begitu saja.
Leona ingin tahu tentang keberadaan samantha.
Ia berharap bisa bertemu dengan samantha sebelum memutuskan untuk pergi dengan menggunakan kapal.
Hingga akhirnya leona melihat ada tenda yang ditempati samantha dan ramzi.
Namun samantha dan ramzi sedang tidur di dalam tenda itu.
Itu membuat leona tidak ingin mengganggu orang yang tidur.
Leona sama sekali tidak sadar itu adalah tenda yang ditempati samantha dan ramzi.
Leona:’’aku tidak ingin menganggu mereka..aku tidak tahu siapa mereka tapi aku tidak sopan jika aku mengintip’’
Leona langsung melanjutkan langkahnya.
Setelah jauh melangkah,leona berjalan ke tepi danau yang dikatakan oleh nikolas bahwa itu adalah jalur menuju rumahnya.
Lagi dan lagi leona tidak beruntung.
Leona melihat rumah nikolas yang dimana ada raka dan jill yang sudah tidur di ruang atas.
Sejak awal,raka dan jill membuat sebuah pagar sederhana di depan rumah nikolas yang kini mereka tempati.
Leona hanya sekedar bisa menyoroti rumah itu dengan senter tanpa bisa masuk ke dalam karena ada perasaan takut.
Leona menyibukkan diri dengan melihat sembari berjalan di sekitar rumah itu.
Dari dalam rumah.
Jill mendengar suara langkah kaki namun jill tidak tahu kalao itu ada leona.
Jill merasa terganggu dan melempar batu ke bawah.
Jill:’’(melempar batu)heyy kau..berisik..pergi sana!’’
Leona:’’maaf menganggu...’’
Jill:’’pergi sana!!’’
Leona pergi setelah dirinya diusir oleh jill.
Beberapa lama kemudian.
Jill:’’chh..orang aneh’’
Esok harinya.
Leona sedang membicarakan tentang apa yang dia lakukan kemarin malam bersama helena.
Leoma:’’itu benar..aku merasa pernah mendengar suara orang itu..tapi aku tidak ingat siapa orang itu’’
Helena:’’ahh..aku merasa itu tidak penting’’
Leona:’’lalu?’’
Helena:’’aku..sedang mencoba untuk melupakan tentang samantha dan memilih untuk pergi menggunakan kapal..tinggal beberapa hari lagi’’
Leona:’’kenapa?’’
Helena:’’aku yakin dia sudah bersama orang yang tepat..tidak salah jika aku melupakannya dan memilih untuk menyelamatkan diri..lagipula..aku yakin orang yang bersama samantha adalah orang yang baik’’
Leona:’’aku..tidak ingin pergi karena aku yakin dia masih butuh aku untuk menjaga dia’’
Helena:’’terserah kau saja..aku memilih untuk pergi dengan kapal itu daripada aku sendirian disini tanpa ada orang lain..kau tau?aku sudah punya keluarga lagi..jika kau ingin pergi mencari dia..silahkan saja..tapi ini pilihanku..aku ingin pergi dari sini tanpa memikirkan beban apapun’’
Leona:’’bagaimana dengan yang lain?’’
Helena:’’tanyalah pada mereka..aku sudah tidak ingin ikut campur lagi karena aku ingin memiliki keputusan sendiri..aku akan menunggu kapal itu lalu pergi bersama dengan pengungsi lain seperti seharusnya..jika kau berbeda keinginan..silahkan pergi dari hadapanku sekarang’’
Leona:’’ta..tapi’’
Helena:’’pergi!!’’
Leona:’’baiklah’’
Leona pun pergi menjauh dari tenda helena.
Beberapa lama kemudian leona pun pergi ke becca yang sedang makan.
Leona:’’hay’''

Komentar Buku (907)

  • avatar
    SajiliAang

    Mantap euy

    21/11/2024

      0
  • avatar
    ItsYaGir_star

    cekepp

    20/09/2024

      0
  • avatar
    HasanahSiti

    ceritanya seru dan bikin tegang tapi agak kasian sama Jill adiknya mati sama sombi

    29/07/2024

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru