Keesokan harinya di sekolah Nampaknya wajah Asya sedang bahagia. Apakah Asya sedang mendapat sesuatu seperti kado, hadiah atau Asya sudah jadian sama doinya. " Lo kenapa sya. Dari tadi di rumahnya Meyka lo kayaknya apa aja, senyum-senyum mulu. Apa mungkin lo kesambet sya? " Ujar Darra sambil memegang dahi Asya dengan punggung tangannya. " Apaan sih ra tangan lo. Nanti bedak gue luntur nih " ujar Asya " Ya mungkin lo lagi sakit. Lagian dari tadi senyum-senyum mulu kayak orang gila aja " ujar Darra. " Darra masak lo gak bisa bedain orang yang sakit sama orang yang lagi seneng " ujar Asya. " Ohh lo lagi seneng nih ceritanya. Gini ya lo sekarang, kalo lagi seneng gak cerita sama gue. Kalo lagi sedih apa cari-cari gue. Awas lo ya " canda Darra. " Ya ini gue mau cerita, lo ngoceh terus " ujar Asya. "Ohh gitu, bagus deh ceritain sekarang kenapa" ujar Darra. " Gue kemarin habis keluar sama Inun ra " ujar Asya. " Heem terus kenapa? " Tanya Darra penasaran. " Terus aaaaaa darraaaaa " teriak Darra sambil mengguncang tubuh Darra. Teriakan Asya terdengar di seluruh kelas. Sampai anak-anak yang lain langsung menengok ke bangku Asya dan Darra. " Ra lo kenapa sih gila lo ya " ujar Berlin yang tempat duduknya di belakang bangku Darra dan Asya. " Katanya lagi seneng ber, habis keluar sama doi nya " ujar Darra sambil ketawa. " Ehh ra diem lo " ujar Asya sambil malu-malu. "Gak usah malu gitu sya. Lo biasanya malu-maluin" ujar Berlin. " Hahahah bener banget lo " jawab Darra dengan ngakak. Tak lama kemudian bel masuk berbunyi. Seluruh murid yang masih berada diluar kelas berlarian menuju kelas. Doa awal pelajaran dimulai. Dilanjutkan untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. " Ra nanti gue lanjutin pas istirahat. Sekalian bilang yang lain kalo gue lagi seneng " ujar Asya sambil senyum-senyum " Hmm serah lo deh " ujar Darra malas. ~~~ Bel istirahat berbunyi " Asya lo dipanggil Bu Lely " ujar Fajar. " Wahh ada panggilan alam lo sya hahaha " ujar Darra sambil ketawa. " Ihh ra males gue. Selalu sih orang itu ganggu jam istirahat gue. Gak tau gue laper aja, ikut gue yuk ra plisss " ujar Asya memohon pada Darra " Gak ahh gue laper, lagian yang dipanggil lo bukan gue. Udah sana dari pada lo kena omelannya mampus haha " tawar Darra. " Ohhh Darra yaudah deh. Gue nitip roti bakar sama pisang keju nanti bawa ke kelas ya " ujar Asya. " Okee " jawab Darra. Darra berjalan dengan Asya. Saat dipertengahan jalan mereka berpisah. Darra ke kantin dan Asya ke ruang guru. Sesampainya di kantin Darra melihat wajah sahabat-sahabatnya. " Haii sorry nih baru nyampe. Tuh si Asya ribet banget " ujar Darra. " Emangnya Asya kemana Ra? " Tanya Rayya. " Lagi dipanggil bundanya " ujar Darra. " Maksud lo Bu Lely wali kelas lo? " tanya Rayya. " Iya lah biasa Asya kan murid kesayangannya haha " ujar Darra sambil ketawa. " Yaudah gue mau beli makanan. Laper banget gue " lanjut Darra. " Ra gue ikut dong. Pengen beli es teh, pedes banget nih bakso gue " ujar Naumi. " Yok lah " ujar Darra. Darra dan Naumi berjalan memesan makanan. Darra tak lupa membeli pesanan Asya yang dititipkan padanya. Setelah membawa makanannya masing-masing Darra dan Naumi kembali ke tempat. " Ehh ra tumben lo beli makanan segitu banyaknya " ujar Meyka. " Ohh nggak ini titipan Asya " ujar Darra. " Ihh so sweet banget sihh Darra jadi pengen " ujar Rayya. " Apaan sih lo ray. Lo pikir gue lesbian sama Asya " ujar Darra. " Kan gue becanda Darra " ujar Rayya. Darra hanya diam tiba-tiba Darra teringat sesuatu. " Ehh kalian tau nggak si Asya sama doi nya " tanya darra. " Nggak kenapa emangnya ra? " Tanya Meyka. " Gak tau sih dari tadi di rumah lo mey dia senyum-senyum mulu. Terus pas tadi di kelas gue tanya katanya sih habis ketemuan sama doi nya " ujar Darra. " Ya mungkin karena itu ra. Terus dia lanjutin gak? " Tanya Naumi. " Katanya tadi dia bilang mau lanjutin cerita pas istirahat sekalian kalian tau. Tapi tiba-tiba ada panggilan alam dari bundanya " ujar Darra. " Ya nanti aja ra lo tanyain sama si Asya. Mungkin gini ya orang kalo orang lagi kasmaran " ujar Rayya. " Ihh iya alay banget ya. Sampek kayak orang gila gitu senyum-senyum sendiri " ujar Darra. " Jangan gitu ra, nanti lo kemakan omongan sendiri loh. Nanti pas lo kasmaran mungkin gilanya ngelebihin si Asya " ujar Rayya. Dibalas ketawaan sahabat-sahabatnya. " Ehh jangan gitu dong amit-amit Ya Allah Astaghfirullah " ujar Darra sambil mengelus dadanya. Bel masuk berbunyi. Darra dan sahabat-sahabatnya kembali ke kelas masing-masing. Darra sampai di kelas, belum ada guru yang masuk kelas. Darra sudah melihat wajah Asya di sana. " Ihh ra lo lama banget sih. Gue nunggu dari tadi laper tau nggak sih " ujar Asya. " Biasa sya ghibah dulu. Nih pesenan lo " ujar Darra sambil menyodorkan makanan ke Asya. " Ghibahin gue ya " tanya Asya sambil menggigit pisang kejunya. " Kepo lo ya. Lo sih tadi gak ikutan " ujar Darra. " Ehh lo gatau ya dari di ruang guru ampun deh ra sebel banget gue " cerita Asya sambil memakan roti bakarnya. " Kenapa sih sya? " tanya Darra. " Masak ya ra gue disuruh ngitung pengeluaran kas yang Minggu lalu gue ngitung sendiri ra, Bu Lely malah enaknya makan nasi bungkus didepan gue, mana gue lagi laper " jawab Asya. " Hahaha serius lo. seharusnya lo itu ikut maka bareng Bu Lely " ujar Darra. " Gila ya lo. Bisa- bisa gue yang dimakan sama tuh orang " jawab Asya. Dijawab Darra dengan tertawa terbahak-bahak. Asya tardiam sibuk menghabiskan makanan dihadapannya. "Tumben belum dateng gurunya" gumam Darra. "Udah biarin ra. Kalo bisa masuknya nanti-nanti aja. Lo gak liat gue masih makan" ujar Asya yang ternyata mendengar suara Darra yang pelan. Darra tak menjawab perkataan Asya. Darra melihat Fajar baru masuk ke kelas. " Ehh jar lo dari ruang guru? " Tanya Darra. " Iya guru-guru lagi rapat. Kita dikasih free asalkan jangan rame sama jangan keluar kelas " ujar Fajar. " Alhamdulillah doa Asya terkabul " ujar Asya gembira. ~~~ Bel istirahat ke dua berbunyi. Tak lama kemudian adzan Dzuhur berkumandang di SMP Abdi Bangsa. Seluruh murid bergegas menunaikan sholat berjamaah. Begitu pun Darra dan Asya. " Yok ra ke masjid " ajak Asya. " Tumben banget lo rajin. Biasanya kalo gak gue ajak gak berangkat. Kesambet apa lo " canda Darra. " Udah deh ra ayo cepetan " ujar Asya. Darra dan Asya berjalan menuju masjid. Mereka mengambil wudhu dan segera sholat berjamaah. Di sana Darra melihat sahabatnya yang lain sholat juga. " Ehh nanti ke kantin yuk gue tadi gak ke kantin ketinggalan pembicaraan sama kalian deh " ujar Asya. " Asya sholat dulu. Lo mah kantin terus " ujar Naumi. Mereka pun menunaikan shalat Dzuhur berjamaah. Selesai sholat mereka bersama-sama menuju kantin. Sesampainya di kantin mereka melihat dua sejoli Farrah dan Deon. " Ihh ada temennya Darra sama Asya nih hahaha " gumam Rayya. " Ihh amit-amit itu mah temennya Darra " jawab Asya. " Hustt jangan rame-rame nanti mereka lihat " ujar Darra. Mereka memalingkan pandangannya dari dua sejoli yang sedang bersama itu. " Darraaaa ikut gue yuk beli jajan " ujar Asya. " Wahh ada yang lagi kasmaran nih. Kitanya traktir dong " ujar Rayya. " Udah yok ra " ujar Asya langsung menarik tangan Darra. Asya memesan makanan. Makanan yang dibelinya cukup banyak. Darra pun merasa heran. " Banyak banget lo belinya sya. Lo mau makan ini semua? " Tanya Darra. " Udah diem yok balik ke tempat " ujar Asya. Darra dan Asya kembali ke tempat sahabat-sahabatnya tadi. " Haii girls ini buat kalian semua " ujar Asya. " Serius lo sya " ujar Meyka. " Lo hari ini kenapa sih sya aneh banget " tanya Darra. " Udah deh rejeki gak boleh ditolak hahaha " ujar Rayya. " Asya lagi kasmaran cieee " ujar Naumi. Asya hanya diam sambil senyum-senyum sendiri. " Jadi gini girls gue ngomong nggak ya hahaha " Ujar Asya sambil senyum-senyum. " Gila ya lo sya? " tanya Darra
Terima kasih
Dukunglah penulis untuk menghadirkan kisah-kisah yang luar biasa untuk Anda
belanja dulu seratus hehh
05/04
0aku kembali
01/12/2024
0Good
09/02/2024
0Lihat Semua