Kelima sahabat itu sampai disekolahnya. SMP Abdi Bangsa, sekolah yang cukup menjadi favorit anak-anak disana meskipun sekolahnya yang tidak terlalu luas. Mereka sampai dan memarkirkan sepeda mereka di samping pos satpam. Di situ memang tempat parkiran untuk sepeda siswa dan untuk sepeda guru ada tempatnya sendiri yaitu di samping perpustakaan yang ada tempat yang cukup untuk tempat parkir sepeda guru. Darra, Naumi, Rayya, Asya, dan Meyka berjalan menuju kelasnya masing- masing. Darra dan Asya yang sekelas jalan berdua ke kelas mereka. Dikoridor kelas Darra dan Asya melihat dua sejoli lagi pacaran dan nampaknya Darra dan Asya bosan melihat mereka. " Sya liat tuh pagi-pagi udah bikin sakit perut aja, mana aku belum sarapan juga " Darra yang nada bicaranya sedikit dipelankan. " Tau tuh ra, udah kayak sekolah mereka sendiri aja gk punya malu banget " ujar Asya. " Hahaha dunia serasa milik berdua bagi mereka " bisik Darra. Darra dan Asya mempercepat langkah kakinya menuju kelas. ~~~ Farrah dan Deon, mereka adalah dua sejoli yang sudah banyak dikenal oleh anak-anak SMP Abdi Bangsa. Mereka sudah lama berpacaran, udah hampir 5 bulan mereka pacaran. Mereka di kenal bukan karena prestasi atau bakat mereka. Namun mereka dikenal karena kenakalan mereka. Deon Ananta Putra, guru-guru sudah muak dengan kelakuan Deon yang berani melawan apalagi pada guru yang usianya udah sepuh. Deon berani membentak, melawan, kabur dari kelas, tidak mengerjakan PR, Bakan merokok pun sudah menjadi hal wajar baginya dan banyak lagi kenakalan yang Deon lakukan. Bahkan, keluar masuk ruang BK karena saking banyaknya masalah pun udah menjadi pemandangan biasa di mata anak-anak yang lain. Mutiara Farrah Arisha, mungkin orangtuanya memberi nama mutiara karena menginginkan kelak Farra menjadi anak yang barharga seperti mutiara. Tapi aslinya, jauh dari itu. Meskipun masih 13 tahun Farrah sudah dijuluki sebagai tante. Banyak yang menyebut Farrah tante karena dandanannya yang sudah seperti tante-tante. Farrah adalah gadis yang suka dandan kalau disekolah. Dia juga sering mendapatkan teguran dari guru BK karena larangan memakai make up yang berlebih saat di sekolah. Membawa sisir, bedak, liptin, softlens ke sekolah adalah hal yang biasa menurutnya. Dari rumah dia sudah dandan dengan sangat menor bak Syahrini. Namun dia tetap membawa barang-barang yang tadi karena takut luntur saat siang hari. Saat diadakan razia, berkali-kali barang-barang Farrah di rampas dan Farra dikenai hukuman karena membawa barang yang tidak ada sangkut pautnya dengan pelajaran. Namun Farrah tidak kapok dan masih tetap membawa barang-barang itu. Sepertinya cocok-cocok aja mereka menjadi dua sejoli karena sama-sama sering keluar masuk ruang BK. Yang satu karena kenakalannya, yang satu karena membawa barang yang tidak sepantasnya. Ya doain aja supaya di antara mereka tidak ada yang berdusta. Sebenernya sifat asli Farrah itu baik kok. Cuma dandanannya aja kayak tante-tante. Tapi dia sama geng nya sok berkuasa aja disekolah mentang-mentang mereka cantik. Ehh cantiknya karena make up ya bukan alami wkwk. Farrah juga akrab dengan Darra dan Asya karena mereka satu ekskul. Mereka mengikuti ekskul jurnalistik. ~~~ Asya sibuk mondar-mandir dari tadi. Entah apa yang sedang Asya lakukan. Dan ternyata Asya sedang menagih uang kas. Ya gitu lah Asya jadi bendahara dan sering disebut preman kelas sama teman-teman karena saat menagih uang kas Asya sangat galak. Tapi cocok sih Asya jadi bendahara. "Pin liat nih kas lo nunggak banyak bayar sekarang, lo itu jadi cowok gak bertanggung jawab banget gimana mau jadi pemimpin yang baik kalo kas aja nunggak" ujar Asya memarahi Alfin. Alfin yang masih ngantuk langsung mengasihkan uang Rp. 20.000 kepada Asya supaya si Asya pergi dan gak ngomel lagi. "Nihh ambil semua sekalian sama yang besok-besok. Udah jangan berisik ganggu gue aja lagi ngantuk nihh habis begadang" ujar Alfin dan langsung melanjutkan tidurnya. "Nahh gitu kan ganteng" ujar Asya. "Cieee Asya ngatain Alfin ganteng, lo suka ya sama Alfin" ujar Intan. "Ihh tan apaan sih loh, gue tuh bersyukur banget kasnya si Alpin tuh dibayar lunas sampai minggu depan biasanya gara-gara dia doang gue sampai dimarahin sama Bu Lely. Lo tau sendiri kan Bu Lely kalo lagi marah kayak singa. Padahal yang nunggak kasnya Alpin yang dimarahin gue" curhat Asya. "Hahaha Asya Asya loh kok jadi curhat sih, nihh gue bayar kas gue ya sama kemarin bolong satu" ujar Intan "Ya gini kan enak gak pake marah- marah" ujar Asya. Tak lama kemudian bel masuk berbunyi. Asya yang menagih uang kas berhenti karena doa akan mulai. Asya duduk di samping Darra yang disibuk membaca novel. "Ra lo mah kalo lagi baca novel gue dicuekin" ujar Asya. "Apaan sih lo sya alay banget, ini juga mau ditutup udah doa nih jangan ngomong aja" ujar Darra. "Padalah lo yang ngomong" ujar Asya. Selesai doa, guru jam pelajaran pertama datang. Bu Siska guru IPA yang cantik banget. Bu Siska juga masih muda jadi orangnya friendly banget sama anak-anak. Anak-anak juga suka sama Bu Siska karena orangnya gak suka marah-marah dan kalo ngajar mudah dipahami. Jam berikutnya adalah matematika. Sepertinya banyak yang malas dengan pelajaran ini. Bukan dengan pelajarannya, tapi dengan gurunya. Mengapa dengan gurunya? Ya begitulah, namanya Pak Wahyu beliau adalah guru matematika dan yang tidak murid-muridnya suka adalah saat beliau menjelaskan. Pak Wahyu menjelaskan panjang lebar tanpa memperhatikan muridnya paham atau tidak dengan yang sudah dia jelaskan. Para muridnya pun tidak ada yang berani bertanya karena wajahnya sangat galak dan mahal senyum. ~~~ Pukul 14.15 bel pulang berbunyi. Seperti biasa Darra dan Asya keluar kelas menunggu yang lain keluar dulu. Darra dan Asya biasanya menunggu di koridor depan kelas sambil menunggu sahabatnya yang lain. Tak lama Meyka dan Naumi datang. Tinggal menunggu Rayya yang kelasnya paling jauh sendiri "Haduhh si Rayya nih kebiasaan banget deh suka buat kita nunggu. Apa gak bisa gitu jalannya dicepetin" ujar Naumi dengan emosi. "Ehh nau lo jangan gitu. Gitu-gitu si Rayya juga pegel kali jalan dari lantai 3" ujar Asya. "Tau nih si Naumi marah-marah aja lo PMS ya" ujar Darra. "Kaloo iyaa kenapa, sakit nih dari tadi" ujar Naumi. Tak lama kemudian Rayya datang. "Hello girls, Rayya yang cantik udah dateng" ujar Rayya dengan hebohnya. "Haduhh Rayya yang cantik, tau nggak sih kita ini nunggu dari tadi sampek lumutan tau disini. Liat tuh sekolah udah pada sepi" ujar Naumi. "Apa sih nau lo alay banget" ujar Rayya. "Udah-udah ahh ayo pulang gue laper" ujar Mayka. ~~~ Kalo pulang biasanya mereka lebih nyantai. Mereka mengayuh sepeda dengan pelan sambil menikmati angin jalanan. Saat sebelum lampu merah keadaan sangat-sangat macet. Mungkin sampai rumah mereka akan terlambat. Di saat kemacetan, mata Darra menangkap orang yang berpacaran sedang berboncengan. "Ra lo liatin apa sih" ujar Asya sambil mengagetkan Darra. "Ihh lo sya ngagetin, tuh liat bosen gue liatnya" ujar Darra memandang dua sejoli itu lagi. "Ngomong aja lo pengen kayak mereka ra" canda Asya. Darra tak menggubris perkataan Asya dan lanjut mengayuh sepedanya.
Terima kasih
Dukunglah penulis untuk menghadirkan kisah-kisah yang luar biasa untuk Anda
belanja dulu seratus hehh
05/04
0aku kembali
01/12/2024
0Good
09/02/2024
0Lihat Semua