Darra Naylazaara, gadis cantik yang masih duduk dibangku kelas 2 SMP. Gadis cantik yang masih polos dan belum mengenal cinta. Meskipun masih kelas 2 SMP, namun teman- teman Darra banyak yang sudah pacaran. Bahkan diantara mereka sudah ada yang berpacaran hampir satu tahun. Namun Darra tidak iri dengan mereka. Darra tidak mempermasalahkan dirinya tidak punya pacar, dia happy happy aja dengan keadaannya yang sekarang. Toh ya sahabat-sahabat Darra juga tidak punya pacar. Ya sama seperti Darra mereka single. Single ya kalo jomblo udah pernah pacaran. Benar gitu gak sih? Sahabat Darra cukup banyak, mereka adalah sahabat Darra dari SD yang kebetulan saat SMP mereka bersama lagi dengan Darra. Mereka adalah Naumi, Rayya, Asya, dan Meyka. Namun kelas mereka terpisah. Cuma Darra dan Asya yang satu kelas di kelas 8-D. Sedangkan Naumi di kelas 8-A, Rayya di kelas 8-J, dan Meyka di kelas 8-C. Diantara mereka kelas Rayya lah yang paling jauh yaitu di lantai tiga. Kadang si Rayya ngerengek ingin pindah kelas karena kelasnya yang jauh dari kelas sahabatnya membuatnya lebih lama menemui sahabatnya saat istirahat maupun saat mau pulang bersama. Namun ini kan sudah keputusan sekolah mana bisa Rayya pindah kelas. Bisa sih tapi harus ada pengganti yang mau bertukar posisi dengan Rayya. Itupun harus ada persetujuan dari wali kelas, kepala sekolah, dan BK. Ribet banget kan. Makanya si Rayya cuma bisa pasrah menerimanya. ~~~ Pagi yang cerah, Darra bangun pagi ketika mendengan alarmnya berbunyi. Pukul 04.50 Darra bangun. Darra sengaja mengatur alarmnya hampir jam 5 pagi karena Darra anaknya emang pemalas. Siapa nih yang kebiasaannya kalo bangun langsung ngecek hp? itu pun yang dilakukan Darra. Darra membuka WhatsApp dan banyak notif dari grup kelasnya. Ya biasalah anak-anak sering rame di grup kelas. Membicarakan tugas ataupun hal lainny. Namun saat itu mereka sedang bercanda lewat aplikasi chatting itu. Tidak sama seperti temanya yang lain Darra tidak suka komen di grup lebih baik sih kalo chat pribadi menurutnya. Karena menurutnya chat yang tidak penting di grup itu seperti sia-sia saja. Dan Darra baru komen di grup kelas kalo ada pengumuman atau tugas-tugas sih. Setelah sekiranya sudah tidak ada yang penting di hp, Darra ambil wudhu dan sholat subuh. Kebiasaan Darra bangun tidur adalah dia sholat subuh dulu lalu mandi karena menurutnya jika langsung mandi Darra akan kedinginan. Setelah menyelesaikan sholat subuh 2 rokaat Darra langsung mandi dan siap-siap untuk berangkat sekolah. Setelah siap dengan seragam dan perlengkapan sekolahnya Darra hendak berangkat sekolah tapi sebelumnya Darra mencari mama nya. "Mamaaaaa aku berangkat, mama dimana" teriak Darra. "Iyaa ra mama di dapur" balas mama. Darra menghampiri mamanya di dapur. "Ma aku berangkat" kata Darra. "Kamu gak sarapan dulu, itu ada nasi goreng udah mama buatin" mama menunjuk nasi goreng di atas meja. "Gak ma aku gak laper, mending aku jadiin bekal aja nanti aku makan di sekolah" Ujar Darra sambil mengambil tepak makan. Darra memang tidak suka sarapan terlalu pagi karena menurutnya giginya masih kaku untuk mengunyah. Nanti kalo perutnya sudah keroncongan baru Darra sarapan. Setelah mengambil bekalnya Darra berpamitan kepada mama dan papanya dan tak lupa Darra meminta uang saku. " Ma aku berangkat sangunya mana " ujar dara sambil menodongkan tangan. " Udah bawa bekal kok masih minta uang sih ra " canda mama sambil mengasih uang kepada Darra. " Ya kan buat jajan yang lain " ujar Darra sambil mencium tangan mamanya. Setelah itu Darra menghampiri papanya dan mencium tangan papanya juga "Belajar yang bener ya jangan jajan aja " ujar papa. " Iya pa. Yaudah aku berangkat assalamualaikum " ujar dara. " Waalaikumsalam " papa mama serempak. Darra mengambil sepedanya dan mengayuh sepedanya ke rumah Meyka karena Darra berangkat ke sekolah bersama sahabatnya. Kelima sahabat itu biasa berangkat sekolah bersama. Mereka membawa sepeda karena jarak dari rumah ke sekolah tidak terlalu jauh. Mereka juga sepakat naik sepeda supaya bisa besama-sama dan tidak merepotkan orang tua tentunya. Mereka biasa kumpul di rumah Meyka karena rumah Meyka lebih strategis karena lebih dekat dengan jalan raya. Di rumah Meyka sepertinya Darra yang pertama datang karena sehabatnya yang lain belum datang. Darra memanggil Meyka. Dan Mamanya Meyka menyuruh Darra untuk masuk. " Assalamualaikum Tante " ujar Darra pada mama Mayka sambil mencium tangannya. " Waalaikumsalam sana masuk ke kamarnya Mayka ra, masih siap-siap anaknya " ujar mama Meyka. " Mey lama banget lo siap-sianya " ujar Darra. " Ehh lo udah sampe ra, ini juga mau selesai. Lo kali yang kecepatan datengnya " balas Mayka. " Nggak ihh, orang udah jam segini kok " ujar Darra membela diri. " Lah buktinya yang lain belum dateng lo dateng duluan " balas Mayka. " Iya juga sih, udah lah mey sambil nemenin lo juga kok" ujar Darra. " Ihh siapa juga yang minta temenin " balas Mayka " Ohh oke gue ngambek nih, gue pulang nih " ujar Darra bercanda. " Alah gausah gitu, emang lo gak sekolah ' ujar Meyka sambil tertawa " kan becanda " jawab Darra. Di kamar Meyka, Darra dan Meyka menunggu sehabatnya yang lain tak lama kemudian mereka semua datang. Karena masih jam 05.50 mereka menunggu sebentar sambil bercanda dan menggosip. Biasalah ciwi-ciwi kan hobi banget kan ngerumpi wkwk. Sampai pukul 06.00 mereka baru berangkat. Mereka memang suka mepet untuk berangkat karena alasan males. Namun meskipun berangkat mepet mereka tidak pernah sekalipun terlambat. Tepat jam 06.00 mereka berangkat. Sebelumnya mereka berpamitan pada orangtua Meyka dulu. Mereka mengayuh sepeda cukup kencang jadi 15-20 menit sudah sampai sekolah dengan selamat dan tidak terlambat.
Terima kasih
Dukunglah penulis untuk menghadirkan kisah-kisah yang luar biasa untuk Anda
belanja dulu seratus hehh
05/04
0aku kembali
01/12/2024
0Good
09/02/2024
0Lihat Semua