logo text
Tambahkan
logo
logo-text

Unduh buku ini di dalam aplikasi

Chapter 6

Sore itu Ria sebenarnya ingin mengatakan sesuatu kepada Pearly tentang kondisi Risma di rumah sakit saat ini. Tapi, Ria mengurungkan niatnya saat ia menemukan Pearly menangis sendiri di kamar.
Ria tahu ini berat untuk seorang gadis dua puluh tahun , jika hal itu menimpa dirinya mungkin Ria tidak akan sekuat Pearly. Calon suaminya dan orang tuanya bahkan meninggalkan dirinya di saat dunia nyaris berhenti berputar.
Orang yang seharusnya menjadi rumah baginya tidak mau meminjamkan lengahnya untuk membantu Pearly keluar dari keterpurukan saat ini dia alami.
Tok...tok...tok.
Suara ketuan pintu membuat Pearly menghapus air matanya. Seharusnya ia tidak menangis lagi tapi karena saat itu ia harus pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kandungannya ia sedih karena uang miliknya hanya cukup untuk bayar sewa kamar, itupun termasuk biaya yang di bagi dua dengan Ria.
"Kamu menangis?"
"No, aku hanya kasian dengan bayi ku."
"Tapi kamu menangis?"
"Seseorang yang memilih tegar bukan berarti ia tidak boleh menangis, bukan?"
Ria tidak lagi bisa berkata apa-apa, ia memeluk Pearly yang rapuh. Pearly pun leluasa menumpahkan kesedihan yang ia rasakan selama ini.
Neva mendapatkan pesan dari Ria yang menyuruhnya untuk datang ke rumah sakit dan melihat siapa yang sedang sakit. Dengan langkah sedikit berlari Neva berjalan di koridor rumah sakit. Sesuai nomor ruangan yang Ria beritahu. Neva melihat siapa yang terbaring.
Neva tidak menyangka dengan apa yang terjadi di akhir tahun 2022 ini, sahabatnya di hadapkan dengan masalah yang cukup berat. Neva hanya bisa menangis tidak sanggup bila Risma tidak bisa di selamatkan.
Di tempat lain di saat Alex melaporkan apa yang sudah terjadi dengan gadis yang malam itu dia bawa kepada Reynaldi. Reynaldi tidak simpatik sama sekali tapi ia justru merasa kehilangan cara untuk dapat menemukan wanita yang malam itu bersamanya.
"Urus semua sampai dia sadar dari koma, aku membutuhkan sesuatu yang sepertinya sulit untuk ku cari tahu sendiri." Itulah alasan Reynaldi memberikan perawatan kepada Risma.
Sejak malam itu bayangan wanita yang tidur bersamanya tidak bisa lenyap dari pikirannya. Semua bertambah rumit saat Risma secara tidak langsung mengatakan kalau wanita itu bukan wanita yang menjual dirinya. Reynaldi semakin ingin bertemu dengan wanita itu.
Ia belum pernah merasa seperti yang ia rasakan saat ini, belum ada wanita yang menyita waktu dan pikirannya selain wanita itu. Setiap kali ia memikirkan tentang malam itu , Reynaldi selalu melukis wanita yang bersarang di kepalanya.
Jika sebelumnya ia tidak pernah tertarik terhadap seorang wanita entah kenapa ia bisa terpikat oleh seseorang yang baru sekali ia temui. Pria dewasa yang memiliki kehebatan seperti Reynaldi tentu memiliki pengalaman banyak dengan wanita lain tapi kenapa baru kali ini dirinya di sibukkan memikirkan seseorang gadis yang ia bahkan tidak tahu keberadaannya.
Sialnya, satu-satunya orang yang dapat ia andalkan saat ini sedang terbaring di rumah sakit. Wanita yang ia cari adalah Pearly, wanita yang malam itu ia renggut kesuciannya tanpa belas kasih. Reynaldi pikir hanya Pearly yang mampu membangkitkan gairahnya sejak bertahun lamanya ia tidak memiliki gairah dengan wanita cantik manapun.
Secara khusus ia meminta bawahannya untuk mencari tahu dimana Pearly berada tapi karena Pearly yang hanya berada di dalam kamar saja selama ini , melakukan aktivitas hanya saat malam hari. Pearly berhenti kuliah dan belum siap berinteraksi dengan orang banyak. Ia keluar hanya untuk mencari makan dan berolahraga.
Empat bulan telah berlalu tabungan Pearly semakin menipis ia harus bekerja untuk menyambung hidupnya, untuk biaya lahiran saja ia belum punya. Kini janin itu semakin besar dan tumbuh sehat di dalam perut Pearly. Selama empat bulan juga ia telah hidup tanpa orang tua, mereka juga seperti sudah melupakan keberadaan Pearly.
Pearly tahu semua bukan hal mudah tapi jika dia di takdirkan mati , Pearly ingin melahirkan bayinya ke dunia terlebih dahulu. Cinta tanpa alasan, benar , itu benar adanya. Pearly sangat menyayangi bayi yang ada di kandungannya. Kadang ia mengajaknya berbicara , mendengar musik bersama dan juga membaca buku cerita untuknya.
"Aku pulang."
Ria memperlihatkan apa yang ia bawa pulang untuk Pearly. Makanan dengan rasa pedas dan manis ia beli untuk wanita hamil itu. Akhir ini setelah memasuki trimester kedua Pearly sering lapar meskipun sudah makan banyak . Ria dan Neva sangat memperhatikan sahabatnya itu . Pearly akhir-akhir ini merasa merepotkan Ria. Ia merasa menjadi beban untuk sahabatnya.
Setelah makan bersama ponsel Pearly berdering dan ia pun mengangkatnya. Ternyata itu panggilan dari sebuah restoran yang meminta ia untuk bekerja sebagai tukang cuci piring. Gajinya akan di bayar perhari jadi jika ia tidak masuk bekerja secara otomatis ia tidak mendapatkan gaji. Pearly sudah mengatakan kalau ia adalah wanita hamil yang butuh pekerjaan. Karena memiliki pelanggan yang ramai restoran itupun menerima dirinya dengan syarat tidak akan bertanggung jawab atas apapun yang nantinya terjadi pada Pearly.
Pearly pun mulai bekerja keesokan harinya, sedangkan Reynaldi mulai melupakan sedikit tentang wanita yang membuat dirinya selalu tidak fokus dalam bekerja. Lima bulan adalah waktu cukup lama tapi ia tetap tidak mau menyerah. Meskipun ia tidak lagi menekan anak buahnya untuk mencari informasi tentang Pearly. Namun, di dalam pikirannya Pearly masih tetap ada. Hanya saja Reynaldi memilih untuk tetap fokus dengan pekerjaan yang setia hari menyita waktunya.
Di sebuah mall saat Pearly pulang bekerja, ia bermaksud untuk melihat pakaian bayi dan akan menabung untuk membelinya. Ia tidak sengaja bertemu dengan Antony dan Sheina di sana. Pearly yang memilih bersembunyi selama ini akhirnya bertemu juga dengan orang yang tidak ingin ia lihat. Pernikahan Antony dengan Sheina tidak menyakitkan baginya yang membuat sakit adalah ia terlalu percaya kalau Antony pria baik selama ini.
"Tidak menyangka akan bertemu dengan kamu di sini." Sapa Sheina terlebih dahulu.
"Saya juga tidak menyangka akan bertemu kalian." Jawab Pearly.
Sheina tersenyum sinis kepada Pearly saat melihat perutnya.
"Lihatlah sayang betapa wanita ini tidak memiliki harga diri, dia bahkan dengan bangga memamerkan perut buncitnya." Kata Sheina sinis.
Antony hanya diam dan menatap Pearly dengan tatapan tidak kalah sinis dengan Sheina.
" Aku tidak menyangka wanita seluruh dia bisa menipu, untungnya semua terungkap sebelum terlambat."
" Untung juga semua terjadi, akhirnya Mas Anton menikahi kamu, Seharusnya kamu berterima kasih kepada bayi ku , karenanya aku di tinggalkan oleh Mas Anton. Karena bayi ini juga Mas Anton memilih kamu. Jadi dia tidak menikahi kamu karena ia mencintai kamu." Pearly menjelaskan betapa beruntungnya wanita itu bisa menikah dengan Antony karena nasib buruk menimpa dirinya.
Dengan semua perkataan Pearly tadi membuat Sheina terdiam, semua benar adanya. Andai Pearly tidak hamil maka Sheina bukan siapa-siapanya Antony saat ini. Pearly pun pergi begitu saja meninggalkan Antony dan Sheina. Pearly yang buru-buru melintas di jalan membuat seseorang menekan rem mobilnya mendadak.
Seorang wanita hamil melintas dan orang yang di dalam mobil pun menekan klakson. Saat pria itu melihat ke arah samping betapa kaget ia melihat wanita yang ia cari kini berada tidak jauh darinya.

Komentar Buku (116)

  • avatar
    syaitsme

    smgt lg

    20/12

      0
  • avatar
    KanayaTania

    i like it!!

    01/11

      0
  • avatar
    YanaLusi

    bagus banget novelnyaa

    21/09

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru