Satu bulan menghilang dari kehidupan teman-temannya ternyata tidak mengubah apapun menjadi lebih baik. Kini bukan hanya ia kehilangan sahabat baik yang kayaknya seorang saudara, Risma juga terjebak dengan urusan yang sangat membuat ia menyesal dengan apa yang telah ia lakukan. Pearly sudah mengetahui kalau dirinya terlibat malam itu, parahnya karena dirinya lah Pearly sehancur saat ini. Risma mengingat kembali apa kejadian sebulan sebelum ia pergi ke luar Negeri untuk kesembuhan ibunya. FLASHBACK ON "Saya membawanya untuk Bapak ." Alex membawa Risma bertemu dengan Reynaldi . "Tinggalkan kami!" Perintah Reynaldi kepada Alex asistennya. Di sebuah ruangan di hotel Red Hilton Risma bertemu dengan bosnya tempat ia bekerja. Risma hanya karyawan panggilan yang masih berstatus pelajar. Risma terpaksa melakukan hal ini, saat ia mendengar pembicaraan Alex dengan seorang wanita di sebuah klub malam, Risma menawarkan diri kepada Alex untuk bertemu dengan Reynaldi. Risma sangat tahu rumor tentang Reynaldi, semua demi ibunya. Semua yang Alex bawa untuk bosnya dia tolak dan kini Risma, gadis dua puluh tahun yang sudah bekerja sebagai karyawan panggilan atau paruh waktu. "Berapa umur kamu?" Tanya Reynaldi sambil menyesap rokoknya. "Dua puluh tahun, seorang mahasiswa semester dua." Risma menjawab tanpa berani menatap wajah sang bos. " Tidak semua wanita yang menjual dirinya saya tiduri, kecuali dia perawan." Risma menelan ludahnya kasar, Risma tahu kalau Reynaldi memang bukan sembarang orang yang bisa di tipu atau di bodohi. "Bagaimana? Apa kamu masih perawan?" "Tidak!" Kata Risma berterus-terang. Masih menyesap rokoknya, Reynaldi mengambil beberapa lembar uang kertas dan meletakkannya di meja. " Ambil dan pergilah dari sini, ini untuk mu uang jajan di kampus." "Tapi Pak, sa...saya sangat membutuhkan uang." "Saya tidak dengan kamu, pergi atau saya usir secara tidak hormat." Reynaldi mulai menatap dengan sinis kepada Risma. "Saya tidak perawan tapi saya bisa untuk membawa gadis seperti yang Bapak mau, saya akan membawanya untuk Bapak." Janji Risma kepada Reynaldi. Reynaldi memilih wanita perawan karena ia menghindari penyakit kelamin yang menular. Begitulah caranya ia mendapat kebutuhan biologisnya tanpa harus memiliki hubungan spesial dengan seorang wanita. "Bawa dia untuk ku!" Risma kemungkinan menyanggupi dan membuat perjanjian dengan Reynaldi. Uang yang ia butuhkan akan di transfer setelah Reynaldi mendapatkan apa yang ia mau. Pria dewasa yang membutuhkan napkah biologis, Reynaldi mampu membayar berapa pun asalkan semua sesuai keinginannya. Di hari yang sama juga Risma dan ke tiga sahabatnya berencana untuk pergi ke klub malam. Awalnya Risma merencanakan semua untuk Ria, sayang Ria tidak minum terlalu banyak karena besoknya dia harus bekerja pagi hari. Neva juga adalah gadis perawan tapi saat Itu Neva terlalu banyak minum hingga muntah-muntah dan akhirnya di bawa ke rumah sakit. Tersisa hanya Pearly dengan kondisi mabuk berat tapi sepertinya efek alkohol hanya membuat Pearly mengantuk berat. Risma kemudian membawa Pearly ke sebuah hotel . Di kamar dimana sebelumnya ia bertemu dengan Reynaldi. FLASHBACK OFF Saat ini Alex kembali membawa Risma atas perintah Reynaldi. Di ruangan yang berbeda dari sebelumnya. Sepertinya ini adalah apartemen milik Reynaldi. Terlihat mewah nan Elegan. "Bawa dia lagi untuk ku!" Kata Reynaldi sambil mendekat. " Saya tidak bisa ,Pak." "Kenapa? Apa sebelumnya kamu menjebaknya untuk tidur dengan saya?" "Saya tidak punya pilihan lain , saya akan bertanggung jawab kepadanya." "Wah, hebat sekali kamu , setelah menghancurkan teman mu sendiri kini kamu ingin jadi seorang pahlawan." "Sebaiknya Bapak tidak mencari dia lagi karena dia tidak akan pernah menjual dirinya seperti saya, Saya pantas di hukum untuk ini." Reynaldi justru makin penasaran kepada Pearly setelah Risma mengatakan kalau dia tidak mungkin menjual dirinya seperti Risma. "Saya pikir saya tidak punya alasan untuk berlama-lama di sini, saya permisi Pak." Risma harus menemui Pearly lagi untuk mempertanggung jawabkan semua kesalahannya. Kini ibunya telah sembuh, hanya butuh pemulihan sedikit lagi. Pintu kamar Ria di ketuk dan Ria membuka pintu. Risma berdiri di depan pintu. Ria enggan mempersilahkan ia untuk masuk. Ria pun ingin menutup pintu tapi Risma mencegahnya. "Gue mohon Yak, berikan kesempatan terakhir Gue mau bicara sama Pearly." "Dia udah tidur, lagian dia juga ga akan mau bicara sama kamu Ris." "Pear..Pear...!" Pearly terbangun karena mendengar suara panggilan seseorang. Ia pun kemudian keluar kamar dan melihat Ria dan Risma sedang adu mulut. " Kamu tidak perlu buang waktu untuk bicara sama aku Ris, karena semua percuma. Sekalipun aku membunuh kamu dan bayi ini, semua tidak akan memperbaiki keadaan, bukan?" "Pear, setelah ibuku sembuh , aku siap untuk di laporkan ke polisi. Aku akan bertanggung jawab untuk semua ini, Pear." "Pergi!!" Kata terakhir dari Pearly tanpa melihat ke arah Risma. Ria pun menutup pintu dan Risma terpaksa pergi dengan air mata penyesalan. Risma kehilangan sahabat yang tidak pernah ia bayangkan semua akan terjadi kepada dirinya. Penyesalan yang dalam ia rasakan. Ini lebih menyakitkan daripada saat ia pertama kali kehilangan kesuciannya. Citt.....DaRrrrr..... Sebuah mobil berwarna hitam menabrak Risma saat ia sedang melintas di jalan . Risma terpental dan tidak sadarkan diri. Para saksi kejadian membawa Risma ke rumah sakit dan kejadian itu tidak jauh dari kontrakan Ria dan Pearly. Keesokan harinya saat para tetangga bercerita dan Ria pun mendengar cerita tentang seorang wanita yang di tabrak. Ciri-ciri yang mereka bilang sama seperti Risma . Mulai dari baju yang ia kenakan dan juga sandal yang tertinggal sebelah di lokasi kejadiannya. Ria langsung pergi ke rumah sakit tanpa memberi tahu Pearly, Ria tahu Pearly masih sangat sakit saat mengetahui kalau Risma terlihat malam itu. Bagaimana mungkin seorang yang paling dekat dengan mereka justru paling tega untuk menghancurkan teman sendiri. Alasannya adalah uang, Pearly tahu itu meskipun Risma tidak mengatakan hal itu padanya. Tapi, kenapa yang melakukan itu adalah sahabatnya sendiri? Hal itu yang membuat Pearly tidak bisa memaafkan Risma dengan mudah. Ria melihat dari luar, sebuah ruang yang berdinding kaca , tampak jelas Risma sedang terbaring dan keadaannya kritis. Risma mengalami koma sedangkan ibunya baru saja sembuh dari sakit jantung yang ia derita. Ria tidak tahu siapa penanggung jawab atas Risma , sedangkan ibunya belum mengetahui hal ini. Ria mengaku sebagai kerabat jauhnya dan hari ini Dia libur bekerja demi mengunjungi Risma di rumah sakit . Pengorbanan Risma untuk ibunnya memang sangat besar , untuk kesalahannya kepada Pearly mungkinkah tuhan sedang memberikan karmanya? Risma lemah tidak berdaya dengan selang oksigen di mulutnya. Tubuhnya terbaring kaku hanya suara mesin elektrokardiograf yang terdengar di dalam ruangan.
Terima kasih
Dukunglah penulis untuk menghadirkan kisah-kisah yang luar biasa untuk Anda
smgt lg
20/12
0i like it!!
01/11
0bagus banget novelnyaa
21/09
0Lihat Semua