logo text
Tambahkan
logo
logo-text

Unduh buku ini di dalam aplikasi

Chapter 2

Neva sudah bisa menelan makanan, kondisi tubuhnya mulai membaik, ini adalah hari kedua dia di rumah sakit, itu artinya sudah tiga malam sejak kejadian di hotel. Pearly dan Ria datang menjenguknya.
Saat mereka hanya bertiga di ruangan, Pearly mulai untuk bertanya kepada kedua sahabatnya.
"Aku dan Risma pulang duluan karena Neva masih ingin minum. Aku harus bekerja dan Risma juga ada kuliah pagi , bukan?" Kata Ria mengingatkan Pearly tentang malam itu dan saat mereka berdua tinggal berdua di bar.
Pearly mengiyakan apa yang Ria katakan tadi adalah benar. Lalu bagaimana dengan Neva yang mengirim pesan dan tiba-tiba sudah berada di rumah sakit?
Neva juga masih mengingat-ingat kejadian terakhir yang terjadi sebelum ia berada di rumah sakit.
"Aku meneguk minuman satu gelas lagi dan tiba-tiba aku ingin ke toilet, dan saat itu..." Neva mencoba mengingat apa yang terjadi selanjutnya.
Di saat bersamaan juga Pearly mengingat kalau ia meminum satu gelas minuman dan ia terbangun lalu menemukan dirinya di sebuah kamar hotel.
"Hiks..hiks..." Pearly tidak tahan untuk tidak menangis.
" Apa sebenarnya yang sudah terjadi ,Pear? " Ria dan Neva merasa curiga setelah Pearly menangis.
Pearly tidak bisa lagi berpikir jernih, ia takut kepada kedua orang tuanya. Bagaimana kalau calon suaminya tahu apa yang sudah terjadi.
Mungkin hidupnya akan berakhir hari ini juga jika ia jujur kepada semua orang. Pearly pulang tanpa berbicara sepatah katapun kepada Ria dan Neva. Setibanya di rumah ia langsung mengunci diri di kamar.
"Ayah pasti akan membunuh ku, hiks...hiks."
Tangisan Pearly hari ini menjadi tanda tanya bagi Ria dan Neva, sedangkan Pearly ia tidak lagi menjawab setiap panggilan dari sahabatnya,dia hanya mengunci diri di kamar.
Beralasan sakit, satu Minggu Pearly hanya di dalam kamar .Sepuluh hari setelah kejadian itu Pearly memutuskan untuk menghadapi apapun kenyataan hidupnya, tanpa gairah hari ini ia pergi ke kampus. Kedua orang tuanya yang biasanya bekerja sudah meninggalkan rumah di pagi hari sebelum Pearly keluar kamar.
Setibanya di kampus Ria dan Neva seperti biasa menunggu di halaman kampus, tempat biasa mereka berempat kumpul bareng.
"Pear, aku menghawatirkan mu." Neva mencoba meraih tangan sahabatnya tanda ia peduli dengan apapun yang sahabatnya itu alami saat ini.
"Pear, kalo engga mau cerita juga engga apa-apa, gue udah seneng liat elu balik lagi ke kampus." Ria dan Neva masih bingung tapi mereka tidak ingin memaksa.
"Aku perlu bertemu dengan Risma." Pearly tidak melihat sahabatnya yang satu itu semenjak kejadian di hotel.
"Risma titip salam buat kalian, udah seminggu ini ia menemani ibunya ke luar Negeri untuk operasi jantung. Sebuah yayasan peduli kanker memberikan biaya gratis untuk ibunya berobat ." Ria menyampaikan kabar baik dari Risma.
Pearly menatap kosong dan tidak berdaya sama sekali saat mereka bertiga duduk di kantin.
"Aku engga tahu harus cerita ke kalian darimana, aku juga tidak yakin ini benar-benar terjadi. Aku berharap ini tidak pernah terjadi." Akhirnya Pearly bicara dengan air mata berkaca-kaca .
Neva dan Ria saling berpandangan, kemudian menatap ke arah Pearly bersamaan.
"Malam itu aku tidak tidur di rumah, aku juga tidak bersama kalian, aku takut. Aku takut karena saat aku terbangun pemandangan di kamar itu..." Pearly menangis.
Neva menghampirinya dan mengusap pundak sahabatnya. Dia masih bingung belum bisa mencerna apa yang baru saja Pearly katakan.
"Aku tidak tahu akan bagaimana setelah ini, aku takut !" Pearly makin menangis.
"Kalian tahukan kalau dua Minggu lagi pernikahan aku sama Antony akan di laksanakan?"
"Apa maksud kamu dia adalah seorang pria?" Ria mulai paham dari apa yang Pearly bicarakan.
"Iya, tapi aku tidak tahu dia siapa."
Neva tidak kalah kagetnya, itu artinya Pearly sudah tidak perawan lagi. Sedangkan pernikahannya dengan Antony dua Minggu lagi.
Tanpa kata-kata lagi Ria dan Neva memeluk sahabatnya. Mereka semua tahu siapa ayah Pearly, demi keinginan mereka untuk menikahkan Pearly dengan anak rekan kerjanya, Pearly harus rela mengorbankan masa depannya. Untunglah Antony pria baik-baik yang tulus sehingga Pearly menerima lamarannya.
Kedua orang tua Pearly mengatakan kalau cinta itu tumbuh seiring waktu berjalan yang terpenting seorang laki-laki itu bertanggung jawab atas wanitanya. Pearly pun sudah enam bulan melakukan pendekatan dengan Antony. Sejauh ini semua baik, Antony baik, keluarganya baik, tapi bagaimana dengan semua yang telah Pearly lakukan.
Tidur dengan pria lain artinya ia telah mengkhianati Antony . Pearly merasa bersalah dan tidak pantas untuk pria baik seperti Antony. Haruskah Pearly jujur dan menerima semua resikonya atau ia hanya diam saja. Bagaimana jika Antony menanyakan setelah mereka menikah? Hubungan yang di awali dengan kebohongan tidak mungkin berakhir baik. Pearly takut pernikahannya dengan Antony justru membuat dirinya menjadi terus-menerus merasa bersalah.
"Aku tidak bisa melanjutkan semua sampai ke pernikahan , aku tidak sanggup membohongi Antony."
"Tapi Pear, kalau kamu jujur juga dia akan tetap kecewa, dan keluarga kamu bagaimana?" Ria membuat Pearly semakin frustasi.
Apapun saran dari temannya, keputusan dirinya yang tetap akan memenangkan semua. Pearly tidak ingin mengingat apapun tentang malam itu, Pearly memutuskan untuk tetap menikah dengan Antony.
Dari awal ia sudah mengambil keputusan untuk menuruti permintaan orang tuanya. Antony adalah pria baik yang memang sudah kedua orang tuanya pilihkan untuk dirinya.
Di lain tempat, Reynaldi mengamati foto yang anak buahnya dapatkan. Sepertinya wanita itu tidak mau lagi bekerja sama dengannya. Semua ini membuat Reynaldi sedikit emosi tapi dia tetap tenang.
Jika sebelumnya ia datang untuk meminta bantuan maka Reynaldi juga bisa membuat wanita itu datang dalam keadaan apapun.
"Dimana dia tinggal?"
"Hanya beberapa meter dari pabrik, tapi dia sudah mengundurkan diri seminggu yang lalu ,Pak."
"Beritahu aku jika ia kembali!"
Alex sang asisten hanya mengangguk menyanggupi perintah bos nya.

Komentar Buku (116)

  • avatar
    syaitsme

    smgt lg

    20/12

      0
  • avatar
    KanayaTania

    i like it!!

    01/11

      0
  • avatar
    YanaLusi

    bagus banget novelnyaa

    21/09

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru