logo
logo-text

Unduh buku ini di dalam aplikasi

Bab 6 Enam

Pagi ini Aura sudah disibukkan membuat kue pesanan Ibu Tyas. Setelah mandi dan sholat Subuh Aura langsung membuat kue sisanya termasuk kue tart, karena tadi malam Aura sudah membuat kuenya jadi pagi ini Aura hanya tinggal membuat sebagian kuenya termasuk kue tart. Apalagi pesanan kuenya harus diantar sebelum jam 11 siang. 
Tepat jam 8 pagi Aura sudah menyelesaikan semua pesanan kuenya ibu Tyas dan siap-siap untuk mengantar pesanan kuenya ke rumah ibu Tyas. Setelah berganti pakaian dan sedikit dandan Aura langsung memesan taksi online untuk membawa semua pesanan kue dan kue tart miliknya ibu Tyas.
Untung saja jalanan tidak begitu macet karena rumahnya ibu Tyas jauh dari rumahnya. Tepat jam 10 pagi Aura sudah sampai di rumahnya ibu Tyas. Aura tidak mau sampai terlambat yang berarti nantinya mengecewakan ibu Tyas.
"Alhamdulillah mbak Aura sudah datang", sahut ibu Tyas dengan nada dan wajah bahagia karena jujur ibu Tyas takut Aura tidak bisa datang tepat waktu dengan membawa semua kue pesanannya termasuk kue tart apalagi mengingat pesanannya yang lumayan banyak dan Aura kerja sendiri tanpa bantuan siapapun
"Iya bu, ini semua pesanannya termasuk kue tartnya", sahut Aura. Aura dibantu oleh pelayan-pelayan dari ibu Tyas untuk membawa semua pesanan kuenya ke dalma rumah.
"Terima kasih banyak mbak Aura. Total semuanya berapa ya. Kemarin aku baru DP lima ratus ribu", sahut ibu Tyas
"Sama-sama bu. Kurangnya jadi satu juta lima ratus ribu bu", sahut Aura sambil memberikan nota kepada ibu Tyas
"Oke, sekarang juga aku transfer ya mbak Aura", sahut ibu Tyas langsung mentransfer sisa pembayarannya lewat handphonenya
"Terima kasih banyak bu, sudah masuk uangnya", sahut Aura dengan nada dan wajah bahagia
"Sama-sama mbak Aura", sahut ibu Tyas
Kemudian Aura pun langsung keluar dari rumahnya ibu Tyas. Di luar rumahnya ibu Tyas Aura siap-siap mau pesan taksi online untuk kembali ke rumah kontrakannya.
"Aura!!", teriak sebuah suara dan saat membalikkan badan betapa kagetnya Aura melihat mantan mama mertuanya berada di sana. Aura baru sadar kalau ini adalah kompleks perumahan mantan mama mertuanya. Padahal Aura pernah ke sini untuk mengantar pesanan kue ibu Tyas tetapi tidak pernah bertemu dengan mantan mama mertuanya tetapi kali ini harus bertemu dengan mantan mama mertuanya.
"Tante Laras, gimana kabarnya?", tanya Aura sambil tersenyum
"Kok panggilnya tante sih Aura, kenapa nggak mama. Biarpun kamu bukan menantu mama lagi tetapi mama sudah anggap kamu sebagai anak sendiri jadi tetap manggilnya mama ya. Mama baik-baik saja Aura seperti yang dapat kamu lihat. Kamu sendiri gimana kabarnya Aura? Kenapa kamu ganti nomor Aura? Jadi saja mama tidak bisa menghubungi kamu. Padahal mama butuh teman ngobrol seperti dulu saat kamu masih tinggal sama mama, Aura", sahut Laras. Memang setelah keluar dari rumah mama mertuanya, Aura mengganti nomor handphonenya dan hanya memberitahukan nomor handphone barunya sama keluarga, sahabat dan customer-customernya saja. Aura sengaja ingin menghapus kenangan buruknya berada di rumah mantan mama mertuanya tersebut.
"Aku baik-baik saja tante. Maaf tante aku tidak bisa memanggil tante dengan sebutan mama rasanya tidak pantas. Jadi lebih enak manggilnya tante saja. Iya tante, aku mengganti nomor handphone aku", sahut Aura
"Aura, apakah kamu membenci mama?! Mama berani bersumpah Aura kalau mama tidak tahu Dimas adalah gay. Kalau mama tahu juga pasti tidak akan menikahkan kamu dengan Dimas. Mama betul-betul menyesal Aura. Kamu adalah anak baik Aura dan tidak sepantasnya Dimas menyakiti hati kamu, Aura. Selain itu Dimas sekarang sudah tidak tinggal lagi di rumah mama Dimas memilih pindah dan tinggal di apartemen pacar cowoknya, Aura", sahut Laras
"Oh gitu, bagus deh tante kalau Dimas sekarang tinggal bersama pacar cowoknya", sahut Aura
"Berarti saat aku bertemu Dimas di supermarket mall itu maka Dimas sudah tinggal bareng di apartemen dengan pacar cowoknya itu. Betul-betul menjijikkan", sahut Aura dalam hati. Aura tidak menyangka kalau Dimas mantan suaminya itu sudah tinggal satu apartemen dengan pacar cowoknya.
"Mama yakin kamu pasti sangat membenci Dimas ya Aura", sahut Laras
"Benci tidak sih tetapi sakit hati tante. Kalau dari awal aku tahu Dimas itu gay dan tidak mencintai aku maka aku tidak akan menerima perjodohan itu tapi kami berdua khan tidak langsung menikah melainkan pacaran dulu dan waktu pacaran Dimas sangat perhatian padaku tetapi semua berubah saat menikah dan tante tahu setiap pagi aku memasak sarapan buat Dimas tetapi tidak pernah dimakan sama sekali sama Dimas", sahut Aura
"Iya mama tahu. Mama dan kamulah yang makan sarapan itu. Mama betul-betul minta maaf atas nama Dimas, Aura. Mama betul-betul menyesal telah menikahkan kamu dengan Dimas. Sekali lagi mama katakan kalau mama betul-betul tidak tahu kalau Dimas itu gay", sahut Laras dengan nada dan wajah menyesal
"Buat apa tante yang minta maaf. Seharusnya Dimaslah yang minta maaf sama aku. Khan itu bukan salah tante. Maaf tante aku mau pulang dulu, kebetulan taksi online aku sudah datang", sahut Aura
"Aura boleh mama minta nomor handphone kamu? Mama pernah coba minta sama mama kamu tapi tidak dikasih dan mama kamu sampai sekarang masih menjauh dari mama", sahut Laras masih dengan nada dan wajah menyesal
"Maaf tante tidak bisa. Aku duluan ya tante", sahut Aura yang langsung masuk ke dalam taksi onlinenya. Bukan bermaksud jahat sama mantan mama mertuanya yang selalu baik terhadap dirinnya tetapi Aura benar-benar ingin menutup buku soal masa lalu kegagalan pernikahannya. Aura ingin menata kehidupannya tanpa ada embel-embel masa lalunya.
Sungguh miris pernikahannya yang gagal karena suaminya adalah gay dan mantan mertuanya sama sekali tidak tahu putra mereka gay. Aura tidak habis pikir bagaimana mantan mertuanya mendidik putranya sampai bisa-bisanya putranya menjadi gay. Apalagi mantan mertuanya Aura itu sangat paham akan agama. Apalagi mantan mama mertuanya yang sangat rajin datang ke pengajian bersama dirinya.
Berbeda ketika berangkat jalanan sangat bersahabat tetapi saat pulang malah jalanan sangat macet. Untuk mengusir kebosanan Aura memutuskan membaca novel online yang ada di handphonenya sambil mendengarkan musik.
Jujur saat ini hati Aura sakit lagi setelah bertemu dengan mantan mama mertuanya. Memang Aura tidak membenci mantan mama mertuanya tersebut tetapi tetap saja Aura sakit hati kalau ingat kegagalan pernikahannya. Apalagi hari itu Aura secara tidak langsung diusir dari rumah itu setelah suaminya saat itu menjatuhkan talak padanya hanya gara-gara Aura membaca chat handphone suaminya.

Komentar Buku (5)

  • avatar
    LatipHikam

    itulah perjuangan cinta

    02/06

      0
  • avatar
    Ahmad Ajjha

    bagus alur ceritanya

    27/05

      0
  • avatar
    sundasunda

    gacor

    27/05

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru