Endang hanya bisa diam mendengar kata-kata Aura putrinya ini karena memang benar apa yang dikatakan Aura kalau dulu dirinya menjawab seperti itu terhadap ketiga anaknya saat bercerai. "Lalu apa yang mau kamu lakukan Aura? Apakah kamu akan tinggal sama mama?", tanya Endang menatap mata putri bungsunya ini "Tidak ma. Aku tidak akan mengganggu keluarga baru mama", sahut Aura sambil tersenyum. Memang mamanya Aura sudah menikah lagi berbeda dengan papanya Aura yang masih hidup sendiri. Walaupun mamanya Aura tidak memiliki anak dari suami barunya tetapi tetap Aura tidak enak tinggal di rumah itu apalagi anak bawaan suami baru mamanya tinggal di situ juga. Belum lagi rumah itu adalah rumah suami baru mamanya. Aura tidak mau menumpang hidup sama keluarga baru mamanya. "Kamu ngomong apa sih Aura. Kamu tuh anak mama dan kamu berhak tinggal di sini juga sama seperti anak bawaan dari papa Zaenal", sahut Endang "Makasih ma tetapi aku sudah mengontrak rumah walaupun kecil tetapi nyaman", sahut Aura sambil tersenyum menenangkan mamanya "Kamu ngontrak rumah Aura?! Yang benar saja Aura. Kamu khan belum ada kerjaan tetap Aura, kok nekad mengontrak rumah sih!!", sahut Endang mengomel karena Endang tidak habis pikir jalan pikiran Aura dimana Aura belum memiliki pekerjaan tetap dan hanya bekerja sebagai MUA dan itu tidak pasti begitu juga jualan kue yang juga tidak sering mendapatkan pesanan. Endang sangat khawatir dengan kehidupan putri bungsunya setelah bercerai walaupun selama ini Aura sudah terbiasa hidup sendiri pasca dirinya bercerai dengan papanya Aura. "Iya ma. Mama tenang saja rumah yang aku kontrak juga kecil dan uang kontrakannya juga tidak besar jadi aku masih sanggup membayarnya", sahut Aura masih sambil tersenyum. Aura tahu dan paham kalau mamanya sangat mengkhawatirkan dirinya tetapi Aura adalah gadis yang kuat dan mandiri dari kecil yang tidak pernah bergantung sama siapapun. "Tapi kamu khan belum memiliki penghasilan tetap Aura. Atau mama akan transfer kamu uang ya buat bantu kamu bayar rumah kontrakannya", sahut Endang "Tidak usah ma. Mama tenang saja ya, aku bisa memenuhi kebutuhan hidupku. Kalau begitu aku pulang dulu ya ma karena aku ada pesanan kue. Aku ke sini hanya mau mengambil akte cerai aku saja", sahut Aura sambil mengambil akte perceraian dirinya dan Dimas dari tangan mamanya. Bagaimana mungkin Aura minta mamanya mentransfernya sejumlah uang sedangkan mamanya tidak bekerja dan papa tirinyalah yang menafkahi mamanya tersebut yang berarti uang yang ditransfer mamanya itu adalah uang papa tirinya dan hal itu yang tidaj diinginkan oleh Aura. "Ya sudah, tapi kamu janji ya sama mama kalau kamu kekurangan uang jangan malu-malu untuk kabarin mama ya atau kamu bisa minta bantuan mbak dan mas kamu. Jangan kamu tanggung sendiri. Mama jadi merasa bersalah sama kamu sudah menjodohkan dengan Dimas karena ternyata Dimas tidak sebaik yang mama kira dan kalian berdua malah bercerai", sahut Endang dengan nada dan wajah menyesal sudah menyakiti hati putri bungsunya "Ma, perceraian aku dan Dimas bukan salah mama. Ini murni keputusan aku dan Dimas seperti yang aku bilang sama mama karena perbedaan pendapat yang sudah tidak bisa disatukan lagi jadi bukan salah mama", sahut Aura menenangkan mamanya "Tapi tetap saja mama yang ambil andil menjodohkan kamu dengan Dimas, Aura", sahut Endang masih dengan nada dan wajah menyesal terhadap putri bungsunya "Sudahlah ma. Tidak usah bahas itu lagi ya. Sekarang aku sudah bahagia dengan apa yang aku lakukan ma jadi sekali lagi aku bilang sama mama tidak usah khawatir ya. Aku pulang dulu ya ma", sahut Aura dan kemudian Aura pun pulang dari rumah mamanya dan kembali ke rumah kontrakannya dengan membawa akte perceraian dirinya dan Dimas. Flashback Off Kini Aura sudah sampai di rumah kontrakannya selesai berbelanja. Aura mulai mengatur barang-barang yang dibeli. Ketika Aura selesai mengatur barang-barang dan hendak mandi dan berganti pakaian. Maklum saja tubuhnya sudah lengket karena seharian ini Aura berada di luar. Dari bertemu kakak perempuannya hingga belanja di supermarket. Ketika Aura mau mengambil pakaian ganti tiba-tiba handphonenya berbunyi dan itu berasal dari konsumen langganannya. "Halo mbak Aura", sahut Ibu Tyas "Halo bu Tyas. Ada yang bisa dibantu bu", sahut Aura "Mbak Aura, aku mau pesan kue dong buat ulang tahun cucuku dua hari lagi bisa khan", sahut Ibu Tyas "Tentu saja bisa dong bu Tyas. Memang bu Tyas mau pesan kue apa?", tanya Aura dengan nada bahagia. Aura tidak menyangka kalau bakal mendapatkan rezeki mendadak seperti ini. Memang Allah tidak pernah putus memberikan rezeki sama kita sebagai manusia selama kita rajin berdoa dan berusaha. "Aku mau pesan kue tart bergambar princess sama kue-kue lainnya yang disukai sama bocah-bocah dan nanti aku chat mbak Aura ya biar mbak Aura tidak lupa sekalian nanti aku transfer untuk DP nya ya mbak", sahut ibu Tyas "Baik bu", sahut Aura masih dengan nada bahagia "Kalau kue tart berapa ya harganya mbak?", tanya ibu Tyas "Tergantung ukurannya bu. Mau yang kecil, sedang atau besar", sahut Aura "Besar mbak Aura karena yang diundang lumayan banyak", sahut ibu Tyas "Sekitar 500 ribuan bu tetapi nanti saya chat ibu untuk harga pastinya sekalian kue-kue lainnya yang mau ibu pesan karena saya takut salah", sahut Aura "Siap mbak Aura tetapi mbak Aura bisa khan selesaikan dalam dua hari? Soalnya lumayan banyak yang saya pesan", sahut ibu Tyas "Insya Allah bisa bu lagipula saya juga lagi tidak ada pesanan kue kok bu jadi saya bisa melakukannya", sahut Aura "Syukurlah kalau begitu. Ya udah makasih banyak ya mbak Aura dan nanti aku langsung chat kue-kue lainnya", sahut ibu Tyas "Saya yang harusnya makasih sama ibu Tyas yang selalu mesan kue di saya", sahut Aura "Soalnya kue buatan mbak Aura tuh enak tidak kalah dengan kue yang dijual di toko kue. Selain itu kue buatan mbak Aura juga tidak mahal jadi aku tambah suka", sahut ibu Tyas "Sekali lagi makasih ya bu Tyas", sahut Aura "Sama-sama mbak Aura", sahut ibu Tyas Selesai bertelponan dengan ibu Tyas, AUra melanjutkan kegiatannya yang tadi sempat tertunda yaitu mengambil pakaian dan mandi habis itu baru membaca chatnya ibu Tyas soal pesanan kuenya untuk mencatatnya untuk nanti Aura cek apakah bahan-bahannya masih ada atau tidak karena kalau sudah habis mau tidak mau Aura harus belanja apa saja bahan-bahan yang habis.
Terima kasih
Dukunglah penulis untuk menghadirkan kisah-kisah yang luar biasa untuk Anda
itulah perjuangan cinta
02/06
0bagus alur ceritanya
27/05
0gacor
27/05
0Lihat Semua