logo text
Tambahkan
logo
logo-text

Unduh buku ini di dalam aplikasi

Bab 7 Tujuh

Setelah Perth mengetahui kalau Saint adalah yatim piatu membuat Perth merasa bersalah atas perkataan dan sikapnya yang kasar sama Saint. Padahal semua ini juga bukan salah Saint. Pasti Saint juga terpaksa menerima pernikahan ini. Perth berjanji dalam hati kalau tidak akan berkata dan bersikap kasar lagi Saint.
Hari ini Perth sengaja bangun pagi untuk masak makanan. Sebenarnya Perth bisa masak tetapi lebih ke makanan Eropa dan bukan makanan Thailand.
Betapa kagetnya Saint saat melihat Perth sedang berada di dapur.
"Selamat pagi Saint. Duduklah, aku sudah masak makanan untuk kita berdua", sahut Perth dan itu membuat Saint kaget mendengarnya. Apakah Saint tidak salah dengar dengan apa yang dikatakan Perth kalau Perth sudah masak makanan untuk mereka berdua.
"Kok kamu malah bengong Saint. Duduklah di kursi karena makanan sudah siap", sahut Perth lagi dan kemudian Perth menaruh makanan yang dia masak yaitu spaghetti bolognise andalannya untuk ditaruh di atas meja makan sedangkan Saint masih diam saja. Apakah boleh kalau Saint makan makanan yang sudah disiapkan oleh Perth ini. Bukannya Perth bilang kalau Saint tidak boleh menyentuh apalagi makan apapun yang ada di rumah ini.
"Kok kamu masih bengong saja sih Saint. Ayo makan, nanti keburu dingin. Kamu tahu ini adalah makanan andalan yang bisa aku masak", sahut Perth sambil tersenyum dan itu membuat Saint terpesona karena baru kali ini Saint melihat senyumannya Perth
"Ini beneran boleh aku makan Perth?", tanya Saint dengan nada lirih
"Tentu saja dong Saint. Khan makanan ini aku masak memang untuk dimakan dan bukan dilihatin saja Saint", ujar Perth masih sambil tersenyum
"Makasih Perth", sahut Saint
"Sama-sama Saint", sahut Perth dan kemudian mereka berdua makan dalam keterdiaman
"Gimana enak nggak? Aku hanya bisa masak makanan Eropa Saint dan tidak bisa masak makanan Thailand", sahut Perth
"Enak Perth. Aku tidak menyangka kalau kamu bisa masak Perth dan ini enak", sahut Saint sambil tersenyum
"Syukurlah kalau kamu suka Saint. Ohya, nanti kamu berangkat kerja bareng aku saja ya dan pulang kerja nanti aku juga akan jemput kamu", sahut Perth
"Makasih atas tawarannya Perth tetapi aku bisa berangkat sendiri. Aku tidak mau merepotkan kamu Perth", sahut Saint dengan nada pelan. Saint memutuskan tidak akan percaya lagi dengan semua omongan Perth. Saint tidak mau berharap lagi sama Perth dengan apa yang sudah dilakukan sama Perth.
"Kamu sama sekali tidak merepotkan aku Saint. Jadi nanti kamu berangkat sama aku saja ya dan nanti pulang aku jemput ya sekalian nanti kita berdua makan di luar", sahut Perth sambil tersenyum dan itu membuat Saint terdiam. Jujur Saint sangat terpesona setiap Perth tersenyum seperti ini tetapi Saint tidak mau terlalu berharap apalagi Saint tahu kalau Perth adalah cowok normal bukan gay seperti dirinya. 
"Terima kasih Perth tetapi nanti pulang ada yang jemput aku jadi kamu tidak usah jemput aku ya", sahut Saint dan itu membuat Perth penasaran dengan siapa yang akan jemput Saint
"Siapa yang akan jemput kamu Saint? Jangan bilang yang jemput adalah pacar kamu Saint", sahut Perth
"Pacar? Hahahahaha, aku tidak punya pacar Perth. Siapa yang mau sama anak yatim piatu seperti aku ini", sahut Saint sambil tersenyum
"Terus siapa yang jemput kamu Saint?", tanya Perth karena jujur Perth sangat penasaran siapa yang menjemput Saint
"Sahabat aku", sahut Saint singkat
"Cowok atau cewek?", tanya Perth sambil menatap tajam matanya Saint dan itu membuat Saint heran dan bukannya takut karena heran dengan sikapnya Perth
"Memang penting ya kamu harus tahu Perth", sahut Saint
"Haruslah Saint!! Aku ini adalah suami kamu dan aku harus tahu siapa saja sahabat kamu!!!", sahut Perth dengan nada dan wajah tegas dan itu membuat Saint tambah heran dengan sikap Perth seperti ini
"Sahabat aku cowok Perth dan namanya Earth. Sudah ah, aku mau siap-siap ganti baju, takut terlambat", sahut Saint
"Iya, aku akan mengantar kamu ke rumah sakit dan soal sahabat kamu itu bilang sama dia kalau tidak usah jemput kamu karena aku yang akan jemput kamu", sahut Perth lagi-lagi dengan nada dan wajah tegas
"Lihat nanti Perth. Aku tidak mau merepotkan kamu Perth. Sudah ah, aku mau siap-siap dulu", sahut Saint yang langsung menuju ke dalam kamar. Di dalam kamar Saint chat Earth untuk mengantarnya ke rumah sakit untuk bekerja karena Saint tidak mau merepotkan Perth apalagi sampai bergantung sama Perth karena cukup sekali Saint bergantung sama Perth dengan percaya kalau Perth akan menjemputnya tetapi kenyataannya tidak sama sekali Perth tidak menjemputnya.
Selesai beganti pakaian Saint keluar dari kamarnya dan tampak Perth sedang sibuk menelpon dan entah menelpon sama siapa karena Saint sama sekali tidak peduli. Bahkan saat Saint keluar rumah pun Perth sama sekali tidak menyadarinya.
Kemudian Saint langsung turun ke bawah tepatnya ke lobi apartemen karena Earth sudah menunggunya. 
"Saint!!! Saint!!!", teriak Perth saat selesai menelpon dengan Fluke. Memang Perth kalau sedang menelpon dengan Fluke selalu serius.
"Kemana perginya Saint?! Tidak mungkinkan Saint sudah pergi begitu saja", sahut Perth. Tadinya Perth ingin menelpon Saint tetapi Perth baru ingat kalau tidak memiliki nomor handphonenya Saint. Akhirnya Perth memutuskan pergi ke rumah sakit tempat Saint bekerja sebelum pergi ke perusahaannya karena Perth ingin bicara dengan Saint atas kesalahannya ini. Ini sudah dua kali Perth mengingkari janjinya.
"Saint, tumben kamu minta aku untuk mengantar kamu ke rumah sakit. Biasanya juga kamu pergi sendiri", sahut Earth saat mereka berdua di dalam mobil. Mobil ini sebenarnya adalah milik Saint yang digunakan Earth untuk mengurus semua kegiatan Saint. Memang hanya dirinya dan kantor penerbitan yang tahu siapa sosok Ashira sebenarnya sedangkan untuk semua acara Saint yang lain diurus oleh Earth. Saat acara fans meetingpun Saint selalu menggunakan topeng agar orang-orang tidak mengenali dirinya. Memang Saint belum mau mengungkapkan jati dirinya.
"Tadi Perth mau mengantar aku, Earth", sahut Saint
"Apa!!! Perth mau mengantar kamu?! Aku tidak salah dengar khan Saint", sahut Earth
"Sama sekali tidak Earth. Bahkan nanti sore Perth mau menjemput aku. Nanti sore kamu jemput aku ya Earth", sahut Saint
"Siap Saint, tetapi ngomong-ngomong ada angin apa Perth antar jemput kamu sih Saint secara kemarin-kemarin khan Perth begitu membenci kamu Saint. Bahkan kamu dikasih kamar penuh debu seperti itu", sahut Earth
"Entahlah Earth. Aku sama sekali tidak peduli dan aku juga tidak mau berharap sama Perth", sahut Saint
"Iyalah Saint, ngapain kamu berharap sama orang seperti Perth. Satu lagi jangan sampai kamu jatuh cinta sama orang kayak Perth", sahut Earth dan itu membuat Saint terdiam karena sebenarnya Saint mencintai Perth saat pandangan pertama begitupula saat ini walaupun Perth sudah menyakiti hatinya
"Saint, kamu kok diam. Jangan bilang kamu mencintai Perth", sahut Earth
"Nggaklah Earth. Tidak mungkin aku mencintai orang kayak Perth", sahut Saint bohong
"Baguslah Saint. Awas saja kalau kamu sampai cinta sama makhluk yang bernama Perth itu", sahut Earth dengan nada dan wajah emosi
"Tenang saja Earth. Aku tidak akan pernah mencintai Perth", sahut Saint lagi-lagi bohong

Komentar Buku (4)

  • avatar
    PhoneCity

    apa nih kelanjutan judul nya.. dan cari nya gimana

    05/05

      0
  • avatar
    Keysha Azza

    yah kapal karam

    18/04

      0
  • avatar
    HumairahIpaaa

    bagus

    07/04

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru