logo text
Tambahkan
logo
logo-text

Unduh buku ini di dalam aplikasi

Bab 5 Lima

"Aku tidak bisa menjawab sekarang mae", sahut Perth
"Kenapa Perth? Apa yang membuat kamu tidak bisa langsung memenuhi permintaan mae?", tanya maenya Perth
"Anu mae", sahut Perth. Sebenarnya Perth ingin langsung menolak keinginan maenya itu tetapi melihat kondisi maenya Perth seperti ini maka Perth tidak tega langsung menolaknya.
"Anu apa Perth? Apa hanya karena nak Saint adalah seorang cowok jadi kamu merasa jijik untuk menikah dengan nak Saint", sahut maenya Perth sambil menatap tajam matanya Perth
"Tidak mae. Bukan begitu maksud aku tetapi apa mae tidak ingin memiliki cucu", sahut Perth
"Cucu? Soal anak kamu dan nak Saint khan bisa mengadopsinya nanti kalau memang kamu benar-benar menginginkan anak. Mae mohon nak menikahlah dengan nak Saint. Mae yakin kalau nak Saint akan membahagiakan kamu", sahut maenya Perth dengan nada dan wajah memohon dan Perth paling tidak bisa melihat maenya seperti ini
"Baiklah mae. Aku akan menikah dengan Saint", sahut Perth
"Terima kasih nak kamu sudah menuruti keinginan terakhir mae ini dan mae yakin kamu pasti bahagia bersama nak Saint dan mae pesan sama kamu jangan pernah menyakiti nak Saint dan jangan pernah menceraikan nak Saint ya", sahut maenya Perth
"Iya mae. Aku tidak akan menyakiti Saint dan aku akan membahagiakan Saint", sahut Perth
"Baguslah nak. Kalau begini mae akan meninggal dengan tenang", sahut maenya Perth
"Mae ngomong apa sih. Mae akan tetap hidup", sahut Perth
"Tidak Perth. Mae sudah ditunggu oleh pho kamu dan sekarang khan kamu sudah punya nak Saint yang akan menemani kamu selamanya jadi tugas mae juga sudah selesai nak", sahut maenya Perth
"Tidak mae. Aku akan membuat mae kembali sehat", sahut Perth
"Tidak Perth. Pokoknya ingat pesan mae kalau kamu akan menikah dengan nak Saint dan membahagiakan nak Saint selamanya", sahut maenya Perth
"Iya mae. Mae jangan khawatir soal itu", sahut Perth dan akhirnya Perth menuruti permintaan terakhirnya maenya sebelum meninggal dengan menikah dengan Saint
Flashback End
"Hari ini kamu kerja?", tanya Perth selesai makan dan tanpa Perth sadari sampai nambah tiga kali dan Saint hanya senyum-senyum saja 
"Ya", jawab Saint singkat sambil membereskan peralatan makan yang kotor dan menuju ke dapur untuk mencuci peralatan makan yang kotor
"Pulang jam berapa?", tanya Perth lagi yang tiba-tiba sudah berada di belakangnya Saint dan itu membuat Saint diam karena ada angin apa Perth menanyakan Saint pulang kerja jam berapa padahal tadi saat Saint masak Perth ributnya seperti apa
"Kalau tidak banyak pasien aku pulang jam 5", sahut Saint
"Ini aku berikan uang buat kamu belanja dan masak makanan yang enak buat aku saat pulang kerja", sahut Perth sambil mengeluarkan beberap lembar uang dari dompetnya dan memberikannya sama Saint. Tadinya Saint kira Perth perhatian sama dirinya tetapi ternyata Perth menyuruhnya memasak makanan untuk Perth.
"Ambil saja uang kamu. Aku punya uang sendiri dan nanti aku akan masak buat kamu dan diriku saja. Kalau aku menerima uang kamu yang ada nanti aku tidak bisa makan makanan yang aku masak dan aku harus masak dua kali", sahut Saint dengan ketus
"Kok kamu ngomong seperti itu sih. Ini uang aku berikan untuk kamu beli bahan-bahan makanan untuk kita makan berdua dan bukan untuk aku saja", sahut Perth
"Tidak usah. Aku masih ada uang", sahut Saint
"Saint, aku tahu berapa gaji kamu sebagai perawat di rumah sakit itu. Jadi kamu terima uang ini", sahut Perth sambil memaksa memberikan uang ke Saint
"Tidak usah Perth. Makasih. Aku masih mampu kok", sahut Saint yang sudah selesai mencuci dan hendak menuju ke kamarnya tetapi tangannya ditahan oleh Perth
"Ambil!!! Jadi orang jangan keras kepala bisa nggak!!!", sahut Perth dengan nada dan wajah emosi sambil memberikan uang sama Saint dan mau tidak mau Saint pun menerimanya tetapi dalam hatinya Saint hanya memakainya untuk membeli bahan-bahan makanan untuk Perth dan buat dirinya Saint akan membelinya dengan uangnya sendiri. Saint tidak mau nanti tiba-tiba Perth marah karena Saint memakai uang yang Perth berikan untuk membeli bahan-bahan makanan untuk dirinya walaupun Perth bilang itu uang untuk beli bahan-bahan makanan untuk berdua.
Tepat jam 7 pagi Saint sudah rapi dan siap untuk berangkat kerja. Seperti biasa Saint akan berangkat dengan menggunakan transportasi umum. Sebenarnya Saint memiliki beberapa mobil yang Saint beli dari uangnya tetapi mobil itu ditaruh di apartemennya dan sering dipakai oleh Earth. Tadinya Saint mau membawa salah satu mobilnya ke apartemennya Perth ini tetapi kalau Saint bawa yang ada nanti Perth malah curiga dan menuduh Saint yang aneh-aneh. 
Jadi Saint lebih memilih naik angkutan umum saja dan untungnya Saint sudah mencari tahu angkutan apa menuju ke rumah sakit tempat Saint bekerja.
"Lama banget sih ganti bajunya!!! Sudah kayak cewek saja!!!", sahut Perth dengan nada dan dan wajah emosi dan itu membuat Saint heran dibuatnya. Kenapa Perth harus marah-marah saat Saint lama di kamarnya. Apa hubungannya dengan Perth.
"Kenapa kamu marah-marah aku lama di kamar?!", sahut Saint dengan nada ketus
"Karena kamu menghambat waktuku", ujar Perth
"Maksud kamu?", tanya Saint yang tidak mengerti dengan apa yang dikatakan sama Perth
"Ayo, kita berangkat bareng. Kamu sudah membuang waktu aku dengan percuma", sahut Perth dan itu membuat Saint terdiam. Tidak salah Perth mengajaknya berangkat bareng.
"Makasih atas tawarannya tetapi aku bisa naik angkutan umum", sahut Saint
"Jangan menolak tawaranku Saint. Aku melakukannya karena kebetulan perusahaan aku searah dengan rumah sakit tempat kamu bekerja", sahut Perth dan mau tidak mau Saint pun menuruti apa yang dikatakan Perth
"Kamu tidak ada keinginan pindah kerja ke rumah sakit yang lebih baik gitu Saint", sahut Perth membuka percakapan saat mereka berdua sudah berada di dalam mobil
"Tidak. Aku sudah nyaman bekerja di rumah sakit itu walaupun rumah sakit itu kecil tetapi tidak masalah karena semua dokter dan perawat saling menghargai satu sama lain dan selalu mengutamakan pasien yang tidak mampu untuk berobat", sahut Saint dan itu membuat Perth terdiam
"Sampai kapanpun aku tidak akan pindah dari rumah sakit itu. Aku berbeda dengan kamu Perth. Kalau kamu jadi aku pasti berpikir akan keluar dari rumah sakit itu karena gajinya kecil tetapi tidak bagiku", ujar Saint lagi
"Tentu saja. Kalau aku jadi kamu sudah keluar dari rumah sakit itu dan pindah ke rumah sakit yang jauh lebih besar yang bisa memberikan aku gaji yang lebih besar. Kita bicara fakta Saint. Memang kamu bisa hidup dengan gaji kecil seperti itu", sahut Perth
"Bisa. Buktinya saja aku masih bertahan sampai sekarang", sahut Saint padahal sebenarnya tanpa diketahui Perth kalau Saint memiliki uang yang banyak dari novel-novel bl yang dihasilkannya
"Terserah kamu sajalah", sahut Perth

Komentar Buku (4)

  • avatar
    PhoneCity

    apa nih kelanjutan judul nya.. dan cari nya gimana

    05/05

      0
  • avatar
    Keysha Azza

    yah kapal karam

    18/04

      0
  • avatar
    HumairahIpaaa

    bagus

    07/04

      0
  • Lihat Semua

Bab-bab Terkait

Bab Terbaru