"Lalu bagaimana, dia minta ganti rugi atau apa " ucap sahabat Bella. "Itu dia, dia minta ganti rugi 100 juta " ucap bella lemah. "Apa 100 juta, dia gila apa " ucap sahabat Bella , bahkan menyebabkan karyawan lain menatap mereka aneh. "Stttt,,, astaga pelan kan suara mu " ucap Bella Malu, karna banyak staf lain yang memandang mereka aneh. Dan benar saja saat sahabat nya melihat di sekitar mereka banyak pasang mata yang menatap mereka aneh, dia langsung tersenyum dan mentaik Bella untuk menjauh dari sana. "Maaf aku tidak Sengahja " ucap sahabat Bella "Sudahlah ayo kita keruangan sekarang " ucap Bella melanjutkan jalan nya. Dan saat mereka sampai di ruangan mereka langsung melanjutkan pekerjaan mereka biar sering Bella tidak fokus memikirkan ganti rugi yang begitu mahal apa hang harus dia lakukan kali ini. *** Sedangkan pria tampan dan gagah yang sedang duduk di kursi kebesaranya, sambil memutar mutar ponsel di tangannya, tiba-tiba pintu ruangan terbuka . "Nona " ucap asisten nya "Maaf tuan kami sudah melarang nona Maya untuk masuk tadi dia memaksa " ucap asisten nya takut. "Keluar lah " ucap Bernard, entah dengan cara apa lagi menghadap wanita di hadapannya kali ini apa perlu dia melakukan kekerasan tidak tidak itu bukan diri nya. "Kau tenang saja aku juga tidak Sudi menginjakan kaki di kantor ku, aku hanya ingin memberikan undangan pernikahan ku, jangan lupa datang dan iya, jangan lupa bawa wanita mu jika kau datang sendiri berarti kau memang pria payah " ucap Maya merendahkan dan berniat ingin langsung pergi setelah memberikan kartu undangan pernikahan nya tapi terhenti saat mendengar ucapan Bernard . "Kau tenang saja aku akan datang di hari pernikahan mu dengan wanita ku " ucap Bernard. Maya langsung membalik badan tersenyum merendahkan Bernard yang datar menatap diri nya tidak ada kelembutan dan kasih sayang saat pertama kali mereka menjalin hubungan. "Aku tunggu " ucap Maya dan setelah selesai bicara Maya langsung pergi dari ruangan Bernard. Setelah kepergian Maya dari ruangan nya, Bernard langsung melempar semua barang nya yang ada di atas meja. prankkkk "Kurang ajar " geram nya. Dia berusaha menahan diri sejak tadi dan setelah kepergian Maya Bernard langsung mengamuk. "Tuan " ucap asistennya dan dia melihat barang-barang Bernard yang berserakan apa ini semua karna mantan tunangan yang akan Segara menikah "KELUAR " ucap Bernard tegas. Asisten nya langsung keluar saat melihat tuan nya mengamuk besar, dan langsung menghubungi seseorang. Dan benar saja tak sampai satu jam, seorang wanita paruh baya datang menuju ruangan Bernard. "Bernard " ucap Tiara. Benar, Tiara yang di hubungi oleh asisten Bernard karna hanya dia yang bisa mengendalikan kemarahan tuan muda mereka. "Mom pikir satu bulan cukup untuk membuat mu menenangkan pikiran mu, tapi ternyata mom salah, kau bahkan seperti bukan putra mommy yang mom kenal " ucap Tiara. Orang tahu mana yang tidak hancur melihat putra mereka hancur dia apa lagi dia juga pernah merasakan semua ini . Kenapa harus putra nya, apa yang dia rasakan tidak cukup bolehkan dia menyalahkan takdir ? "Mom harap kejadian ini untuk yang terakhir kalinya " ucap Tiara. "Bernard tidak janji " ucap Bernard. Dan tanpa Sengahja Tiara menemukan undangan pernikahan, lagi dan lagi karna wanita yang sama. "Bernard akan datang di acara pernikahan Maya " ucap Bernard. "Dalam keadaan Yang seperti ini " ucap Tiara. Bernard diam tak tau harus menjawab apa karna dia juga tidak yakin mampu mengendalikan emosi nanti . "Mereka akan sangat puas melihat mu seperti ini, sudah cukup menyiksa diri mu sendiri seperti ini sayang " ucap Tiara. Hati orang tua mana yang tak terluka melihat putra satu-satunya terluka, jika dia boleh menyalahkan takdir kenapa Meraka harus merasakan hal yang sama. "Bernard tetap akan hadir " ucap Bernard. "Dengan siapa " ucap Tiara, apa dia akan menyewa wanita yang akan dia jadikan wanita bohongan biar Maya iri begitu. "Nanti akan Bernard pikiran kan " ucap Bernard Karan dia juga tidak tahu ingin membawa siapa . "Apa perlu mom hubungi sepupu mu untuk datang menemani mu " ucap Tiara, setidaknya dia membantu putra nya mencari wanita di luar sana. "Tidak perlu Bernard akan tetap datang walau sendiri " ucap Bernard yakin. "Kau yakin sayang " ucap Tiara, jika datang seorang dir ok bagaimana jika emosi putra nya tidak bisa di kendalikan Melihat Maya saja emosi begini lalu bagaimana saat melihat Maya bersanding dengan pria lain yakin akan baik-baik saja. "Yakin " ucap Bernard. "Mom percaya pada mu, mom harap ini yang terakhir " ucap Tiara, dia akan memikirkan hal ini dan siapa tahu dalam waktu dekat putranya dapat mengganti. "Mom akan pergi, lanjutkan perkejaan mu " ucap Tiara Karan melihat putra nya sedikit tenang maka dia akan pergi dari sana. "Mom hati-hati " ucap Bernard. Sebelum pergi Tiara Melihat putranya yang sedang memegang ponsel bewarna pink, dan dia mengenal jelas ponsel putra nya, lalu itu ponsel Siapa. "Apa putra nya sudah memiliki kekasih baru " Tiara membatin. Jika benar, itu sangat baik karna setidaknya putranya sudah mulai melupakan mantan kekasih nya. Saat Tiara sudah keluar dari ruangan putranya, dia langsung masuk ke dalam lift untuk turun ke lantai bawah, dan saat pintu lift sudah terbuka Tiara langsung keluar. "Di mana ponsel ku " ucap Tiara, sambil mencari ponselnya nya di dalam tas jinjing milik nya, tapi tiba-tiba.. Bughhhh
Terima kasih
Dukunglah penulis untuk menghadirkan kisah-kisah yang luar biasa untuk Anda
bagus ceritanya
6d
0Bestttt😆
20/02
0waww bagus bangttt
11/01
0Lihat Semua