Berita Gempar Pagi ini kedatangan Keyla kekampus langsung disambut dengan berita tentang fakta bahwa dirinya mirip dengan foto Agries di musium, yang ternyata sudah diketahui dan gempar di seluruh kampusnya. Bagaimana tidak, ternyata foto itu sudah disebar luaskan di media sosial. Keyla yang ditatap oleh seluruh mahasiswa di kampuspun jengah dengan hal itu, ia segera menuju kelas dan menyembunyikan diri di sana. Bukan hal itu saja, semenjak ini pula ia merasa semakin banyak yang mulai mengawasi dan mengikutinya. “Key ... Key ... Lo gak papakan?” tanya Vio saat melihat Keyla menelungkupkan diri di atas meja. “Hem ..., gue gak papa kok Vi,” jawab Keyla lesuh. “Lo pasti udah tahukan berita yang gempar di kampus hari ini?” tanya Vio singkat. “Semua udah tahu tentang fakta itu Key, termasuk seluruh fakultas dan universitas lain yang bahkan belum melihat foto itu secara langsung juga udah tahu, ada yang masukin foto lo dan menyandingkannya dengan foto di musium, makanya semua orang langsung tahu, coba deh lo lihat ini!” jelas Vio sembari menyerahkan ponselnya kepada Keyla. Keyla yang melihat itu kaget, “Siapa yang udah nyebarin foto ini?” Vio yang mendengar itu hanya diam sambil geleng-geleng kepala menanggapi pertanyaan Keyla. “Yaudah yukk jangan dipikir kan, biasalah masih banyak orang yang kurang kerjaan di atas dunia ini, yuk buruan! Kita disuruh kumpul lapangan utama sama dekan, katanya sih ada hal penting,” ajak Vio menarik tangan Keyla cepat menuju lapangan utama di kampus mereka. Yang pertama kali Keyla lihat saat memasuki lapangan ini adalah beratus manusia yang sudah mulai berbaris. Vio pun kembali menarik tangannya menuju barisan yang sepertinya sudah disiapkan untuk mereka. “Lo habis dari mana Key, tau gak kami khawatir banget sama lo?” tanya Leksa antusias yang langsung memeluk Keyla. “Gue di kelas kok tadi, gak kemana-mana,” balas Keyla santai. “Eh bakalan ada berita apa sih, kok semuanya disuruh ngumpul gini?” Sambungnya bertanya. “Dari group sih, katanya ada pengumuman penting, gue juga gak tau!” jawab Resya sembari memperhatikan podium yang sudah mulai dinaiki oleh seseorang. “Assalamualaikum semuanya, selamat pagi untuk seluruh yang hadir dilapangan ini, perkenalkan nama saya Dion Winata, masih muda dan belum menikah, hehehe,” ucap Dion terputus yang disambut gelak tawa oleh seluruh mahasiswa. “Saya di sini mewakili bapak Ardan William, untuk menyampaikan pengumuman penting, bahwa perusahaan William group mengadakan sayembara yaitu membuka sebuah kotak penemuan terakhir dari artefak di tepi pantai, saya ... ‘Drrrreettt ... drettttt’” Sambutan Dion terputus akibat getaran ponsel miliknya. Semuanya mulai berbisik-bisik kala Dion mulai berbicara dengan orang yang menelpon tersebut. “Wahh... gantengg bangett guys,” teriakk Denay histeris dekat telinga Vio yang membuat wanita itu refleks membekap mulut sang pelaku. “Berisik amat lo,” Sentak Vio sembari melepaskan tangannya. Denay langsung merengut kala Vio tampak marah. “Santaii Vi, kaya gak tau Denay aja!”
“Eh guys, dari pada kalian berantem, bagus kalian nyimak deh,” mendengar penuturan Leksa semua dari mereka bingung apa maksud temannya satu ini? “Nyimak apaan?” Tanya Keyla tak sabar. Mendegar itu Leksa hanya sabar menanggapi kawan-kawannya yang dasar dalam mode lemot. “Coba deh kalian ingat-ingat siapa Ardan William dan perusahaan William Group?” Tanya Leksa memberi kode. “Hem... namanya kok sama ya dengan nama kampus kita dan sekarang gue ingat, Ardan Williamkan yang kemarin ngunjungin kampus, plus calon masa depan gue! Iya kan Le?” tanya Denay memastikan jawabannya. “Ho’oh lo benar banget, tapi tolong coret kata-kata lo bagian terakhir, soalnya gue makin terkagum-kagum dengan bapak Ardan, masih muda tapi ...” omongan Leksa terputus kala Dion mulai berbicara kembali. Leksa yang melihat itu hanya mendengus kesal, sedangkan teman-temannya tertawa geli. Semua orang pun hening kembali untuk menyimak perkataan pemuda yang mereka ketahui bernama Dion. “Maaf untuk ketidak nyamanannya, baru saja saya mendapat kabar bahwa katanya kampus ini tengah gempar dengan berita adanya mahasiswa yang mirip dengan foto ratu Agries yang terpajang di musium, apakah benar?” Tanya Dion memastikan. “Benar!” Jawab mereka kompak. Mendengar itu, seseorang yang tanpa mereka ketahui kini tengah menonton aksi itu jauh dari lapangan tersebut dengan tersenyum penuh arti, raut tidak sabar tercetak jelas di wajahnya. “Boleh saya minta kepada orang tersebut untuk maju terlebih dahulu, mencoba membuka kotak ini?!” Pinta Dion sopan menggunakan pengeras suara. “Boleh saya minta kepada orang tersebut untuk maju terlebih dahulu, mencoba membuka kotak ini?!” Pinta Dion sopan menggunakan pengeras suara. Keyla yang merasa menjadi sasaranpun tunduk tidak mau melihat orang-orang yang mulai menatap kearahnya. “Udah Key, maju aja,” saran Leksa yang mengetahui ketakutan temannya itu. “Iya Key maju aja, mereka juga gak akan apa-apain lo kok, mereka kan Cuma minta lo buka kotak itu, ya kalau gak bisa mereka juga gak akan marah kan!” nasehat Resya sembari menepuk-nepuk bahu sahabatnya itu yang kini hanya menunduk. Dengan tarikan nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, Keyla akhirnya maju membelah barisan – demi barisan dan akhirnya sampai ke depan. Dion terpana melihat betapa miripnya gadis di hadapannya ini dengan perempuan yang ada di foto itu, bahkan gadis yang belum ia ketahui namanya itu jauh lebih cantik dan anggun dengan hijab yang ia kenakan tanpa polesan make up sedikit pun. “Dion Winata,” ujar Dion memperkenalkan dirinya sambil mengedipkan mata, hal itupun mengundang godaan dari mahasiswa lain. “Keyla Friansyah,” balas Keyla tanpa menyambut uluran tangan pria itu. Setelah itu seorang pria yang menggunakan pakaian serba hitam datang membawakan kotak persegi panjang yang tidak terlalu besar berlapis kain dan meletakkan kotak itu kemeja dihadapan Keyla.
Terima kasih
Dukunglah penulis untuk menghadirkan kisah-kisah yang luar biasa untuk Anda
bagusssss
19/03/2025
0sangat bagus
02/12/2024
0wow kren
23/09/2024
0Lihat Semua