Beranda/Karena Hinaan, Aku Pesugihan (Bersekutu dengan Siluman Ular)/
Bab 3 Pengakuan Pak Yusuf
Aku segera menemui Mas Yusuf. Semenjak keinginanku memiliki anak, suamiku tampak sangat tertekan. Dia sangat sering diam termenung di dalam kamar. Entah apa yang sedang dipikirkan. Pasti ada sesuatu yang Mas Yusuf sembunyikan. “Mas, Endah mau tanya sesuatu.” Mas Yusuf kaget melihat kedatanganku. “Tanya apa, Dek?” jawab Mas Yusuf. Ia terlihat tegang. “Apa Mas ada hubungannya dengan kedatangan ular-ular yang sudah membuat anak kita tewas?” tanyaku tanpa basa basi lagi. Mas Yusuf tampak terkejut dengan pertanyaanku. Ia menarik nafas dalam, tetapi tetap diam. Mas Yusuf hendak berdiri dan meninggalkanku, segera kutarik untuk duduk kembali. Mas Yusuf harus benar-benar jujur kali ini. “Endah mau Mas jujur sekarang. Mas, Endah akan terima Mas apa adanya. Jujur dan Ceritalah, Mas.” Kubujuk Mas Yusuf sambil memegang tangannya erat. Tubuh Mas Yusuf terguncang. Ia menangis. Ada apa sebenarnya? Beban apa yang sedang ditanggung suamiku hingga setertekan ini? Hidup kami tiada kurang satu apa pun, hanya keturunanlah yang belum kami miliki. “Maafkan Mas, Dek!” Tangis Mas Yusuf pecah. Tak terasa aku ikut menangis, seakan merasakan beban berat yang sedang ditanggung Mas Yusuf. “Ceritalah, Mas.” Kutatap wajahnya untuk meyakinkan bahwa aku siap mendengar ceritanya yang telah menjadi beban beratnya selama ini. 🐍🐍🐍 Pengakuan Mas Yusuf membuat hatiku hancur. Ternyata harta dan kemewahan yang kami miliki adalah hasil dari Mas Yusuf melakukan pesugihan dengan siluman ular. Anak-anak kami sudah menjadi korban atas perjanjian laknat mereka. Selama hidup Mas Yusuf tidak akan bisa menikah. Kalau pun Mas Yusuf menikah, anak-anaknya yang akan disantap oleh siluman ular itu. Akhirnya semua itu terjadi. Karena kesalahan Mas Yusuf di masa lalu, anak-anak kami yang tak berdosa menjadi korban. Walau Mas Yusuf mengaku tidak berniat untuk melakukan pesugihan. Dulu, Mas Yusuf sangat suka mendatangi tempat-tempat mistis yang banyak orang mengatakan dihuni oleh makhluk halus atau siluman. Mas Yusuf akan meraga sukma untuk melihat dunia lain yang dihuni makhluk-makhluk gaib. Saat itu, Mas Yusuf mendatangi sebuah gunung yang terdapat gua. Konon katanya, memang banyak orang melakukan pesugihan bersekutu dengan siluman ular. Ditemani oleh juru kunci gua tersebut, Mas Yusuf dan teman-temannya menyiapkan sesaji. Mereka duduk di depan pintu gua sambil membaca mantra yang dipimpin juru kunci. Tiba-tiba saat membuka mata suasana sudah berbeda. Sudah tidak tampak gua yang gelap di sana. Melainkan pintu gerbang kerajaan ular yang begitu megah terbuat dari emas. Di sisi pintu dijaga prajurit yang begitu gagah. Rombongan Mas Yusuf diterima dengan baik. Mereka dipersilakan untuk masuk. Berjalan masuk ke dalam istana, tampak hiasan-hiasan dinding berbentuk ular. Namun, semua dilapisi dengan emas dan di sisi-sisinya terdapat bilik-bilik yang hanya tertutup tirai tipis. Banyak wanita cantik berpakaian seksi berjalan mondar-mandir. Ada pula yang sedang mandi di dalam kolam di tengah istana tersebut. Bahkan dari cerita Mas Yusuf, di dalam bilik-bilik kamar tersebut ada wanita yang sedang melakukan hubungan suami istri. Dengan mata biasa memang wanita-wanita itu terlihat seperti manusia biasa yang cantik juga seksi. Namun, dalam penglihatan batin mereka berbentuk setengah ular. Bagi yang melakukan pesugihan, mereka wajib melakukan hubungan suami istri dari salah satu wanita atau lelaki siluman ular yang tertarik dengan sesaji yang mereka berikan. Tidak terkecuali Mas Yusuf dan rombongannya. Mereka dirayu-rayu untuk melakukan hubungan suami istri dan sebagai imbalannya sisik-sisik wanita siluman ular itu akan lepas dan menjadi emas. Dari situlah mereka akan mendapatkan kekayaan. Niat awal Mas Yusuf hanya ingin melihat-lihat saja. Hingga akhirnya Mas Yusuf melihat seorang wanita yang begitu sangat cantik menarik perhatiannya. Wanita itu sedang duduk di pinggir kolam sambil bersenandung. Suaranya begitu lembut. Wajahnya manis, rambutnya panjang terurai dan di atas kepalanya terdapat sebuah mahkota menambah aura kecantikannya. Sadar Mas Yusuf memperhatikannya, semakin suara wanita itu mendayu-dayu. Seakan menarik perhatian Mas Yusuf lebih dalam lagi. Sayangnya iman Mas Yusuf kalah dengan pesona kecantikan wanita siluman tersebut. Mas Yusuf terbawa oleh suasana dan mendekati wanita itu. Kesalahan terbesar Mas Yusuf, ia melakukan hubungan terlarang bersama wanita siluman ular itu. Sebagai imbalannya adalah kekayaan dari setiap pergumulan mereka. Tanpa Mas Yusuf sadari, ia sudah terikat perjanjian dengan siluman ular. Kini hanya penyesalan yang tersisa. Mas Yusuf sudah melakukan berbagai cara untuk melepas ikatan perjanjian laknat itu. Namun, sampai detik ini tidaklah berhasil. Ternyata wanita siluman ular itu adalah putri dari raja siluman ular. Wanita siluman ular itu sudah terlanjur mencintai Mas Yusuf, hingga ia tidak pernah mau melepas Mas Yusuf lagi. 🐍🐍🐍 “Begitulah, Nak, ceritanya. Sekarang kami lebih memilih hidup miskin dan membuang semua harta dari perjanjian laknat itu. Walau kami tetap tidak memiliki anak.” Air mata menetes di kedua mata Bu Endah. Setelah mendengar cerita Bu Endah tentang Pak Yusuf, aku sungguh sangat terkejut. Ternyata orang yang melakukan pesugihan itu memang ada dan bukan sekedar dongeng biasa. “Tapi, Bu. Waktu itu bukannya Ibu sedang hamil lagi?” tanyaku yang masih penasaran. “Ibu keguguran lagi, Nak. Pak Ustad yang membantu kami sudah berusaha untuk membantu. Namun, belum sempat anak kami lahir beliau meninggal dunia.” Air mata Bu Endah semakin deras tak tertahan. Ia begitu amat sedih. Aku memeluk Bu Endah yang menangis menceritakan masa lalunya. Antara percaya dan tidak, apakah benar orang bisa mendapatkan banyak harta dengan melakukan pesugihan? Tiba-tiba terdengar suara keramaian orang-orang dari kejauhan. Aku dan Bu Endah kaget dan berjalan mendekati kerumunan warga. “Dasar maling, udah hajar aja hajar!” teriak salah satu warga. “Maling mana ada yang mengaku,” ucap warga yang lain menimpali. Maling? Siapa? Siapa yang mereka teriaki maling? Aku sangat penasaran, tetapi tidak terlihat siapa orang yang ada di tengah warga yang murka ini. Aku berusaha menerobos, entah mengapa ada rasa tak enak di hati ini. Siapa orang yang mereka pukuli dan teriaki maling? Hingga akhirnya aku berhasil menerobos dan terlihat siapa mereka. Sungguh aku terkejut melihat sosok yang warga teriaki maling. Pakaiannya compang-camping akibat tarikan dan pukulan yang dilakukan warga. Tanpa belas kasihan, para warga menganiaya mereka. Darah segar mengalir membasahi wajah salah satunya. Tanpa iba warga terus saja melempar dan memukul tubuh yang sama sekali tidak memberikan perlawanan itu. Mereka terus menunduk dan memohon ampun. Namun, tidak ada satu pun warga mau melerai. Malah satu persatu saling memanas-manasi seakan ini adalah hal yang seru untuk dilakukan. Kejam!
Terima kasih
Dukunglah penulis untuk menghadirkan kisah-kisah yang luar biasa untuk Anda
Jangan lupa Mampir dan saling dukung
06/04/2022
4mantap
13d
0seru
21/04
0Lihat Semua