3 Jam telah berlalu semenjak para prajurit membantai komplotan bandit gunung tersebut, disini sekali lagi kita dapat melihat seberapa efisien dan kuatnya kekuatan setiap individu prajurit terbukti dari betapa mudahnya mereka melawan 2-3 orang bandit secara bersamaan. Adapun penyebab kenapa pertempuran berlangsung cukup lama tak lain karena sang kalajengking pasir yakni Zui Nian justru menyebarkan beberapa ekor kalajengking beracun peliharaannya untuk menyerang bandit gunung, akan tetapi Zui Nian dengan ceroboh justru kehilangan kendali terhadap koloni kalajengking miliknya sehingga kalajengking miliknya pun mulai menyerang beberapa desa terdekat. Hal ini jelas menyebabkan hampir sekitar 10 pria dewasa di desa terdekat tersebut meninggal seketika, disusul dengan 5 anak kecil yang terkena sengatan racun juga. Nasib baik racun yang di terima oleh 5 anak tersebut bukanlah racun mematikan sehingga nyawa 5 anak tersebut pun masih bisa di selamatkan oleh mereka. Zui Nian sebagai penyebab kekacauanpun hanya bisa pasrah ketika dirinya ditahan oleh Huai De, dan kini sosok Zui Nian pun memasang ekspresi gelisah sekaligus takut terlebih ketika dia mengetahui kalau bahwasannya rombongan yang menangkapnya merupakan pasukan ekspedisi pangeran Sanmu. "Jadi siapa namamu pria kekar?? Apa kau sadar jika tindakanmu tadi sangatlah berbahaya, bahkan bisa saja seluruh penduduk desa mati karena tindakanmu yang tidak bisa mengendalikan para kalajengking tersebut" Seru Sanmu menatap tajam ke arah Nian, dia tidak bisa memasang ekspresi bersahabat ketika Nian menyebabkan 10 penduduk desa dan 5 anak kecil keracunan bukan?? Nian hanya bisa meneguk ludah mendengar seruan sang pangeran, bahkan dia juga memaki beberapa orang lainnya di dalam hati!! Siapa yang mengatakan kalau pangeran Sanmu merupakan sampah kekaisaran?? Yang hanya tahu bermain wanita setiap harinya, fakta justru mengatakan hal sebenarnya terlihat dari seberapa besar tekanan yang diberikan oleh Sanmu kepada Zui Nian. Bahkan Zui Nian pun dapat merasakan kalau tekanan yang diberikan oleh pangeran Sanmu, jauh lebih kuat daripada tekanan dari beberapa adipati yang pernah ia jumpai selama perjalanan. "Zui Nian benar-benar tidak sengaja, pangeran Sanmu..... Nian tidak pernah menyangka akan kehilangan kendali terhadap peliharaan hamba, dan menyebabkan kekacauan seperti ini" Setelah mengumpulkan beberapa keberanian, Nian pun mengucapkan kalimat pembelaan terhadap tindakannya tersebut. Nian masih memiliki banyak mimpi serta tujuan yang belum tercapai, mustahil dia akan menerima takdir untuk mati konyol bukan?? Akan tetapi kenyataan kejam justru menghantam niatan Nian terlebih ketika beberapa prajurit kekaisaran mulai mengepung dirinya. "Bai... Tarik mundur pasukan, aku tidak memerintahkan kalian untuk menekan tuan Nian bukan???" Mendengar perkataan Sanmu jelas memberikan secercah harapan kepada Nian yang sedang putus asa, tidak ada yang mengira kalau pangeran Sanmu justru melepaskan Nian dari tindakan pembunuhan tersebut. Meskipun pembunuhan tersebut terjadi karena ketidak sengajaan sih, tapi apalah daya Bai yang hanya seorang pengawal khusus milik Sanmu. "Baik tuan" Dengan perasaan enggan sekaligus benci kepada Nian, Bai pun menuruti kemauan dari Sanmu. 'Mungkin saja pangeran Sanmu punya hukuman yang lebih pantas untuk Nian' Pikir Bai ketika melihat sebuah senyuman penuh arti pada wajah Sanmu. "Zui Nian berterima kasih atas kemurahan hati pangeran Sanmu" Sebagai seorang pria bijak jelas Nian tahu kalau sang pangeran memiliki rencana lain untuk dirinya tapi apa daya Nian yang memang berada di posisi kurang menguntungkan sekarang, dia hanya bisa menerima segala hukuman yang akan diberikan oleh sang pangeran nanti selama itu bukanlah hukuman untuk membuatnya meninggal dunia sih.... "Baiklah, kalau begitu aku akan menanyakan satu hal penting. Kenapa dirimu bisa dikejar oleh rombongan bandit tersebut??" Tanya Sanmu langsung ke pokok permasalahan, karena menurutnya ini cukup aneh terutama jika target pengejaran ialah Zui Nian sang kalajengking pasir yang bahkan belum membuat namanya terkenal dikalangan rakyat biasa ataupun adipati. 'Pastinya ada alasan khusus kenapa para bandit tersebut mengejar Zui Nian hingga ke daerah berpenduduk' Pikir Sanmu sambil memandangi bagus-bagus Zui Nian, mungkin saja kan pria ini mengambil sebuah harta ataupun benda pusaka milik kelompok bandit?? "Sebelum itu bisakah Zui Nian meminta satu permintaan kepada pangeran Sanmu??" Ucap Nian yang secara tiba-tiba justru kembali mengajukan permintaan kepada Sanmu, hal ini jelas memicu kemarahan dari Bai "Kau hanya pria kecil berani-beraninya mengajukan permintaan kepada tuan, apa kau tidak sadar seberapa besarnya dosa mu ketika membuat 10 orang desa meninggal dunia??" Timpal Bai yang langsung mengarahkan tombak perang miliknya ke arah Nian, Bai ingin menembas Nian tapi sampai sekarang Bai sadar kalau sang tuan sama sekali tidak ingin nyawa Nian hilang. Jadi hal yang bisa dilakukan oleh Bai hanyalah mengancam Nian menggunakan kata-kata seperti tindakan seperti ini, "Nian tahu kalau dirinya benar-benar bersalah kali ini jendral Bai, akan tetapi Nian yakin jika benda yang Nian bawa ini terungkap maka Nian sendiri tidak dapat menyelamatkan nyawa Nian lagi" Nian berucap sambil menyingkirkan tombak Bai dari dirinya. "Tenanglah kalian berdua!!! Bai tarik senjatamu sebelum aku menyuruh Meili yang memaksamu" Sanmu yang merasa kesal pun langsung menyuruh Bai untuk berhenti melakukan tindakan konyol, Sanmu cukup sadar kalau Bai memang memiliki emosi mengebu-ebu dibandingkan kedua rekannya yang lain. Ini juga yang menjadi alasan kenapa Bai mati tanpa kehormatan sedikitpun di sejarah dinasti Hui, semuanya karena Bai memiliki kepribadian mengebu-ebu sehingga dia pun berhasil di jebak ke dalam jebakan pihak lawan. Setelah melihat keduanya agak tenang, Sanmupun kembali menanyakan apa isi permintaan Nian. "Zui Nian ingin mengabdi kepada pangeran Sanmu, dengan bumi sebagai pijakan, dan langit sebagai saksi atas sumpah setia ini" Lagi dan lagi Sanmu dikejutkan oleh pola pikir Zui Nian ini, apa dia pikir sumpah setia yang beratas namakan bumi dan langit merupakan sumpah anak-anak?? Bahkan Bai serta para prajurit pun ikutan terkejut dibuatnya, ini adalah sumpah tertinggi tuan-bawahan. Sangat jarang ada bawahan yang membuat sumpah setia kepada seseorang karena ganjaran yang didapat oleh bawahan ketika mengkhianati tuannya ialah kesialan selama 7 keturunan. "Hahahaha, kau benar-benar mengejutkan diriku Zui Nian!!! Baiklah aku terima sumpahmu itu Zui Nian, mulai sekarang kau akan menjadi orang bijak pertama dalam perjalananku menjadi adipati terkuat!!" Timpal Sanmu, terlihat ekspresi penuh kesenangan sekaligus kepuasan pada wajahnya tapi kesenangan tersebut hanyalah sesaat ketika Nian mengeluarkan sebuah benda kecil yang terbuat dari Jade. Benda tersebut mengambil bentuk ikan arwana, tentunya Sanmu sebagai anggota kekaisaran sangatlah mengerti apa makna benda kecil ini apalagi jika bukan 'Stempel kekaisaran'. "Bai kirimkan pengantar pesan kepada kekaisaran Hui, bilang kalau beberapa tikus Gan memasuki wilayah adipati Fuxue" Ekspresi serius kini muncul pada wajah Sanmu, ini membuktikan kalau benda yang dipegang oleh Nian sekarang benar-benar sangat berbahaya terbukti dia bahkan perlu meminta arahan lebih lanjut dari sang ayahanda. . . . TBC ≈Hari ke-20, bulan ke-2, tahun 310≈ Pangeran Hui Sanmu secara tidak sengaja menemukan segel kekaisaran Gan pada sebuah kelompok bandit gunung, hal ini juga akan menjadi penyebab meletusnya perang besar antara kekaisaran Gan melawan kekaisaran Hui atau mungkin juga tidak?? Akan tetapi pangeran Sanmu yang mengetahui kalau bisa saja peperangan meletus karena benda kecil bernama 'Segel Giok' hanya bisa pasrah menerima takdir, semoga saja mereka tidak melakukan peperangan terlebih dahulu
Terima kasih
Dukunglah penulis untuk menghadirkan kisah-kisah yang luar biasa untuk Anda
Bagus😊
05/01
0saya meyukai
02/12
1keren ceritanya
07/11
0Lihat Semua