≈Hari ke-20, bulan ke-2, tahun 310≈ Tak terasa rombongan yang dipimpin oleh pangeran Sanmu telah menempuh setengah dari perjalanan menuju Maoyi city, hal ini jelas membuat Sanmu merasa cukup puas dengan kecepatan rombongan miliknya. Mengingat wilayah Maoyi city memang terletak di perbatasan antara dinasti Hui dan dinasti Gan, meskipun Huai De sebagai komandan utama pasukan mengeluh kalau kecepatan ekspedisi terkesan terlalu lambat sekali tapi Sanmu tidak memperdulikan keluhan Huai De. "Tuan, berapa lama lagi kita akan sampai di Maoyi city??" Sesosok anak kecil berjenis kelamin lelaki mendadak memeluk salah satu kaki milik Sanmu, kenapa para prajurit tidak menghentikan tindakan anak tersebut?? Hal ini dapat terjadi karena Sanmu lah yang selama beberapa hari ini justru mengajak beberapa anak prajurit untuk bermain dengannya. Anak kecil ini tak lain merupakan salah satu sanak keluarga dari Chun Hua, seorang dayang yang mengikat janji setia terhadap dirinya. Lebih tepatnya nama anak ini adalah Chun Zhanji, sosok yang pada masa mendatang akan menjadi rebutan dari banyak adipati terpopuler. Hal ini bisa terjadi karena kekuatan mentah milik Chun Zhanji di masa mendatang dikabarkan dapat dengan mudah membuatnya menjebol dinding kota, mustahil Sanmu yang seorang penggemar sejarah dinasti Hui akan melepaskan bibit unggul seperti Zhanji bukan?? Sanmu mengusap pelan mahkota hitam Zhanji sambil berkata "Dengan kecepatan sekarang, kita akan sampai sekitar lima hari lagi... Bersabarlah, kita membawa cukup banyak orang pada ekspedisi kali ini" Timpal Sanmu, ya rombongan yang dipimpin oleh Sanmu tidak hanya berisikan 500 prajurit kekaisaran saja melainkan Sanmu juga membawa serta seluruh keluarga para prajurit, pengawal serta dayang-dayang yang ikut serta. Adapun alasan kenapa Sanmu melakukannya tak lain agar, para prajurit kekaisaran tersebut dapat mengeluarkan seluruh kemampuan mereka jika terjadi pertempuran. Kekuatan yang akan dikeluarkan oleh seseorang ketika melindungi orang tercintanya cukup besar, okay?? Jadi wajar saja jika Sanmu mencoba memanipulasi sifat manusia untuk memaksimalkan output kekuatan para prajurit kekaisaran. Adapun alasan khusus kenapa Huai De merasa kesal karena hanya dirinya sajalah satu-satunya orang dalam ekspedisi kali ini yang tidak membawa satu orangpun keluarganya, Ini semua bisa terjadi karena Huai De merupakan keturunan pedagang jadi wajar saja jika keluarga Huai De tidak bisa ikut serta kan? Saat sedang asyik-asyiknya berbincang ria dengan kumpulan anak-anak para prajurit, Thu Shuo yang memang pada hari ini memiliki jadwal untuk menjaga barisan depan bersama Huai De pun berlari ke arah Sanmu. Sanmu jelas merasa heran sekaligus penasaran, apakah garda depan sedang mengalami masalah sehingga Thu Shuo sampai memberikan laporan?? "Laporan kepada tuan, pasukan ekspedisi terpaksa berhenti bergerak karena kemunculan beberapa pria yang sedang bertempur" Thu Shuo langsung melakukan posisi hormat khas kekaisaran Hui tepat pada saat dirinya turun dari kuda perangnya. Sanmu merasa heran dan mencoba mengingat beberapa peristiwa yang mungkin saja akan terjadi pada tahun ini, setelah merasa kalau tidak akan ada satupun kejadian seperti peperangan antar adipati. Sanmu pun bertanya kepada Thu Shuo "Lalu apa yang kalian tunggu?? Apakah pasukan garda depan tidak cukup mumpuni untuk memisahkan ataupun mengusir orang-orang tersebut dari jalur kita??" Tanya Sanmu yang kini memasang ekspresi tidak senang, karena seingatnya kaisar pernah mengeluarkan dekrit khusus untuk melarang para adipati untuk saling bertarung pengecualian kalau pertandingan tersebut berfungsi sebagai latihan para prajurit pemula sih. Tak lupa kaisar yakni Hui Gaozi, juga mengeluar sebuah dekrit khusus yang berisikan "Putraku, Hui Sanmu sang pangeran bungsu akan melakukan ekspedisi menuju Maoyi city... Siapapun adipati yang menahan laju rombongan putraku akan di sita jabatan serta wilayahnya oleh kekaisaran Hui" Itu lah isi dekrit yang di umumkan oleh Hui Guozi sehari setelah diskusi antara mereka terjadi, walaupun sebenarnya sang ayah ingin menambahkan kata-kata seperti 'Para Adipati diwajibkan untuk memberikan pasukan terbaik mereka sebanyak 20 orang untuk bergabung dalam ekspedisi pangeran Sanmu sih'. Nasib baik Sanmu, Guowang, serta sang putri pertama yakni Hui Chixue langsung melayangkan protes bersamaan untuk mengoreksi dekrit pertama tersebut dan menggantinya dengan dekrit kekaisaran yang menurut ketiga bersaudara tersebut pantas serta tidak menimbulkan kehebohan tak berarti terhadap golongan masyarakat umum, adipati serta kasim yang ada. "Yang menghadang kita bukanlah pasukan prajurit pemula milik adipati melainkan sesosok pria kekar serta rombongan bandit gunung. Nampaknya pria kekar tersebut sedang bernasib sial sehingga menimbulkan reaksi berlebihan dari pihak bandit gunung, Huai De dan saya takut untuk mengambil tindakan mengingat jumlah bandit gunung tersebut jelas lebih banyak daripada jumlah pasukan ekspedisi" Ucap Thu Shuo langsung memberikan penjelasan lengkap dan padat layaknya rumus matematika saja, bahkan Sanmu agak termenung dibuatnya siapa yang dapat mengira kalau seluruh kalimat panjang tersebut diucapkan dalam satu tarikan nafas saja oleh Thu Shuo?? Nampaknya keahlian Thu Shuo dalam memimpin pasukan air cukup pantas di acungi dua jempol terbukti dengan seberapa panjangnya tarikan nafas Thu Shuo ketika memberikan laporan panjang seperti tadi, "Ehemmm lalu apa kalian tahu ciri-ciri pria kekar tersebut?? Apakah dia masuk ke dalam daftar buronan juga??" Sanmu langsung menanyakan hal penting lainnya, dia juga merasa malu karena bisa-bisanya dirinya melamun ketika mendapatkan laporan tadi. "Saya tidak mengenal siapa pria tersebut akan tetapi salah seorang prajurit kekaisaran mengenal pria tersebut kalau tidak salah namanya adalah ............ Sang kalajengking pasir" Pernyataan yang diucapkan oleh Thu Shuo jelas membuat Sanmu terbelak kaget saking senangnya, karena nama pria tersebut cukup terkenal sebagai salah satu pria bijak milik adipati ......... dimasa mendatang. Dengan penuh semangat Sanmu pun langsung memberikan perintah khusus kepada Thu Shuo "Lalu apalagi yang kalian tunggu, pergi hentikan para bandit tersebut dari menyerang pria bijak tersebut!!! Jika memungkinkan kita perlu mengundangnya ke dalam rombongan juga ". "Baik tuan!!" Balas Thu Shuo dengan tegas serta penuh keyakinan untunglah sang tuan memiliki sifat yang penolong jika tidak, Thu Shuo tidak akan pernah sudi melayani Sanmu sekarang. Dan ya tanpa Sanmu sadari Thu Shuo yang awalnya sedikit terpaksa untuk melayani Sanmu pun kini mengikat janji setia hidup-mati kepada dirinya, bahkan jika hal tersebut akan membawa Thu Shuo menuju kematian. Thu Shuo akan tetap menjalaninya. . . Hari ke-20, bulan ke-2, tahun 310. Jam 8.00 AM. Thu Shuo sang jendral angkatan laut milik Hui Sanmu pun menempatkan kedudukan Sanmu jauh lebih tinggi dibandingkan kaisar Hui Gonzi, bahkan jika Hui Sanmu akan mengalami kekalahan ataupun lawan yang kuat. Thu Shuo akan selalu melayani Hui Sanmu sampai titik penghabisan darah, hari ini juga merupakan hari dimana Hui Sanmu akan berinteraksi dengan sesosok pria bijak. Pria bijak yang di juluki sang kalajengking pasir tersebut nantinya akan memberikan cukup banyak bantuan kepada Hui Sanmu, bahkan jika hal tersebut mengharuskan dirinya untuk menghilangkan sisi manusiawi sekalipun. . . . TBC Arc baru telah di mulai, nama Arc kali ini ialah Arc kekaisaran Gan karena setiap bab akan terhubung satu sama lain dan membentuk sebuah bagian yang akan penulis sebut sebagai arc... Akan tetapi akan ada juga beberapa bab yang tidak terhubung dengan bab sebelumnya, bab-bab ini akan penulis sebut sebagai ekstra bab...
Terima kasih
Dukunglah penulis untuk menghadirkan kisah-kisah yang luar biasa untuk Anda
Bagus😊
05/01
0saya meyukai
02/12
1keren ceritanya
07/11
0Lihat Semua