∞Hari ke-17, bulan ke-2, tahun 310∞ Ini adalah hari ke-6 semenjak An Zhian mengantikan posisi pangeran sampah, Hui Sanmu. Setelah beberapa persiapan yang matang, Zhian / Sanmu pun memulai perjalanannya menuju pulau Maoyi yang berada di ujung wilayah kekaisaran Hui. Kepergian sang pangeran sampah jelas mengundang sorak sorai serta beberapa rumor kurang mengenakkan seperti rumor yang mengatakan kalau bahwasannya sang ibu kaisar telah kecewa terhadap tingkah laku sang pangeran bungsu yang terus menerus memangsa beberapa anak gadis ataupun dayang muda kekaisaran Hui bahkan ada juga rumor yang berisi tentang ancaman pangeran Guowang terhadap pangeran Sanmu untuk mundur dari persaingan memperebutkan posisi kaisar. Meskipun itu semua hanyalah sebuah rumor, akan tetapi Hui Gaozi / sang kaisar jelas tidak bisa menerima rumor yang menjelek-jelekkan anggota kekaisaran dan ya tak perlu menunggu lama penyebar rumor tersebutpun langsung dipenggal seketika. 'Berpuluh-puluh tahun setelah hari ini, dinasti Hui akan tersapu oleh angin takdir... Apakah aku bisa bertahan melawan angin takdir yang menerpa masa kejayaan dinasti Hui??' Terkadang pemikiran yang penuh akan keraguan seperti itu sering menghampiri Sanmu, jelas saja dia merasa ragu karena tidak pernah ada seorangpun yang bisa melawan takdir Tuhan. 'Sanmu, kau tidak boleh menyerah begitu mudah!!! Lagipun ini adalah kehidupan keduamu, jangan menyerah begitu saja' Tapi pemikiran negatif tersebut hanya akan berlangsung untuk sementara saja, karena Sanmu sadar semenjak dirinya dikirimkan oleh gadis tersebut ke masa lampau. Pasti akan terjadi waktu serta kejadian alternatif kan?? Lagipun dia sudah terlanjur mengajukan permohonan memiliki wilayah yang terletak di sebuah pulau ataupun pesisir pantai. Adapun alasan kenapa Sanmu memilih daerah tersebut ialah untuk mempermudah dirinya dalam bertahan serta menyerang, mengingat lokasi dari ibu kota wilayah tujuannya tersebut dikelilingi berada pada sebuah pulau yang jauh dari dataran utama kekaisaran Hui. Mengambil wilayah pada sebuah pulau jelas memiliki keuntungan serta kerugiannya sendiri, keuntungan paling memadai ialah banyaknya hasil panen lautan serta mudahnya untuk melakukan pertahanan. Sedangkan kerugian dalam mengambil wilayah di sebuah pulau yang dikelilingi oleh lautan lepas ialah susahnya untuk mempersonalisasi pasukan dalam melakukan penyerangan serta kurangnya stock makanan pangan seperti gandum ataupun padi. Tapi bukan Hui Sanmu namanya jika tidak mampu mencari solusi terhadap kurangnya bahan pangan tersebut, Sanmu secara khusus membawa cukup banyak bibit tanaman Rosehip yang memang merupakan tanaman panen yang sering bermunculan di daerah pesisir pantai serta beberapa tunas muda pohon kelapa untuk stok makanan mereka. Tentu saja Sanmu juga membawa beberapa bibit padi serta gandum untuk ditanam juga meskipun jumlah bibit kedua tanaman tersebut kalah jumlahnya dengan bibit Rosehip. Meskipun jangka waktu panen tanaman-tanaman tersebut agak lama, tapi hal tersebut dapat di tutupi dengan hasil panen biodota laut. "Pangeran Sanmu segala persiapan telah selesai, rombongan bisa berangkat kapan saja sekarang juga" Sesosok suara yang penuh kelembutan pun menyadarkan Sanmu dari lamunan, sosok ini merupakan utusan yang diberikan oleh sang nenek yang bernama kan Meili. "Suruh Huai De untuk memulai perjalanan, kita perlu memulai perjalanan sekarang jika ingin menghemat beberapa waktu agar sampai di pulau Maoyi sebelum musim selanjutnya berlangsung" Sanmu berkata kepada Bai Ren yang memang berada di samping kereta kudanya sebagai pengawal, tentu dia tidak sendirian karena terdapat Thu Shuo juga yang ikut mengawal Sanmu serta keberadaan utusan sang nenek. . . [Note : Jika tidak mengerti maka biarkan penulis menjelaskan posisinya, Sanmu serta dayang utusan sang nenek berada di dalam kereta kuda. Kereta kuda tersebut dijaga oleh Thu Shuo, Bai Ren serta 20 prajurit kekaisaran. Posisi kereta kuda sendiri berada tepat di tengah-tengah formasi kampanye. Huai De serta satu orang pengawal kekaisaran mengambil posisi sebagai komandan depan kampanye dengan Huai De sebagai komandan utama sedangkan pengawal lainnya sebagai letnan. Satu orang pengawal lainnya serta orang kepercayaan kaisar bertugas untuk menjaga kereta barang yang berisikan bibit-bibit tanaman Rosehip serta kelapa.] . "Baik tuan" Balas Bai Ren yang langsung bergegas menggunakan kecepatan penuh kudanya ke arah Huai De, lagipun kampanye yang berisikan 500 prajurit kekaisaran jelaslah memiliki barisan panjang jadi menggunakan kuda bisa dikatakan untuk menghemat waktu perjalanan nanti. Belum lagi beberapa prajurit kekaisaran juga membawa serta rombongan keluarga mereka, meskipun Huai De telah berulang kali kalau hal tersebut hanya akan memperlambat laju pasukan nantinya tapi Sanmu sebagai tuan yang baik masih mengijinkan hal tersebut. . . Dan ya tak perlu menunggu lama rombonganpun mulai berjalan, kepergian Sanmu jelas di iringi oleh Isak tangis dari kakak serta adik perempuannya meskipun Sanmu memang seorang pangeran sampah tapi dia cukup dekat dengan sang kakak serta adik perempuan tersebut. Sanmu harus mengakui kalau dia sama sekali tidak dekat ataupun mengenali kedua saudara berbeda kelaminnya tersebut, tapi jauh di dalam relung hati miliknya. Sanmu dapat merasakan perasaan sedih ketika harus meninggalkan kekaisaran tempat dirinya di besarkan. "Jika pangeran ingin menangis, hamba bisa pergi dari kereta kuda ini untuk sementara waktu" Kata sang dayang sambil membuka salah satu pintu kereta kuda, "Berhenti di sana, Meili... Dan lagi bisakah kau berhenti memanggilku pangeran?? Ganti saja panggilan itu dengan sebutan tuan ataupun tuan muda seperti Huai De" Timpal Sanmu yang merasa agak risih untuk dipanggil sebagai pangeran lagi, mengingat sekarang jabatan yang di dapatkan oleh Sanmu ialah seorang adipati wilayah Maoyi saja. Meili sendiri merupakan salah satu sosok yang memiliki keahlian bela diri paling tinggi, jadi berada dekat dengan Meili jelas merupakan hal paling aman untuk sekarang bahkan jika itu mengharuskan Sanmu menunjukkan beberapa hal memalukan kepada Meili. Meili menggeleng pelan mendengar ucapan Sanmu tersebut "Hamba tidak bisa pangeran, karena dari kecil hamba hanya mengakui nyonya besar Hui sebagai tuan" Timpal Meili sambil menyebutkan nama dari sang nenek, hal ini jelas membuat Sanmu agak kecewa tapi hey apa yang bisa dilakukan jika Meili memang menolak mengakuinya sebagai tuan?? Sanmu hanya bisa menghela nafas kecewa mendengar perkataan Meili, dia cukup tahu kalau para dayang ini hanya akan mengikat janji setia kepada orang yang mereka anggap saja pantas. Tindakan yang dilakukan oleh Meili sekarang jelas menunjukkan kalau Sanmu masih belum memenuhi kategori menjadi sosok Tuan. "Lakukan sesuka hatimu, aku tidak akan memaksamu mengakuiku sebagai tuan... Mungkin jika segala urusan yang aku miliki telah selesai, kau boleh kembali kekaisaran" Ucap Sanmu kini ia memutuskan untuk sedikit mengistirahatkan dirinya, meskipun perjalanan menggunakan kereta kuda kurang nyaman tapi setidaknya Sanmu bisa sedikit bersantai setelah hampir satu minggu ini disibukkan oleh berbagai macam masalah. Sanmu hampir saja melupakan keberadaan dayang bernama Chun Hua, dia adalah dayang pemula yang mengikat janji setia kepada Sanmu mungkin dia bisa memanfaatkan Meili untuk memberikan pelatihan ekstra kepada Chun Hua?? 'Mengingat teknik bertarung para dayang ini amat sangat berbeda dibandingkan teknik bertarung para prajurit ataupun pengawal kekaisaran kan?? Kalian tahu, teknik bertarung menggunakan racun serta bius??' Teknik itulah yang digunakan oleh para dayang, biasanya para dayang ini akan melakukan penyamaran untuk membunuh jendral ataupun petinggi suatu wilayah / pasukan sesaat sebelum bentrokan terjadi. Tentu saja hal ini yang membuat dinasti Hui punya kekuatan tempur unik, mengingat hampir seluruh orang yang di sana termasuk dayang serta prajuritnya merupakan kekuatan tempur tunggal yang memadai. . . . TBC. Arc awal yang menyisahkan Sanmu di istana dinasti Hui telah selesai, pada Beberapa bab selanjutnya kita akan memasuki arc kekaisaran Gan. Belum jelas berapa banyak bab yang akan masuk ke arc perjalanan ini, mungkin hanya 2-4 bab mungkin juga lebih. Stay Tune untuk menikmati novel Trash Prince yaaa
Terima kasih
Dukunglah penulis untuk menghadirkan kisah-kisah yang luar biasa untuk Anda
Bagus😊
05/01
0saya meyukai
02/12
1keren ceritanya
07/11
0Lihat Semua