Namanya Jaka seorang pemuda kampung yang tiada biasa. Jaka merupakan seorang dengan kemampuan mata indigo dan keahlian bela diri mumpuni. Namun Jaka tiada pernah menunjukkan bahwa ia adalah pemuda yang sangat ahli dalam seni pertarungan gaib.
Bersama Sang Kia, Jaka setiap malam menumpas kejahatan dari makhluk astral. Bahkan tidak jarang Jaka harus berurusan dengan para dukun hitam.
Suatu malam saat Jala sedang khusyuk tahajud. Jaka didatangi Sang Kiai gurunya, Sang Kiai datang untuk menyampaikan. Bahwa telah datang isyarat jodoh hasil dari doa tahajud selama sepuluh tahun penantian.
Tetapi di luar dugaan saat Jaka mengetahui siapa sebenarnya isyarat dari jodoh. Betapa Jaka tercengang, bahwa dari penerawangan mata batin ia tahu nama Rembulan sebagai jodohnya.
Berkali-kali ia meyakinkan dirinya sendiri. Bahwa keputusan Allah adalah mutlak bagi dirinya. Sedangkan hati dan otak saling bertempur antara yakin atau tidak. Sebab Rembulan sendiri masih tergolong keponakan Jaka sendiri.
Pada akhirnya Jaka memenuhi isyarat perintah, untuk mengatakan satu perihal jawaban doa tahajudnya. Tidak disangka Rembulan sudah memiliki tambatan hati dan sudah dilamar pria lain. Bahkan kekasih dari rembulan memiliki saudara-saudara seorang duku.
Akhirnya pertempuran antara Jaka dan dukun saudara Adi Santoso kelasih Rembulan berlangsung jua. Akankah Jaka memenangkan pertarungan. Ataukah Jaka harus merelakan isyarat Jodohnya untuk Adi Santoso kekasih Rembulan.
sampul bay : PixelLab.com
pinteres.com
bagus kisahnya..tapi sampai bab ini sepertinya kisah Jaka sebagai tokoh utama palah hilang terganti oleh kisah masalalu orang tuanya..
jadi sedikit terganggu dalam menikmati alur kisahnya
22/05
0
NatasyaFlorence
bagusss kaaa
06/04/2025
0
NaidirivaldoRivaldo
saya sangat suka membaca ini
28/11/2024
1
NiaStkurniasih
sangat banguss sekali ceritanya
25/11/2024
0
Muhammad Zarif Fitri
best
11/10/2024
0
AnisaNur
aku mau dymen ff gratis
21/09/2024
0
Sonia edwardQuenna
nicee
04/03/2023
0
ArifinSahnas
keren
08/02/2023
0
esther dewyta
mantap🤘🏻
04/01/2023
0
NataesaRania
sangat bagus banget ceritanya dan novelnya pun buags
01/01/2023
0
Total: 108
Jam Tengah Malam
NIP : Dalam kisah Jaka Rembulan adalah sebuah kisah dari pengalaman nyata. Namun digubah sedemikian
Namanya Rembulan
Sedikit penyampaian Author, cerita di dalamnya mengandung unsur ketegangan. Jadi dilarang keras meni
Membunuh Bukan Tugas Kita
“Baiklah ini semua tentang Rembulan ya, Bukankah kau seorang paranormal terkenal dari kota Tulungagu
Raga Sukma
“Mas Jaka apa tidak masalah membiarkan Pak tua itu kabur? Bukankah nanti bisa saja dia kembali. Memb
Nikah Batin
Saat keadaan langit setelah subuh namun belum pagi benar. Hujan mulai turun berawal dari gerimis men
Dava Vs Adi
Duar, Bagaikan sambaran petir dengan hantaman dan efek suara yang menggelegar. Beradunya pukulan api
Sambung Ayat
Dua gelas kopi hitam agak pahit sedikit gula. Telah tersaji agak panas di atas meja kecil. Depan kur
Undangan Pernikahan Rembulan
“Jaka bangun!” teriak Ibu Amanah sambil membuka pintu kamar Jaka agak keras. Seperti biasa Jaka tert
10 tahun silam
Sore pukul lima Jaka masih termenung duduk di atas sofa lama warna merah. Matanya masih tertuju pada
Sebuah Janji ruang tamu
“Mas sebenarnya aku masih ada di Kalimantan. Aku sedang bekerja di sana, apakah Mas Jaka bisa sabar
Pelukan Kekasih
Sudah seminggu berlalu dari peristiwa silaturahmi keluarga Jaka bertandang ke rumah Jingga. Pagi ini
Memilih tanpa restu
Senja semarai dari ufuk barat menebar genderang pekat dan langit malam mulai menyeka setiap ujung ru
Kisah Kalung Emas
Ruang hati Jaka terasa sesak tersekat-sekat dan begitu sengal untuk di hembuskan menjadi sebuah udar
Pojok Alun-alun Mojokerto
Atap kamar ruang hampa rumah masa kecilnya. Telah ia tinggalkan seminggu yang lalu. Namun kali ini t
Malam minggu kelima
Terhitung sudah malam minggu ke lima sejak dilaksanakan akad siri rabu sore yang sanggatlah membuat
Elegi jatuh jendela
Sore kelabu setelah tiga bulan kemarin aku dan rombongan keluargaku. Memintamu dengan penuh keingina
Hari pernikahan
Hari ini teramat sakral bagiku, setelah kemarin adalah hari dimanah aku mengikat janji suci dalam se
Pernikahanku sudah selesai
Enam bulan kemudian, Setelah semalam hingga pagi dan menuju malam lagi aku tiada terlelap pagi ini t
Senandung Firasat
Waktu itu dinginnya malam tiada terasa di kulit ari. Bahkan aku merasa begitu kuat Jingga. Waktu itu
I'am Coming Home
Sore pukul empat di perempatan jalan besar Legundi area Sidoarjo. Aku dan motorku dan ratusan pengen
Gerai Mas Jo
Hari ini bakda zuhur sekitar pukul 13.30 WIB Jaka tengah dalam perjalanan pulang dari kegiatan kerja
Ternyata hanya mimpi
Pagi terang benderang menyapaku dalam elegi elok, 18 Januati 2022 pukul 08:00, “Ah damainya hawa sur
Awal kisah cinta Bapak
Namanya Akas Effendik seorang pemuda biasa dari kalangan biasa dan teramat begitu sederhana. Sehari-
Sarapan berdua dengan Amanah
Malam dijadikan siang dan siang dijadikan malam itulah kehidupan Akas. Baginya tiada waktu yang haru
Lamaran Mas Kas
Akas tengah memakai peci hitam dan sajadah hitam tersampir di pundaknya. Kasturi mulai melangkahkan
Syarat terakhit menjadi suami
Sore ini memang sudah sangat dipersiapkan oleh Akas. Sore ini iya hendak menemui sang pujaan hati. S
Sepucuk cinta
Malam ini Akas tampak gelisah, terlihat di guratan kening mengerut bagai tertiup angin malam yang be
Cinta dan pintu
Ketika teduh mata Amanah seakan berbaur oleh fajar pagi nan lembut. Selembut kapas atau teduh setedu
Cerita versi Ibu
Setelah sedikit menyegarkan muka dengan segayung air di dalam kamar mandi. Seperti biasa Jaka selalu
Ikut pergi
Kuletek, Kuletek, Suara cangkir dan lepek berpadu dengan nampan kecil yang di bawa Amanah. Berisi sedu
Lamunan Kereta
Kereta api Gaya Baru malam meniti kabut malam di atas panjangnya bantalan rel kereta. Menembus alam
Jabatan tangan pertama
Sore hari berkata pukul lima dan sang mentari sudah hampir tergelincir malas. Memasuki peraduan ufuk
Sekilas Lamunan Amanah
Pagi di 17 Agustus entah tahun ke berapa aku sudah lupa. Kisah ini dari tutur-penutur Ibu. Pagi bers
Surat cinta merah jambu
Malam ini sepucuk surat dari Mas Akas datang lagi diantar seorang teman Mas Akas kemarin sore. Seper
Kisah Pelaminan Bapak dan Ibu
Tabuh soun sistem mengalun beralur landai. Membuat ritme dendang tembang lawas di pelataran rumah Pa
Sepuluh tahun yang lalu
“Mas kan anu apa namanya, duda sudah sepuluh tahun ini kan. Lagian juga pernah operasi otak juga kan
Silaturahmi sebelum lamaran
“Mas sebenarnya aku masih ada di Kalimantan. Aku sedang bekerja di sana, apakah Mas Jaka bisa sabar
Maaf Cerita berganti
Note : Maaf bagi para pembaca jikalau dua bab sebelumnya adalah sama dari bab yang pernah ada diawal
Cahaya bakal bayi
Minggu berikutnya, Seperti biasa di kala malam minggu aku dan berdirinya dua gedung pabrik meninggi d
Terkapar tepi aspal
Wuku, wuku, Suara burung hantu mulai bersahut di atas pohon mangga. Pas di belakang pabrik di bagian
Aku Ruh dan aku terkapar
Darah mengalir merah tumpah basahi aspal yang hitam. Lalu kental terkikis angin agak hitam dan agak
Menuju rumah sakit Bunder
Mobil putih pengantar jenazah terus melaju ke arah utara. Dari awal berangkat daerah kecamatan Cerme
Monitor detak jantung yang salah
Senandung rasa mati Aku adalah tubuh dan aku terbujur Aku kaku lurus tidur di atas ranjang Ranjang bero
Operasi otak
Wiu, wiu, wiu, Suara sirene ambulans terus menyala dengan nyala merah memutar-mutar. Menerobos lalu l
Pintu putih dan dua cahaya mirip manusia
Aku tertidur serasa begitu nikmat, aku di atas alam malakut tak mau pulang. Aku tertidur dengan nger
Sembuh dari koma
“Bagaimana Pak, Buk, apa Mas Jaka Effendik sudah sadar?” ucap Dokter yang beberapa saat lalu menanga
Cerita awal Iva kuliah
Brem, brem, Suara motor matik yang dikendarai Jaka telah sampai di pelataran rumahnya. Pak Akas lant
Pak Guru BP
Siang yang panas saat matahari mulai menebar hawa kering bersahut kerongkongan setiap makhluk bumi.
Mengantar Iva
Ketika pagi menyeruak menepis di atas embun dedaunan jalanan aspal yang kita lewati oleh roda dua. A
Cerita asap
Seminggu kemudian sudah tiba saatnya kami mengantar adik Iva untuk berpindah tempat. Ke sebuah kawas
Melepas Iva sendiri
Pagi rupanya begitu cepat datang, diawali dengan nyanyian kokok ayam jago. Selaras dengan bergulirny
Pemaparan sebab akibat (Menengok Iva)
Selubung rapuh dinding kamar dan lampu gelap Menari di atas bayangan ubin bersama senyap Tertawa sendi
Terima kasih Iva
Oh Allah Tuhanku kakinya mengayuh sepeda hampir magrib. Kaki itu pernah aku ajak berlari di pelatara
Bawah Halte STIKOM
Aku titipkan untaian kataku Serindai lembayung angin gelap melambai Bahkan setiap malam antara gelap d
Brak
“Adek sudah makan?” tanyaku sambil menuntun motor matik warna hitam yang tengah habis bensin. Sembar
Mengantar Iva pijat
“Tenang-tenang aku enggak papa, aku baik-baik saja. Santai Ayah, Buk di harap tenang. Itu Adik kakin
Ideologi buntu
Aku hanya penikmat rokok Aku hanya penikmat seduhan kopi Aku hanya penikmat sepi Dan aku hanya penikmat
Ketakutan Iva
“Buk, Iva takut, hikz, hikz,” satu kalimat dari dalam suara melalui telepon genggam dari Iva. Sudah
Berkendara malam
Semilir dingin angin malam yang melintasi jalanan telah datang merayu kulit agak menggigil. Sepoi le
Macan Langit
“Jaka Effendik, heer, hoar, hoam,” suara memanggilku dalam gelap tanpa kesadaran dan mungkin aku ten
Si Kuntilini
“Jangan-jangan, pergi, sana pergi, jangan mendekat, hust, hust!” teriak Iva dalam pojok kamar dengan
Wowo
“Ah enggak ada kopi, enggak ada teh, enggak ada apa kek begitu,” gerutuku sambil duduk menempel di d
Mode api amarah
“Ah sudah beres tinggal besok pagi cari kosan baru untuk Iva, merepotkan sekali kenapa coba di dunia
Cerita cinta masa sekolah
“Bukan begitu ceritanya waktu itu Dek,” ucap Jaka sambil menyeruput kopi yang beberapa waktu lalu Ja
Senyum Dek Novita
Pedal sepeda roda dua bernama pideral terus terkayuh penuh semangat menyusuri jalanan utama desa Moj
Ciuman pertama Ardha Tia
Pagiku terasa hambar tanpa Novita tiada lagi senyuman manis berlesung pipit dan berpita ungu melinta
3 sekawan Vs Bidadari H2
Lestari adalah bidadari kecil berseragam oranye berdasi kupu-kupu. Iya turun dari pintu sejenis angk
Dendam basis terminal
Ketika Lestari memilih untuk pergi menjauh bukan hanya dari mata tapi dari hati dan seluruh jiwa sea
Kosan bisu
Lantunan-lantunan tasbih terus menggetarkan dinding kalbu seakan menghancurkan kokohnya ego yang di
Menunggu Linda kekasihku
Sebatang rokok yang tinggal separo terus menemani malamku. Segelas kopi hitam pahit paling setia men
Pintu gerbang nomor 5
Ketika aku di bawah atap peron setasiun Jombang kota pukul 14.15 WIB. Mengenangmu adalah suatu kenis
Jakarta keras
Sudah pukul 05:00 pagi dan sudah sehari semalaman aku di dalam kereta. Menikmati laju kereta dengan
Menyapa Jakarta
Ketika pertama kulangkahkan kakiku yang beralaskan sendal sepatu. Satu pijakan tepat di atas lantai
Kisah ketok gulu
Pagi merekah sudah hampir siang kukira sudah pukul 10:00 WIB waktu kota Serang. Saat di atas Jembata
Tentang tarung sarung
Malam pelataran rumah Pakde Sumadi duduk di atas kursi panjang dari kayu buah tangan beliau setahun
Sebut saja Bunga
Saat kau menyerahkan hatimu dan saat itu kau milik tubuh dan hati lain Hidupku berurat hai gadis pria
Gubuk Ria sawah tetangga
Kutipan : Bijak dalam membaca ambil positifnya bukan negatifnya, *** Saat angin semilir menggodaku da
Bab baru dan kisah baru
“Sarapan Jaka?” Bude Kasmani menyodorkan sepiring nasi lengkap dengan lauk-pauk. Berupa ikan lele plu
Ria Bidadari Ampera
Perkenalan kita diawali malam gelap gulita saat dawai senar beradu dengan not nada bersahut dengan g
Ria dipangkuan
Seperti biasa bolpoin di tangan kanan dan sebatang rokok di tangan kiri serta segelas kopi hitam di
Terminal Raja Basa
Kumandang Shalawat Tarhim telah bergema di langit desaku membuka cakrawala butanya hati akan terlela
Vs preman terminal
Mereka memaksaku, menyeret tubuhku sampai belakang terminal di tempat yang sangat sepi dan hanya ada
Bertemu Dewi
Mataku berkedip sedikit lalu mengernyit agak perlahan membuka kelopaknya. Terasa dingin ada percikan
Nasip naas Saras
Malam itu terlalu larut untuk sebuah kaki kecil dari gadis kecil berjalan dan berlenggang di alas se
Nafas terakhir Saras
Mata Saras mulai berair pasrah menggelincir bening butiran-butiran halus di pipi meluncur deras hing
Rasa subuh
Seperti biasa setelah magrib tiba. Menggelar tikar sebagai alasnya di atasnya lagi aku hiasi dengan
Terpaksa aku lakukan
Malam ini di gudang di balik tumpukan berkarung beras setelah semua pekerja pergi ke tempat peraduan
Dermaga bisu
Byur, Byur, Debur ombak terhempas dari tengah laut menghantam karang tepian pantai di samping dermaga
Sudahlah
Sebuah angkutan kota warna kuning dari arah Labuhan Merak Banten menuju terminal Pakupatan kota Sera
Obrolan teras
Hufz..., haa, Satu tarikan nafas membumbung tinggi bersama udara malam hari di atas kursi panjang dep
Cuma mimpi
Jari telunjuk tangan kananku acungkan ke atas langit. Sambil duduk berjongkok aku pejamkan mata di a
Menginjak Senen Jakarta Pusat
“Pakde apa ini yang namanya Jakarta?” bisikku pada Pakde yang sedang berdiri di depanku, di sela-sel
Sisa 1500
Pagi ke dua kala aku di Jakarta kemarin Pakde Sumadi meninggalkanku pulang menuju kota Serang. Menit
Sms dari Ayah
Ayunan langkah kaki bersepatu agak berlari-lari kecil menapaki trotoar jalanan Senin Jakarta Pusat.
Maaf Ayah
Aku menunggumu Ayah di bawah pohon cemara hias depan rumah pemberhentian kereta Jakarta Pusat area S
Permintaan Lea
Kami hanya terpisah meja kecil di dalam ruangan kecil yang disebut ruang tamu. Kami hanya menatap ma
Mbak Moza
Aku hanya melihatmu sekejap saat kau dan aku berpapasan kala fajar timur menguap bahkan sebelum itu
Maaf sahabat
Sukanta sahabat terbaikku kala kaki ini berjalan di tepian kota Jakarta. Dia Sukanta pemuda sunda ya
Asmara bawah selimut
Aku buka kembali sebuah lembar di mana aku telah bersama Moza Mustafa. Seorang janda muda dari kota
Moza pergi
“Astagfirullah Mbak Moza kenapa kamu pergi,” gerutuku agak kesal hati dan marah sebab Moza begitu sa
Farhana gadis santri atau kupu-kupu
Dia Farhana gadis seusia kelas dua SMA asli gadis Jakarta. Dia Farhana anak Bapak Haji Sodik tetangg
Akang Terminal
Kali ini aku benar-benar sendiri di atas lantai paling atas Pasar Senin. Mulutku sudah berdarah kawa
Bicara bisnis
Teruntuk Akang Jaka kekasihku, Kang maafkan Farhana yang tiada berdaya memilihmu, Adek di antara pili
Kapak Vs pisau lipat
“Kau siap Jaka!” ucap Alex membawaku di depan barisan dari barisan belakang berjumlah dua puluh oran
Datuk Panglima Kumbang
Pernah suatu ketika saat kami tengah bertarung membawa nama Kang Terminal untuk merebut kembali suat
Rayuan Non Bunga
Kota adalah Harimau hutan, tak pandang bulu siapa saja yang menghalangi pasti tertancap taring, robe
Pesan langit
Pagi benderang di sudut Senen kota Jakarta Pusat tepat pukul, 06:00 pagi. Bersama lalu-lalang para p
Kalah tapi menang
Yang menangis di pangkuanku kala kamar bersua hotel dan aku harus merogoh kocek agak mahal. Diamlah
bagus kisahnya..tapi sampai bab ini sepertinya kisah Jaka sebagai tokoh utama palah hilang terganti oleh kisah masalalu orang tuanya.. jadi sedikit terganggu dalam menikmati alur kisahnya
22/05
0bagusss kaaa
06/04/2025
0saya sangat suka membaca ini
28/11/2024
1sangat banguss sekali ceritanya
25/11/2024
0best
11/10/2024
0aku mau dymen ff gratis
21/09/2024
0nicee
04/03/2023
0keren
08/02/2023
0mantap🤘🏻
04/01/2023
0sangat bagus banget ceritanya dan novelnya pun buags
01/01/2023
0