Total : 110Chapter 1
Pagi hari setelah melaksanakan kewajiban dua rakaat, Humaira beranjak menuju dapur untuk mempersiap
readmore Chapter 2
Dengan bersusah payah, akhirnya Humaira berhasil keluar dari kerumunan para tetangga di sekitar hala
readmore Chapter 3
BAB 3 BERTEMU KAWAN LAMA "Huma" seseorang berteriak memanggil Humaira ketika ia sedang berada di pa
readmore Chapter 4
**Pov Imron** Namaku Ali Imron Butarbutar, aku bekerja di sebuah perusahaan besar, jabatanku manager
readmore Chapter 5
**Pov Imron** Akhirnya hari yang kutunggu-tunggu datang juga, beberapa saat lagi akan ku ikrar kan j
readmore Chapter 6
**Pov Laras** Kupandangi wajah tampan suamiku yang kelelahan, ia masih tertidur dengan pulasnya, saat
readmore Chapter 7
BAB 7 MENJEMPUT LAURA Laras terbangun di kala sang surya mulai menyapa pagi, cahayanya mengintip mel
readmore Chapter 8
Setelah seminggu berada di rumah Om Burhan, akhirnya Humaira pun pulang ke kampung halamanya di kot
readmore Chapter 9
**POV Humaira** Mah, apa sebaiknya kita mencari karyawan baru, kewalahan ini Mah, pesanan rame terus,
readmore Chapter 10
**Pov Wahyu** Seratus hari sudah istriku telah meninggalkan kami semua, semua tentangnya membuat hati
readmore Chapter 11
# Pov Angga Pada waktu itu, saat aku pulang dari cafe milikku, tak' sengaja aku menabrak seorang wan
readmore Chapter 12
# Pov Humaira Entah mengapa malam ini sulit sekali tidur, baru terlelap sebentar, sudah terbangun ke
readmore Chapter 13
Wahyu termenung seorang diri, ia tahu, istrinya belum lama meninggal dunia, ia sangat kehilangan sos
readmore Chapter 14
"Assalamualaikum, Mamah!" ucap Haikal sembari membuka pintu rumah yang tidak terkunci, kemudian kami
readmore Chapter 15
# Pov Imron Sudah beberapa bulan aku menikahi Laras, manisnya madu hanya di awal, kini hambar sudah
readmore Chapter 16
# pov Imron "Dek, minggu depan Abang dipindahkan kerja di Bandung, sebaiknya sementara kau tinggal d
readmore Chapter 17
Setelah selesai melaksanakan ibadah salat Subuh, Laura mencuci pakaian yang menumpuk dalam ember bes
readmore Chapter 18
"Masa sih Pak Alex suka sama aku, nggak mungkin banget Kak," jawab Laura. "Lihat saja besok, yuk ah
readmore Chapter 19
#Beberapa hari kemudian "Dek, ayok kita siap-siap pergi ke Bandung," ucap Maya. "Sekarang Kak, bukanny
readmore Chapter 20
Selama bulan puasa, keluarga Humaira sengaja tidak menerima pesanan catering secara online, namun p
readmore Chapter 21
Beberapa saat kemudian, mereka telah tiba di rumah, Humaira menuruni motor sembari membuka helmnya k
readmore Chapter 22
Keesokan harinya, keluarga Humaira disibukkan dengan pesanan catering yang semakin meningkat, teruta
readmore Chapter 23
# Pov Alex Nama lengkapku Mario Alex, orang-orang biasa memanggilku Alex, aku berasal dari kota Palem
readmore Chapter 24
Humaira nampak termenung seorang diri, ia sebenarnya tidak membuka pesanan catering setelah lebaran
readmore Chapter 25
Sesampainya di rumah, Humaira terkejut melihat situasi rumah yang sudah ramai. "Ada apa ini?" batinn
readmore Chapter 26
Akhirnya waktu malam telah tiba, Humaira sudah tak sabar menunggu kedatangan Wahyu, ia berharap semo
readmore Chapter 27
Laura bangkit dari tempat duduknya, sebenarnya ia merasa enggan untuk berpamitan, namun walau bagaim
readmore Chapter 28
Terdengar suara gawai milik Humaira berbunyi, terlihat ada pesan masuk dari seseorang yang sangat be
readmore Chapter 29
Disaat sedang menikmati hidangan, tiba-tiba Imron datang menghampiri mereka. "Bahagia kali kutengok k
readmore Chapter 30
"Neng jaga diri baik-baik di sini ya? Jangan ketemuan sama mantan Neng itu, takut Aa' liatnya, kayak
readmore Chapter 31
Imron segera bergabung dengan keluarga kecil Togar untuk makan malam bersama. Masakan Lilis memang e
readmore Chapter 32
# BAB 32 MASIH BERHARAP "Assalamualaikum," ucap seseorang di depan. "Waalaikumsalam." Imron bergegas
readmore Chapter 33
"Euleuh geuningan! (oh ternyata!)" Lilis, masih melongo, ia menatap Humaira, kemudian ia menatap su
readmore Chapter 34
"Eh, Aya (ada) calon mantu mamah," ucap Ceu Yuni, ibundanya Wahyu, yang tiba-tiba saja datang dari a
readmore Chapter 35
"Tapi ada syaratnya! Mama Huma harus nginap di sini!" ucapan Raiqah, sontak membuat Humaira terkejut
readmore Chapter 36
# BAB 36 MEMBUKA HADIAH Beberapa saat kemudian, tiba-tiba ada seseorang yang menyentuh bahu Humaira
readmore Chapter 37
Wahyu terdiam beberapa saat, kemudian ia berkata, ["Sinta itu ... !"] ucapnya terhenti. ["Nama Sinta
readmore Chapter 38
#Pov Ceu Yuni (Mamahnya Wahyu) Tanpa sengaja, hari ini aku bertemu dengan Bu Sri, dan juga Sinta, di
readmore Chapter 39
#Pov Ceu Yuni "Mamah sudah ada calon buat kamu, mudah-mudahan kamunya suka, dia orangnya cantik!"imb
readmore Chapter 40
Humaira sedang bersiap-siap, ia akan pergi ke rumahnya Wahyu yang berada di Cimahi Tengah. Calon mama
readmore Chapter 41
Humaira menutup pintu kamar, kemudian ia ikut bergabung bersama ibu-ibu yang lainnya memasak di dapu
readmore Chapter 42
Humaira duduk di pinggiran tempat tidur, perlahan ia pun mulai membuka buku diary yang tertulis nama
readmore Chapter 43
Pada malam harinya, mereka berkumpul di ruang tamu untuk membicarakan masalah yang penting. Suasana d
readmore Chapter 44
"Pak, aki (kakek) Juned, kok udah bagi-bagi harta." Ceu Yuni menatap suaminya dengan penuh tanda tan
readmore Chapter 45
#Keesokan harinya Pagi-pagi sekali, sebelum adzan berkumandang, Humaira sudah terbangun, suasana namp
readmore Chapter 46
Sadar dalam bahaya, ia pun menulis pesan singkat, dan kan lokasi terkini kepada Haikal dengan menga
readmore Chapter 47
"Kamu akan aku bebaskan, asalkan dengan satu syarat," ucap pria yang memakai masker itu. "Apa syaratn
readmore Chapter 48
Wahyu mengendarai motor dengan kecepatan tinggi, sepanjang jalan ia memikirkan keselamatan calon ist
readmore Chapter 49
Wahyu menoleh ke arah Yanuar, ia pun mencoba untuk menghindar, namun, pisau itu sedikit mengenai kak
readmore Chapter 50
Tiba-tiba lengan Wahyu bergerak, kemudian ia membuka matanya, sembari menatap Humaira. "Neng !" lirih
readmore Chapter 51
"Gimana kabar Bang Imron, Bang? keluarganya sudah tau belum?" tanya Humaira menatap Togar. "Belum siu
readmore Chapter 52
"Alhamdulillah, stok darah buat Imron akhirnya terpenuhi, malah berlebih," ucap Togar. "Alhamdulillah
readmore Chapter 53
#Beberapa hari kemudian Keluarga Humaira sedang bersiap-siap menuju ke rumah almarhum aki Juned di d
readmore Chapter 54
Beberapa hari kemudian. Wahyu akan kembali ke Aceh, kali ini ia sekalian mengajak orangtuanya dan ju
readmore Chapter 55
# Pov Imron Begini rasanya sakit di tempat perantauan yang jauh dari keluarga, tak' ada mamak yang s
readmore Chapter 56
#Pov Laras Hari ini, kami berangkat dari bandara Kualanamu Medan langsung menuju Husein Sastranegara
readmore Chapter 57
#Pov Laras "Assalamualaikum...! Kak...! Kak...! Kak Laras...! Assalamualaikum...!" teriak seseorang da
readmore Chapter 58
#Pov Laras "Oh ya, Bang! Tadi Laura telepon, dia mau datang ke sini besok, rencana mau nikah Minggu d
readmore Chapter 59
"Anak ayah sudah bangun, sini bobo dekat ayah." Ia memandang si kembar dari kejauhan. "Gantengnya a
readmore Chapter 60
Laras membuka pintu, kedua netranya membulat melihat siapa yang datang. "Alex!" gumamnya. "Laras!" gu
readmore Chapter 61
"Alex! Aku boleh minta nomor tuan Kenzi," ucap Laras. Alex mendongakkan wajahnya, ia menatap Laras de
readmore Chapter 62
#Pov Laura Pagi ini aku dan suamiku, bang Rio berangkat dari Jambi menuju Bandung menggunakan maskap
readmore Chapter 63
Humaira hampir saja ketiduran setelah ia menjalankan ibadah salat Isya, malam ini ia menunggu telepo
readmore Chapter 64
Humaira terbangun ketika suara adzan telah berkumandang, ia pun bergegas menuju ke kamar mandi, ibun
readmore Chapter 65
"Nanti teman-teman saya akan datang dan memeriksa semua sudut ruangan di rumah ini," ucapnya. "Iya, b
readmore Chapter 66
# Pov Imron Hari ini pertama kalinya aku bekerja kembali, setelah sakit hampir sebulanan. Selama saki
readmore Chapter 67
Nanti Bagaimana jika Bang Imron curiga!"] ["Apa...! Hasil tes DNA nya positif?"] teriak Laras. ["Ja
readmore Chapter 68
"Kalau menurut aku, ada baiknya kita selidiki dulu semua ini," ucap Togar. "Caranya?" Imron mengernyi
readmore Chapter 69
Pagi-pagi sekali Imron berangkat menuju tempatnya bekerja, karena hari ini ia akan ada meeting penti
readmore Chapter 70
Imron termenung dan kebingungan, harus bagaimana lagi ia merayu mantan istrinya itu agar kembali lag
readmore Chapter 71
Tiba-tiba, gawai Laura bergetar, ia langsung mengambilnya dan membuka pesan video WhatsApp dari Bang
readmore Chapter 72
Seperti biasa, setiap malam sebelum tidur, Humaira dan Wahyu selalu bertukar kabar melalui sambungan
readmore Chapter 73
Pagi itu Togar berangkat kerja sendirian, ia hendak berangkat kerja bersama Imron, namun sepertinya
readmore Chapter 74
Sementara suasana di pabrik semakin menegangkan, saat Pak Yuda menanyakan keberadaan Imron sebagai d
readmore Chapter 75
Hari yang ditunggu-tunggu hampir tiba, Humaira sibuk mempersiapkan segala keperluan untuk acara pern
readmore Chapter 76
Setelah pulang bekerja, Wahyu segera bersiap-siap untuk pergi ke bandara Malikulsaleh yang tidak ter
readmore Chapter 77
Dekorasi pesta telah selesai di pasang, Kang Hadi dan beberapa pemuda sedang beristirahat sambil men
readmore Chapter 78
"Kemana Bang Imron, Bang? Kok Enggak kelihatan," tanya wahyu kepada Bang Togar. "Itulah semenjak Huma
readmore Chapter 79
Dengan langkah gontai, Imron meninggalkan rumah mantan istrinya. Ia menaiki ojek pangkalan yang tak b
readmore Chapter 80
Malam ini cuaca di wilayah Aceh utara agak sedikit mendung, hujan rintik-rintik menyambut kedatangan
readmore Chapter 81
Bunyi alarm dari gawai milik Humaira berdering berkali-kali. Dengan badan yang masih kelelahan dan ma
readmore Chapter 82
Hari ini, Wahyu dan tim teknisi lainnya disibukkan dengan beberapa mesin yang rusak. Istirahat hari J
readmore Chapter 83
Wahyu melajukan motornya dengan kecepatan sedang menuju pantai Ujong Blang, Lhokseumawe. Setengah ja
readmore Chapter 84
"Assalamualaikum" ucap seseorang di pintu depan. "Waalaikumsalam." Humaira bergegas menuju ke depan
readmore Chapter 85
Setelah beberapa hari pulang dari pulau Jawa, Imron selalu mengurung dirinya di dalam kamar, ia hany
readmore Chapter 86
"Mamak akan cepat sembuh, kalau melihat kalian bahagia, terutama kau, Ali, cepatlah kau mencari peng
readmore Chapter 87
"Kenapa harus sama dia, Mak! Jelaslah belum nikah, mana ada yang mau sama gadis gendut dan jelek mac
readmore Chapter 88
Imron sedang menikmati makan siangnya di kantin rumah sakit seorang diri, Saudah dan anaknya sudah p
readmore Chapter 89
Dengan cepat, imron mengeluarkan gawainya untuk menyimpan nomor telepon milik Nuralima, ia pun melak
readmore Chapter 90
Tidak lama kemudian, muncul seorang wanita menuruni tangga, Imron berdiri dan menatap ke arahnya. Wan
readmore Chapter 91
Imron menatap Nuralima yang sedang termenung melalui kaca mobil bagian dalam. “Dek, besok malam Abang
readmore Chapter 92
["Halo, Togar! Ada perlu apa rupanya tadi kau telepon?"] tanya Imron begitu telepon tersambung. ["Di
readmore Chapter 93
"Dek, ada acara apa di dalam? Rame kali nampaknya?" tanya Imron menatap Nuralima penuh dengan tanda
readmore Chapter 94
Di tengah perjalanan, tiba-tiba gawainya berbunyi, ada panggilan masuk dari Togar. ["Halo, Gar! Apa k
readmore Chapter 95
"Sebenarnya, kalian mau apa dengan handphone aku yang murah itu, tak' ada bagus-bagusnya pun, ini ak
readmore Chapter 96
Alex duduk di kursi kemudi, Janu berada di sebelahnya, sementara Opang dan Bom-bom mengapit Togar di
readmore Chapter 97
Lilis pun menceritakan perihal Togar yang disekap oleh anak buahnya Alex. Ceu Yati dan Haikal mende
readmore Chapter 98
Tidak lama kemudian, Ceu Yati mulai siuman, tangannya sedikit bergerak, perlahan netranya mulai terb
readmore Chapter 99
["Bagaimana keadaan target?"] tanya Alex kepada Janu yang sedang memantau keadaan rumah Huma, melalu
readmore Chapter 100
Haikal berteriak memanggil Laura dan beberapa karyawannya lain yang masih berada di dalam. "Kebakaran
readmore Chapter 101
"Kenapa bisa pingsan, Neng! Untung ditolong sama Haikal tadi," ucap Ceu Yati. "Jadi, Haikal yang tadi
readmore Chapter 102
"Aku pagi ini disuruh ke kantor polisi untuk memberikan kesaksian peristiwa kebakaran kemarin," ucap
readmore Chapter 103
Laras melemparkan gawainya ke atas tempat tidur, ia merasa kesal karena Laura begitu saja memutuskan
readmore Chapter 104
Humaira menikmati pemandangan di jalanan kota Bandung yang ia lalui melalui jendela mobil taksi, su
readmore Chapter 105
"Seandainya saja tadi Ayuk aku bisa kita ajak kerjasama untuk menemukan Alex dan komplotannya," ucap
readmore Chapter 106
Alex mengambil sesuatu dari saku celananya, kemudian ia hendak menyumpal mulut Laura dengan saputang
readmore Chapter 107
Laras berubah menjadi pendiam dan selalu mengurung diri di dalam kamar, kejadian beberapa hari yang
readmore Chapter 108
"Mungkin Laras sama Laura mau ikut." Humaira menoleh ke arah Laras dan Laura. Laras dan Laura saling
readmore Chapter 109
Suasana pagi hari di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta cukup ramai, Haikal, Hadi dan keluarga Bang Tog
readmore Chapter 110 (Ending)
"Kenapa, Kal? Bolak-balik aja kayak setrikaan," ucap Hadi, sambil menambah porsi makannya. "Mendingan
readmore
bgusss bngt
26/05/2025
0Enjoy bgt
25/05/2025
0Yes
23/05/2025
0bagus sekali ceritanya
05/05/2025
0suka
29/04/2025
0best
16/04/2025
0oke
11/04/2025
0keren
08/04/2025
0luar biasa, saya suka cerita ini
06/04/2025
0seru
04/04/2025
0