Total : 75Scene 1
Pernahkah kalian mengalami masalah dalam hidup? Yeah, semua orang pasti pernah merasakan masalah dal
readmore Scene 2
"Mau jadi pacarku nggak?" Cheryl hanya menatap punggung itu menjauh. Si tampan itu seolah upil, yang
readmore Scene 3
Si tampan itu, tidak menghiraukan ocehan Cheryl yang mengada-ngada. Teori dari mana, tangan udah ngg
readmore Scene 4
Saking mengebu cinta pada sang pujaan hati, ditambah wajah Cheryl yang terus saja terasa panas. Berk
readmore Scene 5
Cheryl berdandan begitu cantik hari ini, demi bertemu pangeran berkuda putih cewek berisik itu memak
readmore Scene 6
Joko. Nama yang begitu menganggu Cheryl. Apa benar begitu? Jika itu kenyataan, apa Cheryl bisa mener
readmore Scene 7
Kelas telah bubar, dan teman-teman kelas Cheryl membentuk koloni masing-masing dan kebayankan memili
readmore Scene 8
C : abang bohong -_-. Yang jumpa di tempat print kampus. J : maaf, saya memang nggak pernah ke tempa
readmore Scene 9
Cheryl hanya memperhatikan sekeliling. Ingin sekali, ia bercengkrama bersama maminya. Cheryl ingin a
readmore Scene 10
Pencarian Cheryl belum berakhir. Setelah, ia mempertaruhkan harga dirinya dan berakhir nyasar, membu
readmore Scene 11
Saatnya menebar pesona. Berbekal info dari Galvin, hari ini Cheryl berencana menemui sang pangeran b
readmore Scene 12
Kesal dan nekat, Cheryl langsung mendekati Juna dan memeluk leher lelaki itu. Gotcha! Semua mata ter
readmore Scene 13
Patah hati. Patah hati bisa membawa dampak, bagi orang yang mengalami. Ada yang patah hati, berevolu
readmore Scene 14
"Akak!" Teriak Jasmine, begitu melihat Cheryl. Bocah gendut dengan badan yang subur seperti kakaknya
readmore Scene 15
Chatting antara Cheryl dan Galvin semakin intens. Galvin merupakan lelaki yang begitu perhatian, dan
readmore Scene 16
Jantung Cheryl bertalu-talu, ketika melihat sileut Juna disana. Cowok itu, memakai kemeja berwarna b
readmore Scene 17
Cheryl mengembungkan pipinya kesal. Ia menatap Sandra penuh permusuhan. Cheryl tak suka, saat Sandra
readmore Scene 18
"Bujang." Teriak Cheryl, menarik jaket Aldo. Sedari tadi cowok itu hanya diam. Kesunyian mereka hany
readmore Scene 19
Cheryl mengajak ingin ikut ke rumah Mawar. Cewek itu ingin main bersama Jasmine, atau melihat Jared-
readmore Scene 20
Andai kebahagian bisa dibeli, Cheryl akan melakukan apa saja untuk bisa bahagia, seperti sekarang te
readmore Scene 21
Cheryl menyobek kertas tulisan Mawar. Gadis itu menyimpan kertas itu di dalam branya, karena di baju
readmore Scene 22
Mawar mengkhawatirkan Cheryl. Ia tahu, ada yang tak beres dengan sahabatnya. Tapi apa? Cheryl teriak
readmore Scene 23
"Woi ngomong!" Mawar menarik baju Cheryl, seperti orang yang mengajak tempur. Cheryl abai. Sudah sem
readmore Scene 24
"Ah gila!" Mawar menghabiskan teh susu segelas besar dalam sekali teguk. Menghadapi Cheryl, membuat
readmore Scene 25
Kedua manusia dalam ruangan itu sama-sama terkejut. Mawar hanya menganga, sambil menutup mulutnya. A
readmore Scene 26
Cheryl masih bergulung dengan selimut. Sedihnya tak kunjung hilang, sahabat satu-satunya, akan hilan
readmore Scene 27
Tangan Cheryl gemetaran membaca pesan itu. Ia sampai mengipasi wajahnya, matanya memanas. Katakan ia
readmore Scene 28
"Kalian kenapa sih?" Tanya Dhira. Gadis itu, digadang-gadangkan sebagai gadis tercantik di kelas, ia
readmore Scene 29
Layaknya orang berkencan pertama kali, rasa canggung itu pasti tercipta. Rasa itu hadir, karena keti
readmore Scene 30
Masih bersama Juna, tapi kali ini ada Mawar dan Aldo. Ketiganya pergi ke sebuah tempat wisata di pin
readmore Scene 31
Degup jantung Cheryl, berdetak tak karuan. Keringat dingin membasahi telapak tangannya, peluhnya yan
readmore Scene 32
"Dia umurnya berapa sih? Kok, belum lancar ngomongnya?" Cheryl baru menyadari, jika ia tak menjaga p
readmore Scene 33
Cheryl dan Juna kewalahan, bagaimana menghadapi Faaza yang sedang tantrum. Bocah cantik itu tak mau
readmore Scene 34
"Penguntit." "Dih, kagak!" "Trus apa, kalau nggak ngikutin orang lain pacaran sampai sini?" tantang
readmore Scene 35
Cheryl ingin menyendiri, karena pesan sang mami. 'Jangan dekatin anak itu' semua orang seperti tak p
readmore Scene 36
Cheryl akhirnya mengajak berjumpa dengan Mawar. Hari ini, tema Mawar memakai jaket denim seperti Ald
readmore Scene 37
"Buat bekal sebulan." Cheryl menyodorkan sekotak tisue pada Juna yang sudah ia ikat pakai pita berwa
readmore Scene 38
Cheryl sedang meminum capucino dingin. Karena sedang tak bersemangat untuk belajar, Cheryl dan Mawar
readmore Scene 39
'Mami egois' Akhirnya Cheryl bisa menuangkan apa yang ia rasakan. Keresahan selama 19 tahun ia mengh
readmore Scene 40
Cheryl masuk lagi, ketika menuruni tangga, Cheryl melihat maminya yang sedang bolak-balik, gadis itu
readmore Scene 41
"Jadi?" tanya Cheryl bersandar di motor the one. "Siap menjalani kisah kita?" tanya cowok itu. Chery
readmore Scene 42
Cheryl teriak-teriak norak. Mereka hanya berdua, berada di dalam danau yang dingin, di sekelilingnya
readmore Scene 43
"Em..." guman Cheryl norak. Gadis itu sedang makan roti lapis dengan berbagai campuran. Dan memang r
readmore Scene 44
Ketika mereka tiba di tempat janjian, yang lainnya sudah menunggu di sana. Mood Cheryl semakin mengh
readmore Scene 45
Cheryl menyeka ingusnya. Entah sudah berapa banyak tisu yang habis, bahkan bajunya menjadi sasaran.
readmore Scene 46
Sebisa mungkin, Cheryl menghindari Mawar. Karena ia tak ingin atau sedang malas berurusan dengan Maw
readmore Scene 47
Kebencian itu membunuh! Dan ini jelas. Kebencian telah melumpuhkan seluruh sendi-sendi Cheryl. Gadis
readmore Scene 48
PLAAKKK!!!! Bunyi tamparan yang begitu kuat, mendarat di pipi mulus Cheryl. Membuat kepala Cheryl pe
readmore Scene 49
"Anak jalang, akan tetap jadi jalang!" ucapan Mawar terus tergiang-ngiang di kepala Cheryl, seperti
readmore Scene 50
"J-jangan." tangis Cheryl. Tangisan Cheryl semakin kuat dan terdengar begitu pilu. "Ini kamu sesungg
readmore Scene 51
Cheryl tetaplah Cheryl. Keras kepala. Walau Delisha mati-matian menahan Cheryl agar jangan dekat den
readmore Scene 52
Jika mami Cheryl diibaratkan hewan pemangsa, maka singa sangat cocok disandingkan, dan Cheryl hanya
readmore Scene 53
"Jadi abang tahu ini?" tanya Cheryl dengan suara nyaris hilang. Juna hanya mengangguk. "Jadi kita sa
readmore Scene 54
Orang bilang pertemuan itu sesuatu yang mereka tunggu-tunggu. Orang bilang pertemuan itu momentum sa
readmore Scene 55
"Maaf menunggu lama." jantung Cheryl mau copot. Bibir gadis itu langsung terasa kering. Tak bisa men
readmore Scene 56
"Anakku ..." teriakan Delisha kembali menyadarkan Juna. Cowok itu langsung berlari ke kerumunan oran
readmore Scene 57
Delisha masih tak sadar juga, ketika jenazah Cheryl sudah berada di pemakaman sekarang. Tapi atas pe
readmore Scene 58
"Cewek bego, cewek tolol." maki seorang cowok di atas kuburan basah tersebut. Laki-laki itu mengusap
readmore Scene 59
Tiga hari kepergian Cheryl, Juna masih demam. Cowok itu mendadak lemah, saat ia mengingat bagaimana
readmore Scene 60
Tiga Minggu, Mawar berani mengunjungi makam sahabatnya. Tiga Minggu terakhir adalah masa terberatnya
readmore Scene 61
"Kenapa suka bangat sama bunga?" tanya Delisha pada Cheryl yang sibuk menggali tanah untuk menanam b
readmore Scene 62
"Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta, diperoleh selama masa persidangan dari keterangan saksi-s
readmore Scene 63
"Kamu lagi pengen makan ikan disaos?" sebenarnya Delisha tidak begitu tertarik pada menu ini. Tapi i
readmore Scene 64
Satu tahun berlalu. "Anak mami yang cantik, setahun itu rasanya cepat, lambat, menyiksa, kelam, terp
readmore Scene 65
Setahun, banyak waktu yang terkumpul untuk Ayden melahap isi buku diary usang tersebut, tapi ia tak
readmore Scene 66
"Satu ... Dua ... Tiga ..." "Huwahh .... Dea dapat anjirr." heboh semua orang, saat penangkapan buket
readmore Scene 67
"Kamu nggak pernah membuatku terpukau dengan semua sikapmu." puji Juna pada Mawar saat keduanya turu
readmore Scene 68
Berlari secepat cheetah. Bergerak selincah ular, melompat sejago kelinci. Mawar berlari memegangi, g
readmore Scene 69
"Kamu ganti di kamar mandi aja nggak?" "Kenapa?" tanya Juna tak peka, sambil membuka kancing kemeja
readmore Scene 70
Mawar menangis tersedu-sedu, pagi ini Jasmine kejang-kejang. Yang membuat Mawar sendiri tak paham, k
readmore Scene 71
Dalam sebulan terakhir, siang ini tidur terindah dan ternynyak yang Mawar rasakan. Setiap malam ia t
readmore Scene 72
Kemoterapi itu menyakitkann. Mawar melihat dengan mata kepalanya sendiri dan ia juga berjuang bersam
readmore Scene 73
Hari ini, Jasmine cerewet sekali. Walau bicaranya sudah tak jelas, tak ia ingin sekali menceritakan
readmore Scene 74
Gemuruh langit menunjukan kekuasannya. Alam sedang berkuasa sekarang. Dan Mawar bersyukur keadaan me
readmore ENDING
Flashback. Tangisan Mawar menginvasi yang lainnya, yang sedang tertidur dan semuanya langsung berlar
readmore
good
11/02/2025
0mantap ceritanya
22/10/2024
0mantul
04/10/2024
0mantap
13/01/2023
0mantap
09/10/2022
0Waw sangat bagus
27/05/2022
0oke
13/05/2022
0kazdefc
07/05/2022
0juxixi
07/05/2022
0best
06/05/2022
0