Total : 30Prolog (Bab 1)
Prolog Tanah itu masih basah saat Larisa berkunjung. Gundukan bertabur bunga, juga masih belum ditumb
readmore Chapter 2
Bab 2 Membenci Larisa bukan berarti Revan begitu menyukai Julia. Tidak sedikit yang tahu mengenai hub
readmore Chap 3
Bab 3 Pagi harinya, Larisa sudah sibuk menyiapkan pakaian untuk sang suami. Dia menaruh sepatu pantof
readmore Chap 4
Bab 4 Sementara baju-baju dan barang-barang penting lainnya sudah masuk koper, otak Larisa masih beta
readmore Chap 5
Bab 5 Revan tidak membawa Larisa ke tempat lain melainkan langsung menuju ke rumah. Tadi, saat dalam
readmore Chap 6
Bab 6 Panggilan itu belum berakhir sampai membuat Larisa harus menunggu di lobi beberapa saat. "Dia it
readmore Chap 7
Bab 7 Ini menjadi malam pertama mereka berdua di apartemen ini. Semangat Larisa yang berniat meluluhk
readmore Chap 8
Bab 8 Sekitar pukul lima pagi, terdengar seseorang membuka pintu. Revan masuk dengan mata masam dan t
readmore Chap 9
Bab 9 Karyawan tentu sangat kewalahan saat harus mencegah Julia supaya tidak masuk ke ruangan Revan.
readmore Chap 10
Bab 10 Sampai siang, Larisa tak kunjung mendapatkan pesan dari Revan. Sepertinya pria itu memang seng
readmore Bab 11
Bab 11 Larisa tersenyum ketika gelas berisi jus yang ia bawa sudah mendarat di atas meja. Senyum itu
readmore Bab 12
Bab 12 Revan terpaksa menyeret Julia ke luar dari apartemennya. Wanita itu sungguh kekeh tidak mau pe
readmore Bab 13
Bab 13 "Harusnya kamu lebih terbuka, Re," kara Grace seraya meletakkan cemilan di atas meja. Kini, Gra
readmore Bab 14
Bab 14 Ini bukan lagi menyangkut malam pertama yang selalu dinanti setiap pasangan pengantin. Satu ta
readmore Bab 15
Ban 15 Selesai mandi dan merapikan diri, Revan menyiapkan barang-barang yang perlu dibawa ke kantor.
readmore Bab 16
Bab 16 Sampai sore, Larisa tidak kunjung mendapatkan pesan yang berisi nomor sandi dari pintu apartem
readmore Bab 17
Bab 17 Larisa sudah berlari menjauh dari tempat di mana ia bertemu dengan Revan bersama seorang wanit
readmore Bab 18
Bab 18 Ketika taksi sudah berhenti di halaman gedung apartemen, Larisa mendadak ogah turun. Dia begit
readmore Bab 19
Bab 19 Di ruang makan, sudah tersaji beberapa menu sarapan. Tidak macam-macam, hanya ada nasi, ayam d
readmore Bab 20
Bab 20 Sejauh mana Larisa melangkah, Revan masih terus mengejarnya. Revan tidak peduli dengan Elle ya
readmore Bab 21
Hampir semalaman Revan tidak tidur karena rasa bersalah terus menghantuinya. Wajah Larisa yang penuh
readmore Bab 22
Tentang pagi tadi, Larisa masih belum banyak bicara. Dia hanya ingin tahu seberapa jauh Revan akan b
readmore Bab 23
Elle kembali pergi ke kantor Revan setelah tadi gagal bertemu karena Revan sedang meeting dengan beb
readmore Bab 24
Cukup sudah Revan membiarkan Larisa marah dan salah paham. Setelah meminta Elle untuk pergi dulu, Re
readmore Bab 25
Revan belum menjawab pertanyaan Grace yang terlontar hanya satu kata itu. Dalam posisi duduknya, Rev
readmore Bab 26
Revan tidak mengerti kenapa ada hati yang begitu baik seperti Larisa. Revan tahu Larisa marah, tapi
readmore Bab 27
Obrolan bersama Elle, seolah masuk kuping kanan ke luar kuping kiri. Revan sama sekali tidak fokus p
readmore Bab 28
Semalam sangat melelahkan. Revan melakukannya beberapa kali hingga membuat Larisa tidak berdaya. Hi
readmore Bab 29
Elle datang memang untuk Revan. Dia kira kunjungannya ke sini bisa mendapatkan hati Revan lagi, tapi
readmore Bab 30 (Tamat)
Satu bulan berlalu, Larisa menjadi lebih manja. Dia selalu minta ditemani dan tidak mau jauh-jauh da
readmore
good
29/06
0sangat bagus ceritanya
25/03/2025
0aku suka ceritanya,ya walaupun masih dia baca
17/04/2024
0👍👍👍
15/04/2024
0aku suka cerita nya
13/03/2024
0Bagus biarpun gemes ma revan
02/03/2024
0ok sangat bagus sekali
18/02/2024
0ok mantap smoga bermanfaat
17/02/2024
0so good
16/02/2024
0suka banget
15/02/2024
0