Total : 561.Hari Pertama di Sekolah Baru
Burung berkicau merdu, beriringan dengan teriakan seseorang di depan pintu kamar yang meredam merdun
readmore 2. Masih di hari pertama
Artha berlari memasuki kelas kemudian duduk dibangkunya dan menenggelamkan kepalanya dalam lipatan t
readmore 3. Dia, Genta
Artha berjalan menyusuri koridor bersama Ifan yang melangkah disebelahnya. Laki-laki itu ngotot ingi
readmore 4. Suatu hal yang familiyar
"Ada makanan nggak, kak?" tanya Ifan menginjakkan kaki di ruang makan. Seragam sekolahnya telah berg
readmore 5. Anehnya seorang Genta
"Bang," panggil Ifan setengah berbisik, mendekatkan wajahnya ke telinga Rigan. "Hm," sahut Rigan tanp
readmore 6.Anehnya seorang Genta (2)
Bel pulang sudah berbunyi sejak lima menit yang lalu. Para aktivis rebahan yang rindu kasur juga sud
readmore 7. In The Night..
Susana rumah Artha memang sepi di siang hari, tapi kalau malam, ramenya ngalahin pasar malam. Apalag
readmore 8. Nobar dan tamu tak diundang
Keluarga Yunanda sudah berkumpul di ruang tamu. Duduk dilantai bersama dengan empat buah bantal, dua
readmore 9. Ikut, kemah?
Guntur melambaikan tangannya kala Artha turun dari motor scopy yang biasa membawanya ke sekolah bers
readmore 10. Dirundung
"Kenapa narik-narik?" kesal Artha pada Ifan yang membawanya ke kantin. Ifan menghela nafas, menatap
readmore 11. Dia, Tirtha
"Mau kemana?" Tanya Artha pada Genta yang terus menyeretnya semenjak keluar dari kantin. Entah akan
readmore 12. Minggu pagi dan Genta
"Pa boleh ya? Sekali ini aja." bujuk Artha. "Jangan dizinin, pa. Anak cewek nggak baik keluyuran," k
readmore 13. Kesenangan dan Suram
Setelah puas jalan-jalan, Genta mengantarkan Artha pulang. Terhitung jam sebelas siang gadis itu tib
readmore 14. Kemah!
Artha mengintip sedikit dari balik pintu kamarnya. Menoleh ke kanan dan ke kiri memastikan kedua pan
readmore 15. Ketahuan dan kekhawatiran
Ifan terkejut bukan main saat membaca balasan chat dari Genta. Teman Artha Yang bernama Aca ternyata
readmore 16. Genta, ngambek?
Artha mendapat penjagaan ketat selepas kejadian beberapa hari yang lalu. Artha tidak diperbolehkan p
readmore 17. Jadi Obat Nyamuk
Genta betulan ngambek dan tak menyapa atau menemuinya hingga jam pelajaran berakhir. Bahkan anak itu
readmore 18. Perasaan aneh
"Makasih Bang Gun," ucap Artha pada Guntur yang telah berbaik hati mengantarnya pulang. Guntur tersen
readmore 19. Berantem
Hari ini rumah Irfan kembali ramai. Ifan si bocah bawel sudah pulang dari acara berkemahnya dan kini
readmore 20. Satu Kelompok
Selepas kejadian kemarin, Artha dan Ifan belum sepenuhnya baik. Pagi ini atmosfer di ruang makan ter
readmore 21. Belajar Kelompok
"Jadi kapan kita bikin tugasnya?" tanya Maja membuka sesi obrolan. Sudah lima belas menit mereka dud
readmore 22. Belajar Kelompok 2
Genta menatap Artha yang ternyata juga menatapnya. "Iya. Kecuali Artha." Mata Aca melebar mendengar j
readmore 23. Belajar kelompok (Terakhir)
Seperti biasa, hanya ada Ifan dan Rigan di rumah. Irfan masih sibuk di kantor dan baru akan pulang s
readmore 24. Perkara Tawuran
Ifan habis babak belur dihajar oleh teman-teman Tirtha. Tidak ada sisi wajahnya yang tidak terkena p
readmore 25. Rasa Cemburu
Seperti biasa, rutinitas sarapan akan selalu ditemui di rumah Irfan. Meski tidak ada yang mahir mema
readmore 26. Perkara Dihukum
"Gue bilang apa? Belajar. Dihukum kan." Genta datang melihat Artha yang sibuk membersihkan laboratori
readmore 27. Nggak suka katanya
"Galau ya?" "Kayaknya iya. Mukanya asem banget kalau Aca liat." "Ck. Lo kenapa di sini, Ca?" "Lah? Maja
readmore 28. Warung Bakso
Tirtha tidak langsung mengantarkan Artha pulang ke rumah, melainkan mengajak gadis itu makan bakso d
readmore 29. Amarah Genta
"Dadah! Sampai ketemu besok!" Tirtha balas melambaikan tangan. Senyum terbit di wajahnya yang tersemb
readmore 30. Genta mundur
"Ada masalah apa? Kenapa bisa ngumpul mendadak?" tanya Tirtha pada rekan-rekannya yang telah lebih d
readmore 31. Lagi lagi
Tidak ada Genta yang menunggu di depan pagar dengan motor kerennya dan wajah flat yang anehnya membu
readmore 32. Ingin bebas
Kehadiran Tirtha bersama perempuan selain Serana menarik perhatian anggota PEGA yang berjaga di depa
readmore 33. Playboy or Fuckboy?
Tirtha langsung mengantarkan Artha pulang ke rumah setelah mendengar secara singkat apa yang terjadi
readmore 34. Good Girl
Pertengkaran antara adik dan kakak itu sebetulnya hal yang wajar dan memang menjadi hal wajib sebaga
readmore 35. Jangan sampai terulang
Artha menolak ajakan pulang dari Maja dan teman-teman yang lain. Ia tidak ingin merepotkan siapapun.
readmore 36. Masih belum damai
Sepertinya hari ini adalah hari paling buruk dalam hidup Ifan. Ia tidak pernah memasak makanan sendi
readmore 37. Tolong sportif
Genta bisa saja pulang, membiarkan kaka beradik itu menyelesaikan urusannya. Nanti kalau sudah tenan
readmore 38. Rigan kembali
Dua hari berlalu dengan cepat. Rigan juga sudah pulang ke rumah dan akan lebih banyak menghabiskan w
readmore 39. Pembagian kelompok
Ifan berdiri gusar di samping kelas Artha, menunggu Genta yang tak kunjung muncul. Kakinya bergerak
readmore 40. Berantem
Tirtha tidak punya niat unjuk kekuatan kalau saja Riko yang sengak itu tidak memaksa masuk ke area s
readmore 41. Masalah
Ifan tidak tau mengapa harus merepotkan diri mengurus Riko yang sama sekali tidak ia kenal. Ia juga
readmore 42. Obrolan anak komplek indah sari
Mereka benar-benar memenuhi janjinya. Artha yang seharusnya pulang dan makan siang bersama Rigan mer
readmore 43. Ayo pacaran
Pulang ke rumah adalah hal yang tak pernah Tirtha sukai. Kalau bisa, Tirtha akan hidup di sembarang
readmore 44. Damai
Seharusnya pagi ini Ifan dan Artha sudah berdamai. Sebab Irfan telah usai dengan dinas luar kotanya
readmore 45. Ngedate
"Makan dulu yuk?" ajak Artha kala Tirtha masih sibuk membereskan mejanya. Mereka janji pulang bersam
readmore 46. Familly Time
Irfan pulang lebih awal hari ini. Sebelum pukul delapan malam, Irfan sudah berada di rumah. Bahkan s
readmore 47. Jadi mata-mata
Bisa dibilang, Tirtha punya nyali. Sebab pagi ini, anak itu sudah berdiri di depan pagar rumah Artha
readmore 48. Jatuh cinta juga
Sepertinya Genta memang sudah gila. Bisa-bisanya dia menerima tawaran Ifan perihal menjadi mata-mata
readmore 49. Alibi Gila
Melihat Artha dan Tirtha berboncengan meninggalkan area sekolah, Genta jadi ingat dengan taruhan yan
readmore 50. Kerja Kelompok
"Bahan-bahannya ada kan?" tanya Genta begitu tiba di dapur Artha. "Seharusnya ada," jawab Artha yang
readmore 51. Kerja Kelompok II
Mereka berbasil membuat 20 pics nagasari, 15 pisc lumpia dan 30 pics risol isi sayur. Itupun masih a
readmore 52. GENTA (Genta-Artha)
Artha dan Genta baru saja keluar dari ruang guru, menyetorkan praktek kewirausahaan mereka. Jajanan
readmore 53. Bertemu Rigan yang sedang patah hati
Genta tidak langsung pulang ke rumah. Pun tak minat untuk pulang. Tidak ada yang dia temukan di ruma
readmore 54. Orang-orang ini lagi
"Kamu nggak punya rumahkah, Gen? Masih pakai seragam, makan siang di rumah aku—kamu belum pulang dar
readmore 55. Keputusan yang menguntungkan
Risol dan kawan-kawannya sudah matang. Digoreng beberapa untuk dimakan bersama sekalian mencicipi ma
readmore 56. Jadi obat nyamuk
Hingga malam menjelang, Genta tak kunjung pulang. Entah apa yang membuatnya begitu betah di rumahnya
readmore
baguss
1d
0Ceritanya mantap
27/02
0bagus bangetttt
21/10
0bagus
12/05/2025
1bagus
23/04/2025
0bagusss bagettt
10/04/2025
0seru karena banyak tokoh
28/02/2025
0mantap
18/01/2025
0good
09/12/2024
0aku suka banget sama jln critanya
07/12/2024
0