Total : 76Chapter 1 Perlakuan Keluarga Suami
“Arini! Arini! Dimana kamu?” teriak Ibu Ida dari arah ruang makan. Bergegas Arini menghampiri Bu Ida
readmore Chapter 2 Siapa yang Datang?
Tok! Tok! Tok! “Assalammu’alaikum, Bu Ida!” Terdengar suara perempuan mengetuk pintu dan mengucap salam
readmore Chapter 3 Pertemuan
“Mas ... Arini besok jadi pulang kampung, ya?” ucap Arini saat mereka sudah di kamar. Setelah pulang
readmore Chapter 4 Arman dan Sarah
"Ini dia anakku, Jenk! Sarah!" ucap Bu Wati saat mereka sudah duduk kembali. "Cantik dan modis sekali
readmore Chapter 5 Kampung Arini
Belum juga sehari ditinggal Arini pergi, Arman sudah mengirim pesan rindu pada Arini. Ini membuat Ar
readmore Chapter 6 Surat Bapak dan Emak
Sepulang dari rumah Bi Imah, Arini mengistirahatkan tubuhnya sejenak. Tidur siang adalah hal yang te
readmore Chapter 7 Hasutan Ibu
Setelah pertemuan Arman dan Sarah, Ibu Ida selalu membahas tentang hal itu. Hal itu membuat Arman je
readmore Chapter 8 Kejutan
Saat Bu Ida ikut masuk ke dalam kamar Bela, mereka merencanakan sesuatu agar Arman mau menuruti apa
readmore Chapter 9 Permintaan Maaf
Arman memilih menunggu Arini di depan pintu kamar. Rasanya enggak untuk bergabung kembali bersama ib
readmore Chapter 10 Fitnahan
Arman yang sedang dikejar deadline, saat Ibu Ida meneleponnya. KESAL? Tentu saja! Itu yang Arman ras
readmore Chapter 11 Permintaan Arini
Dokter masuk lagi ke ruangan Arini. Saat ini Arini dalam kondisi sadar dan sudah stabil. Biarpun men
readmore Chapter 12 Syukuran
Selama hamil dan memiliki pembantu, Arini lebih sering berada dalam kamar. Menghindari perdebatan de
readmore Chapter 13 Kerjasama Sarah dan Tuti
"Saya tahu Mbak Sarah ingin menyingkirkan Mbak Arini dari rumah ini," kata Tuti dengan senyum mengem
readmore Chapter 14 Diusir
"Jangan-jangan itu bukan anak Mas Arman, Tan," Sarah mulai meracuni pikiran Ibu Ida. "Ah gak mungkin,
readmore Chapter 15 Taktik Tuti
Tuti memang mengajak Sarah bekerja sama, tapi itu semua hanya taktik Tuti semata. Karena, dirinya pa
readmore Chapter 16 Perubahan Sikap Arman
Sudah beberapa hari Tuti memasukkan air jampi-jampi dari Mbah Gondrong. Perlahan, pelet itu mulai be
readmore Chapter 17 Arini Terpojok
"Lepaskan, Mas!" teriak Arini. Dan tiba-tiba Doni, kakak iparnya menarik tubuhnya dengan kasar. Dala
readmore Chapter 18 Arini Terpuruk
"Kandungan Ibu Arini ... mohon maaf Pak Arman, janinnya tidak selamat!" ucap Dokter Firman hati-hat
readmore Chapter 19 Ulah Sarah
Hari ini Arman libur kerja. Pekerjaannya yang bukan merupakan pegawai negeri, membuat hari libur Arm
readmore Chapter 20 Apa Kabar Indah
"Kamu?!" kata wanita yang hendak mewawancarai Arini. "Indah!" lirih Arini. Kedua mata mereka saling t
readmore Chapter 21 Memilih Pergi
"Arini! Mulai hari ini kamu gak boleh keluar rumah tanpa izinku!" dicekalnya kuat tangan Arini dan A
readmore Chapter 22 Semua Berubah
Semakin hari, Arman dan Tuti semakin dekat. Sehari saja Arman tak melihat Tuti, pasti akan dia cari.
readmore Chapter 23 Harga Diri
"Arini!" seru pria yang tak lain adalah Arman itu. Ya ... kebetulan memang, Arini bisa bertemu denga
readmore Chapter 24 Kejutan dari Indah
"Halo! Maaf Arini, tadi lagi dipanggil suami jadi gak tahu kalau kamu sudah angkat! He ... he ... h
readmore Chapter 25 Hasutan Tuti
Arman dan Tuti pulang dari supermarket dengan keadaan marah. Arini yang dianggapnya akan menderita s
readmore Chapter 26 Kecurigaan Indah pada Arman
Semua orang memandang Arini penuh kebencian. Indah yang belum tahu wajah suami Arini tak menyadari b
readmore Chapter 27 Dilema
Selama bekerja, Arini tak henti-hentinya memikirkan mimpi buruknya semalam. Ada perasaan takut dan j
readmore Chapter 28 Sarah
Saat Arman dan Keluarganya datang berkunjung ke restoran, Sarah sungguh merasa paling bahagia dianta
readmore Chapter 29 Ancaman
Tuti mengikuti Doni dengan sedikit tertatih karena Doni menyeretnya. Doni membawa Tuti di halaman b
readmore Chapter 30 Bude Jamilah
Bude Jamilah berangkat ke kota dengan menyewa sebuah mobil. Orang suruhannya sudah mengabarkan kalau
readmore Chapter 31 Keputusan Arini
Arini dan Indah terlibat pembicaraan yang asyik saat memasak. Mereka mengenang masa-masa dulu saat b
readmore Chapter 32 Bertemu Pak Danu
Sepanjang jalan, Arini terus menerka-nerka apa yang sahabatnya itu lakukan di alamat itu. Terlebih l
readmore Chapter 33 Rencana Pernikahan
Arman yang sudah tak ingin melanjutkan pernikahannya dengan Arini, menjatuhkan talak ketika mereka b
readmore Chapter 34 Mencekam
Keesokan paginya, Arini izin kepada Indah untuk masuk kantor agak siang. Hari itu, Arini berencana u
readmore Chapter 35 Penolong
Saat berbicara dengan Indah di telepon, Arini dikejutkan dengan tepukan di pundaknya. Arini menoleh
readmore Chapter 36 Titik Terang
Indah sangat bersemangat mengetahui kalau ada kemungkinan Pak Danu ayah kandung dari Arini. Sejak me
readmore Chapter 37 Penampilan baru Arini
Setelah selesai acara kongres, Indah dan Arini tak bisa bersantai begitu saja. Laporan tentang kegia
readmore Chapter 38 Kejutan untuk Arini
Setibanya di bandara internasional Ngurah Rai Bali, mereka sudah dijemput dengan mobil dari hotel. K
readmore Chapter 39 Pernikahan Arman
Pernikahan Arman tinggal satu hari lagi. Segala persiapannya sudah sembilan puluh persen, tinggal sa
readmore Chapter 40 Kejadian Tak Terduga
Namun tiba-tiba, tangan Salma dicekal oleh Joni—anak buah Pak Danu. "Lepaskan!" teriak Salma. Teriak
readmore Chapter 41 Kondisi Indah
Tak bisa diungkapkan lagi kebahagiaan yang Indah rasakan. Sahabatnya sudah bertemu dengan orang tua
readmore Chapter 42 Permintaan Indah
Indah merasa tidak memiliki semangat hidup lagi. Harapannya untuk memberikan keturunan pada suaminya
readmore Chapter 43 Kehidupan Baru Arini
Arini masih tak percaya kalau dia anak pengusaha dan pebisnis sukses seperti Pak Danu. Entah nasib b
readmore Chapter 44 Kabar Tuti dan Doni
Kondisi Salma kalang kabut. Raut mukanya menegang setelah menerima pesan dari tetangganya. [Aku lihat
readmore Chapter 45 Pertemuan Tak Terduga
Arini pulang dari rumah Indah dengan perasaan hancur. Di saat dirinya bahagia karena bertemu dengan
readmore Chapter 46 Arman Kenapa
Kehadiran Arini di pesta pernikahannya dengan Sarah, membuat Arman semakin sadar akan kesalahannya d
readmore Chapter 47 Flashback Bude Jamilah
Keinginan Bude Jamilah untuk menguasai harta peninggalan adiknya sangatlah besar. Bukan tanpa alasan
readmore Chapter 48 Masalah Datang
Salma dan Bela masih merasa khawatir. Tentu saja orang yang menggedor pintu tadi bukan orang sembara
readmore Chapter 49 Setia Mendampingi
Setelah tahu Indah ada penyakit serius, Arini semakin sering berkunjung ke rumah Firman. Mertua Inda
readmore Chapter 50 Panggilan Sidang Kedua
"Sudahlah ... cukup aku bantu Bela saja dari jauh. Dengan begitu, aku akan merasa lebih baik. Mungki
readmore Chapter 51 Kondisi Indah (Luapan Hati Arini)
Sampai di rumah Indah, Pak Danu langsung pulang. Nanti Arini pulang akan dijemput Joni. Terlihat Ind
readmore Chapter 52 Ternyata Dia
"Pa, kalau Arini punya sopir pribadi sendiri, Papa keberatan gak?" tanya Arini saat mereka selesai m
readmore Chapter 53 Karma Untukmu!
Mata Arini tak lepas dari perempuan itu. Semakin dekat dengan keberadaan perempuan itu, Arini semaki
readmore Chapter 54 Itu Nasibmu
Ibu Wati seperti orang kerasukan. Makian dan juga umpatan tak henti-hentinya dia ucapkan untuk Arini
readmore Chapter 55 Kabar Baik
Akhirnya hari itu pun tiba. Hari di mana sidang putusan cerai antara Arman dan Arini. Dengan mengena
readmore Chapter 56 Tak Ada yang Sempurna
[Arini, maafkan aku! Aku tahu, aku tidak pantas menulis pesan ini untukmu. Terima kasih kamu telah m
readmore Chapter 57 Indah Pulang
Perjalanan pengobatan Indah selama di Jerman tidaklah mudah. Banyak suka duka yang dilaluinya. Berun
readmore Chapter 58 Diam-diam Mengagumi
Sejak saat pertemuan antara Pak Danu dan Pak Sofyan, Anjas jadi lebih sering bertemu dengan Arini. A
readmore Chapter 59 Hari Bahagia
"Bagaimana para saksi? Sah?" ucap Pak penghulu. "SAHHHH!!!!" jawab semua orang serempak. "Alhamdulilla
readmore Chapter 60 Kebahagiaan Tak Terkira
Acara demi acara telah selesai dilewati. Nampak sekali rasa lelah mendera di wajah kedua mempelai. S
readmore Chapter 61 Semoga Segera Sadar
Arman yang sudah ikhlas dengan perpisahannya, memilih meninggalkan kota yang sudah lama dia tinggali
readmore Chapter 62 Kembali Ke Kota
Sudah beberapa bulan Arman menikah dengan Aisyah. Aisyah bisa dibilang istri yang tak banyak menuntu
readmore Chapter 63 Panggil Aku Putri, Mas!
Setelah sampai di kota, badan Arman terasa remuk redam. Untung saja rumah yang dia kontrak sudah dib
readmore Chapter 64 Tentang Putri
Gadis berumur dua puluh enam tahun itu sudah tinggal ibunya sejak umur tiga tahun karena sakit. Seja
readmore Chapter 65 Perjanjian Arman dan Putri
"Putri mencintai Sandi, Mas!" ucap Putri sambil menunduk. Arman terdengar menghela nafas panjang. Me
readmore Chapter 66 Laki-laki itu Anjas
Putri segera menghampiri orang yang turun dari mobil itu. Wajah Putri nampak sangat khawatir. "Kamu k
readmore Chapter 67 Pertemuan Anjas dan Arman
Sepulangnya dari kantor, Arman memesan ojek online menuju ke kantor Anjas. Perlu waktu sekitar dua p
readmore Chapter 68 Harus Apa Lagi
Arman terus memikirkan cara agar Putri bisa berubah. Cinta bisa saja tumbuh dalam pernikahan mereka
readmore Chapter 69 Haji Topan Berkunjung
"Assalammualaikum!" Suara yang tak asing ditelinga Arman terdengar dari depan. "Assalammualaikum!" Ka
readmore Chapter 70 Meminta Sandi Datang
Haji Topan berlalu meninggalkan Arman dan Putri di sana. Diamnya menjadikan Arman dan Putri khawatir
readmore Chapter 71 Bertemu Sang Mantan
Malam itu Arman bersiap diri untuk menghadiri undangan dari atasannya. Karena Putri tidak bisa ikut,
readmore Chapter 72 Keadaan Putri
Dokter berkata kalau Putri kehilangan banyak darah akibat percobaan bunuh diri yang Putri lakukan. B
readmore Chapter 73 Jadi Pendiam
Beberapa hari setelah dirawat, Putri sudah diperbolehkan pulang oleh Dokter Radit. Dokter Radit berp
readmore Chapter 74 Mungkinkah akan Tumbuh Cinta?
Seperti yang Putri sampaikan sebelumnya, setelah makan, dirinya mengajak Haji Topan dan Arman untuk
readmore Chapter 75 Terketuk Hatinya
Saat sampai di pos polisi, keduanya masih saja terus adu mulut. Arman yang tak terima istrinya dipuk
readmore Chapter 76 Bahagia
Jam hampir menunjukkan pukul dua belas malam. Tapi, Arman tak kunjung pulang atau menghubungi Putri.
readmore
bagus
23/01
0bagus ceritanya
04/01
0bagus
08/12
0keren
18/07
0bgus bngttt ceritanya
11/07
0bagus, rekomendasi bangett, tetap semangat author
23/06
0cerita nya seru
03/06
0bagus kak
29/05
0keren
23/04/2025
0mantaff
04/04/2025
0