ceritanya luar biasa. korban kekerasan seksual butuh waktu lama untuk bangkit.
ka Lie ada bukunya ga. kalau ada mo beli bukunya. Mau lanjut dong. ini ngegantung.
26/01/2022
0
ZairaSiti
jalan cerita mengasyikkan.temggelam dalam perjalanan hidup sekar seolah kisah nyata.terus lanjutkan dan ingin sekar berbahagia bersama pak calvin bukan yan
26/01/2022
0
Nada Tau
lumayan
06/04
0
GustianiSheila
cerita nya bagus 👍👍👍👍🥰
27/06
0
FazlinIsni
ceritanya bagus bangettt kakk
06/06/2025
0
HaryantoRudy
bagus sekali
21/05/2025
0
AndriaEmaa
bagus ceritanya
11/05/2025
0
Yraaimupp12
bagusssss
08/05/2025
0
Blacky Nisshy
sangat bagus
29/04/2025
0
Septa lianaTri
cerita nya sangat bagus
25/04/2025
0
Total: 37
Chapter 1 Ternoda
Hi, Readers ... selamat datang... makasih sudi mampir di novel ini. Kisah khas aku yang akan mengadu
Chapter 2 Sumpah
Mereka tinggalkan aku dalam ruangan ini dengan keadaan tak karuan, kamar Kak Rana … yang membuatku m
Chapter 3 Melanggar Janji
“Sekar?” Masih jam lima lewat Kak Winda menegurku saat keluar kamar, aku sudah gendong tas dan menge
Chapter 4 Syok!
“Bagaimana, Sekar? Sudah lebih baik?” Pundakku diusap lembut Bu Fris, setelah aku meneguk segelas te
Chapter 5 Aib
“Bagaimana pun kita tetap harus bersyukur. Kejadian ini tidak sampai membuahkan janin.” Penuh kelem
Chapter 6 Janjinya
Tubuhku gemetar sampai tiba di rumah. Langsung ke dapur, aku duduk di kursi setelah mengambil air di
Chapter 7 Keputusanku
“Heh, kok ada kamu?” suara sinis perempuan paruh baya. Mendongak refleks, aku yang tengah menjahit,
Chapter 8 Janji
Ucapan Yandi terakhir itu benar-benar membuatku resah. Apa dia akan nekat ke sini …? Hari ini pun peru
Chapter 9 Aku Manusia Merdeka
Sejak adanya lelaki tua bermotor besar itu seperti ada yang memata-matai aku. Kerap was-was buka pin
Chapter 10 Teman Terbaikku
“Makanlah. Habiskan.” Nasi bungkus diberikan Pak Haji, diambil dari sisa jualan istrinya yang baru
Chapter 11 Melamar Pekerjaan
“Sebentar.” Menyambar ponselnya dengan tangan kiri Yandi lekas ke kamar mandi, menutup pintu. Senyum,
Chapter 12 Berjuang
Hari pertama di tempat kerja, terasa berat karena kulewati tanpa bisa berbagi cerita dengan Yandi. D
Chapter 13 Nasib
“Lembur lagi?” tanya Salma saat aku baru masuk kamar. “Ya, Sal, baru selesai kerjaan sampe tengah mal
Chapter 14 Kejutan
“Ini ke mana, Pak?” Lagi, lelaki kulkas itu tak menjawab pertanyaanku. Tak lama mobil berhenti di ha
Chapter 15 Tersesat
Sampai di kamar, kubuka amplop, puluhan lembar uang merah lengkap dengan kertas rincian gajiku hampi
Chapter 16 Kesepakatan
Kepala terasa memberat seperti dibebani batu besar di bagian belakangnya. Kucoba buka mata, meringis
Chapter 17 Perhatiannya
Cukup lama aku duduk di sofa, sudah berulang atur napas panjang-pendek tapi geli ini tak jua mau per
Chapter 18 Sinyal Rasa
“Kenapa Bapak kasih saya ini?” “Tidak semua harus ada alasannya.” Hufs! Jawaban yang sama. Kutarik nap
Chapter 19 Misteri Sikap si Kulkas
“Jam sembilan aku sudah harus balik, Yan.” Kuingatkan sebelum Yandi melajukan motornya. “Kayak anak s
Chapter 20 Dia Mencintaiku?
Malam itu berlalu dengan tak satu pun pertanyaan yang berhasil kulontar, semua tersimpan hanya di lu
Chapter 21 Karenanya Aku Terbang Jauh
Pak Calvin suka sama aku …? Rasanya tak percaya. Sepeninggalnya, perlahan aku duduk. Semua keluhan me
Chapter 22 Yandi?!
Done! Tujuh desain yang udah aku scanning dengan applikasi Photoshop berhasil dikirim ke email Pak C
Chapter 23 Rumit
“P-Pak … saya-kami-“ Aku tergagap, kalimat pembelaan diri hanya tertahan di tenggorokkan. “Masuk, Pak
Chapter 24 Keinginan Mereka
“… dua … satu … buka mata!” Refleks kuikuti. Pandangan langsung jatuh pada satu titik, di depan pintu
Chapter 25 Obsesi
“Yan, ini-“ “Nanti kujelaskan,” desisnya sembari merangkul pundakku. “Hei, Sekar. Pa kabar?” Riri se
Chapter 26 Rahasia Ibu
Kuusap air mata dengan jari gemetar. Hidupku sudah terlalu rumit, mungkin dengan melihat lelaki yang
Chapter 27 Rasa Dalam Diam
Pak Calvin …? Sepeninggal Nenek langkahku perlahan mendekati meja itu. Tidak salah lagi. Kututup mulu
Chapter 28 Aku dan Mereka
Calvin percaya kamu bisa lakukan terbaik. Kalimat Bu Rachel itu melecutku bergerak seperti kuda. Terl
Chapter 29 Menaruh Harap
“Aku nggak yakin kalau Pak Calvin pergi lama buat liburan aja, menurut kamu gimana, Sekar? Masa ning
Chapter 30 Mereka Pasangan Serasi
“Sekar!” Baru saja kudorong pintu distro, akan masuk, Yandi memanggil dari ruang tunggu, dia langsung
Chapter 31 Ingin Kau Tahu
Ibu … Sekar pasti pulang! Sesampai di distro aku mau langsung ke atas menyimpan belanjaan, bermaksud
Chapter 32 Dia ... suamiku
“Kita nginap di hotel saja.” Kami berdiri, akan beranjak dari Patung Jelawat. “Sekarang, Pak?” “Iya.
Chapter 33 Kamu Istimewa, Sayang
“Apa … menurutmu aku … sudah laki-laki?” Mataku sontak membuka, tadi tengah terpejam, menghayati hang
Chapter 34 Keluarga Baru
“Kenapa nyimpan bola dunia? Kayak di sekolahan aja.” “Jangan salah. Ini untuk menumbuhkan mimpi.” Ka
Chapter 35 Umroh dan Honeymoon
Perjalanan kami ini dipilih oleh Calvin menggunakan travel agen kelas VVIP, dengan rute Mekah dulu,
Chapter 36 Sisi Terdalam Hati
PoV Yandi "Ayo bangun. Makanan sudah siap masih molor.” “Hmm, jam berapa?” Kukucek mata yang malas mem
ceritanya luar biasa. korban kekerasan seksual butuh waktu lama untuk bangkit. ka Lie ada bukunya ga. kalau ada mo beli bukunya. Mau lanjut dong. ini ngegantung.
26/01/2022
0jalan cerita mengasyikkan.temggelam dalam perjalanan hidup sekar seolah kisah nyata.terus lanjutkan dan ingin sekar berbahagia bersama pak calvin bukan yan
26/01/2022
0lumayan
06/04
0cerita nya bagus 👍👍👍👍🥰
27/06
0ceritanya bagus bangettt kakk
06/06/2025
0bagus sekali
21/05/2025
0bagus ceritanya
11/05/2025
0bagusssss
08/05/2025
0sangat bagus
29/04/2025
0cerita nya sangat bagus
25/04/2025
0