Overview
|Catalog
- Tag(s):
- CEO
- Keluarga
- Tokoh Wanita
- Persahabatan
Lelaki dengan sorot mata tajam, minim bersuara dan tegas. Ethand Girogino Alves sang CEO Alves Corp selalu berpikir kritis dan kejam. Bahkan setiap kalimat yang dilontarkannya seperti sembilu yang menyayat hati bagi setiap telinga yang mendengarnya. “Ternyata benar,” Ethand menjeda kalimatnya. Wanita dihadapannya menatap sinis lalu membuang tatapannya ke arah lain. “Barang murah memang selalu berkualitas rendah.” Awal mula pertemuan Ethand dan seorang wanita yang mampu mengubah pandangan hidup dan hatinya. Emma Liandra Jones, seorang wanita yang mahir dalam dunia IT. Bekerja di Alves Corp dan bertemu dengan CEO yang memberinya hukuman di hari pertama kerja. “Bukankah lelaki juga selalu menilai wanita dari sepatu mana yang dipakainya?” Emma seorang yang jenius. Kecantikannya mengalahkan artis papan atas di Vunia. Akankah Ethand me-reset hidupnya dan memulai hidup baru?
Last Update
Editor´s Choice
Recommendation
Book Comment (553)
- Total: 150
Chapter 1 Lelaki Yang Gila Hormat
Alves Corp pagi ini terlihat tidak seperti biasanya. Ketika mendengar tuan Alves mengundurkan diri dChapter 2 Pria Berkacamata Hitam
"Emma Liandra Jones." Emma segera mengangkat tangannya. Sudah saatnya dia di tes. Ia melangkah dengaChapter 3 Wanita Yang Tidak Biasa
Sungguh wanita yang tidak biasa. Sangat langka untuk bertemu dengan wanita seperti itu.
Ethand GiorgiChapter 4 Mawar Sunsprite
Mawar Sunsprite menjadi salah satu jenis bunga yang di jaga dan di rawat dengan segenap hati oleh EmChapter 5 Pulang
Rumah berlantai tiga dengan nuansa Skandinavia terlihat dari kejauhan. Setelah lima tahun, Ethand aChapter 6 Mintalah pada Lelaki Itu
Yang bertabiat sabar seperti Emma pun bisa marah. Ia selama ini selalu sabar dan menekan amarahnya.Chapter 7 Marahnya Seorang Wanita
Baik Jane maupun Ester sama-sama berkerut karena bingung. Ketika mendengar kata lelaki dari mulut EmChapter 8 Wanita Ber-hodeed eyes
Pagi ini Emma bangun lebih pagi. Ia sudah mandi dari subuh dan berdandan. Hari ini adalah hari pertaChapter 9 Lelaki Berlogika
Suasana pagi ini terasa berbeda. Ethand dengan setelan jas hitamnya sedang memakai jam tangan bermerChapter 10 Pecat Dia
Emma berlalu menuju tempat sampah yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri. Ethand menggigit bibiChapter 11 Punishment
Emma berusaha menahan rasa gugupnya. Ia menyesal dan memaki dirinya sendiri karena tidak bisa menahaChapter 12 Nick Name Tim IT
“Bukankah lantai empat puluh lima memang disediakan untuk para pegawai, Pak?” tanya Json , pria berkChapter 13 Melissa yang Misterius
Kampus Merbaya Tahun 2015.
“Apakah benar situs web kampus telah di retas?” Suara seorang mahasiswa diChapter 14 Bentakan Pertama
“Aku belum pernah melihat seorang programmer begitu cepat menemukan masalah dan menyelesaikan codingChapter 15 Kegugupan dan Emosi
Di kursi kebesarannya, Ethand duduk terdiam menatap bunga hortensia yang di rawatnya seperti anak seChapter 16 Seperti Singa
“Bagaimana tampang CEO baru kita, Emma?” tanya Trojan ketika melihat Emma sudah kembali. Mac dan yanChapter 17 Sebuah Kenyataan
“Apakah nama Melissa begitu berpengaruh? Sudah dua orang yang bertanya tentang nama itu,” gumam EmmaChapter 18 Sepayung Berdua
Untuk pertama kalinya, Emma merasakan sakit hati akibat dikhianati oleh seseorang yang memiliki tempChapter 19 Keramahan Pria Dingin
“Bisakah dipercepat, Bu? Atasan anda sedang menunggu untuk makan siang.” Suara pelayan dari balik piChapter 20 Datang dan Pergi dengan Caranya Masing-Masing
Kota Vunia yang di guyur hujan membuat Emma enggan melihat keluar. Taksi yang ditumpanginya terus meChapter 21 Peneguhan Setelah Patah Hati
Dari kejauhan ekor mata Ethand terus membidik ke arah wanita yang di kelilingi oleh enam lelaki. IaChapter 22 Bukan Pelabuhan Terakhir
“Orlando Anderson adalah kekasih Emma, Pak.” Ryan berucap dengan hati-hati. Mac baru saja mengirimkaChapter 23 Upaya Balas Dendam
Json dan yang lainnya sudah masuk ke dalam mobil masing-masing. Sedangkan Emma menunggu mereka di deChapter 24 Eves The Hill Vunia
“Apakah dia sudah pulang?” tanya Ethand pada Ryan yang baru saja masuk ke dalam ruangannya.
“SepertinChapter 25 Penthouse Mewah
Setelah diketahui Ryan bahwa ada private lift bagi penghuni penthouse, kini Ryan disuguhkan dengan rChapter 26 Wanita dan Perasaannya
Jatuh cinta adalah hak semua orang. Karena jatuh cinta adalah perasaan manusiawi dan bisa terjadi diChapter 27 Nuni's Club
Ryan sudah rapi dan menunggu Ethand di ruang tamu. Jas dengan potongan slim fit sangat cocok di badaChapter 28 Kalimat Perpisahan
Ester tiba-tiba datang menghampiri Emma diikuti oleh Jane di belakangnya. Mereka juga mendengar suarChapter 29 Lelaki Di Kegelapan
Ada beberapa hal seseorang meninggalkan peran bahkan hobinya. Bagi Emma, keahliannya dalam dunia ITChapter 30 Lelaki Bertabiat Buruk
Dalam hubungan darah dan kakak beradik, tentu rasa sayang dan pengorbanan akan selalu ada. Sang kakaChapter 31 Wanita di Klub Malam
“Apa yang Bapak cari?” tanya Ryan ketika melihat langkah kaki Ethand terhenti dengan pandangan menulChapter 32 Ditemukannya Daniel Jiani
Ethand tidak bisa lagi mengontrol emosinya. Dengan langkah cepat langsung menendang lelaki yang menaChapter 33 Seorang CEO Alves Corp
Pertama kalinya raut wajah Ethand berubah menjadi gelisah. Alin hanya menatap kesal ke arahnya. “ApaChapter 34 Keberuntungan atau Memalukan
Siang Emma di payungi oleh atasannya dan malam ia di gendong oleh lelaki nomor satu di Alves Corp teChapter 35 Pengakuan Daniel Jiani
Sepanjang perjalanan Ethand hanya duduk terdiam dengan ponsel di tangannya. Ryan hanya melihatnya daChapter 36 Kenangan
Vunia, 2006.
Seorang gadis dengan rambut di kepang dua dengan bahagianya bermain kincir angin yang teChapter 37 Keluarga Jones
Lagi-lagi sebuah nama mengejutkan Ethand dan juga Ryan. Nama Melissa kembali menghantui mereka.
“ApakChapter 38 Alves Corp Diretas
“Apakah Ibu yang mengirimkan pesan ini kepada atasanku?” Emma terkejut dengan isi pesan yang sudah tChapter 39 Nick Name yang Sama
Mereka tampak terkejut melihat kehadiran Emma. Ethand yang sedang berkutat pada komputer di depannyaChapter 40 Kehadiran Dokter yang Tiba-Tiba
Emma akhirnya mengerti mengapa Ethand menanyai tentang nick name yang digunakannya kemarin. TernyataChapter 41 Aset Berharga Alves Corp
Ethand menunggu dengan tidak sabar di dalam ruangannya. Ia lagi-lagi menghubungi Ryan namun tidak adChapter 42 Kesukaan NN
Emma kembali ke tempat duduknya dengan perasaan heran. Apakah karena dirinya telah mengatasi peretasChapter 43 Mobil yang Mencurigakan
Ryan menendang udara begitu saja. Ia mengusap wajahnya kasar. Ethand hanya menggelengkan kepala ketiChapter 44 Rumah Makan Biasa
Buggati Chiron yang dikendarai Ethand melaju dengan kencangnya. Ia melampiaskan kemarahannya pada moChapter 45 Trojan dan Kejahilannya
Sudah tiga jam Emma berkutat di depan komputer. Sudah seperempat program dibuatnya. Mac melihat jamChapter 46 Kenyataan Bagi Keluarga Alves
Ryan menelepon Ethand berulang kali namun tidak ada jawaban di sana. Ella dan Giorgino menunggu dengChapter 47 Genggaman Tangan Yang Hangat
Sudah pukul sepuluh malam. Emma merapikan meja kerjanya. Tidak lupa pula mawar di simpannya di tempaChapter 48 Mengapa Dia Tidak Membalas Pesanku
Seiring dengan ditutupnya pintu mobil dan mobil yang melesat pergi, Emma masih saja terdiam dan tidaChapter 49 Drone dan Mobil Rolls Royce
Sebuah alarm dengan lagu Adele Easy On Me, terdengar nyaring di dalam ruangan kamar dengan nuansa moChapter 50 Si Cantik dan Tampan dalam Limosin
“Ibu...” Suara Emma sejak sore sangat berisik di rumah itu. Ester sampai kebingungan menghadapi putrChapter 51 Pelukan Hangat
Akan ada suatu masa seorang wanita menutup pintu dari segala rasa cemas dan memberikan jaraknya dengChapter 52 Cafe Terrace Of Night
Ethand dan Emma langsung mengerut mendengar perkataan Ryan. Eves The Hill Vunia adalah rumah EthandChapter 53 Lelaki Berhati Hangat
Tentang perasaan seorang wanita, ia akan percaya bahwa tak ada cinta yang tak mulia. Kelemahan wanitChapter 54 Tentang Surga
Memang benar perkataan Ryan, jika atasan Alves Corp sungguh berbeda ketika berada di rumah. Raut wajChapter 55 Ursa Minor
Adakah seseorang yang terluka sebelum memulai cinta? Ethand pernah mengalaminya pada masa yang silamChapter 56 Kecupan Lembut
Emma merasa heran karena Ethand yang terdiam dan tidak bersuara lagi semenjak dirinya meminta pulangChapter 57 Tentang Perhatian
Ada yang pandai menyembunyikan rasa selepas pedih menggerogoti. Ada yang trauma bahkan depresi akibaChapter 58 I'll Get Her
Seorang wanita dengan long dress dipadukan dengan long coat berdiri di samping Rolls Royce. TangannChapter 59 Kejadian di Wilobi Mall
“Apakah ibu sudah siap?” tanya Emma yang sudah rapi dengan celana jeans berwarna navi dan baju kaosChapter 60 Kejanggalan di Wilobi Mall
Ryan sudah bangun sejak pukul lima pagi. Ia berniat untuk berangkat pagi ke kafe milik Jane.
“Pagi, EChapter 61 Asing Sebelum Waktunya
Langkah kaki Emma semakin cepat ketika menyadari bahwa Ethand sedang melihat ke arahnya. Ester dan AChapter 62 Tentang Attitude
Bryan yang baru saja menerima berkas dari rekan kerjanya terkejut dengan kedatangan Ryan. Ia belum sChapter 63 Pemikiran Yang Rumit
Dunia memang selebar daun kelor. Ethand tidak menyangka, urusan penting sekretarisnya hari ini adalaChapter 64 Hapuslah Secara Perlahan
Jane dengan dahi berkerut terus menatap Ryan. Sejak kapan lelaki ini seakan-akan menjadi dekat dengaChapter 65 Menaklukan Wanita Jenius
Sejak kembali dari kafe Janasses Ethand hanya terdiam dan enggan berbicara. Berbeda dengan Ryan yangChapter 66 Tanpa Kabar
Hari ini adalah hari senin. Sudah hampir sebulan Emma bekerja di Alves Corp. hari ini pula akan dilaChapter 67 Kuatmu Adalah Dirinya
Ethand bukan tidak ingin bertemu dengan Emma namun ia harus membatasi diri agar jangan sering munculChapter 68 Hari Uji Coba
Emma menajamkan penglihatannya pada layar ponsel sembari kembali membaca isi pesan itu. Untuk memastChapter 69 Nasihat Ibu Yang Terbaik
Hari yang sungguh melelahkan bagi Emma. Padahal hari ini ia berhasil mempresentasikan program yang dChapter 70 Segelas Absinth
Sudah pukul 7 malam. Emma sudah rapi dan bersiap untuk menghadiri acara makan malam. Gaun sequin yaChapter 71 Isi Hati Sang Wanita Mabuk
Perkataan Emma membuat lidah Ethand kelu. Sepertinya wanita di hadapannya yang sedang menatapnya lekChapter 72 Mawar Putih Untuk Kakek
Emma menggeliat. Cahaya sinar matahari yang menerobos masuk di sela-sela gordennya menampar wajahnyaChapter 73 Wood's Camelian Cafe
Bunga Camelia sedang berbunga dengan indahnya. Sebagian bunganya jatuh ke tanah dan menampakkan pemaChapter 74 Tugu di Kota Sanis
Kota Vunia sudah mereka lalui dari tiga puluh menit yang lalu. Buggati Chiron yang dikendarai EthandChapter 75 Bunga Lily yang Mencurigakan
“Aku menyukaimu,” ucap Ryan sungguh. Jane dengan tatapan mengarah pada taman langsung menoleh pada lChapter 76 Lembah Surga Sanis
Emma memandang lelaki di hadapannya dengan dahi berkerut. “Tidak akan kotor, Pak. Biar seimbang hancChapter 77 Sebuah Candaan
Baik Emma dan Ethand sama-sama saling menatap. Emma dengan tatapan bingung dan Ethand berusaha menahChapter 78 Mata Kaki dan Pelukan
Semilir angin yang berhembus di hamparan bunga Daisy, kedua pasang langkah kaki terus menapaki setapChapter 79 Mari Kita Pulihkan Bersama
Untuk sesaat Emma terlena dengan pemandangan sehingga membuatnya begitu tersentuh lantas memeluk EthChapter 80 Dimples dan Alasannya
Debaran hati yang bergejolak dan perasaan lega membuat Ethand tidak bisa berhenti tersenyum. KoyakanChapter 81 Cucu Mantu
Sudah sekian lama Emma akhirnya bisa merasakan bahagia sesungguhnya. Diperhatikan dan disayangi olehChapter 82 Pesan dari Seorang Kakek
“A-apa? Me-nikah?” Emma terkejut dengan pertanyaan itu. Baru beberapa jam ia menjalin kasih dengan EChapter 83 Melissa dan Prima
PRAKK!!
Sebuah berkas dilempar begitu saja dan mengenai dinding yang perlahan kusam. Ruangan yang semChapter 84 Sebuah Porsche Hitam
Kota Vunia masih ramai seperti biasanya. Ethand masih saja menggenggam tangan Emma, seakan tidak ingChapter 85 Penyusup di Alves Corp
“Apakah mereka benar-benar sudah berpacaran?” tanya Ryan pada Jane.
“Apakah matamu sudah buram? TidakChapter 86 Epick Comeback
“Tidak ada yang berani menyentuhmu, Emma,” ucap Ethand. Nada suaranya terdengar berbeda. Seperti adaChapter 87 Kekhawatiran Ethand
Kematian kakek Alves bukan hanya sekedar pembunuhan dari Prima tetapi juga telah mengambil beberapaChapter 88 Galau Massal Tim IT
Ruangan dengan minim penerangan terlihat berantakan. Komputer yang baru saja di banting terlihat retChapter 89 Usapan Tangan Yang Lembut
Ethand mengambil tas Emma dan memegangnya. Wanita yang hendak mengambil tasnya itu menatap kekasihnyChapter 90 Hadiah Untuk Mama Mantu
Seiring dengan pintu toko roti dibuka, Emma dan Ethand langsung di sambut aroma kue yang lezat. BerbChapter 91 Keputusan Ester
“Jangan memanjakannya, Dimples,” ucap Emma setelah kesepakatan di antara kekasih dan adiknya disepakChapter 92 Kakak Ipar Sultan
Salah satu lingkungan mewah yang belum pernah dimasuki oleh keluarga Jones adalah kompleks Eves TheChapter 93 Pasangan Air dan Api
Kedua orang seperti tikus dan kucing itu akhirnya memutuskan makan di kafe Janasses. Jane dengan wajChapter 94 Tidur Sekamar
Ethand senantiasa bertanya pada pengawalnya yang menjaga rumah Emma. Ia baru saja melewati tikunganChapter 95 A Kissing
Sudah pukul 2 malam. Ethand dan Emma masih saja mengamati ruang server. Berkali-kali terdengar lelakChapter 96 Siapa Yang Mau Menikah Denganmu
Emma mematung ketika mendengar ucapan Ethand. Bagaimanapun ia telah bersalah pagi ini. Wanita berbalChapter 97 Kecurigaan
Sebuah meja kaca dapat memantulkan bayangan seorang wanita yang berdiri dengan tangan dilipat di dadChapter 98 Hati Terkoneksi
Sepasang kekasih tentu akan mengerti ketika kata tak lagi terucap. Ia mengerti lewat sorotan mata saChapter 99 Kecemasan Ester
Eves The Hill Vunia masih asri dan indah. Alin segera membuka earphone-nya ketika mobil yang dikendaChapter 100 Rumah Baru
Rumah baru bagi keluarga Jones sungguh membuat Ester berkaca. Alin yang sibuk memilih kamarnya dan EChapter 101 Mantan Kekasihnya
Los Angeles tahun 2014
Ethand dengan celana kargo, berkaos putih dan topi hitam. Di punggungnya terdaChapter 102 Diamnya Ethand
Ryan membawa Ethand ke sebuah sudut Wilobi mall. Raut wajah sekretarisnya membuat Ethand mengernyitChapter 103 Kembali Diabaikan
Setelah berpamit pada ibunya dan Alin, Emma dan Jane berjalan bersama keluar dari apartemennya. TerlChapter 104 Tindakan Diam-Diam
Ethand menyadari jika sikapnya beberapa hari ini telah membuat wanita itu menjauh. Namun yang membuaChapter 105 Maafkan Aku
Sudah satu jam perjalanan. Bus yang ditumpangi tim IT sudah memasuki kawasan pegunungan. Pohon yangChapter 106 Kecurigaan Pada Sobig
Hutan pinus mengelilingi Gircharon Vila. Berada di dataran yang sejuk dan jauh dari keramaian kota mChapter 107 Air Terjun Indah
“Apakah anda Emma Liandra?” Seorang wanita menghentikan langkah kaki Emma yang hendak menaiki tanggaChapter 108 Kejutan Yang Tak Terduga
Ruangan aula vila sudah nampak ramai oleh tim IT. Alunan musik dari piano menemani acara pembukaan pChapter 109 Caroline dan Beritanya
Mendengar Caroline akan datang ke Gircharon villa, Ethand menjadi tidak tenang. Wanita itu sudah menChapter 110 Kembali Mengalah
“Rahasiamu ada di tanganku. Perlakukan keponakanku dengan baik!” Sebuah pesan tanpa nama pengirim. NChapter 111 Kisah Lama Yang Belum Tuntas
Sudah dua puluh menit Ethand menunggu di kamarnya. Lelaki itu sedang menunggu Caroline menyiapkan diChapter 112 Perjuangan Ethand
Ethand tidak memedulikan Caroline yang mengucapkan kalimat manis padanya. Ia hanya berhenti sejenakChapter 113 Marahnya Emma
Satu bakat tersembunyi Emma selain jenius dalam dunia peretas, wanita juga suka memanjat. Bahkan poChapter 114 Cemburu
Segala perbuatan akan ada akibatnya. Ethand telah memilih langkah yang salah. Mendengar perkataan EmChapter 115 Keras Kepala
Setelah mendengar adanya penambahan jam pelatihan, tim IT hanya bisa menghela napas panjang. MerekaChapter 116 Emma Bagi Ethand
Kecewa. Sebuah kata yang membuat seseorang berubah. Bahkan hal kecil yang kamu anggap sepele begituChapter 117 Sedikit Melunak
Bukan hanya Ethand saja yang geram namun Ryan juga. Ia menunggu kesempatan untuk memarahi Riana. “JaChapter 118 Desakan Prima
“Menurutmu apa yang dilakukan Emma pada pak Ethand?” Tim IT mulai bergosip. Mereka sudah melihat bahChapter 119 Sebuah Kenyataan
Sudah hampir jam tujuh malam. Emma masih saja berkutat pada laptopnya. Satu jam yang lalu bunyi alaChapter 120 Wanita Di RS Jiwa
Di sebuah sudut kota Vunia terlihat seorang wanita mengenakan jaket dan topi sebagai upaya menutup wChapter 121 Mata Yang Sama
Mendapat pelukan hangat dari Emma, Ethand merasa hatinya di penuhi bunga. Kelegaan dan kedamaian yanChapter 122 Salah Tingkah
Seusai makan malam, Emma kembali ke kamarnya. Seharian bergelut dengan komputer membuatnya lelah danChapter 123 Bayi Besar
Dalam lelap, Emma dapat merasakan sebuah tangan kekar mengangkat kepalanya. Aroma parfum maskulin yaChapter 124 Vitamin
“Banyak yang memiliki hodeed eyes di negeri ini, Carol,” sergah Melissa dengan santainya.
“Aku tidakChapter 125 Maldaves
Setelah mendapatkan vitamin dari Emma, Ethand segera melepaskan tangannya dari tubuh wanita itu. SeaChapter 126 Ryan dan Jane
Jane baru saja menghabiskan segelas susu dan sepotong roti. Hari ini ia berencana mengunjungi vila dChapter 127 Rahasia Ester
“Aku rasa ibumu menyembunyikan sesuatu.” Jane dengan tatapan serius. “Ibumu bahkan sering melamun deChapter 128 Analisa Ryan
Hari ini tidak ada kegiatan pelatihan sehingga tim IT memanfaatkan kesempatan itu untuk pergi ke airChapter 129 Peretas Ch4r7ch4
Jane mengambil batu dan melemparkannya ke arah kolam. Ia terlihat semakin kesal. Ryan sudah tiba diChapter 130 Giorgina Alves
“Apakah kamu mengenal nickname Ch4r7ch4 selama menekuni dunia peretas?” tanya Emma pada Sobig.
“Ch4r7Chapter 131 Pengkhianat Alves Corp
Emma sedang mengemasi pakaiannya dan dibantu oleh Jane. Mereka berdua akan kembali ke Vunia hari iniChapter 132 Danau Zarpen
Danau Zarpen yang belum diketahui oleh banyak orang, terlihat indah dengan airnya yang jernih. DengaChapter 133 Zoey dan Putranya
Ester mulai cemas namun tetap berusaha tenang. “Ibu baik-baik saja, Emma,” tegas Ester.
“Jika Ibu baiChapter 134 Investor Dari Jerman
Ethand dan Ryan dalam perjalanan menuju sebuah hotel ternama di Vunia. Mereka sudah ditunggu oleh inChapter 135 Perkataan Caroline
Emma terperanjat kaget melihat siapa wanita yang masuk ke dalam lift tersebut. Wanita yang pernah meChapter 136 Retailer Bvlgari
Ryan terus memuji dirinya sendiri ketika beraksi merebut pistol dari lelaki berbadan kekar di meetinChapter 137 Dihempaskan Oleh Kenyataan
Emma sudah masuk ke dalam penthouse milik Ethand. Ia langsung berjalan menuju tangga. Sesuai denganChapter 138 Kegugupan Ester
Di sebuah ruangan yang tampak redup, Darek atau yang dikenal sebagai Melissa tertunduk sambil meneteChapter 139 Kebenaran
Pertama kalinya dalam hidup Ester melihat Emma begitu marah. Bahkan kata-katany sudah tidak terkontrChapter 140 I Wanna You Back Home
Ethand tidak peduli jika ada pengendara lain yang mengumpatnya karena mengendarai mobil dengan kecepChapter 141 Uang
Emma keluar dari rumah tidak membawa banyak pakaian ataupun uang. Wanita ini sudah menyimpan sebagiaChapter 142 Kembali Dingin
Ryan dan Jane sudah kembali setelah seharian mencari keberadaan Emma. Mereka bahkan mencari sampai dChapter 143 Bank Central Vunia
Fashion Ghotic style yang identik dengan warna gelap terutama hitam dan abu-abu kini dikenakan olehChapter 144 Kota Lama Vunia
Alves Corp hari ini digemparkan dengan adanya kunjungan tiba-tiba dari Johan Prima bersama putranya.Chapter 145 Rumah Baru
Black Card sudah diterima Emma. Setelah urusan di bank usai, Emma dan Caroline segera keluar dari teChapter 146 Perihal Wanita
Setelah mendengar Emma berada di Bank Central Vunia, Ethand dan Ryan langsung menuju ke bank tersebuChapter 147 Jebakan
Suasana Nuni’s Club malam ini mengingatkan Emma pada kejadian lampau. Dimana ia dipukul oleh DanielChapter 148 Berita Heboh
Tujuan Emma dan Caroline datang ke Nuni’s Club dan bertemu Johan adalah untuk mendapatkan sidik jariChapter 149 Permintaan Ethand
Emma baru saja selesai mandi dan berniat untuk istirahat namun ponselnya terus berdering. Ia segeraChapter 150 CINTA
Setelah kejadian di menara jam Ester selalu setia menemani Darek di rumah. Merawat dan menjaga suami


















aaaa cinta banget sama cerita ini, setelah menunggu lama dan pemasaran akhirnya bab 150 adalah akhir dari cerita, thanks you thorr telah memberikan cerita terbaik, selalu semangat thorr❤️
01/04/2022
1Cerita ny sungguh menarik dan menghibur saya suka sekali dengan alur ceritanya
27/03/2022
0suka suka suka, pdhl baru baca setengahnya tpi kuudah jth cinta dari bab 1❤ semangat updte sesering mungkin ya thor 💪
29/12/2021
1ceritanya cukup menarik, aku suka. Masih cuku penasaran dengan alur ceritanya. karna ceritanya berbeda dari yang biasanya aku baca. semoga semakin menarik lagi alurnya.
28/12/2021
0alur ceritanya sangat menarik & mendidik. im amazed by your story idea. very good writer, im your fan!😍 selalu nunggu lanjutan ceritanya dan ditunggu juga karya karya selanjutnya, semangatt
27/12/2021
1Teruskn menulis novel seperti ne, saya dapat belajar bahasa baru. Salam kenal ☺️ saya dari Malaysia. Saya tunggu sambungannya 😊. Two thumb up for you ❤️
23/12/2021
15Good good
8d
0terbaik
02/04
0sangat bagus
19/03
0semoga bagus jalan ceritanya
09/01
0