Total : 65Chapter 1 (Prolog)
"Hujan..." Ujarnya mendongakkan kepalanya seraya menatap langit, menadahkan tangannya menyapa tetesa
readmore Chapter 2 (Happy Friday)
Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya (hari cerah) adalah hari jumat. Pagi ini memang sangat
readmore Chapter 3 (Tertabrak Seorang Pria)
"Ini pak uangnya, makasih ya pak". Tutur Nisa riang. "Iya mba Nisa sama-sama. Mari mba". Balas bapak
readmore Chapter 4 ( Khawatir )
Sesampainya Nabila di rumah.. "Assalamu'alaikum, Bun kakak pulang". Ujarnya mengucap salam dengan tia
readmore Chapter 5 (Bertemu d Majelis Taklim )
Drtt.. Drtt.. Ting! Ting! Ting! 20 panggilan tak terjawab 15 chat Why App Khoirunnisa 🧕🏻 "Assalamu'alaikum
readmore Chapter 6 ( Qadarullah )
"Uztadz Ibrahim Yusuf.." Mata Nabila terperangah mendapati sosok seseorang yang di tariknya adalah I
readmore Chapter 7 (Dosen Pengganti)
Tampak seorang gadis tengah tertidur dengan kepala yang sudah terpapar beralaskan kedua tangan yang
readmore Chapter 8 (Pesona Ustadz Ibra)
Kemolekan Ibrahim Yusuf El Ghazi atau yang dikenal sebagai ustadz Ibra terpancar bak sinar matahari
readmore Chapter 9 (Again)
Suara bel kampus memecah penjuru ruang-ruang kelas tanda usainya mata pelajaran. "Baik semuanya, saya
readmore Chapter 10 (Salting)
"Rupanya kamu memang punya kebiasaan menabrak bahu ya?!". Ucapnya dengan suara lembut dengan senyum
readmore Chapter 11 (Bencana di hari presentasi)
#Flashback "Saya mempunyai permintaan, maukah ustadz mengirim pesan kepadanya untuk memberikan kesemp
readmore Chapter 12 (Hari Pernyataan Cinta Niko Emerald)
"Perhatian semuanya!". Suara gagah Niko menggema di seluruh ruang psikologi. Semua mata tertuju keara
readmore Chapter 13 (Quenarra Bellatiza)
Quenarra Bellatiza, siswi Amar ma'ruf yang mempunyai kecantikan paripurna seantero kampus. Bak naman
readmore Chapter 14 (Cinta Salah Alamat)
Selepas mengajar hari-hari Ibrahim selalunya disibukan mengisi kajian dari masjid ke masjid. Sosok Ib
readmore Chapter 15 (Rumor Masa Lalu)
Tuttt... Terdengar suara tersambung diseberang sana. "Halo Bila!" "Wa'alaikumussalam" "Iya iya, assalamu
readmore Chapter 16 (Tales Of The Past)
Baik buruknya manusia sudah pasti memiliki masa lalu dalam hidupnya. Sebaik apapun ia hari ini, masa
readmore Chapter 17 (Rencana Niko)
Nabila berlari sambil menangis menuju gerbang kampus, semua mata bisa melihat tangisannya. Ditengah
readmore Chapter 18 (Rencana Bella)
Sebelumnya, pada jam istirahat di kantin "Gue gak nyangka kalau ustadz Ibrahim sampai segitunya belai
readmore Chapter 19 (Fitnah)
Fitnah itu bagaikan angin topan yang memporak porandakan segalanya. Segalanya hancur hanya dengan s
readmore Chapter 20 (Terpaksa Menikah)
Niko tersadar dari pingsannya, ia beranjak dari duduknya dan langsung memegangi belakang kepalanya y
readmore Chapter 21 (Kembali Menjelaskan)
Sepanjang perjalanan hanya kesunyian menyelimuti keduanya. Sejak mereka pergi meninggalkan kampus ta
readmore Chapter 22 (Sepenggal Kisah Ibrahim)
"Ya Allah Nisa, buka tah ndok, jangan buat ibuk mu cemas sayang". Ucap Rumi khawatir. "Assalamu'alaik
readmore Chapter 23 ( Malam Pertama Di Rumah Ustadz )
Suara isak tangis terdengar dari luar kamar, membuat sang ibu yang mendengar ikut merasa pilu akan i
readmore Chapter 24 ( Canggung )
Jari lentik seorang wanita tengah asyik berselancar pada tombol-tombol keyboard laptop yang tengah b
readmore Chapter 25 (Bisik-Bisik Tetangga)
Sekumpulan para ibu rumah tangga sedang asik memilah-milah sayuran yang ada di gerobak pak Salim, pe
readmore Chapter 26 (Tipu Muslihat)
Ibrahim tengah berjalan bersama beberapa jemaat yang lain, namun karena perbedaan arah ia pulang seo
readmore Chapter 27 (Cemburu)
"Ustadz Ibrahim!!!". Ucap Nabila lirih. "Yusuf!". Hamidah memanggil sang anak lirih seraya menutup mu
readmore Chapter 28 (Tergoda)
Seorang laki-laki paruh baya tengah menatap sendu di depan pintu kamar, didapatinya sang istri yang
readmore Chapter 29 (Rencana Hamidah)
"A-apa yang kalian sedang lakukan di sana? Mengapa Nabila juga keluar dari sana??". Ucap Hamidah lag
readmore Chapter 30 (Lamaran)
Ibrahim sudah berada di dalam mobil ia sudah mengambil posisi depan sebagai supir. Tidak hanya motor
readmore Chapter 31 (Bimbang)
Sudah tiga hari kasus Nabila dan Ibrahim berlalu, namun Niko masih berusaha mengungkap kebenaran dar
readmore Chapter 32 (Rencana Nabila)
"Guys, gue gak nyangka deh kalau kasusnya Nabila makin rame aja tiap hari". Ujar Nina. "Iya ya, anehn
readmore Chapter 33 (Perbuatan Baik Akan Berbuah Manis)
Keke berjalan lemas di lorong kampus yang sudah sepi siswa siswi di sana. Ia menjatuhkan langkahnya
readmore Chapter 34 (Drama Queen)
"Umumkan kalau gue dan Niko jadian! Dan satu hal lagi! coret nama Keke dari Bella squad!". Pagi ini k
readmore Chapter 35 (Mencari Bukti)
"Bagaimana kabarnya ustadz Ibrahim ya?? Apa ustadz sudah mendapatkan informasi mengenai Cctv?". "Apa
readmore Chapter 36 (Mencari CCTV)
Nabila dan Ibrahim mengikuti Imam memasuki kampus. Ke duanya mantap melangkah penuh keyakinan berus
readmore Chapter 37 (Gagal)
"Ustadz, apakah kita akan menemui cctv itu?". Ujar Nabila ragu. "Pasti Nabila, kamu harus yakin!". Ba
readmore Chapter 38 (Jealousy)
Ibrahim berjalan menuju Mading ia segera menyobek foto Nabila yang masih tersisa di sana. Netranya t
readmore Chapter 39 (Harapan Abi)
"Huffft, untung saja kita mendapatkan cctv ini lebih dulu. Kalau tidak, Nabila dan ustadz Ibrahim ak
readmore Chapter 40 (Wedding Preparation)
"Siapapun akan menerima akibatnya kalau berurusan dengan Bella!". "Rasakan kamu Niko! daaan, have fun
readmore Chapter 41 (Kabar Burung)
2020 adalah era mega trend, di mana reformasi digital sudah merambah ke segala aspek kehidupan semua
readmore Chapter 42 (Terungkap)
Kabar burung memang amatlah meresahkan, bak virus covid 19 yang menyebar dengan cepat, dan tepat sas
readmore Chapter 43 (Wedding Day)
Malam terasa panjang bagi kedua insan yang hendak bersiap di satukan dalam ritual sakral yakni, pern
readmore Chapter 44 (Pilu Membiru)
Hari pernikahan, adalah hari yang di anggap moment sepesial dan terindah bagi sebagian pasangan yang
readmore Chapter 45 (SAH)
"Sial!!! Kenapa tiba-tiba ada polisi sih. Padahal sedikit lagi saja ustadz sialan itu mati". Niko be
readmore Chapter 46 (Tragedi Rumah Sakit)
Sebelumnya... "Pakaian Nabila sudah. Perlengkapan sholat sudah. Pakaian Yusuf juga sudah. Oh iya buku
readmore Chapter 47 (Kencan)
Nisa terlihat jalan sendirian di tengah keramaian. Hari-harinya dilewati sebagaimana biasanya, ke ka
readmore Chapter 48 (Berteduh Di Penginapan)
"Allahumma Shoyyiban Nafi'an. Anak-anak kemana ya?". Tutur Rahma seraya menatap langit yang tengah m
readmore Chapter 49 (Sweet Rain)
"Kyaaaaa!!!!". Jerit Nabila seraya menarik selimut menutupi wajahnya "Ada apa Nabila?? Mengapa kamu
readmore Chapter 50 (Naughty Kiss)
Terlihat raut wajah Ibrahim yang nampak kebingungan tengah mondar mandir di dekat ranjang memandang
readmore Chapter 51 (Kembali Ke Rumah)
"Nabila, oh Nabila". "Jika si ustadz gadungan itu tak menikahi mu maka kini kau pasti sudah di peluka
readmore Chapter 52 (Ditinggal Umi)
"Ini tak boleh terjadi!!! Mereka harus segera bersatu!". Ujar Hamidah bertekad. "Jika keduanya sama-s
readmore Chapter 53 (Kesal)
Ibrahim terdiam, dan menundukkan pandangannya. Nabila pun ikut terdiam sambil menutupi bagian dadany
readmore Chapter 54 (Shut Down)
Nisa terlihat memarkir motor miliknya di halaman parkir, seketika itu pula Niko pun datang dengan mo
readmore Chapter 55 (Apologize)
Setelah usai dari rutinitas di masjid, Ibrahim pun akhirnya pulang. Sepanjang kajiannya, Ibrahim ham
readmore Chapter 56 (Silent Afternoon)
"Buk, Nisa berangkat ya" "Loh kamu gak tunggu bapak sek?". "Nisa takut gak keburu Buk, hari ini Nisa a
readmore Chapter 57 (Punishment)
Sepanjang perjalanan, Nisa terlihat kesal ia tak berbicara satu patah katapun meskipun Alby sudah me
readmore Chapter 58 (Ya Habibi)
Ibrahim segera beranjak meninggalkan sang istri yang masih berbaring di kasur. Namun seketika, Nabila
readmore Chapter 59 (Menculik Nabila)
Ia pun langsung mengendong sang istri dan membawanya ke atas ranjang. Keduanya saling beradu pandang
readmore Chapter 60 (Kehilanganmu)
"Aku langsung pulang ke rumah, atau jalan-jalan dulu ya?". "Kalau aku tiba-tiba pulang, nanti mereka
readmore Chapter 61 (Sandera)
"Nabila!, Aku harus segera membawa Nabila masuk kedalam rumah!". Pungkas Niko mengingat masih mening
readmore Chapter 62 : (Obsesi)
Niko mendorong Nabila ke ranjang. Ia segera menghimpit Nabila, mengunci pergelangan tangannya di ata
readmore Chapter 63 : (Menemukanmu)
Ibrahim berdiri di samping sepeda motornya. Malam terasa dingin, tapi keringat menetes di dahinya ka
readmore Chapter 64 : (Akhirnya Terungkap!)
NISA duduk di kursi samping tempat tidur. Ia menggenggam erat tasnya, matanya terus berpindah antara
readmore Chapter 65 : (Sweet Momment)
Lampu ruangan menyala temaram, menciptakan suasana hangat dan tenang setelah badai besar yang baru s
readmore
sangat bagus
15/03/2025
1ini termasuk kategori crita yg update nya lama bgt lohh, jujur udh lebih dari 6bulan yg lalu gue trakhir baca krna stelah nya gue apus instalan apl nya dan skrng baru gue instal lagi, belom tamat juga ini crita 😌 seruu siii tapi kalo selamban itu jujur sii gimana gtu yak, bukan nya gmn² tapi tolonglah mengerti para readers mu yg setia menanti dirimu untuk up bab barunya. gue kira stelah lebih dari 6bulan yg lalu gue apus skrng udh kelar ini crita ehh taunya belom dong😔
24/12/2022
0wuhhh makin seru deh
14/11/2022
0mantap ceritanya
12/10/2022
0gggg
06/08/2022
0🥰🥰🥰
30/07/2022
0uuuuuuuuuu
19/07/2022
0yyyyy
30/06/2022
0ok bagus banget
24/06/2022
0bagus
22/06/2022
0