Total : 50Chapter 1 Satu
Seorang gadis yang baru saja keluar dari kamarnya, ia adalah Allisya. Hari ini adalah dimana ia haru
readmore Chapter 2 Dua
Daniel menatap Allisya lekat."Kenapa diem? Apa kamu malu iya?" sudah satu tahun ini selama berpacara
readmore Chapter 3 Tiga
Daniel menatap Allisya."Kenapa sya?" tanya Daniel, Allisya gusar terlihat jelas tidak tenang. "Aku bo
readmore Chapter 4 Empat
Saat mempersiapkan makanan dari lauk, nasi dan minumannya, Andra menyarankan Aris di jodohkan. "Betul
readmore Chapter 5 Lima
Daniel menekan bel beberapa kali. Yap, ia sedang berada di rumah Allisya menjemput cewek itu ke seko
readmore Chapter 6 Enam
Sebuah mobil mewah memasuki kawasan SMA Pelita Bangsa. Seorang siswi keluar dari mobil tersebut.
readmore Chapter 7 Tujuh
Kaila mengetukkan penghapus di papan tulis sebagai penertiban kelas. "Semuanya dengerin gue dulu,
readmore Chapter 8 Delapan
Kaila mengetukkan penghapus di papan tulis sebagai penertiban kelas. "Semuanya dengerin gue dulu,
readmore Chapter 9 Sembilan
Selena menyibak selimut yang membalut tubuh Allisya. "Sya, bangun. Tuh Aris udah nungguin kamu di
readmore Chapter 10 Sepuluh
Sebuah pesan dari Daniel yang mengajak Allisya untuk berkencan. Tapi Allisya masih bingung harus men
readmore Chapter 11 Sebelas
Pagi hari ini Allisya berangkat lebih awal, piket kelas. Selesai sarapan, Allisya pamit pada mama
readmore Chapter 12 Duabelas
《 Sorry Late Up because revision in part 》 Saat jamkos pertama, terutama inilah pelajaran matemati
readmore Chapter 13 Tigabelas
Daniel yang sedang berjalan menuju kelasnya mendengar desas-desus dari siswi tukang gosip. "Eh, l
readmore Chapter 14 Empatbelas
Dengan nafas tersengal Allisya berlari. Bangun pagi-pagi dan hampir jam tujuh. Allisya menatap ge
readmore Chapter 15 Limabelas
Backsound cocok for Kaila ~Saranghandago ♡♡♡ Allisya, Aqila dan Kaila duduk di depan kelas. Kursi
readmore Chapter 16 Enambelas
Daniel baru saja duduk tangannya di tarik oleh Aris. "Maksud lo apa kemarin? Berani deketin Allis
readmore Chapter 17 Tujuhbelas
Daniel ingin menghubungi Allisya. Tapi ragu, apakah gadis itu tengah belajar? "Chat aja deh. Takut
readmore Chapter 18 Delapanbelas
Allisya bangun pagi-pagi. Daniel sudah berjanji akan menjemputnya di depan gang. Takutnya ketauan
readmore Chapter 19 Sembilanbelas
Allisya tersenyum membalas pesan Daniel. Meskipun sudah tengah malam, dengan setianya ia menemani Da
readmore Chapter 20 Duapuluh
Saat sampai di mansion keluarga Keano, Arif membopong Aris. "Orang tuanya Aris ada gak?" tanya Ar
readmore Chapter 21 Duapuluh Satu
Allisya sibuk menyisir rambutnya. Ponselnya berbunyi, pesan dari Aris bahwa cowok itu sudah menung
readmore Chapter 22 Duapuluh Dua
Sepulang sekolah, Luna ingin berkunjung ke rumah Daniel. Sudah lama sekali ia tak pernah kesana. "Ni
readmore Chapter 23 Duapuluh Tiga
Di sebuah warung belakang sekolah, Aris nongkrong dengan semua anggota geng-nya, meskipun yang berku
readmore Chapter 24 Duapuluh Empat
Saat ini, Aris mengumpulkan semua anggota gengnya. Apalagi Aris mengajak semuanya bolos, sangat aneh
readmore Chapter 25 Duapuluh Lima
Allisya tidak bisa tidur, entah kenapa badannya tidak enak. "Masa iya aku sakit? Kan gak salah makan
readmore Chapter 26 Duapuluh enam
"Oh ya, nanti kalian istirahat duluan aja ke kantin. Aku mau nyusul kak Aris di lapangan futsal," uc
readmore Chapter 27 Duapuluh tujuh
Suasana kelas 11 Ips 1 ramai. Apalagi jamkos-nya Matematika. Beberapa mulai pesta, ada juga yang men
readmore Chapter 28 Duapuluh delapan
Akhirnya satu minggu itu terlewati dengan mudahnya. Saatnya ujian bukan perasaan yang tak ada kepast
readmore Chapter 29 Duapuluh sembilan
Setelah melalui ujian dan kepala pusing tak kunjung sembuh, Aris mengajak Allisya dan kedua sahabatn
readmore Chapter 31 Tigapuluh
Allisya mengerjapkan matanya karena silau matahari menembus celah jendela. "Jam berapa ya?" Allisya
readmore Chapter 32 Tigapuluh satu
Malam hari, Daniel hanya bisa memandangi foto Allisya dengan teman-temannya. Apalagi Aris yang mengu
readmore Chapter 33 Tigapuluh dua
Allisya menghela nafasnya. Ia melirik jam wekernya. Pukul 11:00 pm. Sudah larut malam matanya sulit
readmore Chapter 34 Tigapuluh tiga
Setelah melalui liburan panjang, akhirnya memasuki sekolah lagi dengan kelas barunya. Kaila dan Aqil
readmore Chapter 35 Tigapuluh empat
Di hari minggu ini, Aris mengajak Allisya jogging. "Lebih seru lagi kalau ada Aqila sama Kaila kak,"
readmore Chapter 36 Tigapuluh lima
Andre mengangguk samar. "Karena omah berusaha memisahkan Aris dan Allisya. Kenapa omah memaksa Aris
readmore Chapter 37 Tigapuluh Tujuh
Daniel mengejar langkah Luna. Dengan sigap ia meraih tangan Luna. "Luna, maafin aku ya? Aku belum s
readmore Chapter 38 Tigapuluh delapan
Setelah berkutat dengan pelajaran matematika yang berhasil membuat pusingnya seperti dia yang gak pe
readmore Chapter 39 Tigapuluh sembilan
Ting! Satu pesan lagi. Luna membacanya dengan teliti. "Daniel nyuruh orang buat kunci duplikatnya k
readmore Chapter 40 Empat puluh
Allisya menguap, belajar satu jam lamanya membuat seluruh tubuhnya lelah. "Kalau jam segini, kak Ar
readmore Chapter 41 Empat puluh satu
"Makasih ya Al?" Allisya merasa tenang, apalagi Alvian akan selalu menjaganya. Lain halnya dengan Ar
readmore Chapter 42 Empat puluh dua
Sesampainya di rumah Allisya, sangat kebetulan sekali ada Selena dan beberapa tante-tante arisan yan
readmore Chapter 43 Empat puluh tiga
Akhirnya Aris sampai di restoran yang Allisya tunjukkan. Matanya menyapu sekeliling, mencari sosok k
readmore Chapter 44 Empat puluh empat
"Maaf ya om, tante. Saya gak mau lama-lama, pasti ayah bakalan nyari juga," ujar Aris berpamitan pad
readmore Chapter 45 Empat puluh lima
"Apa? Javas sekarang ada di rumah sakit? Ok ok, makasih banget kabarnya," Gavin tersenyum miring. Ia
readmore Chapter 46 Empat puluh enam
Malam minggu, moment yang pas untuk berjalan dengan pasangan. Apalagi Aris dan Allisya, keduanya men
readmore Chapter 47 Empat puluh tujuh
Pagi ini Allisya datang ke sekolah dengan semangat, Aris mengantarkannya. Sebelum Allisya keluar da
readmore Chapter 48 Empat puluh delapan
Mengantuk, itulah yang di rasakan penghuni kelas 12 Ips 2 sedang berlangsung live streaming pelajara
readmore Chapter 49 Empat puluh sembilan
Dua perempuan yang kini berbincang di sudut kafe. Sore hari, jam 3. Keduanya membuat janji untuk mem
readmore Chapter 50 Lima puluh
Di kantin, meskipun tempat duduknya sudah penuh dan terisi, Zahra tetap keukeuh untuk makan satu mej
readmore Chapter 51 Lima puluh satu
Meskipun terasa berat bagi Kaila untuk memaafkan Arif, tapi tidak seharusnya ia menjauhi Arif. Sudah
readmore
baguss
09/04
0ini sangat seruuuu
07/01
0bagus bgt sumpah
23/08
0wow cerita sangat seru
02/07
0bagus bgt
17/06
0bagus banget ceritanya
03/06
0good job
28/05
0Bagus ceritanya
13/05/2025
0kerenn bangetttt
04/05/2025
0baguss keren
30/04/2025
0