Suatu hari saat mabuk, Ayu mendapat lamaran yang tidak akan pernah bisa dia tolak dari Roy Punda yang arogan. Dilempar ke dalam pernikahan yang tidak pernah dia inginkan sejak awal, Ayu akan berjuang bagaimana mempertahankan sikap riangnya sambil berusaha membuatnya tetap tenang setiap kali dia berada di dekat suaminya. Lelucon, petualangan, tugas, dan rahasia akan menguji pernikahan sementara mereka. Pada akhirnya, akankah ada kesempatan untuk sandiwara sementara, menjadi permanen?
aku akn pergi liburan ke luar negeri tapi aku ajak siapa ya apa aku ajak Laila aja ya atau aku sendiri aja ya ah....aku ajak Laila aja deh aku telpon Laila dulu deh halo lai lu mau ga ikut gua jalan-jalan ke luar negeri ha...ok deh ok ayu besuk aku jemput ya .. Assalamualaikum.laila walikumsalam salam
01/09
0
Reiysha Maharani
sangat bagus
15/08
0
HananyNajma
baguss bngt novelnyaa
06/05/2025
0
maulida 05
baguss bangett
27/04/2025
0
airasyaa01
bagus
20/04/2025
0
keren kak
06/04/2025
0
KHABIBATUL MARDHIYAH8C.17
iii baguss bangett
19/03/2025
0
Rel Il
bgusss
14/03/2025
0
Total: 46
Chapter 1 Tak Terduga
Jalanan kota Jakarta begitu sepi, tidak ada yang berjalan sempoyongan karena mabuk seperti dia. Apal
Chapter 2 Tak Tertolak
"Ayah, di mana sih sebenarnya?" Ayu benar-benar berusaha agar tidak berteriak lebih keras. Hampir saj
Chapter 3 Keluarga Punda
Ayu benar-benar tidak memiliki apa pun, untuk dikenakan pada makan malam agar elegan. Walau dia per
Chapter 4 Sebuah Cerita
Serangkai ledakan marah tiba-tiba meletus di sekitar meja. Ayu mendengar Rika terkesiap, "Luar bias
Chapter 5 Sebuah Sandiwara
Ayu berbaring di tempat tidurnya, terjaga sambil berpikir. Dia mencoba memikirkan semua yang terjad
Chapter 6 Reaksi Ibu
Hanya malam sebelum pernikahan saja Ayu bisa membaca profil Roy. Roy berusia dua puluh sembilan tah
Chapter 7 Hari H
Tiga jam berikutnya Ayu melalui banyak hal. Untung saja Roy mengirim sopir untuk mengantarnya ke Pl
Chapter 8 Bulan Madu
"Apakah ada barang?" tanya Ayu saat sopir mengantar mereka ke rumahnya. Dia sudah berganti kembali
Chapter 9 Semakin Dekat
"Apa? Gak bisa!" Ayu mencondongkan tubuh ke wanita itu, meletakkan kedua tangannya di meja marmer ya
Chapter 10 Semalam Tadi
Saat Ayu membuka mata, kepalanya sangat sakit dan sinar matahari yang mengenai matanya hanya memperb
Chapter 11 Pantai Kisah
"Hei, kamu dengar gak sih?" Roy mendorongnya. "Apa?" Ayu bertanya dengan mengantuk. "Bisakah kamu be
Chapter 12 Cairkan Suasana
"Gue mau keluar," kata Ayu beberapa jam kemudian. "Kamu baru saja kembali," kata Roy. Dia masih memb
Chapter 13 Sesuatu Tertinggal
Saat pagutan semakin dalam, Ayu merasakan semua pertahanannya runtuh dan dia membiarkan dirinya jatu
Chapter 14 Terima Kasih, Roy
"Bodoh!" Ayu mengutuk dirinya. Dia bergegas keluar dari gua, ketakutan muncul di benaknya sekali la
Chapter 15 Jadwal Tugas
"Di mana sih rumah lo?" tanya Ayu di belakang suaminya. Pada saat mereka tiba kemarin, mereka berpis
Chapter 16 Meloloskan Diri
Ayu benar-benar melompat dari tempat tidurnya, bantal dan semuanya. "Sialan!" DIa membentak kepala
Chapter 17 Belanja Bersama
Dia tidak menjelaskan kepada Haris, mengapa dia begitu terburu-buru ke toko kelontong secara tiba-ti
Chapter 18 RAN
. ***** Ketika Ayu melangkah ke dalam dapur, dia berjalan di sekitar ruangan dengan panik. Memasak ad
Chapter 19 Penasaran
Mereka pulang ke rumah setelah berjuang dengan kursi mobil Woli. Duduk di samping bayi Ran, Ayu ber
Chapter 20 Woli
Roy muncul di ruang tamu dalam sekejap, matanya menyala dengan waspada. "Apa?" "Lihat," katanya dan
Chapter 21 Yang Pernah Lekang
Beberapa hari berikutnya kembali normal yang berarti Roy kembali ke dirinya yang dulu. Ayu bahkan m
Chapter 22 Penyatuan Tak Terelakkan
Henry mengantar mereka pulang karena mereka berdua sudah mabuk saat pesta usai. Mereka mengingat se
Chapter 23 Yang Berbeda
"Gue tidur di kamar sendiri malam ini," ucap Ayu malam itu. Dia tidak ingin Roy berpikir dia semuda
Chapter 24 Siasat
"Yu," Suara roy memanggil dari seberang. "Jika kamu tidak mau membuka pintu ini, saya akan mendobra
Chapter 25 Menjenguk Soni
"Ya," kata Roy sambil meletakkan ponselnya di telinganya. Dia berpaling dari Ayu sehingga Ayu tidak
Chapter 26 Melepasmu
Roy tidak mengucapkan sepatah kata pun yang Ayu butuhkan darinya saat ini. Ayu tidak membutuhkan se
Chapter 27 Suasana Mencekam
***** "Kapan kamu akan membawaku ke hutan itu?" Ayu bertanya padanya nanti malam. Mereka berada di
Chapter 28 Yang Dibenci
"Lihat siapa yang datang? Aku tidak percaya kamu mengundangnya, Ran." Rasa jijik bercampur dengan s
Chapter 29 Untuk Junior
Teleponnya berdering tepat saat mereka menyelesaikan rencana pesta Woli. "Apa?" dia menjawab dengan
Chapter 30 Tak Rela
Dia tidak suka reaksi suaminya yang tiba-tiba berubah ketika dia melihatnya. Dan dia tidak yakin ap
Chapter 31 Ketagangan yang Datang
Ayu berjalan ke arah ruang kenyamanan, melewati sejumlah pria yang mengenakan jas dan dasi, dia meny
Chapter 32 Membuat Mabuk
***** Ayu sedang menghabiskan setengah birnya ketika Karl berjalan kembali ke arahnya, wajahnya menge
Chapter 33 Perang Bisu
Ayu diam sepanjang perjalanan pulang dan dia tidak mengucapkan sepatah kata pun padanya. Dia bisa m
Chapter 34 Nama Bintang
"Yu, kamu menjadi anak kecil di sini. Kamu sudah terlalu lama menyeret benda ini. Kita harus membica
Chapter 35 Kembali Hangat
"Bagaimana kamu melakukan hal ini?" tanya Ayu, melihat kertas melalui cahaya yang ditawarkan teras
Chapter 36 Pergi Berkencan
Sebenarnya, tidak ada yang tahu hari ulang tahunnya dan dia membuat suaminya berjanji untuk tidak me
Chapter 37 Kesan Lanjut
Ayu mengabaikan gumamannya saat mereka berkendara ke bioskop dan menikmati siksaan kecil yang Roy be
Chapter 38 Seolah Kehilanganmu
"Tunggu, Sayang," bisik Ayu pelan sambil mengarahkan mobilnya ke pintu darurat rumah sakit. Anggota
Chapter 39 The Feelings
Ayu panik seperti orang gila. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan atau bagaimana harus bertinda
Chapter 40 Keinginan Hati yang Sebenarnya
Perawat dan dokter bergegas masuk ke dalam ruangan, mendorong semua orang ke belakang kecuali Ayu ya
Chapter 41 Hampir Putus Asa
***** Kali ini, perjalanan ke tempat perkemahan mereka ke dalam hutan hampir sama kecepatannya dengan
Chapter 42 Yang Merenggut
Ayu menatap kertas-kertas itu seperti musuh bebuyutannya. Dia jijik melihat mereka. Dia ingin mere
Chapter 43 Keputusan Sekarang
Dia benci menunggu. Itu tidak pernah merupakan kebajikan yang dia pelajari untuk disempurnakan teta
Chapter 44 Hari yang Gelap
"Hei," Yeyena mengintip dari ambang pintu saat hendak menutup kopernya. Temannya mengerutkan kening
Chapter 45 Kering Air Mata
Dia tampak bersemangat untuk mengeluarkannya dari hidupnya meskipun pikirannya penuh harapan. Dia a
Chapter 46 Epilouge
***** Jantungnya berdetak kencang dan dia ingin melompat kegirangan. Ini adalah momen yang dia impik
its so good.
2d
0bagus
10/12
0aku akn pergi liburan ke luar negeri tapi aku ajak siapa ya apa aku ajak Laila aja ya atau aku sendiri aja ya ah....aku ajak Laila aja deh aku telpon Laila dulu deh halo lai lu mau ga ikut gua jalan-jalan ke luar negeri ha...ok deh ok ayu besuk aku jemput ya .. Assalamualaikum.laila walikumsalam salam
01/09
0sangat bagus
15/08
0baguss bngt novelnyaa
06/05/2025
0baguss bangett
27/04/2025
0bagus
20/04/2025
0keren kak
06/04/2025
0iii baguss bangett
19/03/2025
0bgusss
14/03/2025
0