"Lima belas ribu, Mas? Yang benar saja. Besok kamu tahu kan, kalau ibuku mau datang?" Kedua alis Aira naik ke atas dengan mata melebar.
"Kenapa? Apa ada yang salah? Terus ... kalau orang tuamu datang, kita mau menyambut seperti ratu, menyediakan ikan, daging, udang, cumi, begitu? Kita hidup harus hemat. Nggak peduli siapa yang datang. Bukankah orang kampung juga menyambut tamu dengan hidangan seadanya?"
Mimik wajah Aira langsung berubah ketika aku menyinggung tempat kelahirannya.
"Kalau begitu belanja sendiri saja, Mas! Zaman sekarang uang lima belas ribu dapat apa? Kamu adalah pengusaha, bos besar. Tapi, untuk urusan perut perhitungannya melebihi pekerja serabutan." Aira masuk ke kamar dan membanting pintu.
Dia pikir cari uang itu mudah?! Biarpun usahaku sedang maju, tetap saja hidup tidak boleh boros.
bagus banget aku pencinta novel genre thriller, awal nya ragu mau baca tapi karna judulnya unik jadi nyoba baca eh ternyata seru. aku jarang banget baca novel genre romence tapi jujur novel ini tuh seru banget konflik nya bikin gregetan, dan kaya lucu aja seru banget, kocak, sedih, bahagia nya tuh dapet banget aku suka sih di antara novel romance yang pernah aku baca kayanya ini yang no.1 sih. aku rekomen banget buat kalian sekalian pelajaran juga buat yang pada mau nikah nih soalnya realita i
21/11
0
Junbbe
bagus
01/11
0
ErlanggaMuhammad Bayu
good
06/07
0
GamingNaim
bagus novel ini
17/06
0
Maria03.Charlie
bagussss & kereennnnn
29/05
0
NisaLia
aku suka ceritanya terima kasih
06/05/2025
0
IndoSamsung
bagusss
25/04/2025
0
Fadhlan
bagus sekali
14/03/2025
0
Tantri Sundari
sangat bagus
16/02/2025
0
SolehahPutri
knp g lnjut
14/02/2025
0
Total: 49
BAB 1
Besok mertuaku akan datang dari kampung. Ini sangat meresahkan. Jangan sampai dia menginap. Karena,
BAB 2
Usai dipanasi, Aira membawa opor itu ke meja. Tampilannya semakin nikmat ketika ditempatkan pada man
BAB 3
POV MERTUA Aku heran, padahal menantuku adalah orang kaya. Rumahnya besar dan luas. Bahkan meja makan
BAB 4
Hari ini istriku telah sukses memerasku. Mana mungkin periksa perut habis enam juta. Lagi pula dia d
BAB 5
"Maaf, Pak Kevin! Orderan yang dipesan tidak dapat dibatalkan. Terima kasih!" "Heh, tunggu!" Aira ...!
BAB 6
Aira berjalan menuju nakas. Kemudian mengambil buku dan pulpen. Lalu duduk di ranjang memunggungiku.
BAB 7
"Aku tidak percaya lagi padamu. Kamu cuma mementingkan uangmu itu. Tak pernah peduli dengan perasaan
BAB 8
POV MERTUA Meski cuma sebentar, aku merasa senang karena bisa bertemu dengan putri semata wayangku. A
BAB 9
POV KEVIN "Gil@ kamu, Vin! Mau nge-prank ya! Asin banget." Dadaku langsung sesak. Kurang ajar Aira. D
BAB 10
Pasca acara selesai. Meja makan seperti kapal pecah. Piring kotor dengan berbagai sisa-sisa tulang,
BAB 11
"Mas, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu mendorongku?!" teriak Aira. Bahkan aku tidak sadar jika tel
BAB 12
"Cepat, Mas!" Mata Aira membelalak. Antara kasihan pada Mbak Ummi dan ragu membiarkan istriku mengha
BAB 13
13 "1kg satu minggu, Vin? Ya Allah Ya Rabbi. Itu sih takaran makan kucing anakku. Kerja sebulan bisa
BAB 14
"Awas ya, Mas! Jika sampai kamu ketahuan selingkuh dengan Selena dan dia terbukti kamu hamili, sesua
BAB 15
Aku dan istriku kembali ke hotel dan check out saat itu juga dan melakukan perjalanan pulang dengan
BAB 16
Bab 16 Pov Aira Setelah musibah yang menimpa hunianku dengan suami, kupikir Mas Kevin akan berubah. Ny
BAB 17
"Kamu terlahir dari keluarga yang utuh. Bisa merasakan kasih sayang seorang ibu. Punya tempat untuk
BAB 18
POV Kevin "Radit ..., Diamlah! Kamu paham adab berbicara kan?" sanggah Pak RT. Pemuda di ruang keluar
BAB 19
Pulang dari masjid, seperti biasa banyak warga yang berada di pelataran rumahnya. Apa lagi yang mere
BAB 20
"Bu Aminah mau cari apa? Sini, sini. Mampir dulu." Seorang perempuan dengan lipstik cetar melambai. K
BAB 21
"Mau apa kamu ke sini? Terus, dari mana kalau kamu tahu aku ada di sini?" Kunaikkan alis menantang pr
BAB 22
"Kalau bukan karena cinta, males aku membersihakan kandang. Andai saja aku tega, pasti Aira sudah ku
BAB 23
"Lho, kok sudah kembali?" Mbak Ummi memapah ibu ketika turun dari mobil. "Iya, Mbak. Ibu nggak apa-ap
BAB 24
Detik kemudian pesan terhapus. Untung aku sudah membacanya. Tapi aku masih belum paham dengan isi ch
BAB 25
Setelah hampir satu jam perjalanan kami sampai disebuah rumah ber-cat putih. Rumah itu masih terliha
BAB 26
Pov AIRA "Hai!" seorang laki-laki di pesta ulang tahun menyapa dan menyalamiku. "Aku nggak menyangka
BAB 27
Pov Kevin "Ada apa, Vin? Tumben kamu mengajak aku ketemuan di sini." Aku menunduk lesu tanpa menjawab
BAB 28
"Maaf ya, Sayang ...! Tante nggak bisa bobok di rumah Amira. Tapi, besok Amira boleh main ke sini la
BAB 29
"Amira sudah sembuh. Kamu nggak berhak menahan istriku lebih lama lagi di sini." "Tenang. Aku tahu. U
BAB 30
POV AIRA Mas Kevin sungguh keterlaluan. Dia selalu saja menilai sesuatu dari nominal uang. Padahal is
BAB 31
POV BU AMINAH Tubuhku yang semakin tua ini sudah menjadi langganan kesemutan, pegal linu, dan asam ur
BAB 32
POV KEVIN Na'as banget diriku. Uang di rekening amblas dibobol oleh sahabatku sendiri. Untung saja ti
BAB 33
Tanganku mengepal dengan rahang mengeras. Dada berdetum berderu. Hanya itu yang bisa kulakukan disaa
BAB 34
"Kamu bicara dengan siapa?" tanyaku. Perlahan tangan Aira turun dari telinga. Dia menatapku dengan bi
BAB 35
POV AIRA "Zaki, Zaki ...!" Mas Kevin mencoba membuat mata sahabatnya terbuka dengan menggoyangkan bad
BAB 36
POV Kevin "Ajak Aska jika kamu mau pergi!" Aira bersedekap menatap Melisa yang sudah berdandan sepert
BAB 37
POV KEVIN "Kasih nggak apa-apa. Dari pada ngedumel. Sana Mbak Ummi!" "Jangan aku, Ra. Males banget men
BAB 38
Bu Marni pulang dengan wajah muram setelah puas memakiku akibat tak kuberikan pinjaman. Biar saja di
Eps: 2 (BAB:39)
Kupikir setelah punya anak hidupku akan lebih tenang dan bahagia. Ternyata, ketika putriku berusia l
BAB: 40
Pukul enam pagi Kevin sudah mandi , berpakaian rapi dan tak lupa menyemprotkan parfum maskulin andal
Ekstra bab 41
"Papa, kata Alina malam ini ada pasar malam. Kita ke sana ya, Pa!" "Males. Ngapain ke sana? Di rumah
Ekstra bab 42
"Kita tidak bisa diam-diaman selamanya seperti ini. Kita harus bicara. Apa kamu sadar kalau kamu su
ekstra bab 43
"Aira, kita menikah, menjalani hari sudah lebih dari sepuluh tahun. Apa itu masih kurang untuk memb
Ekstra part 44
Kudengar di keluarga Kevin akan pergi hajatan ke rumah tetangga. Aku tahu ketika ngobrol basa-basi d
Ekstra part 45
Dering ponsel membuatku gugup. Sampai benda itu lolos dari tangan ketika kukeluarkan dari kantong c
Ekstra part 46
"Untung Shifa bareng ibu dan Mbak Ummi. Nggak bareng kita," ujar Aira. "Kamu sih, Mas. Makanya kala
Ekstra part 47
"Mau kemana ...?" Langkahku tertahan karena Aira lebih cepat meraih krah kaos ku dari belakang. Ak
Ekstra part 48
Dengan tatapan tak percaya, lalu akhirnya menghela napas panjang. Ia menatapku lekat-lekat sebelum b
Ekstra part 49
Malamnya, saat kami sekeluarga sedang makan malam, tiba-tiba Aira menatapku dengan tatapan yang ane
bagus banget aku pencinta novel genre thriller, awal nya ragu mau baca tapi karna judulnya unik jadi nyoba baca eh ternyata seru. aku jarang banget baca novel genre romence tapi jujur novel ini tuh seru banget konflik nya bikin gregetan, dan kaya lucu aja seru banget, kocak, sedih, bahagia nya tuh dapet banget aku suka sih di antara novel romance yang pernah aku baca kayanya ini yang no.1 sih. aku rekomen banget buat kalian sekalian pelajaran juga buat yang pada mau nikah nih soalnya realita i
21/11
0bagus
01/11
0good
06/07
0bagus novel ini
17/06
0bagussss & kereennnnn
29/05
0aku suka ceritanya terima kasih
06/05/2025
0bagusss
25/04/2025
0bagus sekali
14/03/2025
0sangat bagus
16/02/2025
0knp g lnjut
14/02/2025
0