Perubahan di hidupku setelah melahirkan. Dingin pada suami sendiri. Namun, luka di hatiku tidak bisa mengering secepat itu. Semuanya akan aku balas padamu, Mas!
***
novel nya bagus ceritanya saya suka membaca nya bikin penasaran dan seru
17/02
0
Sumarni Sani
lanjutin
22/12
0
Arif Muhammad
bagus
13/11
0
Andi Dina
sy suka
25/10
0
Lolinda
menggambarkan sosok seorang suami yg tidak punya hati nurani
tega meninggalkan istrinya yg mau melahirkan
30/09
0
IlaPak
hhh aku kayak gitu deh di dalam rumah dari para wanita di dunia dan tidak pula di dalam tubuh kita dan terjemahan oleh mesin di dalam rumah dari yang lain juga yang lain dan realistis hantunya dan realistis dan terjemahan yang dihasilkan dalam tubuh dan realistis untuk yang terbaik dan termurah di dunia ini adalah beberapa foto seksi Agnes juga dapat membuat kulit menjadi tidak pula dengan yang lainnya tergantung dari para pemain yang lain juga di dalam tubuh manusia terdiri daripada di dunia da
12/09
0
Fitri Yanti
Bagus bgt
20/08
0
TawCerita
sehat² nya
19/08
0
LangsaYanti
bagus ceritanya 🙂😃
13/08
0
JawoAris
penuh teka teki 👍🏻. lanjutkan
26/07
0
Total: 45
Chapter 1 Perubahan Besar!
"Aduh, perutku sakit banget, Mas. Kayaknya mau melahirkan." "Halah, tahan dulu sakitnya. Besok aja ka
Chapter 2 Perlahan tapi Menyakitkan
"Kamu itu hilang dua hari. Gak usah pulang sekalian, kayak gak punya rumah." Mas Reno membalikkan tub
Chapter 3 Misi Satu Selesai
Astaga, benar-benar cari ribut. Aku mengeluarkan ponsel, menghubungi Mas Reno yang masih ada di atas
Chapter 4 Keluarga Menyebalkan
"Nina, aku minta uang." Pandanganku teralih ke Mas Reno. Dia menatapku berharap. Pria itu mendekatiku
Chapter 5 Kejutan Menarik, Bukan?
"Bu Nina itu istri yang hebat. Saya lihat banget kerjaan rumah Bu Nina sendiri yang ngerjain. Kadang
Chapter 6 Hari Pertama yang Menyenangkan Bukan?
"Aduh, tadi malam kamu kasih apaan tehnya, Nina? Perut Mama masih sakit sampai sekarang?" Aku hanya m
Chapter 7 Kejutan dari Mas Reno
"Yaudah deh. Eh, atau aku naik taksi aja ke rumah kamu. Nanti pulangnya baru kamu anterin. Soalnya k
Chapter 8 Rasakan Kamu, Mas!
"Nin, parah banget kamu jadi istri. Suami sendiri dikeluarin dari pekerjaannya." Mama Mas Reno ikut p
Chapter 9 Mempermalukan Keluarga Benalu!
"Kamu apa-apaan, sih, Nina? Sampai malam kita nungguin transferan dari kamu. Gak dikirim juga uangny
Chapter 10 Pria Tidak Tahu Malu!
"Mau minta makan, minta uang. Minta semuanya." Pria tanpa tahu malu itu langsung masuk begitu saja. A
Chapter 11 Bantuan
"Serius? Kamu gak bohongin Mbak kan? Mbak gak suka kalau kamu bohong, ya." Aku menatap Kafka serius.
Chapter 12 Membiarkan Keluarga Benalu Tidur di Luar
"Nyebelin banget. Untung gak sampai dipanggilin satpam." Aku menoleh. Keluarga Mas Reno sudah masuk k
Chapter 13 Menjual Rumah Mertua
"Kamu jual rumah itu, Nin?" Suara Mas Reno terdengar menggema di ruangan. Aku mengangguk singkat, pad
Chapter 14 Selamat Mencari Kerja, Mas!
BAB 11 "Surat apaan itu?" Ya ampun. Aku buru-buru menoleh. Mama Mas Reno kenapa pakai acara bangun seg
Chapter 15 Mengerjai Keluarga Menyebalkan
BAB 12 "Hah? Masalah apaan?" tanyaku sedikit khawatir. Aduh, aku menggigil bibir. Masalah apa lagi sek
Chapter 16 Jangan Bermain-Main Denganku, Mas!
BAB 13 "Buset. Pasti pedas banget itu." Kami mengintip dari balik dinding. Beberapa detik, aku mengang
Chapter 17 Pencitraan!
BAB 14 "Hah?! Bercerai?" Mama dan Papa bahkan berteriak. Aku menghela napas pelan, sudah tahu apa reak
Chapter 18 Tipu Daya
BAB 15 "Hah?! Sakit apa?" tanya Mama terkejut. Aku juga terkejut sekali dengan perkataan Mas Reno. Ini
Chapter 19 Kalian Tidak Akan Bisa Mengalahkanku!
BAB 16 "Wow, lucu sekali," gumamku menahan tawa. Lihatlah keluarga penuh drama ini. Akhirnya aku meman
Chapter 20 Kejutan dariku, Mas!
BAB 17 "Matiin, Mbak. Matiin." Kafka berbisik, matanya melebar karena kaget. Aku juga ikutan kaget me
Chapter 21 Aku Ingin Membalaskan Semuanya!
BAB 18 "Eh?" Wajah Mas Reno kelihatan sekali gugupnya, dia memang tidak pintar berbohong, itu kelemah
Chapter 22 Pekerjaan Mencurigakan Rini
BAB 19 "Emang suami kamu ngapain?" tanya Gita penasaran. Aku sudah bisa menebak, sejak tadi pasti Git
Chapter 23 Rahasia Rini
BAB 20 "Mbak gak percaya, kan? Sama, Kafka juga." Astaga, mana aku tau kalau Rini kesana akan kerja. E
Chapter 24 Keluarga Rakus!
"Hamil? Kamu hamil?" tanyaku tersentak. Beberapa detik dalam keterkejutan, aku sampai mundur satu lan
Chapter 25 Kejutan Besar
"Gak mungkin gimana? Kamu cek sana ke dokter. Jangan cuma mau uang aja." Menyebalkan sekali Mas Reno.
Chapter 26 Kalian Berdua Tidak Akan Pernah Menang!
"Buset. Ini serius?" tanyaku pelan. Aku menatap desain undangan yang dibuat. Benar-benar mengejutkan,
Chapter 27 Ide Bagus
"Mau kemana?" tanyaku pada Mas Reno yang sudah siap. Dia terlihat rapi sekali, sepertinya karena mau
Chapter 28 Rencana Cemerlang
"Habis dari mana? Lama banget." Mas Reno berdiri dari kursi ketika aku keluar dari mobil. Kami baru s
Chapter 29 Rencana Menghancurkan Semuanya
"Mereka udah bangun?" tanya Bang Tirta sambil menoleh ke aku. Kami sudah siap-siap. Aku menggelengkan
Chapter 30 Membongkar Semuanya!
"Mana mobilnya?" tanya Bang Tirta sambil menoleh sejak tadi. Aku juga harap-harap cemas. Jangan sampa
Chapter 31 Balasan untuk Kalian
"Oalah, jadi yang mau dinikahin itu istri kedua?" "Astaga, Nina berani banget. Salut sama kehebatan d
Chapter 32 Kabar Baik Sekaligus Kabar Buruk!
"Surat perjanjian ini, kan, Delia?" teriak Bang Tirta dari jauh. Aku dan Kafka saling berpandangan, k
Chapter 33 Curiga dengan Seseorang?
BAB 33 "Hah?!" Ponselku terlepas dari tangan. Aku gemetar menoleh ke Bang Tirta, kemudian ke Kafka. Ja
Chapter 34 Siapa Pelakunya?
BAB 34 "Serius? Kalau benar itu semua Abang gak akan pernah maafin dia!" teriak Bang Tirta dengan kem
Chapter 35 Sebuah Drama
BAB 35 "Mbak tidur duluan aja," kata Kafka sambil melirikku. Kami sedang mencari berbagai bukti. "Mau
Chapter 36 Pria Misterius itu—
BAB 36 "Gimana, gimana? Drama tadi? Lucu? Maksudnya gimana, Kaf?" tanya Bang Tirta penasaran. Aku jug
Chapter 37 Tidak akan Pernah Mengampunimu!
BAB 37 "Iya. Pria misterius itu," gumamku sambil menghela napas pelan. Mbak Lina memang sedang mengobr
Chapter 38 Pembunuhan Berencana?
BAB 38 "Oke. Kerja bagus. Kita keluar dari rumah ini sekarang. Kita tunggu hasilnya nanti." Kafka mem
Chapter 39 Foto Pria Misterius
BAB 39 "Benar kan, Mbak?" tanya Rini sambil melengkungkan senyuman. Dia menatapku mantap, seolah tadi
Chapter 40 Bukan Reno?
BAB 40 Hei! Lihatlah, Rini santai sekali menunjukkan foto pria misterius itu—meskipun tetap saja tida
Chapter 41 Autopsi
"Kafka juga gak tau, sih. Kalau dia ngaku baru tau." Aku menepuk dahi, menatap Kafka frustasi. Anak i
Chapter 42 Mbak Lina Meninggal
"Itu benar-benar hasil yang mengejutkan, sih. Gak nyangka, tapi sesuai banget." Aku menatap Kafka da
Chapter 43 Kejanggalan Kematian Mbak Lina
"Hah?! Serius?" tanyaku dengan nada gemetar. Mbak Lina meninggal? Aku menelan ludah berkali-kali. Mas
Chapter 44 Rahasia yang Disimpan Mbak Lina
Bang Toba melirik Mama, Papa, juga, Rini. Sepertinya, dia hanya ingin beberapa orang yang mendengar.
Chapter 45 Petunjuk Penting
"Nyarinya di mana? Apa yang disembunyiin sama Mbak Lina?" tanya Bang Tirta sambil menatap ke sekelil
novel nya bagus ceritanya saya suka membaca nya bikin penasaran dan seru
17/02
0lanjutin
22/12
0bagus
13/11
0sy suka
25/10
0menggambarkan sosok seorang suami yg tidak punya hati nurani tega meninggalkan istrinya yg mau melahirkan
30/09
0hhh aku kayak gitu deh di dalam rumah dari para wanita di dunia dan tidak pula di dalam tubuh kita dan terjemahan oleh mesin di dalam rumah dari yang lain juga yang lain dan realistis hantunya dan realistis dan terjemahan yang dihasilkan dalam tubuh dan realistis untuk yang terbaik dan termurah di dunia ini adalah beberapa foto seksi Agnes juga dapat membuat kulit menjadi tidak pula dengan yang lainnya tergantung dari para pemain yang lain juga di dalam tubuh manusia terdiri daripada di dunia da
12/09
0Bagus bgt
20/08
0sehat² nya
19/08
0bagus ceritanya 🙂😃
13/08
0penuh teka teki 👍🏻. lanjutkan
26/07
0