Risa (22), seorang wanita dari keluarga sangat sederhana, dan tinggal di sebuah kampung. Dia mengidolakan Ridwan, lelaki kaya dan tinggal di kota. Mereka menjalin kasih melalui akun media sosial, lalu akhirnya menikah.
Namun, karena penampilannya yang sangat sederhana bahkan terkesan seperti ibu-ibu, padahal belum jadi ibu, membuat Risa disia-siakan oleh suaminya.
Risa juga mendapat perlakuan kurang baik dari ibu mertuanya. Ibu mertua Risa, menjadikan Risa sebagai pembantu di rumah dan malu mengakui Risa sebagai menantunya.
Ridwan, suami Risa, lambat laun mulai bermain api dengan mantan kekasihnya. Risa mendapati mereka sedang memadu kasih di atas ranjang miliknya.
Apakah Risa akan bertahan dalam peliknya kehidupan rumah tangganya itu? Kebahagiaan apa yang akan Risa dapatkan sebagai hadiah dari kesabarannya?
Ikuti terus kisahnya.
**
Ya ampun sedih banget bacanya😭
mertua sama mantannya sombong banget sih! kasian banget si cewek udah berkorban nikah eh malah dihinahina gitu. semoga nanti dia bisa berubah jadi cantik dan sukses biar mereka semua menyesal! 💪🔥
11/04
0
PurbaMaradu
sangat membuat hati tersentuh
14/03
0
YuniMayasari
saya sangat senang bisa membaca novel ini
07/03
0
Annaznissa
menarik lanjut lagi cerita nya
06/03
0
Resi Eunci
bagus
17/01
0
ruslirendi
terimakasih
16/01
0
Misterx
aku sangat senang
07/12
0
LuwakKopiluwak
👍 top markotop
30/11
0
Prasetyo
piq
30/11
0
AnastasyacantikSandrina
bgud
29/11
0
Total: 59
Bab 1. Dipermalukan Di Acara Pesta
"Sudah siap, Ris?" seru Bang Ridwan dari luar kamar. "Sebentar lagi, Bang!" sahutku sembari sibuk mem
Bab. 2. Tidak Diakui Sebagai Menantu
Bab. 2. Tidak Diakui Sebagai Menantu Bude Bang Ridwan tertawa cekikikan. Aku tertunduk diam sembari t
Bab 3. Komentar Pedas Mertuaku
Bab 3. Komentar Pedas Mertuaku Aku segera menyudahi makan, lalu gegas melangkah meninggalkan mereka.
Bab 4. Pesan Dari Gita di Ponsel Suamiku
Bab 4. Pesan Dari Gita di Ponsel Suamiku Aku sering berkhayal, andai aku jadi Gita. Pasti akan sangat
Bab 5. Gara-gara Diet
Bab 5. Gara-Gara Diet Pagi-pagi sekali aku sudah selesai menyiapkan sarapan untuk kami bertiga. Kucob
Bab 6. Tips Diet Dari Teman
Bab 6. Tips Diet Dari Teman Aku menceritakan mengenai rencanaku untuk melakukan diet kepada Suci. Suc
Bab 7. Hasil Pemeriksaan Dokter
Bab 7. Hasil Pemeriksaan Dokter Pagi ini badanku rasanya tak enak. Kepala juga pusing. Sudah tiga kal
Bab 8. Tanda Merah di Leher Suamiku
Bab 8. Tanda Merah di Leher Suamiku Hari ini, Bang Ridwan berjanji akan mengantarkan aku memeriksakan
Bab 9. Nama Yang Disebut Suamiku
Bab 9. Nama Yang Disebut Suamiku Aku terkesiap ketika suara Azan mengalun dengan merdunya dari Masjid
Bab 10. Acara Tujuh Bulanan
Bab 10. Acara Tujuh Bulanan Aku meletakkan kembali ponselku ke atas nakas, setelah selesai berbicara
Bab 11. Petaka di Acara Tujuh Bulanan
Bab 11. Petaka di Acara Tujuh Bulanan Entah siapa yang mereka maksud. Mungkin saja itu, Gita. Mantan
Bab 12. Alasan Yang Menyakitkan
Bab 12. Alasan Yang Menyakitkan "Risa?" Kudengar Bang Ridwan memanggil namaku. Aku masih memejamkan m
Bab 13. Pergi Dari Rumah
Bab 13. Pergi Dari Rumah Aku berjalan menuju lemari, lalu mengemas baju-bajuku. Bang Ridwan dan wanit
Bab 14. Memulai Usaha
Bab 14. Memulai Usaha "Apa rencanamu selanjutnya, Ris? Kalau kamu mau buka usaha, Bapak rela jual la
Bab 15. Usaha Baru
Bab 15. Usaha Baru "Ah, Bu Erna ini, masak gak bisa lihat. Pasti si Risa ada masalah sama suaminya, m
Bab 16.
# Part 9. Kabar Dari Suamiku Aku baru saja pulang dari klinik dokter kandungan. Klinik yang terletak
Bab 17. Kedatangan Gita
Bab 17. Kedatangan Gita Jarak rumahku dari Puskesmas tempatku melahirkan bisa dibilang cukup jauh. Mu
Bab 18. Kedatangan Suamiku ke Rumah
Bab 18. Kedatangan Suamiku ke Rumah Dua bulan sudah berlalu. "Mak, Risa ke mini market bentar. Susu
Bab 19. Suamiku Datang Bersama Selingkuhannya
Bab 19. Suamiku Datang Bersama Selingkuhannya Aku sudah sampai di depan rumah. Ada sebuah mobil terpa
Bab 20. Kuturuti Apa Maumu Bang
Bab 20. Kuturuti Apa Maumu, Bang "Stop! Sudah cukup! Jangan ada ada keributan lagi di rumah ini. Kau,
Bab 21. Masuk Rumah Sakit
Bab 21. Masuk Rumah Sakit Aku segera mengemas barang-barang keperluan Tama, lalu menggendong Tama den
Bab 22. Lelaki Dari Masa Lalu
Bab 22. Lelaki Dari Masa Lalu Tiga hari sudah Tama dirawat di rumah sakit ini. Kata dokter, hari ini
Bab 23. Apa Maksud Bang Ardi?
Bab 23. Apa Maksud Bang Ardi? Terkadang aku merasa kalau Tuhan tak adil padaku. Apakah gadis kampung
Bab 24. Dicerai Lalu Dilamar
Bab 24. Dicerai Lalu Dilamar "Selamat menyandang status baru ya, Ris. Hari ini kamu resmi jadi janda,
Bab 25. POV Ridwan
Bab 25. POV RIDWAN Aku baru saja pulang dari kantor. Belum lagi sempat duduk dan beristirahat barang
Bab 26. Ibu Kenapa?
Bab 26. Ibu Kenapa? "Ya sudah, Ridwan ke depan, beli sarapan untuk Ibu ya. Ibu tunggu di sini. Sebent
Bab 27. Tak Perduli
Bab 27. Tak Perduli Apa sebenarnya yang terjadi pada Ibu. Kenapa sekarang beliau sering sakit-sakitan
Bab 28. Tiba-Tiba Berubah Baik
Part 28. Tiba-Tiba Berubah Baik Pagi-pagi sekali Ibu sudah bangun. Karena merasa gerah, sejak kemarin
Bab 29. Rahasia Gita
Bab 29. Rahasia Gita Hari ini adalah hari diadakannya acara tujuh bulanan calon bayiku. Setelah memas
Bab 30. Katanya Capek
Bab 30. Katanya Capek, Tapi Kok Jalan-Jalan Pagi-pagi sekali aku sudah bangun. Aku mulai membersihkan
Bab 31. Gita Dengan Siapa?
Bab 31. Gita Dengan Siapa? "Aduh, gimana ya, Bang. Gita baru aja nyampek Mall. Ini baru juga makan, b
Bab 32. Siapa Lelaki Itu?
Bab 32. Siapa Lelaki Itu? "Gita, kamu di sini? Papa, Mama mana? Dia siapa?" cercaku pada Gita. Gita t
Bab 33. Posisi Baru
Bab 33. Posisi Baru "Kalau Abang muak, sebaiknya kita pisah saja, Bang!" teriak Gita. Terdengar Brak! G
Bab 34. Bertemu Ardi
Bab 34. Bertemu Ardi "Gimana penampilanku, Bang? Cantik gak?" ucap Gita setelah keluar dari butik yan
Bab 35. Kejutan Besar
Bab 35. Kejutan Besar Setelah lelaki bernama Herlambang itu menyampaikan kata sambutan. MC kembali me
Bab 36. Pesona Risa 1
Bab 36. Pesona Risa POV Risa "Bang, Risa di rumah aja, ya. Risa malu datang ke acara itu," ucapku meme
Bab 37. Pesona Risa 2
Bab 37. Pesona Risa 2 [Dek, maaf ya! Abang gak bangunin Adek. Soalnya, tidurnya pules banget. Abang g
Bab 38. Kedatangan Mantan Mertua
Bab 38. Kedatangan Mantan Mertua Aku baru saja bahagia dengan suami dan anakku. Tolong jangan renggut
Bab 39. Mencurigakan
Bab 39. Mencurigakan Malam semakin larut. Diluar masih saja gerimis. Terdengar suara rintik hujan ber
Bab 40. Penyelidikan
Bab 40. Penyelidikan "Kok gak kasih tau mau ke sini, Dek?" ujar Bang Ardi. Dia kelihatan gugup meliha
Bab 41. Fakta Baru (1)
Bab 41. Fakta Baru (1) Setelah dari butik kami menuju pusat perbelanjaan yang cukup besar di kota ini
Bab 42. Fakta Baru (2)
Bab 42. Fakta Baru (2) Itu Gita, kan? Dia bersama siapa? Kenapa sikapnya begitu manja kepada lelaki
Bab 43. Sebuah Kejutan Besar
Bab 43. Sebuah Kejutan Besar "Astagfirullah!" Aku membesarkan bola mata untuk melihat foto yang dikir
Bab 44. Gelagat Yang Mencurigakan
Bab 44 . Gelagat Yang Mencurigakan "Oh, iya. Bagaimana dengan pesan mesra yang masuk ke hape Abang ke
Bab 45. Teror di Pagi Hari
Bab 45. Teror di Pagi Hari Sebulan kemudian. Ting! Suara pesan masuk ke hapeku yang tergeletak di atas
Bab 46. Teror 2
Bab 46. Teror 2 Aku keluar dari dalam kamar untuk memastikan kalau Bang Ridwan sudah pergi. Aku berja
Bab 47. POV Gita
Bab 47. POV Gita Aku sedang berdiri di tempat parkir, di lapak yang biasanya dipakai Bang Ridwan untu
Bab 48. Rencana Terselubung
Bab 48. Rencana Terselubung Kring! Aku sudah berada di salon dan sedang menjalani serangkaian perawata
Bab 49. Kemarahan Bang Ridwan
Bab 49. Kemarahan Bang Ridwan Enam bulan sudah berlalu, hubunganku dengan Aldo sudah semakin dekat. W
Bab 50. Amplop Berwarna Coklat
Bab 50. Amplop Berwarna Coklat "Baringkan Mayra di kamarnya! Setelah itu, kamu kembali ke sini!" tuka
Bab 51. Anak Siapa?
Bab 51. Anak Siapa? Aku menghentikan langkah, lalu berbalik, menatap ke arah Bang Ridwan. Jantungku b
Bab 52. Dilabrak Istri Sah
Bab 52. Dilabrak Istri Sah "Anda ini siapa? Datang ke rumah orang, marah-marah. Kenapa mencari Gita?"
Bab 53. POV Ridwan
Bab 53. POV Ridwan "Kamu kasih ATM untuk istrimu, Wan?" tanya Ibu waktu itu, ketika kami baru selesai
Bab 54. Ditangkap Polisi
Bab 54. Ditangkap Polisi Aku mencari sebuah nomor kontak di hapeku. Setelah ketemu, aku langsung meng
Bab 55. Menjalani Hukuman (1)
Bab 55. Menjalani Hukuman (1) "Kenapa jadi begini, Wan? Kenapa kamu bisa ditangkap polisi? Ada apa?"
Bab 56. Menjalani Hukuman (2)
Bab 56. Menjalani Hukuman (2) "Doakan yang terbaik untuk Ridwan ya, Bu. Semoga Ridwan bisa segera kel
Bab 57
Ibu Masuk Rumah Sakit. "Wan, apa kabar? Maafin Kakak ya, baru bisa datang sekarang. Kakak gak tau kal
Bab 58
Bebas "Alhamdulillah, akhirnya aku bisa menghirup udara bebas," gumamku seraya menarik napas dalam-da
Bab 59
Pertemuan Tak Terduga Dengan napas tersengal, akhirmya aku sampai di depan pintu rumah. Aku mengetuk
Ya ampun sedih banget bacanya😭 mertua sama mantannya sombong banget sih! kasian banget si cewek udah berkorban nikah eh malah dihinahina gitu. semoga nanti dia bisa berubah jadi cantik dan sukses biar mereka semua menyesal! 💪🔥
11/04
0sangat membuat hati tersentuh
14/03
0saya sangat senang bisa membaca novel ini
07/03
0menarik lanjut lagi cerita nya
06/03
0bagus
17/01
0terimakasih
16/01
0aku sangat senang
07/12
0👍 top markotop
30/11
0piq
30/11
0bgud
29/11
0