Luo Ding Xiang, seorang gadis yatim piatu. Kedua orangtuanya telah tiada karena wabah penyakit yang melanda Jiangnan. Menuruti pesan sang ibunda, dia memutuskan untuk kembali ke Luoyang, ibu kota kerajaan, di mana keluarga besar Luo tinggal.
Menempuh perjalanan yang cukup panjang, Luo Ding Xiang kembali ke rumah besar keluarga Luo untuk mendapatkan perlindungan patriaknya, Jenderal Luo Han Yu yang merupakan adik dari ayahnya.
Tentu saja sang paman menyambutnya dengan gembira dan menempatkannya dalam perlindungannya. Namun sayang sang bibi tidak memperlakukannya dengan baik. Seiring berlalunya waktu, Luo Ding Xiang pun terlupakan kehadirannya di keluarga besar Luo. Tidak ada yang mengingatnya sebagai putri tunggal putra pertama keluarga Luo.
Bahkan pertunangannya dengan pangeran ketiga pun dialihkan kepada saudara sepupunya. Luo Ding Xiang berlapang dada dengan perlakuan keluarga patriaknya. Namun bukan berarti dia berdiam diri. Dengan kepandaian dan koneksinya, sedikit demi sedikit dia membangun kekuatan.
Bukan untuk membalas dendam atau mengambil kembali hak-haknya yang telah direngut oleh orang-orang tamak di sekitarnya. Dia hanya ingin hidup berbahagia bersama dengan orang-orang yang telah setia padanya selama ini.
syabas author...jalan cerita yg menarik dan tidak membosankan...
teruskan berkarya.
16/06/2022
0
DermaselloLuis
fvst gede rgderbanzjxbskcbskxcbdjbuovyj ibkvykgyufuj i. jj u u Ig KB g. ov fk GK GK HK GK vkndovksnvkzndkvjsfbvodngkdngnvken FB syg fungi Ng e bot biyen tnvirngirnskbi ngapain eng main di Bone Sulawesi nvod bang jali nf ya eh boke bner vndovksnvkdncovnrinrihn bisa n nb dn Angel Lelga bot keroco aku oh fn ya bang itu kaya akan b dan paket yang punya ku rus di mana kak Seto nostalgia jadi di sekolah kah kau enga o di sekolah dasar negeri ini bang itu ada surat lamaran dengan cara bikin agar tidak
19h
0
SipudentNaruto
author..kenapa ceritanya tak pernah tamat
19/03
0
TigaUltraman
good
16/02
0
LOHZIKRUL
mantap
01/01
0
Indah Hapsary
bagus
20/12
0
yonal um
mantap
30/10
0
Nurul Huda
seruuu
25/09
0
Mamadivaicha
sangat menarik cerita nya
02/09
0
novelnya bagus. aku sangat suka. semoga ceritanya happy ending.......
12/07
0
Total: 52
Chapter 1 Insiden Di Perbatasan
Angin musim gugur bertiup sedikit lebih kencang di hari yang tertutupi mendung. Sebuah kereta berhen
Chapter 2 Singgah
"Qin'er apa kau baik-baik saja?" Gadis cantik bergaun ungu muda dengan cadar tipis menutupi sebagian
Chapter 3 Dandelion
Ibu Chin membawa Luo Ding Xiang menuju halaman yang disiapkan untuknya. Sebuah halaman yang berada d
Chapter 4 Jubah Ungu
"Nona air mandinya sudah siap." Pelayan wisma kembali untuk membantunya bersiap mandi. "Baiklah." Luo
Chapter 5 Tiga Pelayan Setia
Wisma selaksa bunga di pagi hari biasanya selalu tenang tanpa banyak aktivitas para penghuninya. Han
Chapter 6 Di Pintu Gerbang Luo Manor
Luo Ding Xiang duduk di dalam kereta bersama dengan adiknya, Luo Han Guo. Bocah laki-laki berumur li
Chapter 7 Phoenix Dan Pipit
Luo Ding Xiang berdiri di ujung tangga yang menuju pintu gerbang utama Luo manor. Keberadaannya menj
Chapter 8 Halaman Terpencil
Pelayan berbaju putih memimpin mereka menuju aula utama Luo manor. Di mana beberapa tamu telah tiba
Chapter 9 Persiapan Menjelang Musim Dingin
Beberapa waktu telah berlalu semenjak mereka tinggal di Luo manor. Selama hari-hari itu, Luo Ding Xi
Chapter 10 Lebih Baik Kau Menghadapinya
Seperti yang telah direncanakannya, keesokan harinya Luo Ding Xiang mengunjungi Nyonya Tua Chen. Set
Chapter 11 Bukan Benalu
Matahari sudah tinggi saat Luo Ding Xiang yang ditemani Qin'er kembali dari halaman Nyonya Tua Chen.
Chapter 12 Nona Muda Yang Barbar
Sore hari menjelang, seperti biasanya, Luo Ding Xiang mengirimkan Qin'er untuk mengambil makan malam
Chapter 13 Ada Apa Dengan Mahar Ibuku?
Gelap telah menyelimuti langit saat Luo Ding Xiang dan Qin'er kembali ke halaman mereka. Sekali ini
Chapter 14 Tiga Nona Muda Luo
Beberapa hari berlalu cukup damai untuk Luo Ding Xiang. Di halamannya yang selalu tenang, bersama Ib
Chapter 15 Kemarahan Nyonya Tua Chen
Aula utama terlihat cukup ramai tidak seperti hari-hari biasanya yang selalu sepi. Aula ini hanya di
Chapter 16 Tiga Jenderal Dan Sembilan Pangeran
Dalam beberapa hari kemudian, kesibukan di manor semakin meningkat. Selain persiapan untuk musim din
Chapter 17 Di Taman
Musim gugur perlahan-lahan beranjak menjauh dan musim dingin semakin mendekat. Hari menjadi semakin
Chapter 18 Bimbang
Malam semakin larut, kegelapan menyelimuti manor dan angin yang semakin dingin bertiup lebih kencang
Chapter 19 Catur Go Di Bawah Guyuran Salju Pertama
Musim gugur benar-benar berakhir. Udara menjadi semakin dingin dan membuat banyak orang enggan untuk
Chapter 20 Nyonya Yu Berkunjung
Salju turun semakin deras dari hari ke hari. Seluruh manor di selimuti lapisan salju putih yang cuku
Chapter 21 Taman Rahasia
Musim dingin merupakan musim yang membosankan bagi beberapa orang. Tak terkecuali Luo Ding Xiang. Te
Chapter 22 Halaman Lain Di Luo Manor
Xie Beng Kiam membawanya turun dan mendarat di teras bangunan utama di salah satu sudut taman rahasi
Chapter 23 Rong Guifei
Istana Ziwei di musim dingin masih nampak megah meski sebagian tertutupi salju yang tebal. Para pela
Chapter 24 Rumor
Kembali rumor beredar di ibukota. Entah siapa yang menghembuskan pertama kali, yang pasti insiden te
Chapter 25 Kemana Angin Akan Berubah Arah?
Memasuki pertengahan musim dingin, udara dingin semakin menusuk tulang. Namun di pagi buta yang ding
Chapter 26 Airmata Terakhir
Lu Gonggong masih berdiri dengan posisi penghormatan, sementara seorang wanita yang sudah berumur na
Chapter 27 Langkah Awal Di Musim Semi
Sisa musim dingin berlalu begitu saja. Salju mulai jarang turun. Berangsur-angsur suasana mulai cera
Chapter 28 Kau Bertanya Siapa Aku?
Rombongan yang tengah menyusuri jalan setapak menuju taman, rupanya beberapa tuan dan nona muda diir
Chapter 29 Mimpi Sang Pipit
Suasana temaram mulai merambah manor kala matahari senja semakin tenggelam. Lentera mulai dinyalakan
Chapter 30 Mulai Bergerak
Tumpukan buku catatan dan beberapa lembar kertas tertata rapi di atas meja kerja. Sementara seorang
Chapter 31 Mengunjungi Toko
Di awal musim semi, suasana ibukota mulai diramaikan dengan kesibukan seperti biasanya. Meski masih
Chapter 32 Kain Sutra Dari Timur
Cukup lama Luo Ding Xiang berada di toko kain itu. Dia berbincang-bincang dengan Manager Han hingga
Chapter 33 Token Manor Luo
Setelah mengunjungi beberapa toko, Luo Ding Xiang kembali ke manor dan disibukkan dengan buku-buku c
Chapter 34 Lagi-Lagi Karena Ambisi Mudan
Cukup sibuk akhir-akhir ini membuat Luo Ding Xiang sedikit melupakan masalah di toko kain. Jika saja
Chapter 35 Di Dapur Utama
Di Dapur Utama Suasana di dapur utama cukup riuh sore ini. Hampir semua pelayan berkumpul. Mereka ada
Chapter 36 Isi Peti
Beberapa kereta kuda tampak berderet di sebuah gang sempit yang sepi. Seorang pria muda memeriksa sa
Chapter 37 Apa Yang Bisa Dilakukan Seorang Gadis Kecil?
Sebuah kereta kuda berderap kencang menuju pusat kota di pagi yang masih dingin dan sepi. Jalanan ma
Chapter 38 Keributan Di Pagi Hari
Luo Ding Xiang menatap Xie Beng Kiam dengan hati-hati. Pria berjubah ungu itu duduk di hadapannya de
Chapter 39 Ini Adalah Luo Manor
"Nona! Nona!" Lian'er berlari memasuki halaman seraya memanggilnya dengan panik. Seorang pelayan keci
Chapter 40 Tamu Dari Ning Mansion
Kesibukan mulai terasa di manor. Beberapa pelayan sibuk membersihkan taman, aula dan juga gudang-gud
Chapter 41 Kenangan Bunga Begonia
Suasana di aula utama Luo Manor sedikit berbeda hari ini. Nyonya Luo tampak sibuk mempersiapkan sega
Chapter 42 Di Aula Utama
Suasana di aula nampak lebih ceria di pagi itu. Kegembiraan jelas terlihat di pagi yang masih agak d
Chapter 43 Para Tuan Muda Ibukota
Sore hari di musim semi masih menyisakan udara yang sejuk dan angin yang dingin meski matahari sore
Chapter 44 Kegelisahan Nyonya Luo
Seorang pelayan tergopoh-gopoh berlari menuju halaman Nyonya Luo. Sepertinya ada sesuatu yang pentin
Chapter 45 Jebakan Jalan Pintas
Ibukota pagi ini disibukkan dengan persiapan penyambutan prajurit yang kembali dari berkampanye di p
Chapter 46 Siapa Di Dalam Kereta Kuda itu?
Angin musim semi bertiup mengibarkan ujung hanfu berwarna ungu muda yang dikenakan Luo Ding Xiang. D
Chapter 47 Pangeran Haus Darah
Orang-orang yang semula berbisik-bisik seketika terdiam. Sosok yang keluar dan turun dari kereta mem
Chapter 48 Hari Yang Aneh
Kereta kembali berjalan membelah jalanan yang menuju perbatasan ibu kota Luoyang. Dari jauh sudah te
Chapter 49 Kembalinya Kedua Tuan Manor
Xie Beng Kiam kali ini menunggang kuda putih dan mengenakan jubah ungu dengan bordir lambang keluarg
Chapter 50 Malam Yang Meriah
Suasana di Manor Luo sore itu sungguh berbeda dengan hari-hari biasanya. Ada tangis bahagia dan juga
Chapter 51 Tahun Baru
Setelah malam yang meriah, keesokan harinya seluruh penghuni manor terbangun dengan keceriaan yang b
Chapter 52 Jalan Hidup Keluarga Luo
"Guo'er, dengarkan Jiejie! Kau tidak boleh jauh dari Lan Jiejie. Kau tidak boleh berlarian dan bersi
syabas author...jalan cerita yg menarik dan tidak membosankan... teruskan berkarya.
16/06/2022
0fvst gede rgderbanzjxbskcbskxcbdjbuovyj ibkvykgyufuj i. jj u u Ig KB g. ov fk GK GK HK GK vkndovksnvkzndkvjsfbvodngkdngnvken FB syg fungi Ng e bot biyen tnvirngirnskbi ngapain eng main di Bone Sulawesi nvod bang jali nf ya eh boke bner vndovksnvkdncovnrinrihn bisa n nb dn Angel Lelga bot keroco aku oh fn ya bang itu kaya akan b dan paket yang punya ku rus di mana kak Seto nostalgia jadi di sekolah kah kau enga o di sekolah dasar negeri ini bang itu ada surat lamaran dengan cara bikin agar tidak
19h
0author..kenapa ceritanya tak pernah tamat
19/03
0good
16/02
0mantap
01/01
0bagus
20/12
0mantap
30/10
0seruuu
25/09
0sangat menarik cerita nya
02/09
0novelnya bagus. aku sangat suka. semoga ceritanya happy ending.......
12/07
0