Arumi Keumala harus menjalani hidup seperti yatim piatu yang hanya dibesarkan oleh kakeknya saja karena ibunya meninggal dunia saat melahirkannya dan sang ayah pergi jauh dengan menikahi tetangganya empat hari setelah Arumi lahir.
Menikah dengan Agam Samudera, ia pikir adalah muara hidupnya, sayangnya ia justru diceraikan karena disebut tak punya penghasilan.
Takdir kemudian membawanya kembali bertemu Ayah kandung yang telah kaya raya.
Berbekal warisan yang tidak sedikit, ia kembali ke kota kelahiran dan bertemu lagi dengan mantan suami yang sedang di ambang kebangkrutan.
Kembalilah Arumi pada Agam atau malah membalas semua sakit hatinya? Sementara Adam telah lama memendam rasa.
kita lanjut untuk membaca cerita novel berjudul naik kelas setelah di tindas,ini kayak nya seru deh
09/02
0
JrRusli
bagus banget
13/01
0
Floch Forster
mantap
08/12
0
WiraYuda
keren ceritanya
04/12
0
SambasWARIAH
wahh cerita nya baguss sata sukaa sekali
02/12
0
UfiqoNur
Perceraian tidak menjadikan mereka saling. asing dan jahat. Mereka tetap menghormatibkeputusan masing - masing dengan saling menanamkan rasa cinta dan saling menghormati satu sama lainnya.
21/11
0
Total: 45
Chapter 1 Alasan Bercerai
"Dek, bagaimana jika kita bercerai saja?" Duarrr ... Pertanyaan bak petir menggelegar di siang yang s
Chapter 2 Berkunjung Ke Mantan Mertua
Dua hari sudah aku mencari cara untuk mengetahui kebenaran kabar burung yang kudengar dari mulut ibu
Chapter 3 Mona
"Mo-na?" aku mengeja. Satu wajah terlintas daalm memori. Namun, segera kucegah dengan cepat. Tidak mu
Chapter 4 Kembaran Selebgram
[siapa itu, Ma?] balasku. [Selebgram say. Kamu sih nggak gaul, nggak kenal sama orang-orang terkenal.
Chapter 5 Mona Mengamuk
Tok ... Tok ... Bergegas aku menuju ruang tamu hendak membukakan pintu yang diketuk berulang kali deng
Chapter 6 Jalan Bersama
Tok ... Tok ... Suara ketukan pintu terdengar saat aku sedang menyiapkan sarapan. Siapa yang datang pa
Chapter 7 Bang Agam Semakin Mendekat
"Arumi!" Aku mengangkat kepala yang sedari tadi menunduk menghadapi pandangan orang-orang. "Rahma! kam
Chapter 8 Bermalam Bersama
Bang Agam benar-benar datang tidak sampai setengah jam setelah obrolan telepon tadi. Aku menyuruh De
Chapter 9 Rujuk
Karena suara di luar semakin berisik, aku keluar juga meski hati sebenarnya gentar. Sepertinya itu b
Chapter 10 Adam Pulang
"Bukan rujuk Bang. Karena kita sudah bercerai lebih dari setengah tahun, maka jika ingin kembali, ya
Chapter 11 Menjemput Mereka
Azwar benar-benar memaksa membawaku ke rumahnya. Berulang kali aku mencari alasan untuk mengundur-un
Chapter 12 Siapa Rendra?
"Begitu Mbak ceritanya." tutup Karina setelah kalimat-kalimat panjangnya mengurai bagaimana ia berta
Chapter 13 Kebobrokan Ayah di Masa lalu
"Mak, Arumi yakin Mak pasti tahu alasan kenapa Ayah mengatakan malu untuk pulang kemari bukan?" tany
Chapter 14 Calon Istri Rendra
"Arumi kamu masak apa?" Sebuah suara dari belakang tubuhku yang sedang berdiri menghadap kompor cukup
Chapter 15 Agam Cemburu
"Oh benar ternyata, kamu malah asik pacaran." Suara keras Bang Agam menyambutku di teras rumah saat a
Chapter 16 PoV Agam: Membujuk Delima
"Ayah, kata Om Adam kemarin itu, Ayah tidak akan pernah tinggal lagi bersama Ima di sini, benar?" D
Chapter 17 Alasan Sebenarnya
Sepulang dari tempat Arumi dan Delima, aku membelokkan mobil ke rumah Ibu. Kepalaku sedang mumet, ja
Chapter 18 Pertanyaan Delima
Kebencianku pada Rendra pudar dengan sendirinya seiring waktu kebersamaan kami. Aku pun menyadari, s
Chapter 19 Rencana Arumi
Sepeninggal Bang Agam, tawa Adam menggelegar. kudelikkan mata ke arahnya. "Gila kamu," ucapku mencebi
Chapter 20 Mak Jannah Tidak Setuju
Aku membolak-balikkan tubuh yang belum juga mau ikut terpejam bersama Delima yang sudah terlelap. Pi
Chapter 21 Dilema Arumi
Kedatangan Bang Agam menghentikan pembicaraan Adam. Padahal aku masih ingin bertanya, benarkah Adam
Chapter 22 Keputusan Arumi
Bismillah, lafazku dalam hati sambil menggelengkan kepala mantap. Semoga ini keputusan yang benar da
Chapter 23 Kecemburuan Adam
Aku tergeragap karena terkejut dengan kedatangannya. "Siapa Rumi?" Suara Rendra kembali bertanya. "Mas
Chapter 24 Bertemu Ayah
Begitu kaki menjejak bandara Soekarno Hatta, aku terpana. Tentu saja tak kupungkiri jika aku sedikit
Chapter 25 Ungkapan Kemarahan Arumi
Saat jarak dengan lelaki itu hanya bersisa tiga langkah lagi saja, aku kembali berhenti. Kaku, wajah
Chapter 26 Pengakuan Ayah
"Ayah, aku memang pernah sangat membencimu, ta-tapi itu dulu saat aku belum berdamai dengan hatiku s
Chapter 27 Isi Kotak Ayah
Setelah Map tersebut terbuka, Ayah menarik isinya. "Lihat ini, Arumi ... " ujarnya tersenyum. Sontak m
Chapter 28 Bentakan Karina
Tanpa menghiraukan kekagetan Rendra, ayah terus berbicara. Setiap masang mata di ruangan ini saling
Chapter 29 Tamparan Arumi
Karina mendekat. "Ikut aku!" ia menarik tanganku paksa, memutuskan tautan tangan antara aku dan Deli
Chapter 30 Pembagian Warisan
"Berhenti!" Aku berpaling dengan kembali menurunkan tangan yang hendak kudaratkan sekali lagi di pipi
Chapter 31 Terbongkar
"Papa bisa lihat 'kan betapa barbarnya dia," ucap Karina dengan menatapku sinis. Ayah diam sembari me
Chapter 32 Arumi Pulang.
Sejak kejadian itu, ayah membelikan sebuah apartemen untukku yang kami tinggali berempat bersama Del
Chapter 33 Pernikahan Adam
Hangatnya pelukan Mak Jannah yang kurindukan sangat kembali terasa, nyata menentramkan kembali hati
Chapter 34 Pernikahan Adam (2)
Menahan sesak sendirian tanpa ada satu orang pun yang menyadarinya sungguh tak enak. Sekuat mungkin
Chapter 35 Ngopi Bareng Bang Agam
"Bang Agam!" "Apa kabar, Arumi?" "Alhamdulillah, seperti yang Abang lihat." "Abang kenapa di sini? buka
Chapter 36 Syarat Arumi
"Kamu serius?" Mata Bang Agam tampak dipenuhi binar-binar harap. "Ada syaratnya." Kuulangi sekali lag
Chapter 37 Mengunjungi Ibu
"Rum, maaf, boleh aku bertanya seuatu yang sedikit sensitif?" Tiba-tiba Hilman menyela dengan wajah
Chapter 38 Silaturrahmi Ke Rumah Mona
"Iya, siang itu, Kak Mona datang saat beberapa karyawan sedang makan siang di belakang. Saat itu han
Chapter 39 Tidak Berani Bersumpah
Permintaanku yang mungkin terkesan sedikit memaksa membuat Wak Djalil menatapku dengan pandangan yan
Chapter 40 Sekotak Coklat
"Ini, anak ini datang-datang nuduh kita menggelapkan uangnya," jawab Wak Vivi pada anak kesayanganny
Chapter 41 Ulang Tahun Arumi
Semakin langkah mendekat ke posisi lelaki itu duduk, aku seperti tahu dia siapa. "Adam?" Kutepuk pund
Chapter 42 Melanggar Perjanjian
Berderet angka-angka pemasukan toko terpampang di laptop setelah dikirimkan Rindi beberapa jam lalu.
Chapter 43 Mona Terganggu
Sesampainya di ruangan Hilman, wajah Mona memucat. Sudah kuduga dan Hilman tampak biasa saja seakan
Chapter 44 Kegalauan Arumi
Bayi merah itu sedikit menggerakkan tangan mungilnya di dalam inkubator dengan selang oksigen terpas
Chapter 45 END
"Rumi, tunggu!" Langkah ketigaku terhenti, tanpa merasa perlu membalikkan badan aku tahu siapa yang s
iia
18d
0saya sangat bergembira sekali membacanys
14/04
0baik
01/03
0Bagus lumayan keren
20/02
0kita lanjut untuk membaca cerita novel berjudul naik kelas setelah di tindas,ini kayak nya seru deh
09/02
0bagus banget
13/01
0mantap
08/12
0keren ceritanya
04/12
0wahh cerita nya baguss sata sukaa sekali
02/12
0Perceraian tidak menjadikan mereka saling. asing dan jahat. Mereka tetap menghormatibkeputusan masing - masing dengan saling menanamkan rasa cinta dan saling menghormati satu sama lainnya.
21/11
0