Total : 78Chapter 1 Prolog
Siang begitu terik dan jam kerja Jane nyaris usai saat ponselnya berdering. Meski enggan keluar dari
readmore Chapter 2 Jane Sudah Besar, Ma
Jane masih menatapi tumpukan baju di atas kasur. Jane tidak habis pikir kenapa mama masih saja melak
readmore Chapter 3 Apa Yang Terjadi?
Tubuh Jane masih menggigil saat satu tangan perempuan itu terulur meraihnya. Jane tak sanggup beront
readmore Chapter 4 Menjadi Salah Satu Di Antara Mereka
Jane menarik dan memeluk erat kedua kakinya seraya meletakkan dagu di atasnya. Semua perubahan teras
readmore Chapter 5 Berbaur
“Yeah! Selesai!” Mirna menjatuhkan diri di kasur Jane yang baru mereka rapikan berdua. Selagi m
readmore Chapter 6 Seperti Deretan Bintang di Langit
Jane duduk termenung menatap deretan bintang yang tampak jelas malam ini. Cuaca cerah rupanya, batin
readmore Chapter 7 Namaku, Andra
Jane merasa tubuhnya tak bertenaga dan siap luruh kapanpun. Lututnya sudah bergetar hebat. Ini kali
readmore Chapter 8 Mimpi Buruk
“Jangan! Jangan sebut aku gelandangan! Setidaknya aku masih punya rumah, juga masa depan. Aku y
readmore Chapter 9 Seperti Warna Gambarnya
Di bawah rindang pohon akasia satu-satunya yang ada di halaman belakang panti, Jane menikmati s
readmore Chapter 10 Lagi-lagi Terlambat
Kini Jane bukan lagi Jane yang cengeng dan penakut. Juga bukan lagi anak yang mudah ditindas. Meski
readmore Chapter 11 Merasa Bersalah
Jane termangu, hatinya sibuk menimbang. Sadar seharusnya melangkah pulang, namun dia merasa bersalah
readmore Chapter 12 Tak Bisa Melihatnya Kecewa
Jane merasa hidupnya kembali lengkap. Tentu tidak ada yang bisa dan berhak menggantikan kedudukan ma
readmore Chapter 13 Menghindar
Jane sedikit jengah oleh ulah beberapa pedagang yang menjajakan barang dagangannya dengan memak
readmore Chapter 14 Tetap Bersamaku
Luki mundur beberapa langkah dan bersikap hormat, membuat Jane sedikit heran dan kaget. Tapi mu
readmore Chapter 15 Apa Yang Terjadi, Luk?
Luki menatap raut Jane yang masih begitu nyenyak. Kasihan, batinnya. Dia pasti sangat lelah dan
readmore Chapter 16 Cita-cita
“Apa yang terjadi, Luk?” Jane masih menggumamkan hal sama saat kembali memandangi wajah dan tub
readmore Chapter 17 Lebih Dari Serpihan
Ada perasaan ingin sekaligus rasa bersalah yang teramat besar saat Luki menatap wajah polos Jane. It
readmore Chapter 18 Resah
Menapaki kembali jalan-jalan yang selama hampir 4 tahun ini Jane lewati setelah lebih dari satu ming
readmore Chapter 19 Wajah Lelah Jane
Jane menyerah dalam tatapan tegas lelaki ini. Luki akan menolak apapun alibinya. Namun dia juga tahu
readmore Chapter 20 Luki
Langit jingga sore itu. Luki menikmati. Ditemani sruputan kopi pertamanya dan bungkusan rokok keduan
readmore Chapter 21 Pasrah?
Luki duduk diam mempertimbangkan berbagai kemungkinan. Sadar, jika sudah demikian Jane tidak akan bi
readmore Chapter 22 Lelah
“Argh!” bahunya teramat nyeri saat Luki mencoba bangun. Bahkan sekujur tubuhnya terasa kaku, sulit d
readmore Chapter 23 Berarti Sesuatu
Luki kaget. Sama sekali tak mendengar langkah kaki Jane. Kegiatannya terhenti saat Jane meraba pungg
readmore Chapter 24 Anak Kunci
Sekali lagi, dalam jarak sedekat ini. Merasakan hembusan napasnya, bersitatap dengan matanya, jelas
readmore Chapter 25 Saksi Cinta
Kusuk menatap wajah damai Jane, Luki merasa desiran aneh di dadanya kian nyata. Mungkinkah kini ada
readmore Chapter 26 Tega
Gerah. Jane mengikat tinggi rambutnya, lalu turun dari mobil, dan menikmati sejuk hembusan angin mal
readmore Chapter 27 Terjebak
Jane menyerah dalam tatapan tajam pria menyebalkan di hadapannya ini. Akhirnya kembali duduk meski t
readmore Chapter 28 Pemandangan Mengerikan
“Bagaimana bisa?” gumam Jane berulang kali. “Jane! Tolong berhenti! Aku makin pusing lihat kamu monda
readmore Chapter 29 Jalan Keluar
Luki masih menatap tak percaya. Apalagi gerakan tangan Tiger selanjutnya menepuk pelan pundak Jane y
readmore Chapter 30 Nyaris Terbunuh
Jane mengambil udara sebanyak dia bisa. “Kau mau membunuh kami ha?” sarkas Luki yang ternyata merasak
readmore Chapter 31 Menyusun Rencana
Angin semilir yang berhembus menyentak Jane dari mimpi. Pelan matanya terbuka, lantas melihat sekeli
readmore Chapter 32 Titik Terang
Mereka berdua berjalan beriringan menyusuri jalan setapak menuju gedung atau gudang tua yang dimaksu
readmore Chapter 33 Cerita Di Balik Temuan
Luki masih memberi kode Jane untuk tetap diam dan menunggu. Sampai dia yakin mereka, orang-orang yan
readmore Chapter 34 Fase Berbeda
Jane masih setia menatap ilalang di padang. Barangkali pemandangan biasa bagi sementara orang, namun
readmore Chapter 35 Memberi Kehidupan
Tiger terus menunggui. Seharusnya Jane sudah sadar mengingat peluru hanya menyerempet lewat, bukan b
readmore Chapter 36 Rama
Akhirnya, Rama bisa bernafas lega hanya dengan melihat nama kostnya saja. Setelah empat hari berat h
readmore Chapter 37 Rencana Besar Dimulai
Sammy memberi perhatian penuh, ketika Lila mulai membuka mulut. Bahkan dalam hatinya sudah mengiyaka
readmore Chapter 38 Kepada Siapa Cintaku Berlabuh
Sahabat-sahabat Lila berkumpul di kamar kosnya tanpa komando. Maya dengan daster dan setoples cemila
readmore Chapter 39 Kenal Dia?
Dentang jam dua belas kali sudah lama berlalu. Suasana makin sunyi. Sudah tidak terdengar lagi tawa
readmore Chapter 40 Batal Datang
Rama melirik arloji sekali lagi, tak mempercayai terik yang menyengat tengkuknya dan membuat peluh m
readmore Chapter 41 Heboh
Anton gelisah dalam penantian. Berkali-kali dilirik arlojinya yang sudah barang tentu tidak menunjuk
readmore Chapter 42 Kelimpungan
Siang sedikit berangin, membuat udara saat ini terasa begitu sejuk. Mestinya di cuaca seperti sekara
readmore Chapter 43 Tidak Sendiri
Rama akhirnya menemukan kamar mayat rumah sakit daerah, tempat Arka dibaringkan setelah dua kali ber
readmore Chapter 44 Benar Jane
Rama berlarian sepanjang koridor rumah sakit. Sementara kedua temannya menyusul di belakangnya. Sesu
readmore Chapter 45 Jane POV
Duk! “Ah!” Aku benar-benar kaget. Beruntung air bag berfungsi baik, kalau tidak entahlah. Barangkali
readmore Chapter 46 Salah Paham
Rama hanya ingin berbaring malas seharian ini. Dia baru bisa pulang semalam, usai memakamkan Arka di
readmore Chapter 47 Sebimbang Ini
Teman-teman Lila sedang berbincang ringan, tidak ada keinginan untuk merusuh seperti biasa. Tenaga m
readmore Chapter 48 Gadisnya
Rama bangun dengan rasa lelah yang masih melekat di badan, membuatnya malas beranjak meski mata suda
readmore Chapter 49 Usaha Pertama
Rama tersenyum mengamati pantulan dirinya di cermin. Kembali mengelus rambutnya yang sudah rapi dan
readmore Chapter 50 Kencan Sepihak
Jane tersenyum membalas lambaian Rama. Dan Rama, dadanya berdesir hanya sekedar melihat senyumnya pu
readmore Chapter 51 Janji Kedua
Angin sore yang berhembus pelan memainkan rambut panjang gadis yang kini tengah duduk di depannya. R
readmore Chapter 52 Lautan Kenangan
Tiger hanya bisa mengamati suasana hati yang bertolak belakang dari pemandangan di depannya. Satu pr
readmore Chapter 53 Cewek Gila
Hujan deras yang mengguyur kota sejak sejam yang lalu tak menyurutkan dua pria yang datang dari arah
readmore Chapter 54 Resah Yang Salah
Rama duduk menopang dagu. Tak lama beralih meluruskan kaki dan berdiri. Namun sejenak kemudian mereb
readmore Chapter 55 Beda Kesenangan
Berbeda dengan Jane yang tengah menikmati hari tenangnya, Lila justru mengumpulkan sahabat-sahabatny
readmore Chapter 56 Polos dan Lugu
Tiger masih duduk santai kala Jane kembali keluar kamar, dan melangkah menuju dapur dengan satu tang
readmore Chapter 57 Kesempatan
Jane turun dengan enggan. Sementara Rama sontak menoleh ketika didengar dan dilihatnya mobil mendeka
readmore Chapter 58 Tidak Baik-baik Saja
“Berpeganglah!” ucap Rama di antara deru suara motornya. Sementara Jane yang merasakan hembusan dingi
readmore Chapter 59 Aku Baik Saja
Lila tak bergeming. Tatapnya masih lekat pada keduanya. Cara Rama menatap gadis itu, tawa mereka, ke
readmore Chapter 60 Aku Baik Saja (2)
Pertarungan kecil itu kini menarik perhatian hampir semua pengunjung. Dan kebanyakan dari mereka men
readmore Chapter 61 Sandiwara Sempurna
Jane terkikik pelan melihat tingkah Max yang berputar-putar sambil menggonggonginya. Itu sangat meng
readmore Chapter 62 Kalah
Rama mengecek sekali lagi tumpukan berkasnya. Dia mendesah. Ini hari terakhir pemberkasan untuk pemb
readmore Chapter 63 Tidak Lain Kali
Sepanjang perjalanan pulang Jane diam, tak menyadari pula ketika Tiger beberapa kali melirik mengama
readmore Chapter 64 Siapa Kamu?
Lila sudah serak karena terlalu banyak berteriak. Dan, masih akan berteriak ketika mengingat kejadia
readmore Chapter 65 Diminta Bungkam
"Hei! Ini tempatku kalau kalian lupa!" tukas Lila menghentikan percakapan keduanya. Bagaimana mereka
readmore Chapter 66 Teman Setia
"Baiklah, tidak perlu dijawab," putus Jane. Tiger hanya bisa melirik sambil menghela napas. Semestiny
readmore Chapter 67 Ucapan Selamat
Jane keluar dari ruang sidang nyaris tanpa masalah. Terhitung sejak pertama pengajuan proposal skrip
readmore Chapter 68 Ucapan Selamat (2)
"Sepertinya...dia hamil?" Dina bergumam heran. Kedua alisnya menyatu, membuat tampangnya benar-benar
readmore Chapter 69 Meniti Masa Depan
Sebulan berlalu setelah Jane memutuskan untuk tidak mencampuri urusan mereka, Rama dan Lila. Meski k
readmore Chapter 70 Rama
Dia masih berdiri di depan jendela kamarnya, menatap jauh ke depan. Meski tak lagi sering mengamuk d
readmore Chapter 71 Bukan Keluargaku
Lila menanti dengan cemas. Sudah tak terhitung berapa kali dirinya mondar mandir di ruang kos Rama.
readmore Chapter 72 Cukup Tahu
Sementara Rama sibuk menghindari Lila dan Lila sibuk mengikat Rama untuk mempertegas hubungan mereka
readmore Chapter 73 Berani
Di sepanjang koridor panjang yang lengang, ketukan sepatu yang beradu dengan ubin menjadi satu-satun
readmore Chapter 74 Max Menjadi Korban
"Maaf," ucap Jane lirih, benar-benar menyesali kekonyolannya. Tiger melirik sekilas, lantas menggelen
readmore Chapter 75 Langkah Beracun
"Aku harus pulang," gumam Dina, melirik canggung Jane. "Kenapa?" tanya Jane. Meski cukup pelan menyel
readmore Chapter 76 Orang yang Sama
Tak disangka semua berjalan dengan lancar. Dina baru saja keluar dari ruang sidang skripsinya. Dia m
readmore Chapter 77 Dugaan (1)
Tiger mengamati Jane dari atas ke bawah, mengulanginya dari bawah ke atas, bahkan mengitarinya yang
readmore Chapter 78 Tekad Yang Sama
Kali ini Bos tidak melempar foto target seperti biasanya. Setelah membentangkan sebuah peta, dia men
readmore
kerja bagus
06/03
0bagus
28/02
0ini bagus ceritanya
04/11
0keren
23/08
0keren
09/06
0bagus bngett sumpah
22/05
0Bagusss
26/04/2025
0kereeen
25/04/2025
0bagus
16/04/2025
0Bagus banget kakk
20/03/2025
0